Tisha Silvalia gadis panti asuhan yang dibuang oleh orang tuanya.dan harus menerima kenyataan bahwa suami yang menemaninya selama tiga tahun ini mengucapkan kata cerai saat Tisha mengandung Buah hati pertama mereka,kehadiran orang ketiga memicu pertengkaran mereka dan dengan mudah Ardan suami Tisha mengucapkan talak.Hati Tisha hancur namun memilih menerima keputusan suaminya.selama pernikahan suami nya tidak pernah memperdulikan kebahagia Tisha.Ardan memilih tinggal menetap diluar negeri hanya sekali-kali pulang ke Indonesia saat ingin mengecek beberapa cabang bisnisnya.Dan kesalahan terbesar menurut Ardan adalah menerima Tisha sebagai istrinya yang tak dicintainya karena perjodohan yang direncanakan Orang tua Ardan dengan ancaman kalau menolak semua aset kekayaan akan papanya ambil alih.tentu Ardan tidak mau kehilangan semua itu ia tidak bisa hidup tanpa harta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Princes Annie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 4
Disebuah gedung pengacara Ardan memberi kan surat perceraiannya.
"Secepatnya urus perceraian ku"dengan kasar Ardan duduk dikursi tepat dihadapan pengacara Taufan sekaligus sahabat dekatnya.
"Kamu yakin dengan keputusanmu,pikirkan lagi sebelum ada penyesalan akhirnya"Taufan memberi nasihat
"Kerjakan saja tugasmu,bukankah aku membayarmu untuk mengurus perceraian ku bukan untuk menasehati ku"Ardan kesal dengan ucapan Taufan "menyesal tidak ada dalam kamus ku",seringai mengejek dibibir Ardan.
Dengan nafas berat Taufan membuka surat perceraian yang sudah bertanda tangan Tisha
"Wanita yang malang"bathin Taufan ada raut kesedihan nampak diwajahnya
Ardan yang melihat langsung ekspresi wajah sahabatnya merasa muak"Apa kah kau menyukai Tisha selama ini"Ardan menatap tajam pada Taufan.mendapat pertanyaan mendadak dari Ardan membuat Taufan terkejut.bukan tanpa alasan Ardan menuduhnya selama ini Taufan selalu membela Tisha saat Ardan menjelekan Istrinya.
"Mana aku berani menyukai istri seorang Ardan"Jawab Taufan santai
"Setelah bercerai dia bukan lagi istriku,kalau kamu menyukai nya aku rela memberikannya untukmu"Ardan tertawa lepas
"Kau sudah gila Ardan"ada nada kemarahan di ucapan Taufan
"Ya,,,beraninya kau mengatakan aku gila"Ardan menggeprak meja keras.
Wajah Taufan nampak pias entah keberanian dari mana ia mengatakan Ardan gila.
"Maafkan aku,secepatnya aku akan urus perceraian mu"Taufan memilih mengalah
"Bagus,,jangan coba berani padaku,kau tau akibatnya kan".ancam Ardan.
"Iya aku tau,kehancuran keluarga dan karir ku"Ucap Taufan lantang
"Oke kamu sudah mengerti,aku pergi dan ku ingatkan sekali lagi secepatnya urus perceraianku,berlama-lama tinggal dengan Tisha membuatku muak dan ingin segera menendangnya keluar".
"Kamu akan menyesal melakukan itu pada Tisha,wanita yang bergitu sabar menghadapimu dan juga mencintaimu tanpa syarat,aku pastikan kamu akan mendapatkan penyesalan yang dalam,saat seseorang itu sudah tidak lagi bersamamu"ingin sekali Taufan berkata langsung seperti ini didepan Ardan namun dia tidak punya keberanian karena ancaman Ardan.
"Aku ingin menemui Tisha,ada beberapa yang harus aku bicarakan padanya".Taufan memberanikan diri membuka suaranya.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi"Elak Ardan ia tidak ingin Taufan mengetahui kondisi Tisha sekarang yang penuh tanda kekerasan apalagi sampai Taufan tau Tisha hamil.itu akan menjadi masalah besar buatnya.walau ancaman akan membuat Taufan tutup mulut,tapi siapa yang bisa menjamin itu.
"Ini masalah harta,Walau ia tak memiliki anak tapi dia berhak atas harta kekayaanmu"Taufan memberi penjelasan
"Enak aja dia mau hartaku,Gak akan aku berikan sedikitpun".
"Gak usah khawatir tentang itu aku sudah memikirkannya"Ucap Ardan berbohong.
"Harus ada perjanjian diatas hitam putih"Taufan mencoba lagi,ia merasa ragu dengan ucapan Ardan
"Itu biar menjadi urusanku!!!!!!"Ardan semakin kesal
Lagi-lagi Taufan tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kalau sudah tak ada lagi yang penting,aku pulang".Ardan pulang dengan hati yang kesal
dan bersiaplah Tisha semua kekesalan akan ia tumpahkan kepadamu.
Dengan kecepatan tinggi Ardan mengendarai mobilnya hingga tak bisa dihindarkan lagi tabrakan pun terjadi,kondisi Ardan sangat menggenaskan saat ini.Semua yang menyaksikan tabrakan itu langsung berteriak histeris dan menyangka korban tak ada yang selamat melihat hancurnya mobil-mobil itu.para media meliput secara langsung kejadian tabrakan beruntun itu.
Prang,,,,,,,,gelas yang dipegang Tisha jatuh kelantai dan pecah berserakan.Deg perasaan hati nyaTisha gak menentu saat ini dan ia langsung menyebut nama suaminya"mas Ardan"
"Non hati-hati"Pekik Bi Tuti kaget