Takdir itu tidak dapat di tebak, kadang apa yang di inginkan tak sejalan dengan keadaan. Fitri, harus merelakan dirinya berpisah dengan suaminya karena suatu keadaan.
Akankah dia bisa menjalani kehidupannya seorang diri, ataukah dia bisa menemukan cinta yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Achdia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30 : Malam pertama
Sekitar 30 menit berada di kamar mandi akhirnya Fitri keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama handuk berwarna putih.
Sedangkan Fajar menunggu Fitri dengan memainkan handphone nya.
"Mas, mandi gih. Biar seger" ucap Fitri menyuruh Fajar mandi.
"Pasti dong sayang, biar wangi dan kamu suka" ucap Fajar sambil bangkit dari duduknya.
Bukannya ke kamar mandi, dia malah mendekati Fitri yang masih berdiri dengan tangan yang memegang handuk di kepalanya mencoba mengeringkan rambutnya.
Fajar menarik pinggang Fitri ke tubuhnya, Fitri hanya tersentak dengan tingkah suaminya. Fajar mengendus samping leher Fitri terus menciumnya perlahan, Fitri merasakan hembusan hangat nafas Fajar di lehernya.
Tangan Fajar yang tadinya di pinggang Fitri turun ke arah pinggulnya di sana tangan itu beraksi m*r*mas-r*mas pinggul bulat milik istrinya itu cukup lama.
Namun tak di sangka Fitri mendorong Fajar menjauh.
"Mandi dulu sana, udah bau asem. Cepat gih" ucap Fitri lalu mendorong punggung suaminya untuk segera pergi ke kamar mandi karena Fajar terus menolak.
Fajar pun akhirnya menurut dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Dasar mas Fajar, kelakuannya gak bisa di tebak" batin fitri sambil tersenyum.
Sementara Fajar mandi, Fitri bergati pakaian dari piyama handuk ke piyama tidur. Setelah selesai berpakaian, Fitri duduk di pinggir ranjang disana sudah menumpuk kado pernikahan mereka.
Tak berapa lama, Fajar keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Fitri melihat tubuh kekar suaminya dan tersipu malu lalu mengalihkan pandangannya kembali pada tumpukan kado di depannya.
"Kenapa sayang?" ucap Fajar gemas lalu memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Gak apa mas, ini kita buka dulu kadonya yuk. Penasaran nih" ucap Fitri mengalihkan pembicaraan.
"Gak mau ah, aku mau buka ini aja" ucap Fajar manja sambil hendak menarik piyama atas Fitri. Sekejap Fitri menahan tangan suaminya tanda melarang.
"Nanti aja mas, aku pengen buka beberapa kado dulu, minimal punya sahabat kita aja dulu yah" pinta Fitri dengan wajah memelas.
Fajarpun tak bisa menolak dengan keinginan istrinya, memohon dengan tampang yang menggemaskan seperti itu.
"Ok deh" ucap Fajar sambil beranjak untuk mengenakan pakaian tidur, dia hanya memakai kaos oblong putih dan celana pendek. Lalu duduk di atas tempat tidur sambil melihat istrinya yang mencoba membuka kado dari temannya.
Kado yang pertama di buka Fitri adalah dari Ria, isinya sebuah lingerie warna merah marun dengan sangat transparan. Fitri bergidik tanpa sengaja melemparkan nya ke suaminya.
"Waahhh temen kamu tahu aja yang mas inginkan, nanti coba pakai ini yah" ucap Fajar sambil memegang lingerie di tangannya.
"Apaan sih mas ah, kan malu" ucap Fitri menolak.
"Malu kenapa, orang kan cuma di depan aku aja, gak pelu buka semua kalau pake ini mah udah kelihatan semua" ucap Fajar dengan tampang mesumnya.
Fitri mengalihkan dengan membuka kado ke dua, di tulis nama Bima. Di lihatnya beberapa kotak seperti obat di sana juga ada selembar kertas yang isinya "Bro, jika lo gak kuat nyaingi istri lo, pake ini yah biar istri lo klepek-klepek sama lo, semangat".
Fajar yang melihatnya cuma berdecak jengkel dengan kelakuan bima, mengirimnya obat yang seakan meremehkan dirinya.
"Emang ini obat apaan?" tanya Fitri tak tahu.
"Obat kuat sayang, Bima ngejek nih. Tampa itu pun mas sanggup puasin kamu" ucap Fajar dengan percaya diri.
Fitri hanya tersenyum mendengarnya.
Kado ke tiga pun dia buka, Isinya produk kecantikan lengkap dari Syifa, "Syukur deh teman aku yang satu ini gesrek di luar tapi waras di dalam" batin fitri dengan tersenyum.
Kado terakhir di buka dan isinya alat kontrasepsi berbagai jenis, di disana juga terdapat selembar kertas yang isinya "Hai bro, lo senang-senang aja dulu sama istri lo, jangan dulu pengen punya buntut biar gak ribet, makanya gua kasih ini buat membatu lo" dari irwan.
Fitri membacanya malah tertawa, Fajar yang penasaran mengambil kertas di tangan Fitri. Dan lagi-lagi Fajar di buat jengkel dengan ulah temannya.
Tiba-tiba perut Fajar mulas, lalu dia menuju kamar mandi sambil terlebih dahulu menyuruh istrinya menunggu sebentar, untuk nanti melakukan hak dan kewajiban suami istri. Fitri pun mengangguk.
10 menit akhirnya Fajar keluar dari kamar mandi dengan lega. Di lihat istrinya sudah berbaring di tempat tidur sudah memejamkan matanya. Fajarpun menghampiri ke tempat tidur.
"Fit, Fit kamu tidur, kok tidur sih" ucap Fajar sambil menggoyangkan tubuh istrinya, namun Fitri tidak bergeming.
"Yahhh malah tidur beneran lagi, gagal deh aahggzz" keluh Fajar.
Dengan terpaksa Fajarpun mencoba untuk tidur sambil menahan keinginannya.