Nikah SMA
˚✧₊⁎❝᷀ົ≀ˍ̮ ❝᷀ົ⁎⁺˳✧˚✧₊⁎❝᷀ົ≀ˍ
Taksa Liam. Ketua OSIS tampan, berkarisma. Namun dingin dan cuek, tak tersentuh.
Iva Kayra. Supel, cerewet, cenderung pemalas, dan bukan gadis populer.
Mereka harus menikah di usia muda demi memperluas wilayah kekuasaan kedua orang tuanya, di dalam dunia bisnis.
Bagaimana kisah pernikahan mereka? Dengan sifat yang bertolak belakang, akankah keduanya bahagia dengan pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lapangan
Nah maafken yang tadi double eps, karena jaringan eror sih tadi pas up.
Ada yang mau ikut ngerusuh nggak, kita bikin grup WA yuk. khsusus bagi yang sudah baca cerita aku. kalo mau chat ya, 085221415356
¤¤¤
"Apa?" Taksa menatap malas keempat sahabatnya.
"Kamu tega banget sama pacar sendiri." Ian mendarat bokongnya di samping Taksa.
"Salahnya sendiri pake berduaan sama si Arsen." lelaki itu kembali melanjutkan mencatat. Tak lagi memperdulikan keberadaan para sahabatnya.
"Jadi ini hanya karena cemburu. Gila." Andra menggelengkan kepalanya.
ketiga orang itu menggelengkan kepala tidak percaya dengan kelakuan Taksa yang mulai jadi budak cinta.
Tiba-tiba lorong sekolah dibuat gaduh oleh teriakan beberapa anak yang berlari. Mereka yang penasaran keluar dari kelas dan melihata apa yang sedang terjadi.
"Kenapa?" Adit mencegat salah satu murid yang sedang berlari menuju lapangan.
"Ada yang pingsan di lapangan." jawabnya, kemudian kembali berlari.
Mereka bertiga saling pandang, terkecuali Taksa. Dia sudah berlari meninggalkan tempatnya.
Sampai di lapangan Taksa melihat kerumunan siswa mengelilingi seseorang yang mungkin sedang oingsan, seperti yanh dikatakan anak tadi.
Taksa menerobos paksa barisan para siswa, ia penasaran siapa yang sedang tergeletak di sana. Taksa melihat orang itu mengenakan rok.
"Kayra." ia semakin mendekat pada orang yang tergeletak itu.
Dengan jantung deg-degan Taksa meraih wajah yang ia yakini seorang gadis, namun karena wajahnya tertutup rambut dia tidak dapat melihat wajahnya.
Tangannya gemetar saat menyingkap rambut panjang yang menutupi wajah si gadis, degub jantungnya semakin menggila. bagaimana jika itu Iva?
"Ini ada apa?" beberapa siswa lainnya ikut menerobos kerumununan.
"Nggak usah berkerumun begini, kasihan yang pingsan butuh oksigen. Mending bubar terus bawa dia ke UKS." usul Ardhan, mengambil arahan bersama ketiga lainnya.
Akhirnya beberapa siswa mulai menjauh, mereka yang penasaran masih bertahan di sana. Walau sudah tidak berkerumun lagi.
"Taksa kamu ngapain?"
Mata Taksa mengerjap, dia menoleh ke belakang saat mendengar suara tidak asing di telingannya. Matanya memicing bahwa yang dia lihat adalah nyata. gadis itu berdiri bersama Sela di sana, lalu yang pingsan siapa?
Taksa membalik wajah gadis itu, dan ternyata dia adalah Anet siswi kelas X. Taksa mengehela napas lega, dia mengucap syukur beberapa kali dalam hatinya.
Lelaki itu berdiri, dia mendatangi Iva dengan langkah cepat dan gusar. Mereka berdiri hanya menyisakan satu langkah dan keduanya saling bertatapan di bawah terik matahari. Sementara Anet sudah di bawa oleh siswa lainnya ke UKS.
Tangan Taksa terulur, memegang kedua pipi gadisnya. Raut wajahnya nampak tidak dapat diartikan, yang pasti Iva melihat pancaran matanya seperti ketakutan. Takut kehilangan, maybe.
Tiba-tiba Taksa menarik Iva ke dalam pelukannya, mendapat perlakuan seperti itu membuat Iva terkejut. Tapi, ia tidak melakukan penolakan. Jujur Iva kaget, tapi ia juga ingin tertawa melihat Taksa bersikap seperti itu di depan banyak murid lagi.
Hampir seluruh murid yang melihat ikut terkejut, apalagi keduanya terkenal sebagai tom and jery. Kok tiba-tiba bisa seakrab itu, sampai pelukan di depan umum pula.
Tak kalah terkejut dari mereka, Sela yang berdiri di samping Iva pun terbelalak dengan mulut menganga lebar.
Iva menahan tawa melihat ekspresi teman-temannya, namun dia juga malu ditatap aneh seperti itu. Beberapa saat Taksa melepaskan pelukannya, ia memutar tubuh Iva. Memastikan jika istrinya itu baik-baik saja.
"Kamu kenapa sih?" Iva mendengus karena Taksa tidak kunjung menjelaskan apa yang terjadi.
"Kamu baik 'kan, nggak pingsan?"
Iva memutar bola matanya malas, ya kalau pingsan mana bisa dia berdiri di hadapannya sekarang. Aneh nih orang.
"Ih aneh deh, ya kalau pingsan mana bisa aku berdiri di sini."
Taksa mengehela napas panjang, dia meraih tangan Iva dan menariknya meninggalkan lapangan. Menyisakan banyak siswa yang masih terbengong-bengong. Ada hubungan apa mereka?