"dasar gadis b*doh", dia mengatakan begitu tapi nyatanya ia tergila gila pada gadis yang ia panggil b*doh.
dia, Revanno gramantha purnama akhirnya jatuh hati setelah penderitaan masa lalu yang ia alami.
namun naasnya sang pemilik hati malah mempunyai identitas yang tidak biasa, akankah cintanya akan terbalas? akankah dia akhirnya bahagia?
#Season 2: fern and..? plus kinen..?, kalau kinen pasti readers S1 sdh menduga-duga. jadi author langsung sinop fern.
Fern, melakukan kesalahan besar di sebuah kota metropolis lebih tepatnya Negara C tempatnya tinggal untuk melindungi sang adik dari incaran revan dulu.
“Bagaimana aku bisa melakukan ini pada gadis sepertinya?!” fern yang awalnya mabuk karena jebakan seseorang membuatnya menghabiskan sebuah one night stand dengan seorang gadis per*wan!.
Ia ingat, ia membuangnya di dalam.. lantas bagaimana nasib gadis yang ia tiduri? Gadis itu bahkan tidak meninggalkan jejak apapun.
Apakah anaknya akan tumbuh tanpa mengenal ayahnya? Hey! Yang benar saja.
Sejujurnya gadis itu tidak kabur, namun dia disingkirkan oleh seseorang. Tepat setelah ons itu selesai dia di bawa secara paksa ke tempat lain dan.. fern yang masih mabuk tentu tak mengetahuinya.
wanita yang menyingkirkan fern berpikir bahwa cukup untuk membuat fern lupa, yah dia fikir mudah tapi sayangnya fern tak akan melupakan hanya karena kejadian itu sudah berlalu begitu lama.
Beberapa pertanyaan yang berkecimpung di kepala fern.. siapa yang mengalami ons bersama ku? Lalu.. akankah ketakutan ku ini terjadi?.
Yah kita lihat bersama-sama akankah ketakutan fern terjadi atau tidak.
(Apalah daya ku yang remahan kacang :> diharap para readers bisa memberi kritik maupun saran ingat ya kritik bukan hate! Bagi para readers yang berpengalaman silahkan menyumbang ide ke otak oplos saya, untuk S1 tentang reeya sudah author revisi.)
Disampaikan terimakasih.
n: kemungkinan slow up
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cia ayunda ❄, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.30. mulai peduli ?
Freya pun hanya berdiam di kamar itu , ia masih memikirkan apa yang terjadi , ia hanya mampu diam di pinggiran kasur.
' apa yang terjadi disini sebenarnya ?' batin Freya..
Ia pun melihat dari jendela kamar.
Ia menyingkirkan gorden di jendela itu dan melihat ke luar.
"Eh apa itu Revan ?" Gumam Freya melihat Revan bersama pria yang memasuki kamar itu.
Freya menyimpulkan bahwa nama pria itu adalah Yuan mengingat Revan dan pandu memanggil nama itu saat berbicara dengan orang yang saat ini bersama Revan.
Lalu tiba tiba pandu datang lagi tanpa mengganti pakaiannya ia lupa untuk memberitahu nyonyanya sesuatu.
"Nyonya ?!" Teriak pandu nyaris melotot, Freya yang terkejut pun langsung terjingkat dan menoleh ke belakang.
"Pan? Kau itu kenapa?" Tanya Freya keheranan.
Tanpa menjawab pandu langsung mendekati Freya lalu menutup gordennya lagi.
"Nyonya saya mau bilang jangan mendekati jendela atau membuka gordennya itu akan baik untuk keamanan anda " ucap pandu.
' semoga aku belum terlambat untuk menutup gorden ini tadi ' batin pandu.
"Eh pan , apa yang revan dan tuan yuan lakukan ? Aku melihatnya dibawah tadi" tanya Freya.
"N-nyonya melihatnya ? Apa saja yang nyonya lihat ?" Tanya balik pandu serius.
"Aku tadi hanya melihat saat Revan dan tuan yuan saling menatap dengan tajam" jawab Freya.
"Oh, tuan Revan dan tuan yuan sedang berbicara mereka memiliki sedikit perselisihan" ujar pandu menjawab pertanyaan Freya tadi.
"Tunggu ! Nyonya tau darimana jika nama orang itu Yuan ? " Tanya pandu.
"Itu kalian tadi memanggilnya dengan nama itu , jadi aku kira nama orang itu Yuan , apa aku salah ?" Jawab Freya sekaligus melontarkan pertanyaan.
"Oh begitu ternyata .. nyonya benar nama orang itu Yuan" jawab pandu.
"Sudahlah, gantilah pakaianmu itu pan!" Suruh Freya.
"Iya nyonya, saya akan ganti di kamar mandi tuan Revan, para pelayan sebentar lagi datang membawa pakaian saya" ujar pandu.
"Pan, apa kau bisa mewujudkan satu permintaan ku?" Tanya Freya berharap.
"Tentu nyonya, katakan apa permintaan nyonya?" Tanya balik pandu.
"Bisakah kau untuk berbicara menggunakan aku dan kamu? Jangan menggunakan saya?" Tanya Freya.
"Tapi.." pandu menjawab dengan ragu-ragu.
"Kumohon sekali" balas Freya menatap harap.
"Baiklah nyonya hanya sekali saja" sahut pandu mengalah.
Setelah itu
Tok tok tok
Ujar pintu diketuk padahal pintu itu sudah terbuka lebar.
"Kemari!" Perintah pandu menatap pelayan itu tajam.
Pelayan itu pun mendekat lalu..
"Ini tuan" ucap pelayan itu memberikan pakaian pandu.
Pandu hanya diam dan menerima pakaian itu lalu mengibaskan tangannya menyuruh pelayan itu pergi.
Freya yang melihat interaksi pandu hanya diam.
' apa yang terjadi ? Pandu tadi biasa saja meski tadi selalu menatap tajam... kenapa mendadak jadi dingin seperti ini ?' batin Freya.
Saat ini perasaan pandu sedang campur aduk, ia khawatir takut nyonyanya curiga melihat tingkahnya tadi.
Tapi apa mau buat? Pandu tidak bisa mengubah sikapnya dengan cepat, tadi pun berbicara dengan nyonyanya ia selalu menatap dengan tajam.
"Sa- eh aku pergi dulu nyonya " ujar pandu melewati nyonyanya dan pergi ke kamar mandi.
"Apa sebenarnya yang terjadi disini? Aku tidak mengerti sama sekali!" Gumam Freya.
Revan...
"Hei br*ngsek! Bangun kau!" Teriak Revan pada Yuan yang sudah tergeletak di tanah hanya dengan beberapa luka yang disebabkan oleh pedang Revan.
Memang pedang Revan tidak begitu panjang tapi ketajamannya tidak perlu diragukan.
"Argh, K-kau.. a-aku m-asih p-penasaran apa di k-kamarmu tadi ada w-wanita?" Ucap Yuan terbata bata.
"Ck!, untuk apa aku menjawabnya?!" Balas Revan.
Tanpa ada percakapan lagi, langsung saja Revan menebas kepala Yuan itu adalah akhir hidup Yuan karena berani menyerang Revan.
"****! Aku harus menyembunyikan dia agar dia aman, Keadaan ini sangat berbahaya untuknya!" Gumam Revan mengepalkan tangannya.
' sejak kapan aku peduli pada gadis itu ?!' batin Revan.
Tiba tiba pandu berlari panik
ato gak yg biasa nya dipakai : "watashi no oneesan dokodesuka?"
ternyata mata2 di rmh Revan...
akuh,,,akuh..
pilihlah Akoohh jd pendamping hidup mu
membingungkan...