Tajuk Hendrawan adalah seorang CEO muda yang terkenal akan keuletannya, tapi saat dia jatuh cinta kembali dengan seseorang yang tiga tahun lalu pernah hadir dalam hidupnya, membuat semuanya berubah, bahkan Tajuk yang belum merelakan cinta lamanya memilih untuk mengejarnya kembali, apa lagi perpisahannya dahulu karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab, membuat Tajuk tidak bisa menerima kenyataan perpisahan mereka.
sedangkan Rindu adalah seorang wanita biasa, sebagai karyawan biasa tidak ada hal yang menonjol darinya. sampai saat kisah cintanya yang rumit terulang kembali. Kini cinta segitiga yang di alaminya begitu membuat Rindu serba salah.
Alfian orang yang paling peduli akan Rindu, mencintai Rindu dengan setulus hati. Bahkan Alfian dengan sabar menanti kesiapan Rindu menerima cintanya.
Lantas bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Bagaimana kisah asmara mereka???
Silahkan di baca ya!!
PERINGATAN!!!
BANYAK TYPO DIMANA MANA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahayu Avilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan di kantor Tajuk 02
Rindu pun berusaha berkonsentrasi mengerjakan pekerjaannya dengan baik, walaupun tatapan mata tajam Tajuk selalu mengarah padanya, seakan memberikan ancaman kepada Rindu.
Sedangkan Alfian sibuk membaca buku yang memang disediakan untuk tamu di meja depan sofa, senyum bahagia terukir jelas di wajah Alfian saat ini. Namun berbeda dengan Tajuk yang sangat ingin memberikan pelajaran kepada Alfian.
"Al, sebaiknya kamu pulang duluan, karena Rindu akan pulang bersama denganku." Ucap Tajuk tiba-tiba.
Alfian mengerutkan keningnya dan langsung menoleh ke arah Tajuk, dan entah kenapa Alfian merasa jika sikap Tajuk kali ini begitu dingin padanya, bahkan seolah Tajuk tidak menginginkan kehadirannya.
"Apa maksudnya, Taj?" Tanya Alfian yang memang tidak mengerti akan maksud dari perkataan Tajuk, apa salahnya jika dia menjemput Rindu? Toh Rindu juga single, begitulah yang ada di kepala Alfian.
"Karena aku tidak mengijinkannya," Ucap Tajuk datar.
Alfian semakin tidak mengerti, ada apa dengan Tajuk?, kenapa seolah Tajuk menghalanginya untuk dekat-dekat dengan Rindu. Apa mungkin cuma perasaan Alfian saja? Atau memang benar adanya jika Tajuk menghalanginya untuk mendekati Rindu? Ah sudahlah yang jelas saat ini Alfian merasakan ada perubahan dalam sikap Tajuk.
Biasanya Tajuk begitu friendly, namun kali ini begitu berbeda, Alfian merasa jika Tajuk begitu dingin, seperti seseorang yang bertemu dengan musuhnya.
"Rind? Apa kamu akan pulang dengan Tajuk?" Tanya Alfian kepada Rindu yang terlihat asyik dengan pekerjaannya.
Seketika Rindu menoleh ke arah suara Alfian, lalu berpindah menatap Tajuk, terlihat Tajuk saat ini sedang menahan amarahnya, sorot matanya setajam mata elang yang siap menerkam mangsanya.
"I-iya kak, aku akan pulang bersamanya." Jawab Rindu.
Seketika Alfian bingung dengan suasana saat ini, ada apa sebenarnya? Kenapa dua orang ini begitu terlihat saling memberikan tatapan tajam satu sama lain, apalagi tatapan mata Tajuk yang di tujukan kepada Rindu dengan tatapan mengintimidasi.
"Oh baiklah, aku akan pulang saja," Ucap Alfian sambil meletakkan buku di tangannya ke atas meja kaca di depannya. "Tapi kasih tahu aku alamat kost kamu yang baru ya, Rin." Ucap Alfian. Sebelum meninggalkan ruangan tersebut.
"Hah." Rindu semakin bingung harus jawab apa.
Rindu melirik Tajuk, namun tatapan dingin Tajuk membuatnya merinding tidak karuan, bahkan Rindu semakin takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya jika Alfian sampai benar-benar datang ke apartemen.
"Jangan sekarang kak, kapan-kapan akan aku kirimkan alamatku melalui pesan WhatsApp, sekarang aku harus melanjutkan pekerjaanku dulu." Ucap Rindu menolak secara halus.
"Baiklah, aku menunggunya Rindu." Ucap Alfian.
Dengan tersenyum sambil mengangguk, Rindu memberikan jawaban kepada Alfian.
"Taj, aku pergi duluan, lain kali aku akan kemari lagi." Ucap Alfian berpamitan kepada Tajuk.
"Hem! Hati-hati, kamu pasti sudah tahu kan pintu keluarnya." Ucap Tajuk dengan berpura-pura sibuk dengan komputer di depannya.
Alfian yang mengerutkan keningnya, tanpa menjawab ucapan Tajuk, dia pun keluar dari ruangan kerja Tajuk. Walaupun begitu banyak pertanyaan di kepalanya saat ini, namun di urungkannya.
'Sebenarnya ada apa dengan Tajuk dan Rindu, mereka berdua seperti sedang menyembunyikan sesuatu dariku.' Batin Alfian.
Alfian berjalan menuju ke lift untuk turun ke lantai dasar ke lobby kantor, setelah pintu lift terbuka, Alfian pun masuk, kemudian memencet tombol ke lobby.
Sedangkan di ruangannya, Tajuk berjalan mendekati meja kerja Rindu, dengan tatapan seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya. Perasaan Rindu kali ini merasa takut, karena sepertinya Tajuk akan marah besar terhadapnya.
BRAAKKK!!!
"Katakan, apa ini yang kamu mau, hah? Selalu di dekati laki-laki dengan status single kamu itu. KATAKAN RINDU!!!" Ucap Tajuk dengan emosi yang sudah tidak dapat dia kendalikan lagi, mata Tajuk terlihat memerah dengan rahang kokohnya yang mengeras.
"Selama ini aku selalu mengalah denganmu, sampai-sampai kamu ingin menyembunyikan status hubungan rumah tangga kita, aku pun mengabulkannya, tapi kenapa kamu justru bersikap begini? menggunakan hal itu untuk menarik perhatian para laki-laki, kenapa kamu lakukan itu Rindu? kenapa?." ucap Tajuk emosi.
"Bukan, bukan seperti itu mas, aku bisa menjelaskan padamu." Ucap Rindu berusaha membela diri.
"Menjelaskan katamu? Menjelaskan apa lagi? Kamu kira aku bodoh atau apa? Jelas-jelas Al kemari memelukmu, dia mengkhawatirkan kamu karena tidak tahu bagaimana kabar kamu seharian ini, jadi penjelasan apa lagi yang akan kamu katakan padaku, hah?" Ucap Tajuk dengan nada yang cukup meninggi.
Rindu tidak mampu berkata-kata, dia hanya menundukkan kepalanya, menatap lantai keramik di bawahnya. Rindu sudah tahu jika dia salah kali ini, namun Rindu tidak menyangka jika Alfian akan nekat datang ke kantornya.
Sungguh sakit, hati Rindu mendengar perkataan Tajuk, seakan tersayat belati, padahal tidak ada niatan sedikit bagi Rindu untuk menarik lelaki manapun untuk dekat-dekat dengannya. Apalagi dengan menggunakan status single.
Padahal rencananya Rindu akan menceritakan kenyataan yang sebenarnya, namun belum sempat Rindu melakukan hal itu, Alfian sudah menemuinya di kantor.
Dan parahnya dia yang tiba-tiba memeluk Rindu, membuat Tajuk begitu emosi.
"Kenapa diam saja??" Ucap Tajuk dengan nada emosi yang masih menguasainya.
"Maaf,.." Ucap Rindu lirih, dengan air matanya mulai membasahi pipinya.
Entah kenapa hanya kata itu yang keluar dari mulut Rindu, padahal sebenarnya Rindu ingin menjelaskan semuanya, namun kenapa justru kata "Maaf" yang keluar dari mulutnya.
"Apa?? Apa kamu bilang barusan??" Ucap Tajuk dengan tersenyum mengejek.
"Maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf." Ucap Rindu berulang-ulang.
Seketika Tajuk merengkuh tubuh Rindu, memeluknya begitu erat, kemudian Tajuk membenamkan wajahnya di ceruk leher Rindu.
Rindu hanya diam dan terus menerus mengucapkan kata "maaf" hingga air matanya meluruh di pipi mulusnya. Sakit sekali rasanya, kata-kata Tajuk begitu menusuk hatinya.
"Aku takut kehilangan kamu sweet heart, aku takut mengetahui jika Al juga mencintai kamu." Ucap Tajuk, yang masih memeluk Rindu dengan kepalan masih berada di ceruk leher Rindu.
Namun Rindu masih terus menerus mengucapkan kata maaf, bahkan pelukan Tajuk tidak mampu menghentikannya.
"Ssstttt, jangan ucapkan kata itu lagi sweetheart. Aku mencintaimu." Ucap Tajuk.
Kemudian tajuk memegang bahu Rindu, namun Rindu masih belum mau melihat ke arah Tajuk, karena Rindu masih terlihat takut. Kemudian Tajuk menarik dagunya.
Cuuppp!!
Tajuk mencium bibir Rindu sekilas, lalu melihat ke arah wajah Rindu yang masih berurai air mata, dengan lembut Tajuk mengusap dengan ibu jarinya.
"Aku minta maaf jika aku menakuti kamu sweetheart, maaf." Ucap Tajuk dengan lembut.
Rindu pun memeluk Tajuk dengan erat sambil kembali menangis, Rindu menyembunyikan wajahnya ke dalam dada bidang Tajuk, dan masih terus dalam tangisnya.
Bersambung..
semangat 💪💪
jgn main potong" ajha 😏😏😏
rindu bilangnya ke Alfian tajuk yg meninggalkan
aku baru terjumpa dgn novel mu
keren sungguh jalan ceritanya.
ada sambungannya tak?