NovelToon NovelToon
Sugar

Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sarashina18

Hidup Luna sudah sempurna. Memiliki kekayaan dan popularitas di usia muda. Punya Casey, Kekasih baik hati yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Dia berpikir akan terus bahagia seperti itu.

But everything’s gonna change along the time. Pekerjaan mulai membebaninya, membatasi ruang gerak Luna. popularitasnya berusaha menghancurkan segala batas privasinya. Dan Casey ternyata terlalu menginginkan yang terbaik hingga tidak sanggup mentolerir perubahan Luna yang baru beranjak dewasa.

Luna merasa dirinya sedang berada di titik bawah hidupnya. Hingga Bagian terburuk dari semua itu mulai tampak, Luna harus bertemu Drey Charleville. Cassanova dengan segala catatan buruknya. Menggunakan pesonanya, Drey berusaha keras menjerat Luna dan menambahkan namanya dalam catatan wanita yang pernah ditaklukannya. Betapapun kerasnya Luna mencoba untuk tidak goyah, Drey selalu punya cara manis untuk menggodanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarashina18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Unidentified First Love

Aku memandang Drey yang sedang bersiap-siap pergi. Hari ini dia Akan menjalani pertandingan resmi pertamanya. Jadi aku mengantarnya ke mobilnya. Sekalian membantu menata barang-barangnya.

"Cinta pertamaku"

Jawaban Drey semalam masih menggangguku. Bahkan aku langsung meninggalkannya Dan kembali ke kamarku begitu dia bicara begitu. Perasaanku langsung berubah. Padahal baru saja kami melalui malam yang romantis di bawah "Lumiere" kami.

Memang kekanakan jika aku sampai cemburu pada Hal itu. Semua orang pasti pernah memiliki cinta pertama. Bahkan aku juga memilikinya. Tetapi cinta pertama Drey ini membuatku tidak nyaman.

Pertama, Drey itu Cassanova. Dia harusnya mencintai semua orang. Tanpa memberikan embel-embel pertama, kedua, ketiga Dan seterusnya. Sehingga aku tidak menyangka bahwa Drey Akan memiliki Hal semacam itu. Dia bahkan belum pernah sekalipun mengatakan cinta padaku.

Kedua, selalu ada kata-kata seperti seorang pria tidak Akan bisa melupakan cinta pertamanya. Tidak peduli seberapa lamapun itu. Cinta pertama adalah fantasi selamanya bagi seorang pria.

Ketiga, karena Drey masih mengaguminya. Aku sempat bertanya pada Drey seperti apa cinta pertamanya. Dan yang dia katakan adalah,

"Tentu saja sangat cantik. Dia juga gadis yang manis. Dia sangat berbeda dari gadis lainnya. Lima tahun yang lalu, Hanya dengan berbicara sekali dengannya saja aku langsung jatuh cinta"

Jawaban itu membuat hati Dan telingaku panas. Pujian Drey mengisyaratkan bahwa aku adalah salah satu dari gadis lainnya itu. Dari Sana saja aku tahu jika Drey masih menyimpan perasaan pada gadis itu. Bagaimana mungkin aku tidak cemburu.

"Aku berangkat dulu"

Pamit Drey sambil mengecup puncak kepalaku. Biasanya aku Akan kegirangan saat dia melakukannya. Namun Hari ini terasa biasa saja.

"Semoga kau bisa menampilkan yang terbaik"

Jawabku setengah hati. Sebelum akhirnya Drey Naik ke mobilnya Dan pergi.

Ugh! Aku tidak bisa memikirkan yang lain, hanya Rasa penasaranku pada siapa cinta pertama Drey itu.

Setelah Mobil Drey sudah tidak terlihat lagi, aku cepat-cepat kembali ke dalam rumah dan menyalakan laptopku. Tentu saja mencari semua atikel yang berkaitan dengan Drey. Kukumpulkan semua wanita yang pernah dikencani Drey, menurut internet.

Aku baru menyadari sebanyak apa wanita yang pernah berkencan dengan Drey. Jika dikumpulkan, mungkin Drey bisa membuat fashion show nya sendiri, karena kebanyakan mereka berprofesi sebagai model. Sehingga aku bingung menentukan yang Mana cinta pertama Drey.

Tidak Ada yang tidak cantik dari semua wanita itu. Namun untuk definisi gadis manis dan bisa mengatakan kata-kata bijak, tidak Ada yang pas dengan ciri-ciri itu. Daripada manis, kebanyakan adalah wanita seksi yang dikencani Drey.

Aku juga sudah memeriksa wanita yang pertama Kali dipacari Drey, namanya Gracey. Biasanya wanita pertama bisa jadi cinta pertama juga. Tetapi menurutku Gracey juga tidak sesuai. Kalau tidak Ada di deretan wanita itu, lalu apakah itu gadis yang tidak dekat Dan tidak terdeteksi oleh paparazzi?

Saat itu aku teringat dengan video mallard yang ditunjukkan oleh Lara. Jika itu Lara, mungkin masuk akal. Dia gadis yang cukup manis Dan menyenangkan bicara dengannya. Dia juga menaehatiku Hal yang sama. Dan yang terpenting, Drey bilang orang tua mereka menikah sejak Lima tahun yang lalu.

Aku tahu ini terdengar bodoh Dan memaksa. Tetan pi kini prasangkaku langsung mengarah pada Lara.

*********************************

"Musuhnya Ada di Sana, ayo tembak"

"Di Mana?"

"Ada di sebelah kirimu. Cepat...cepat, dia hendak berlari ke arahku"

"Sebentar, jangan panik"

Suara Daniel Dan Lara bersahut-sahutan dengan seru di ruang tengah.

Hari ini kami berencana untuk melihat pertandingan Drey bersama. Sambil menunggu waktu, Daniel Dan Lara bermain game. Sementara aku berencana memanfaatkan waktu untuk menghafalkan naskahku yang sudah hilang dari isi kepalaku.

Tetapi akhirnya aku hanya menghabiskan waktu untuk menatap Lara. Menelisiknya, memperhatikan setiap gerak geriknya. Setelah aku berprasangka padanya, aku tidak bisa menepis kehadirannya dari dalam pikiranku. Dan Makin lama kulihat, Lara makin sesuai dengan gambaran cinta pertama itu.

Mungkin Drey diam-diam mencintai Lara, namun karena status mereka sebagai saudara tiri, dia tidak bisa mengungkapkannya. Mungkin karena itu juga Drey tidak langsung mengatakan padaku status hubungan mereka saat aku marah beberapa waktu lalu.

Ah... Memikirkannya aku jadi sedih. Padahal Lara adalah sahabat baruku.

"Kita berangkat jam berapa?"

Tanya Lara sambil melirikku. Membuyarkan semua lamunanku.

Harusnya aku bersikap biasa saja. Belum tentu juga Lara itu cinta pertama Drey. Lagipula apa yang salah dengan mereka berdua. Perasaan adalah sesuatu yang tidak bisa dikendalikan. Namun setiap mengingat bagaimana tatapan Drey saat menceritakan cinta pertamanya, aku merasa sakit.

"Satu jam lagi"

Jawabku dingin. Tanpa sadar aku tidak melihat ke arah Lara saat menjawabnya Dan malah beranjak dari kursiku untuk pergi. Aku merasa sikapku sangat bodoh, Dan berdoa dalam hati agar Lara tidak menyadarinya.

Aku terus menghindar dari Lara Setelah itu. Seperti memilih duduk di samping Daniel saat kami naik Mobil. Biasanya aku Akan memilih duduk di belakang dengan Lara. Atau Sama sekali tidak merespon Lara saat dia sedang memulai obrolan. Bahkan memilih duduk di samping Daniel saat sudah masuk stadion. Aku benar-benar mengacuhkan Lara.

Suasana hatiku yang sedang buruk terus berlanjut hingga pertandingan dimulai. Aku sama sekali tidak bisa fokus pada Drey. Aku lebih sering melirik ke arah Lara untuk memeriksa seperti apa ekspresinya saat mendukung Drey. Dan beberapa Kali harus menelan Rasa pahit karena Lara terlihat selalu bahagia melihat ke arah lapangan.

Bagaimana jika Lara punya perasaan yang sama?

Itu pikiran yang Paling menakutkan bagiku. Aku mungkin tidak Akan bisa menerimanya. Hatiku mungkin tidak sanggup.

Usai pertandingan kami merayakan kemenangan Tim Drey Dan kesuksesan debutnya di liga Inggris dengan makan malam. Sambil menunggu Drey datang, kami lebih dulu memesan makanan. Daniel pergi ke toilet meninggalkan aku Dan Lara berdua.

Berbeda denganku yang mulai canggung, Lara masih bersikap seperti biasa. Dia banyak berbicara Dan mungkin tidak sadar jika aku dengan sengaja menghindarinya sejak tadi. Akhirnya Rasa penasaranku memaksaku bertanya pada Lara. Memanfaatkan kesempatan bahwa kami hanya berdua.

"Berapa lama kau tinggal dengan Drey sebagai keluarga?"

"Hm..kira-kira Dua atau tiga tahun. Sebelum menikah orang tua kami sudah tinggal bersama"

"Kau tahu kenapa Drey menentang pernikahan orang tuamu?"

"Tidak. Dia tidak pernah mengatakan alasannya. Awalnya dia juga tidak menentang saat kami pindah ke rumah ayah. Hanya saja Setelah pernikahan disebut, dia mulai berubah. Setiap Kali bertengkar dengan ayah, dia hanya bilang sudah lelah melihat ayah menikah Dan bercerai berkali-kali"

Ada sengatan sakit di hatiku mendengar jawaban Lara. Jika cerita mereka dicocokkan maka jelas sekali bahwa Lara adalah cinta pertama Drey. Mungkin Drey menentang pernikahan itu setelah menyadari perasaannya pada Lara.

"Lalu...menurutmu pria seperti apa Drey itu?"

Meski rasanya getir, satu pertanyaan konfirmasi ini kubutuhkan jawabannya.

Lara tersenyum mendengar pertanyaanku, lalu sambil berandai-andai dia menjawabnya.

"Tentu saja dia sangat menawan sebagai seorang pria. Dia selalu menjagaku dengan baik, Dan..hei, wanita Mana yang tidak menyukainya. Dia punya semua yang diimpikan oleh wanita. Kalau aku memiliki pacar, aku pasti ingin yang seperti dia"

Sebenarnya aku hanya butuh satu saja ketidakcocokan di antara mereka. Maka aku Akan bisa menghilangkan keraguanku. Karena aku tidak tahu seperti apa kisah yang mereka miliki bersama. Begitu juga perasaan mereka. Sehingga jawaban Lara sukses menghancurkan hatiku.

Obrolan kami terhenti saat Daniel Dan Drey datang. Setelah itu aku tidak begitu ingat apa yang terjadi selama makan malam perayaan ini. Pikiranku terbelah antara Rasa cemburuku dan ketidak pahamanku terhadap bahasa sepak bola yang mereka bicarakan. Rasanya aku mulai terasing di Sana.

*********************************

Pagi sekali aku sudah sampai di lokasi Syuting. Aku sengaja berangkat sebelum Drey bangun. Bahkan pergi dengan taksi dan menyuruh Daniel langsung menemuiku di lokasi Syuting. Aku tidak ingin masalah Drey mempengaruhi proses syutingku.

Selain itu, aku masih punya masalah lain di pekerjaanku. Selama sakit, berat badanku naik. Padahal sutradara memiliki berat badan ideal untuk karakter Sofia. Terlepas dari obsesiku dengan diet. Aku khawatir kena semprot kalau ketahuan. Padahal sudah meninggalkan proses syuting selama satu minggu.

"Kau sudah kembali? Bagaimana keadaanmu?"

Tanya Mr. Louis, sutradara film ini saat aku menyapanya.

"Sudah sembuh dan siap bekerja lagi"

Jawabku takut-takut. Jantungku sudah berdetak Tak karuan menunggu reaksi orang itu. Apakah dia sadar atau tidak dengan perubahan fisikku.

"That's great. Aku senang kau bisa kembali"

Di luar dugaan, Mr. Louis menjawab dengan wajah sumringah. Sama sekali tidak membahas mengenai berat badan atau lainnya.

Semua orang di lokasi Syuting juga begitu. Mereka lebih sibuk menyambutku ketimbang membicarakan jika aku memiliki perubahan. Sehingga iseng aku bertanya pada salah satu kru.

"Apa aku kelihatan lebih gemuk?"

"Tidak. Kau malah kelihatan lebih segar sekarang. Kemarin itu malah kau sangat kurus sekali. Semua orang berpikir bahwa kau stress dengan pekerjaan. Sekarang ini badanmu terlihat ideal"

Jawaban itu makin membuatku heran. Sepertinya aku yang terlalu percaya diri menyebut diriku Makin gemuk. Sedikit malu juga aku. Saat mengingat seperti apa aku mengamuk Dua Hari yang lalu hanya gara-gara angka timbangan yang berbeda.

Syuting Hari ini berjalan cepat. Hanya melakukan pengambilan gambar untuk scen-scene ku yang tertunda saat sakit. Sebelum waktu makan malam, aku sudah bersiap pulang.

Tetapi aku sedang tidak ingin pulang. Aku pasti Akan bertemu Drey nanti. Gara-gara aku berangkat tanpa berpamitan padanya, Drey terus mengirimiku pesan. Saat pesannya tidak mendapat jawaban, dia terus menelfonku. Bahkan Daniel juga ditelfonnya terus menerus saat ponselku kumatikan. Aku tidak tahu harus menjelaskan apa pada Drey jika aku melihatnya nanti.

"Antarkan aku ke hotel terdekat"

Pintaku pada Daniel. Pada akhirnya melarikan Diri adalah solusi terbaik bagiku.

"Sebenarnya Ada apa dengan kalian? Baru baikan sebentar sudah bertengkar lagi. Kalian selalu membuatku pusing dengan menempatkanku di antara kalian"

Semprot Daniel. Mungkin sudah kesal.  Dia memang punya Hak untuk marah, karena selalu berada di antara kami berdua. Jika terjadi sesuatu, Daniel adalah orang pertama yang harus meluruskannya.

"Karena itu aku tidak ingin pulang. Ayolah....kumohon"

Rajukku.

"Lalu apa yang harus kukatakan pada Drey kalau dia bertanya di Mana dirimu?"

"Katakan saja kalau syutingnya berjalan sampai pagi. Jadi aku harus menginap"

"Oh...jadi kau Akan Syuting sampai pagi di hotel?"

Tiba-tiba Ada suara berbisik menimpali kata-kataku, tepat di belakang telingaku. Aku Dan Daniel langsung terlonjak kaget. Hampir saja kepalaku terbentur pintu.

Aku langsung menatap ngeri karena Drey sudah menatapku tajam. Entah sejak kapan dia Ada di backseat. Dan aku sama sekali tidak menyadarinya saat membicarakan rencanaku dengan Daniel.

Tengkukku rasanya langsung dingin. Sepertinya Drey sangat marah. Dia hanya diam dengan tatapannya yang seakan mengeluarkan sinar laser untuk memotongku. Hanya dadanya yang kelihatan Naik turun akibat menahan emosi. Daniel sepertinya menyadari situasi, dengan cepat dia langsung keluar dari mobil. Meninggalkan aku berdua dengan Drey.

Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan dalam situasi itu. Karena sepertinya akulah yang dalam posisi salah. Jadi aku hanya bisa diam.

"Apa kau marah karena sesuatu lagi? Karena itu kau ingin kabur lagi?"

Tanya Drey dengan suara yang pelan namun mengintimidasi.

Aku sebenarnya ingin menjawab seperti biasa, tetapi nanti hanya Akan menjadi perdebatan panjang antara aku Dan dia. Jadi aku memilih diam.

"Kau benar-benar membuatku lelah. Tidak pernah aku bertemu dengan wanita yang begitu kekanakan dan sering marah seperti dirimu"

Lanjut Drey sebagai balasan ke-diamanku. Kata-katanya itu begitu lugas menamparku. Aku tahu aku salah, namun dia hanya membuat situasi Makin buruk, membandingkan diriku dengan wanita lainnya.

Baik aku diam, bicara atau menangis dalam situasi ini, pertengkaran ini Akan tetap semakin buruk. Sepertinya sulit bagiku Dan Drey Mengatasi masalah kami. Sama-sama belum menemukan titik tengah di antara kami.

Jadi, Tanpa mengatakan apapun lagi, aku keluar dari mobil. Saat ini menghindar adalah solusi terbaik yang bisa kupikirkan.

"Tunggu, aku belum selesai bicara denganmu"

Drey sudah menarik tanganku. Nadanya terdengar geram Dan hanya memprovokasi egoku. Padahal aku sudah berniat untuk diam. Baru saja aku hendak marah, melampiaskan frustasiku.

"Wah... beruntung sekali dijemput oleh kekasih"

Suara seseorang tiba-tiba terdengar. Ketika aku menoleh, tidak hanya satu tapi Ada belasan orang sudah berdiri di seberang kami. Mereka sedang  memperhatikan kami dengan memasang senyuman penuh arti. entah sejak kapan mereka ada di sana

Tidak mungkin aku marah-marah di depan mereka. Dan lagi, aku berharap mereka tidak menyadari bahwa aku sedang bertengkar dengan Drey.

Sepertinya mereka adalah fans yang mendengar kabar kedatangan Drey dan langsung datang membuktikannya sendiri. Karena kebanyakan dari mereka adalah kru wanita.

"Boleh kami minta tanda tangan?"

Tanya mereka pada Drey. Aku merasa bahwa ini pasti Akan lama. Orang sebanyak itu minta tanda tangan. Belum lagi nanti ingin berfoto bersama. Padahal aku sudah lelah. Tetapi jika aku menolak mereka, aku Akan kelihatan seperti wanita posesif.

"Maaf, sepertinya lain kali. Luna masih dalam Masa penyembuhan Dan aku harus segera membawanya pulang"

Tanpa kusangka, Drey justru yang menolak mereka dengan halus. Dia mengatakannya sambil merangkulku. Karena Drey yang menolak dengan menjadikan aku sebagai alasan, mereka tidak kecewa, justru terpesona dengan tindakan Drey. Seolah pacar yang perhatian.

Drey lalu membawaku pergi dari Sana ke Mobilnya. Aku tidak bisa menolak karena banyak Mata memperhatikan kami. Drey mengambil kesempatan itu untuk melajukan Mobilnya meninggalkan lokasi syuting.

Hanya berdua di Mobil ini memberikan kami kesempatan untuk memulai perang.

1
Fitriatin Noor
ceritanya jd ngga nyambung ya
Nagisa
mudah di pahami dan bagus banget.....
Dwisur
sediih banget..huhuhu
Dwisur
pernah di fase spt itu
Dwisur
bersabarlah Luna... relakan Casey pergi,, lupakanlah.. lupakan
Dwisur
tambah percakapannya dunk
Dwisur
like dan nyimak dulu,, di baca dari koment2 yg ada jadi pengen mampir
Zia Sazia
bagus
Hera sasuwe
diulang2 bacanya kok endingnya ga nyambung ya padahal udah nyimak tpi endingnya terbelah sepertinya
MAISATUN IIS
ko...critanya.....berbelok.....pusingggg😇😇😇😇
MAISATUN IIS
😭😭😭😭 Ada ratusan kata yg ingin ku ucap......kou...hebaatttt.....thor.....😘😘😘😘
Ninit Sugiarto
g ada niat dilanjutkan blue sky nya Thor?
Ninit Sugiarto
itulah knp ada yg bilang tdk pernah berselisih pendapat pada pasangan bkn lah hal baik,bgt ada perbedaan pendapat bs hancur semuanya
MAISATUN IIS
drey.... paling pinter bikin hati... maraton.... 😍😍😍😍
Nasya Lau
semoga dilanjutkan dan kekeliruan itu cepat tergantikan dengan kelanjutan dari cerita yang sebenarnya
Ratna Dewi Dewi
q ga tau soal nulis novel atau apa...tapi bahasanya bagus mudah dicerna ..👍👍
Nor Emy
kecewa last ending nya di mn.rasa tertipu.
Zahra Queen
auto bingung.... 😭 lanjut bacanya kemna ne Thor... Sdh tanggung skli ceritanya bagus ko melenceng jauh... pdhl dh bela2in tunggu ceritanya
miss rima
mudhn bisa di revisi ya thor cerita nya..
sayang sekali dri awal sdh sangat bagus tpi eksekusi di akhir nya malah ga nyambung klo bagi saya😁😁
di tunggu ya thor right chapter nya🥰🥰
nvinata
bikin ngakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!