NovelToon NovelToon
Alia (Apa kamu baik baik saja?)

Alia (Apa kamu baik baik saja?)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Cintapertama / CEO / Teen Angst / Cinta Seiring Waktu / Chicklit / Tamat
Popularitas:60.5k
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

"Mama sudah bilang jangan sampai kakak mu terluka, tapi mengapa ketika pulang kakak mu masih terluka? apa kamu tidak mendengar ucapan mama ha?" teriak Tiara memarahi anak bungsunya karena membiarkan sang kakak Allea Akifa Gavaputri atau yang akrap di panggil Lea terjatuh dan menyebabkan lututnya lecet.

Alia Shakeela Zanitha hanya terdiam menggigit bibirnya mencoba menahan rasa sakit yang menerpa kulitnya sebisa mungkin. Gadis yang berusia 10 tahun itu bahkan tidak berani mengeluarkan suara sekecil apapun atau Tiara akan tambah murka dan memarahinya.

Sepenggal kenangan buruk yang terus terulang dalam mimpinya, membuat Alia selalu di hantui rasa ketakutan yang berlebih walau Tiara sudah meninggal sekalipun.

Kehidupan yang Alia alami terasa sangat sulit di tambah dengan kondisi sang kakak Alea yang mengidap autis.

Mampukah Alia bangkit dan keluar dari mimpi buruk yang selalu menghantuinya? adakah secercah harapan yang bisa membuatnya keluar dari rasa putus asa yang menyelimutinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali di bandingkan

Mansion utama

Ardan memasuki rumah dengan langkah perlahan. Sebenarnya ingin sekali Ardan pindah ke apartment pribadi atau bahkan menempati mansion di daerah pusat kota, hanya saja permintaan ibunya yang meminta Ardan untuk tidak pindah sebelum menikah, membuat Ardan tidak bisa berbuat apa apa dan memilih menuruti permintaan ibunya.

"Proyek taman terbuka hijau, papa dengar kamu kalah dalam tender proyek itu." ucap Aditya yang lantas mengehentikan langkah kaki Ardan ketika mendengar pertanyaan dari papanya itu.

"Iya pa, lagi pula itu hanya proyek pemerintah keuntungannya tidak terlalu tinggi jadi Ardan tidak fokus ke sana." ucap Ardan memberikan alasan.

Mendengar jawaban putranya Aditya lantas membalik korannya perlahan dan mulai berdehem.

"Tahu apa kamu tentang keuntungan, seorang pemimpin itu harusnya bisa membaca situasi, apa begitu saja kamu tidak bisa merabanya? lihat adik mu itu, bukankah dia lebih pintar membaca situasi? bahkan resto yang hampir bangkrut langsung berkembang pesat di tangannya. Belajarlah dari dia mungkin kamu akan menemukan sebuah solusi." ucap Aditya dengan santainya namun membuat Ardan kembali terluka kala lagi lagi Aditya kembali membandingkan dirinya dan Fabian.

"Tidakkah papa harusnya menghargai usaha ku sedikit saja? jika papa begitu mengagumi cara kerja Fabian, kenapa papa tidak menjadikannya penerus papa saja, beres kan?" ucap Ardan dengan nada yang kesal seakan tidak terima selalu di bandingkan dengan Fabian.

Mendengar ucapan Ardan barusan Aditya lantas menaruh koran di tangannya dengan kasar.

"Harusnya memang Fabian yang meneruskan usaha papa, jika saja lima tahun lalu kejadian itu tidak terjadi pasti Fabian sudah meneruskan usaha papa." ucap Aditya dengan nada yang meninggi.

"Pa!" panggil Arsa dengan nada yang cukup keras seakan memperingatkan suaminya untuk tidak meneruskan ucapannya.

Aditya terdiam mendengar panggilan itu, lagi lagi Arsa membela Ardan membuat Aditya tidak bisa berkata apa apa lagi.

"Papa ini, anak baru pulang kerja bukannya di sambut malah di cerca tentang pekerjaan, bukankah papa sudah pensiun? percayakan saja semuanya pada Ardan, mama yakin Ardan mampu dan bisa menjalankan perusahaan dengan baik." ucap Arsa sambil menuruni anak tangga melangkah mendekat ke arah keduanya.

"Ma pa Ardan ke atas dulu." ucap Ardan kemudian, ia benar benar lelah harus terus terusan seperti ini ketika kalah dalam sebuah tender. Bagi Ardan tender tender itu keuntungannya sangat kecil tapi bagi Aditya selalu saja kebalikannya.

"Kamu tidak makan dulu Ar?" tanya Arsa ketika melihat putranya berjalan naik ke atas menuju kamarnya.

"Nanti saja ma, Ardan belum lapar." ucap Ardan sambil terus melangkahkan kakinya naik ke atas.

"Papa ini sebenarnya kenapa sih? selalu saja membandingkan Ardan dan juga Fabian, keduanya itu berbeda pa... mereka punya kelebihan dan kekurangan masing masing yang tidak bisa disamaratakan. Jadi stop membandingkan keduanya." ucap Arsa dengan kesal setelah kepergian Ardan dari sana.

"Kamu selalu saja membela Ardan, lalu Fabian bagaimana? anak mu itu ada dua orang, adil lah sedikit jangan berat sebelah. Baik saat ini maupun lima tahun yang lalu kamu tetap saja sama tak pernah berubah." ucap Aditya dengan kesal dan melangkah pergi meninggalkan Arsa di sana. Aditya benar benar malas berdebat hal yang sama setiap harinya.

"Aku berat sebelah? lalu dengan membandingkan keduanya bukankah papa juga sama saja?" ucap Arsa kemudian yang lantas menghentikan langkah kaki Aditya.

"Papa tidak berat sebelah, yang papa lakukan adalah berdiri di sisi Fabian karena mama terus terusan memanjakan Ardan. Apa mama sama sekali tidak merindukan Fabian dan menginginkannya kembali? sudahlah aku malas berdebat, terserah mama inginnya bagaimana." ucap Aditya dengan nada yang kesal kemudian berlalu pergi dari sana.

"Tidak hanya papa, mama juga merindukannya. Mama akui ini memang salah mama, kepergian Fabian dari rumah adalah salah mama." ucap Arsa dengan nada sendu setelah kepergian Aditya dari sana.

******

Toko bunga Alia

Terlihat Alia sedang mulai mengangkati bunga bunga yang tertata di depan karena Alia akan menutup tokonya. Sedangkan Allea ia hanya diam saja dan bermain main dengan bunga bunga yang berjajar rapi dalam pot.

"Kak bisa bantu Al sebentar, apa kakak tidak ingin pulang?" ucap Alia meminta bantuan pada sang kakak.

"Tid..dak mau! itu itu kan tugas mu sebagai seorang adik." ucap Allea dengan acuhnya.

"Kakak jangan begitu dong" ucap Alia tidak terima dengan raut wajah yang kecewa.

Melihat raut wajah adiknya seperti itu membuat Allea lantas kasihan, perlahan Allea mulai bangkit dan mendekat ke arah di mana Alia berada. Ditepuknya pelan pundak Alia membuat Alia lantas bingung akan apa yang akan di lakukan kakaknya.

"Jangan menangis... jangan menangis, kau jelek kalau menangis." ucap Allea dengan pelan membuat Alia lantas tersenyum karena ternyata sang kakak masih memikirkannya walau kadang kadang memang sering kali mengesalkannya.

"Kita lakukan sama sama ya kak." ucap Alia dengan halus.

"Baiklah" ucap Allea pada akhirnya pasrah dan mau mengikuti ucapan Alia.

***

Malam hari di kediaman Alia

Seorang gadis kecil nampak berlarian sambil membawa sebuah rapot di tangannya dengan senyum mengembang di wajahnya saat itu.

"Mama dan papa pasti bangga ketika melihat aku peringkat pertama di sekolah." ucapnya pada diri sendiri dengan yakin.

Dengan langkah bahagia Alia kecil melangkah masuk ke rumah dan mencari keberadaan kedua orang tuanya. Alia melangkah dengan bahagia menuju kamar orang tuanya karena berpikir mereka pasti ada di kamar saat ini.

"Ma.." ucap Alia kecil namun kata katanya tercekat kala tanpa sengaja mendengar percakapan kedua orang tuanya.

"Mama jangan terlaku kasar dengan Alia dia juga butuh kasih sayang mu." ucap David menasehati istrinya.

"Sudahlah pa jangan terus terusan membahas itu, aku sudah berulang kali mengatakan kalau aku tidak menginginkan anak itu, aku melahirkannya untuk dijadikan penjaga Allea ketika kita tidak ada, jadi jangan papa membahasnya terus menerus karena mama lelah menjelaskannya lagi dan lagi!" ucap Tiara dengan nada yang meninggi.

"Ma semua anak itu sama tidak ada yang berbeda, jangan menghukum Alia untuk kesalahan yang tidak pernah dilakukannya." ucap David lagi.

"Jika ku bilang hentikan ya hentikan pa!" ucap Tiara kemudian dengan nada yang kesal.

Alia kecil yang semula bahagia lantas menjadi sedih kala mendengar ucapan Tiara barusan. Ditatapnya rapot di tangannya dengan sendu, meski sampai kapan pun Tiara pasti akan tetap membencinya walau Alia berjuang seperti apapun.

Hhhhhhhhh

Alia terbangun dari tidurnya, mimpi itu kembali datang lagi seakan terus terulang walau Alia tidak memintanya. Diusapnya pelan air mata Alia yang mengalir di sudut matanya tanpa ia minta.

"Sudah bertahun tahun, tapi mengapa rasanya tetap sedih ketika mengingatnya?" ucapnya pada diri sendiri.

Bersambung

1
Mei TResna Rahmatika
seriusan ini??sads bangettt kak😭
TDT Angreni
ceritanya bagus👍👍👍👍
TDT Angreni
ceritanya bagus, masih terus menyimak. semangat terus kakak.
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
kenapa kehidupan Alia seperti itu😭
VLav
duhh episode pertama ud bkin sesek nafas
VLav
kereen
Risfa
sukses ya ka 🤗
Risfa
Hadir ka
👑keluarga author
⭐⭐⭐⭐⭐
Dyna mardifa
sad ending .kasihan Alia bahagiamu dlm kisah ini sedikit bgt. thanks Thor ceritanya dramatis bgt .
💜Bening🍆
lah kamu ngatain shila ulat gatel....🙄🙄
emang kamu tau gmn hubungan shila dan fabian.. kamu baru kenal... kamu gk da hubungan apa2 dgn fabian.. kok bisa langsung ngatain ulat gatel.. klo dulu mereka deket n punya hubungan gmn.. malah bisa d bilang kamu yg iri dan dengki ama shila... klo merasa org baru dan shila yg udah lbh lama.. y hrsnya sebatas ngerasa gk nyaman aja.. krn hrs inget alia yg org baru dan jg bkn siapa2 utk fabian..🤔. tp yg namanya dah d kuasai cemburu y gitu... hilang kesadaran dirinya.. cm bisa ngejelekin n nyalahin org yg gk d suka.. kebanyakan manusia sekarang y begini😌🤭
💜Bening🍆
lah alia ini gmn... allea keadaannya begitu malah d tanya pendapatnya.. 🙄😅
menikah cm utk 2bln terus bakal d cerai klo gk hamil🙄🙄
💜Bening🍆
salah paham...
💜Bening🍆
jgn lupa kabari fabian klo allea ama akamu ardan.. jgn kayak kemaren.... org mah pasti kepikiran lah hubungin keluarga yg d ajaknya pergi... apa lg posisi kayak allea.. pasti keluarganya bakal nyariin klo pergi sendiri.. malah klo namanya bawa anak org mah y hrsnya ijin.... gk asal bawa dan tanpa kabar berita.. masa gini aja gk kepikiran🙄🤔
💜Bening🍆
semua masalah tokoh generasi muda berawal dr ortu yg gk pd bijak🙄🙄

mencoba berpikir.. apa ini dr sudut pandang seorg anak yg masih muda... krn dulu masa masih bocah selalu berpikir orgtua jahat.. ortu gk adil.. lebih sayang saudara yg lain dr pd diri sendiri... merasa lebih banyak kena marah.. merasa lebih banyak dpt beban.. jd berasa gk d sayang.... tp dan tapi..... berjalannya waktu... mengerti dan paham.. ternyata itu bkn krn ortu gk sayang.. klo dulu menganggap setiap hal yg ortu lakukan utk kita adalah sebuah tekanan ke kita.. tp setelah kedewasaan hadir tau maksud dan tujuan dr setiap yg ortu ucapkan dan lakukan.. klo pas dulu mah boro2 ngerti.. soalnya udah ke tanam dlm pikiran ortu gk sayang.. ortu lebih sayang ke yg lain.. ortu gak adil.. jd apa pun yg ortu lakuakan dan omong y salah.. dan d anggap sbg siksaan..itulah pemikiran anak2.. klo sudah datang kedewasaan itu baru bisa membuka pikiran dan memahami maksud semuanya...
misal bocah yg minta eskrim tp gk d kasih n d omongin tegas klo gk boleh makan es krim nanti sakit.. bocah kebanyakan bakal langsung berpikir ibunya jahat n gak sayang ke dia.. atw saat si kakak d kasih uang saku lebih banyak dr dia.. atw si kakak udah d kasih fasilitas yg lebih dr si adik.. nanti mikirnya ortu gk adil pilih kasih.. lebih sayang ke kakak.. ini hal yg biasa d pikiran para bocah😅🤭
💜Bening🍆
dasar si mulut durjana lira.. minta d geplak🙄🙄
💜Bening🍆
bilang anaknya gk boleh kekanakan.. d bilang hrs bisa mengayomi krn anak pertama.... lah terus dirimu sbg bapak sudahkah melakukan hal itu... 🙄🙄🙄🙄
gmn anak bisa jd bijak dan mengayomi sedang figur ortunya aja gk mencontohkan pd anak2 semua hal itu🙄🙄
💜Bening🍆
lalu apa sikapmu yg begitu bisa d benarkan wahai pak zayan... klo istri salah langkah d nasehati.. klo istri memihak satu anak suami berdiri d tengah memperbaiki bkn malah membalas kelakuan istri dgn membela anak yg lain dan membenci anak yg istri selalu bela... itu bpk cara berpikir dah kayak emak2.. masa iya pemimpin begitu cara berpikir n ngatasi masalah... pantes bubrah🙄🙄
💜Bening🍆
krn ortu yg gk bijak.. bkn mengayomi anak2nya.. malah membuat masalah utk anak2nya hingga ardan punya perasaan benci pd adiknya...🙄🙄
💜Bening🍆
y berarti kedua ortunya sama2 gk bijak.. akhirnya malah melukai anak2nya...🙄😌
ini yg menjadi ortu sebenernya siapa 🙄

klo aku jd ardan.. anak cowok.. udah ada kata dr papanya tuh " klo gk mau mengembalikan..." artinya papanya berharap ardan melepas jabatannya.. yo wes lepasin aja.. mandiri usaha sendiri.. kerja apa pun meski gk tinggi jabatan.. meski cm pekerja biasa yg penting gk tertekan.. gk d remehkan... lebih d hargai..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!