Perasaan yang benci lama-lama terluluhkan oleh seorang siswa yang super duper nakal yaitu Gita. Namun ia menemukan sikap dan sifat yang berbeda dari Gita yang membuat seorang guru sangat menyukainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Martha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman
"Lo?" jawab serentak teman-teman Niken.
Niken pun langsung berdiri
"wah ini ngga benar, Lo ngapain ikut campur urusan kita? Lo itu kurang ajar banget sih jadi orang." ujar Niken yang geram melihat Meta
"Niken, kamu apa-apaan sih? Sini Meta pak Yuda ingin bertemu dengan kamu" ujar ibu kepsek lalu mempersilahkan Meta duduk di samping ibu Kepsek. Gito sangat tidak menyangka bahwa yang menyebarkan foto dan video tersebut adalah Meta. Ia merasa selama ini Meta adalah anak yang pendiam di kelas, ternyata Meta mempunyai masalah dengan Niken.
"Terimakasih nak, karena kami sudah melaporkan kepada pihak yang benar. Saya salut sama kamu. Dan sebagai imbalannya terima ini" Ayah Gita memberi handphone, dan uang sebesar 10 juta kepada Meta.
Tentu saja Meta tidak menolaknya karena keluarganya saat ini juga memerlukan uang.
"Terimakasih om."
"Maaf Bu, saya ingin menyampaikan sesuatu boleh ngga Bu?" tanya Meta
"iya silahkan" ujar ibu kepsek
"Terimakasih banyak untuk pak Yuda yang sudah memberi uang dan handphone. Karena saya juga sangat membutuhkan ini."
"Sebenarnya ini sudah seharusnya menjadi kewajiban para pihak sekolah baik itu guru maupun murid untuk mencari tahu orang-orang yang suka membully. Karena mereka sangat meresahkan terutama untuk kalian berempat. Kami orang-orang yang di bully sangat menderita karena kalian, saya tau kalau kalian anak-anak orang kaya. Tapi kalian juga harus bisa mengerti, emang kalian pikir kami mau menjadi anak orang miskin? engga. Kalian juga harus tahu kalau hanya mengandalkan uang orang tua kalian, kalian tidak bisa mandiri." ujar Meta yang membuat Ayah Niken dan yang lainnya geram
"heh, makanya kerja yang benar. kamu ini bocah SMA jangan banyak cerah deh. Kalau udah miskin ya tetap aja miskin" Meta tetap sabar meskipun ia ingin meneteskan air matanya
"Om, anda sangat luar biasa. Saya tahu anda sangat kaya dan munafik. Saat anda susah anda lari dan memohon kepada ayah saya, tetapi saat anda sudah di atas awan anda lupa siapa yang membantu anda" ujar Meta yang tidak tahan dengan penghinaan ayah Niken. Ayah Gita pun sangat terkesan dengan keberanian Meta yang mengungkapkan isi hatinya. Karena tidak semua anak berani melakukan hal tersebut.
Meta pun langsung meninggalkan Ruangan tersebut sambil membawa uangnya pulang.
"baik bapak ibu saya terima kasih atas kehadiran bapak ibu. Dan saya rasa apa yang di ucapkan oleh Meta sangat benar bagi Niken, Prita, Novi dan Andini jangan pernah membully orang yang rendahan karena tidak selamanya kita selalu berada di atas" ujar ibu Kepsek. dan semuanya pulang ke tempat masing-masing.
Saat di parkiran ayah Niken langsung menyinggung pak Yuda.
"Jangan harap saya berhenti di sini" ujar Ayah Niken. Karena ia tidak suka di permalukan seperti ini, dan tentu saja saat perasaan Niken menjadi tidak baik. Karena ia tahu kalau ayahnya ini suka bermain tangan jika melakukan kesalahan.
"Saya tunggu anda" jawab ayah Gita sambil mengacungkan jari tengahnya kepada ayah Niken.
Gita pun pulang bersama ayahnya, dan Gito pun berpamitan kepada pak Yuda.
"Hati-hati ya om" ujar Gito lalu melambaikan tangannya kepada mereka.
"Cari informasi tentang guru yang di berada di gudang bersama anaknya Yuda. Dan beri perhitungan kepada Dodi, beraninya anaknya mempermalukan saya di depan semua orang seperti tadi, memangnya dia siapa? saya tidak akan melupakan kejadian hari ini." ujar ayah Niken yang sudah sangat geram
"Kamu juga, kenapa harus menyimpan video itu? kamu begok sekali, kamu tau kenapa ayah menyuruh mu sekolah? supaya kamu pintar, kalau mau membully cerdas sedikit." ujar ayah Niken sambil menolak kepala Niken.
"Ayah tidak mau tau, jika kamu ketahuan seperti ini kamu harus membayarnya sendiri sekalipun kamu harus mati di depan ayah." ujar ayah Niken.
Sesampainya di rumah Niken pun langsung di seret ayahnya ke ruang kerjanya lalu di cambuk.
"ampun ayah. ampun Niken tidak akan mengulangi lagi. Niken janji" ujar Niken sambil menangis kesakitan
"Makanya jangan berbuat ulah" ujar Ayah Niken hingga membuat badan Niken memar.
"Sana. Awas kamu berulah lagi. Ayah akan bunuh kamu dengan tangan ayah sendiri. Paham kamu?" tanya ayahnya
"iya ayah, Niken paham" Niken pun keluar dari ruang kerja ayahnya. lalu mbok pun mengobati Niken. Mbok Nining adalah ART yang bekerja di rumah Niken sejak Niken kecil sehingga ia lebih terbiasa dengan mbok di bandingkan dengan ibunya. Karena ibunya hanya memikirkan kerjaan sendiri. Dan ibunya Niken juga pernah ketahuan selingkuh dengan supir pribadi ibunya, dan supir tersebut harus cacat tangan sebelah kirinya karena di pukul ayahnya.
Semenjak saat itu melampiaskan kekesalannya kepada orang-orang di sekolah. Ia sangat membenci ayahnya yang suka bermain tangan dan membenci ibunya yang sudah berani menduakan ayahnya.
"mbok sakit" ujar Niken yang saat ini sedang mengobati Niken
"iya sabar non. Sebentar lagi sembuh kok kalau sudah di obati. Sabar ya non, memangnya tadi non ngelakuin kesalahan apa yang membuat bapak marah besar seperti tadi?" tanya mbok
"tadi Niken membuat masalah di sekolah mbok, jadi ayah di panggil. makanya ayah marah banget sama Niken" ujar Niken sambil menangis dan memeluk mbok.
Mbok Nining sangat tahu bagaimana. perasaan Niken saat ini, karena sakit di badannya mungkin ia masih bisa menahannya. tetapi sakit di batinnya lama untuk sembuh. ia sangat kasihan melihat Niken yang di perlakukan ayahnya seperti itu. Niken sudah seperti cucu nya sendiri bagi mbok Nining.
"udah, udah. non lapar ngga? bibik buatin bubur ayam kesukaan non ya?" ujar mbok Nining
"iya mbok. makasih ya mbok, sekalian jus buah naga ya mbok" pinta Niken karena sejak tadi pagi ia tidak ada menyentuh makanan dan ini membuatnya sangat lesu. ia tahu begitu banyak masalah yang terjadi saat ini, tetapi ia juga harus mempunyai tenaga untuk bertahan.
"badanku boleh sakit, tetapi aku juga harus punya tenaga" benak Niken
"awas aja kamu Meta. gue akan bikin perhitungan sama Lo. Lo pikir gue takut sama Lo, Lo boleh menang hari ini. tapi besok-besok Lo akan berlutut di hadapan gue. tunggu aja Lo" ujar Niken yang sudah sangat kesal
Niken pun langsung menghubungi teman-teman supaya memberi perhitungan kepada Meta. Karena mereka harus menerima hukuman.
"guys, kita harus balas perbuatan Meta. Dia pikir dia bisa bebas gitu dari kita" ujar Niken di group
"sorry guys, sepertinya gue ngga bisa deh. Soalnya gue ngga mau dikeluarin dari sekolah." balas Andini.
"ah lo Din, Lo emang mau di jatuhin Meta. emang Lo ngga malu kah?" ujar Prita.
"lebih baik gue malu daripada di keluarkan dari sekolah. Gue ngga sanggup, gue ngga mau orang tua gue malu karena gue. Lagian kita udah mau UN, kalau kita di keluarkan pasti ngga ada yang mau Nerima kita. Maaf guys gue sampai di sini aja" Ujar Andini. Andini merasa sangat takut dan bersalah kepada teman-temannya, karena file pembullyan mereka ada di flashdisk milik Andini dan flashdisk nya sepertinya terjatuh.
"oke kalau Lo ngga mau ya udah, kita juga ngga maksa Lo kok Din. Dan mulai hari ini Lo bukan teman kita lagi" ujar Niken lalu mengeluarkan Andini dari group mereka
"maaf guys gue tau kalau gue salah" benak Andini.
kelanjutan nya..