NovelToon NovelToon
Cinta dari GIA

Cinta dari GIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erlin A Vidiany

Gia azimaika, seorang anak gadis yang terlahir dari keluarga yang berkecukupan namun sederhana. Dia adalah salah satu mahasiswa dari universitas X, keluarganya ketat dalam agama, gia anak yang sudah pasrah akan semua nasib yang dipilihkan keluarganya untuknya. Dari pendidikan, pasangan hidup bahkan semuanya.Dia dicintai oleh dosen di kampusnya tetapi gia tetap menahan diri karena gia tau bahwa percuma memiliki rasa kepada seseorang yang tak akan bisa dimilikinya, karena gia tau orang tua nya pasti sudah menjodohkan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erlin A Vidiany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 (Meira)

Gia pergi meninggalkan ruangan itu, saat melewati taman, Gia melihat seorang wanita yang tengah duduk disana sambil menangis dan melamun. Gia merasa penasaran dan berniat menghampiri wanita itu.

“Maaf Mbak, saya boleh duduk sini?” tanya Gia pelan-pelan.

Wanita itu menganggukkan kepalanya.

“Kalo boleh tau Mbak namanya siapa?” tanya Gia lagi.

“Saya Meira,” jawab Meira singkat.

“Saya Dokter Gia Mbak. Maaf kalo boleh tau kenapa Mbak duduk disini? Mbak lagi nunggu siapa?” tanya Gia sambil menoleh ke kanan dan kirinya seperti sedang mencari seseorang.

Meira semakin menangis ketika Gia menanyakan hal itu. Gia

merasa kasihan dengan Meira.

“Kalo ada yang mau di ceritain silahkan Mbak, barangkali

saya bisa membantu,” tutur Gia.

“Saya rindu sama Mama saya Dok, dulu Mama saya sering sekali duduk disini, Mama saya di rawat disini lama banget Dok, karena beliau mengidap penyakit kanker otak, tapi sekarang beliau sudah meninggal Dok,” ucap Meira.

“Maaf Mbak, saya nggak bermaksud buat mengingat hal itu

kembali,” kata Gia.

“Saya rindu sekali Dok, Papa saya juga gitu sangat sibuk

sekali dengan bisnisnya, saya butuh teman Dok,” keluh Meira dengan tangisnya.

Gia sangat kasihan dengan Meira, Gia mencoba menenangkan

Meira dengan memeluknya.

“Kalo Mbak berkenan berteman sama saya, silahkan Mbak, saya siap mendengar semua cerita Mbak,” kata Gia dengan polosnya.

“Makasih ya Dok,” jawab Meira.

Gia melihat adanya cincin yang melingkar di jari Meira.

“Suami Mbak dimana?” tanya Gia.

“Saya belum juga menikah Dok, tapi saya sudah tunangan, saya sangat mencintai tunangan saya, tapi sepertinya dia mencintai wanita lain Dok,” ucap Meira.

“Sabar ya Mbak,” tutur Gia sambil mengelus-elus lengan

Meira.

“Memang ini salah saya Mbak, dulu saya kurang terbuka dengan dia Dok, saya meninggalkan dia demi merawat dan menemani Mama saya disini,” kata Meira.

“Dia tidak mencintai saya lagi Dok, dia sudah mencintai

wanita lain,” ucap Meira dengan tangisnya yang menggila.

“Mbak gak boleh nyerah gitu ya, takdir nggak ada yang tau

Mbak,” tutur Gia.

“Maaf ya Mbak saya gak bisa lama-lama nemenin Mbak disini

soalnya saya harus menangani pasien saya, tapi lain waktu pasti kita akan bertemu kembali,” ucap Gia dengan ramah.

“Iya Dok, makasih, seenggaknya saya punya teman sharing aja udah cukup Dok,” kata Meira sambil mengusap air matanya.

“Maaf ya Mbak saya harus bertugas kembali,” ucap Gia sambil

berjalan meninggalkan Meira.

Setelah beberapa jam telah berlalu, hari semakin sore, Gia

dan Naufal telah menyelesaikan pekerjaannya, mereka memutuskan langsung pulang

ke rumah.

***(di Rumah)

Sampai di rumah, Naufal memarkirkan mobilnya dan langsung

menaiki anak tangga menuju ke kamarnya bersama Gia.

“Gi, kamu mandi dulu ya,” perintah Naufal sambil melepas

sepatunya.

“Iya,” jawab Gia singkat.

Naufal merasa ada yang berbeda dari Gia, Naufal mendekati

Gia, dan menarik dagu Gia.

“Hei ada apa? Apa aku nglakuin kesalahan sama kamu? apa gara-gara tadi Bastian,” tanya Naufal.

Gia hanya menggelengkan kepalanya.

“Terus kamu kenapa Gi? Hmm? Kamu capek? Atau ada masalah tadi di rumah sakit?” tanya Naufal lagi.

“Enggak, bukan itu, aku kasihan aja sama Meira,” rengek Gia.

“Meira? Meira siapa?” tanya Naufal sambil mengernyitkan

kedua alisnya.

Gia menceritakan semua tentang Meira kepada suaminya.

“Gia, kamu jangan sembarangan kenal orang,” tutur Naufal.

“Apaan sih kamu, aku kasihan sama dia,” bantah Gia sambil

membuang mukanya dan mengambil handuknya.

“Tapi kamu gak boleh sembarang langsung berteman gitu Gi,

siapa tau dia nipu kamu hayo?” bantah Naufal balik.

“Kasihan loh Fal, coba aja kamu di posisi Meira, aku bisa

respect sama dia soalnya aku pernah ngrasain di posisi dia Fal, kita pernah merasakan hal yang sama, mencintai seorang pria yang sama sekali tidak mencintai kita, sakit loh Fal kayak gitu tuh!” kata Gia agak judes sambil menyindir Naufal.

“Kamu kok jadi marah gini sih cuman gara-gara Meira,” jawab

Naufal sambil melepas jam tangannya.

“Kamu sih ngeyel dari tadi, di bilangin juga,” ucap Gia yang

tak kunjung masuk ke kamar mandi karena harus debat dengan suaminya.

“Iya iya Gia sayang aku ngerti, udah dong marahnya, masak

cuman gara-gara Meira kita jadi gini,” ejek Naufal.

“Iiih kamu mah gak bisa serius,” ucap Gia dengan tersipu

malu dan menabok Naufal dengan handuknya.

“Iiiiih sadis banget sih kamu,” ejek Naufal lagi.

“Biarin, weeeeekkk,” ucap Gia sambil masuk ke dalam kamar

mandi.

Setelah mereka selesai mandi dan sholat, Gia turun ke dapur

untuk membuatkan sandwich suaminya.

***(di Dapur)

“Eh Bi Sarah,” sapa Gia.

“Mbak Gia mau ngapain?” tanya Bi Sarah.

“Ini mau buatin Naufal sandwich Bi,” jawab Gia sambil

membuka bungkus roti.

“Sini biar Bibi buatin Mbak, jadi Mbak Gia nggak perlu

repot-repot,” tutur Bi Sarah.

“Enggak usah Bi gak papa,” ucap Gia sambil mengambil irisan

kejunya.

“Ya udah kalo gitu Bibi ke kamar dulu ya Mbak,” pamit Bi

Sarh.

“Iya Bi,” jawab Gia sambil tersenyum pada Bi Sarah.

Saat Gia mulai menyusun tumpukan isi sandwich, Naufal

berjalan menghampirinya.

“Buatin siapa?” tanya Naufal sambil mengambil air dingin di

kulkas.

“Ada deh kepo banget,” jawab Gia datar.

“Kok gitu kalo jawab,” kata Naufal.

“Ya buat kamu lah, buat siapa lagi?” ucap Gia sinis.

“Kirain buat tamu spesial kamu, siapa tau buat fans kamu,” ejek Naufal.

“Enggaklah, bagiku orang yang paling spesial setelah Mama dan Papa aku adalah kamu,” ucap Gia yang membuat hati Naufal berdebar tak karuan.

“Adduuuuh kok jadi gini sih,” gumam Naufal dalam hatinya

sambil mendekapkan tanganya di dadanya.

“kamu kenapa? Dada kamu sakit?” tanya Gia.

Naufal malu karena Gia mengetahui tingkah konyolnya itu.

“Ooooh ini, ini gatel Gi,” ucap Naufal.

“Ya udah makan ini nya,” perintah Gia sambil membawakan

sandwich ke depan TV.

Naufal duduk berdampingan dengan Gia.

Naufal mengambil remote TV nya dan mengganti chanelnya

dengan film action.

“Kok ini sih film nya,” ucap Gia sambil merebut remote dari

Naufal.

“Ini udah yang paling bagus Gia,” tutur Naufal.

Gia mengganti chanel TV nya dengan acara kartun.

“Ini nih baru bagus Fal,” tutur Gia ganti.

“Aduuuuh Gia, udah ya, kamu bukan bocah lagi Gi,” rengek

Gia.

“Pliisss lah Fal, ya?” rayu Gia dengan mendekapkan kedua

telapak tangannya.

“Iiiih kamu mah, udah punya suami juga nontonnya kayak

beginian, gak seru ah kamu,” keluh Naufal dengan raut muka yang kesal.

“Ya udah ni remote nya, nurutin istri sekali aja ngomel-ngomel langsung, ganti film kamu sana, aku nonton di kamar aja,” kata Gia sambil memonyongkan mulutnya.

Naufal sepertinya tau jika istrinya ngambek kali ini.

Naufal menarik pergelangan tangan Gia, Gia terjatuh di depan

wajah Naufal, mereka saling menatap.

Deg…….deg……deg..

“Kok deg-deg an gini sih di depan Gia, apa jangan-jangan aku

jantu cinta sama Gia?” dalam hati Naufal bertanya-tanya.

Gia membuyarkan moment langka mereka berdua.

“Ngapain lihatin aku gitu,” ucap Gitu.

“Iya iya ini remote nya buat kamu,udah ah gak usah pake

acara ngambek segala, nih kartunnya nih,” tutur Naufal.

“Hehehehe, gitu dong dari tadi,” jawab Gia.

Mereka menikmati moment berdua malam itu.

Ting tong……ting tong.

Bel rumah berbunyi, Gia segera membuka pintu rumahnya.

Gia terkejut melihat Meira yang ternyata tau alamat

rumahnya.

“Mbak Meira, kok tau alamat rumah saya?” tanya Gia.

“Saya tanya-tanya admin rumah sakit Dok,” jawab Meira.

“Ya udah mari masuk,” perintah Gia.

Gia mempersilahkan Meira untuk duduk, dan Bi Sarah

memberikan jamuan untuk tamu Gia.

“Ada apa Mbak?” tanya Gia.

“Enggak, saya cuman pengen ke sini aja Dok,” jawab Meira.

“Mbak Meira kapan menikah? Jangan lupa undang saya,” ucap

Gia mencoba untuk menghibur Meira.

Tiba-tiba raut wajah Meira berubah menjadi sedih.

“Eeeeem Maaf Mbak, saya tidak bermaksuduntuk menyinggung,” tutur Gia.

“Saya belum tau kapan menikah, karena tunangan saya masih

mengurungkan niatnya untuk menikahi saya, karena dia masih sangat mencintai wanitanya, tapi saya sangat mencintainya Dok,” jawab Meira.

Meira menceritakan semua tentang tunangannya pada Gia, Gia sangat merasa kasihan pada Meira.

Beberapa jam setelah mereka berbincang Meira berpamitan

untuk pulang karena merasa tak enak dengan Gia.

Bersambung......

Nantika episode selanjutnya yaa🙏😊

jangan lupa vote, like dan comment

Tunggu kejutan selanjutnya readers🖤😁

1
Akmal Ramadhan
pengen nya enggak tamat thoor terasa ada ganjelan dari masalah dr Naufal yg belum lurus 😁
tapi alhamdulillah dah sampai akhir aja ceritanya semangat sukses terus thor
Asribasir
akhirnya tamat juga
moedah
bagus...
lanjut dog kak .....
Uswatun
tolong segera up...ini sdh sangat lama
Uswatun
lanjut thor
Giyono Yon
pak Kevin mulai bucin nih
Asribasir
thor kapan up lagi
Prapti Muakhiroh
alur critanya tmbh rumiy
Ude Iir
hampir satu tahun hiatus Thor.......
Any Yustiwi
ini ceritanya kog gk ada lanjutannya ya
ngegantung gini
Mmh Zahra
ko...ceritanya jd nyebelin gini sih😢mudah"an akhirnya happy🤲🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Noer Anisa Noerma
lanjuuutttttt
Noer Anisa Noerma
siapa lgi tuh tamu
Noer Anisa Noerma
😭😭😭😭😭😭
Noer Anisa Noerma
gia langsung menangis
Noer Anisa Noerma
jadi sedih'
Noer Anisa Noerma
rupa nya gia cemburu3
Noer Anisa Noerma
pa Naufal nlpn sama siapa ya
Noer Anisa Noerma
jangan banyak pikiran gia
Noer Anisa Noerma
semangat authooorr 💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!