"Jangan plagiat, kalau plagiat aku sumpahin kehidupan cintanya akan tragis dan miskin "!
Akibat cinta terlarang antara Dewi Angin dan Raja iblis, lahirlah seorang pangeran naga api yang mempunyai kekuatan super dan tak tertandingi karena perpaduan kekuatan antara iblis dan dewi khayangan yang bergabung menjadi satu.
Pangeran Naga Api mempunyai mata ketiga sehingga bisa hidup di tiga dunia, yaitu alam dunia, negeri iblis, dan negeri langit. Untuk menutupi identitas putranya, Dewi Angin menitipkan Pangeran Naga Api kepada seorang siluman rubah, yang merupakan salah satu teman kepercayaan Raja iblis. Setelah menitipkan anaknya, Dewi Angin kembali ke khayangan untuk menerima hukumannya bersama kekasihnya Raja Iblis.
Pangeran naga api terbiasa hidup di malam hari karena mengikuti kebiasaan siluman rubah. Hingga suatu hari Pangeran naga api jatuh cinta kepada putri raja yang bernama putri ping er
Akankah pangeran Naga Api bisa merubah takdir langit yang tidak membolehkan pernikahan beda alam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jejet Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabur dari Istana
Hari ini adalah hari yang di nanti-nanti oleh Ping er dan Pangeran Siliang. Mereka berdua berencana meninggalkan istana Mojo dan memulai kehidupan baru. Ping er mulai menata hatinya yaitu menghilangkan semua dendam terhadap kekejaman Raja Mojo dan pergi memulai kehidupan baru dengan Pangeran Siliang.
prajurit istana dengan ketat selalu bergantian berjaga di istana tempat ping er berada. Hal ini membuat ping er cemas karena tak ada kesempatan sedikitpun untuk keluar dan bertemu Pangeran Siliang di telaga.
Pangeran Siliang mulai berkemas pergi meninggalkan istana Mojo. Berbagai bekal dan senjata telah dipersiapkan oleh Pangeran Siliang.
Sementara itu Putan telah bersiap untuk mengalihkan perhatian prajurit kepercayaan Raja Mojo yang dengan ketat berjaga di depan istana Ping er.
Dengan berpakaian hitam dan memakai topeng, putan melempar batu ke arah prajurit yang berjaga di sekitar Istana ping er.
Salah satu prajurit jaga yang ada di sekitar istana tempat ping er berada yang bernama Siluong terkejut dan menyangka ada serangan dari luar yang menyerang ke arah mereka. Karena merasa ada sesuatu yang janggal, Siluong bertanya kepada salah satu teman yang ada di sampingnya
"Teman, apakah kau tidak merasakan suara aneh yang ada di balik pohon itu?" tanya Siluong kepada Torayaki.
"Mungkin hanya perasaan mu saja, aku tak mendengar suara apapun" jawab Torayaki sambil melanjutkan minum nya yang belum sempat dia habiskan.
"Baiklah kalau begitu, kita lanjutkan berjaga sampai pagi" ucap Siluong kepada Torayaki
Melihat tak ada respon dari prajurit yang berjaga di sekitar istana Ping er, Putan mencoba melemparkan batu lagi ke arah mareka.
Kali ini, batu yang digunakan adalah batu yang lebih besar dari batu yang tadi. Dan batu yang dilempar oleh Putan tepat mengenai kaca tempat tinggal pelayan istana.
"Benar dugaan ku" ucap Siluong kepada Torayaki,
"Kita mendapat serangan dari orang asing"
"Ayo kita pergi ke arah sumber suara" ajak Siluong kepada Torayaki.
"Ayo,.." ucap Torayaki menyanggupi ajakan Siluong.
Saat Siluong dan Torayaki berlari ke arah sumber suara, Siluong melihat bayangan hitam yang berlari ke arah utara dan bayangan hitam tersebut berlari dengan sangat cepat
"Torayaki" teriak Siluong.
"Lihatlah, ada pencuri asing menyerang istana kita"
"Ayo kita kejar pencuri itu" ajak Siluong sambil mempersiapkan senjata yang dia letakkan di punggungnya.
"Ayo Siluong cepat" ucap Torayaki sambil ikut Siluong mengejar bayangan hitam itu.
Siluong dan Torayaki pun berlari dan mengejar bayangan hitam itu dan istana ping er sementara waktu tidak ada yang berjaga.
Pangeran Siliang yang sejak tadi memperhatikan suasana istana Ping er segera tanggap dengan kejadian ini. Dia tak perlu lagi menunggu ping er di tepi telaga karena situasi makin genting.
Pangeran Siliang berlari ke arah kamar ping er yang terbebas dari penjagaan prajurit dan langsung masuk ke dalam istana Ping er dan membawa ping er pergi dari istana Mojo.
"Ping er" panggil pangeran siliang
Ping er yang melihat kedatangan Pangeran Siliang tampak bahagia dan bersiap pergi bersama Pangeran Siliang
"Pangeran ,kau sudah datang" ucap ping er
"Aku takut jika terjadi sesuatu dengan mu"
"Apakah kau yakin kita akan pergi meninggalkan istana Mojo sekarang juga?" tanya Ping er dengan penuh keraguan.
"Ping er, jangan banyak tanya lagi" ucap Pangeran Siliang.
"Ayo kita cepat pergi dari Sini" ajak Pangeran Siliang sambil menarik tangan ping er
"Putan pelayan ku sudah mengalihkan perhatian prajurit istana Mojo untuk mengejarnya"
"Sekarang, istanamu aman dari penjagaan" ucap Pangeran Siliang kepada Ping er
"Baiklah Pangeran Siliang, ayo kota pergi" ucap Ping er
Akhirnya Pangeran Siliang dan Ping er segera pergi meninggalkan istana Mojo
Aku dubber yang lanjutin Audiobook novelmu ini. Yuks intip. semoga gak mengecewakan, ya.
Salam kenal😊
Salam dari novel Do It All For You 😘
jangan lupa feedback ya
d tggu jejaknya