NovelToon NovelToon
Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Fitri Rahayu

Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana yang penuh dengan nyanyian luka membuat seorang Aisyah tumbuh menjadi seorang anak yang mandiri, pekerja keras, jujur, dan shalilah.Sehingga saat dewasa banyak pemuda yang ingin menjadikannya pendamping hidup. Namun siapakah yang akhirnya dapat menjadi pendamping hidup Aisyah ? Akan kah Nyanyian Takdir Aisyah berakhir bahagia?
ikuti kisah Novelku ya, dan jangan lupa dibaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMARAHAN HANIF

🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻

Sesaat berehat dirumah sakit membuat perasaan Ais tenang sekejap, dan sekarang sudah pulang kerumah diantar oleh keluarga Maria. Raut wajah Ais tampak biasa saja meski sebenarnya hatinya sedang berbunga karena bertemu kak Rey, seseorang yang sedari dulu dikaguminya karena begitu dewasa pemikirannya, dan agama nya juga bagus sangat memahami apa batasan yang boleh dan tidak boleh dalam pergaluan lelaki dan perempuan yang bukan muhrim.

"Ais... kami pulang ya , kamu istirahat saja dan jangan banyak fikiran , gue nggak mau loe jatuh sakit lagi, soalnya sebentar lagi kita ujian kenaikan kelas"Ucap Maria

"Terima kasih banyak Mar, maaf telah merepotkan keluargamu, salam ya buat mami dan papimu, sampaikan juga rasa terima kasih keluargaku yang tak terkira untuk semuanya"Ucap Ais sambil tersenyum.

"loe nggak lupa sesuatu Ais"Tanya Maria

Ais tampak binggung sepertinya tak ada yang terlewat olehnya sampai seseorang datang mengetuk pintu kamarnya.

"Assalamualaikum, Ais...Maria... boleh kak Rey masuk? "Tanya Rey

"Masuk aja kak Ais nggak sendiri kok ada Mar yang temenin"Ucap Maria

Dengan cepat Ais meraih tangan Maria, seolah takut ditinggalkan Maria, Ais merasa canggung sekarang karena harus berhadapan langsung dengan kak Rey.

Kak Rey masuk ke mamar Ais dan kaka Ara, ya Ais dan kak Ara memang berbagi kamar karena tak cukup ruang dirumahnya kalau harus memiliki kamar sendiri.

"Ais... bagaimana keadaanmu apa sudah benar - benar baikan"Tanya Kak Rey

"Alhamdulillah kak, udah baikan"Ucap Ais menunduk

"Kak... Ais... ngomong aja, anggap aja Maria nggak ada, nggak usah sungkan"Ucap Maria yang pengertian

Kak Rey tersenyum sambil mengacak rambut adek kesayangannya.

"Ais... apa kamu masih menyimpan liontin itu"Tanyan kak Rey

Ais pun mengambil liontin itu dari balik bajunya, ternyata selama ini Ais memakainya dan tak ada yang tahu karena baju Ais selalu tertutup.

Kak Rey tersenyum sangat senang karena Ais

memakai liontin itu tanpa diucapkan Rey tahu perasaan Ais terhadapnya, dengan begitu Reg sangat merasa beruntung.

"Terima kasih Ais sudah memakai liontin itu dan nanti kakak akan mengganti liontin itu dengan liontin yang baru ya, tapi nanti saat kakak akan balik ke Amrik"Ucap kak Rey

Ais hanya jawab dengan anggukan, Rey dan Maria mohon pamit dan segera meninggalkan kamar Ais, sebenarnya Ais enggan berpisah namun keadaanlah yang mengharuskan mereka tuk berpisah.

Keluarga Maria sudah meninggalkan kediaman Ais, disepanjang perjalanan keluarga Maria semuanya tampak bahagia karena mereka tahu cinta Rey tak bertepuk sebelah tangan.

*****

Kediaman Hanif...

Hanif pun sudah pulang kerumah dan Bram juga menemaninya. Mama Hanif sangat senang karena kondisi Hanif sudah stabil dan membaik.

"Sayang makan dulu ya, mau mama suapin atau.. "Tanya mama

"Nggak usah ma, Hanif bisa makan sendiri, tarok aja diatas meja Hanif"Ucap Hanif

"Baik sayang, Bram kamu ikut makan juga ya , tante udah buat banyak"Ucap mama

"Bram bagaimana kabar Ais disekolah? "Tanya Hanif

"Ais nggak sekolah Nif selama loe sakit, kata wali kelasnya Ais juga sakit, dan bahkan sampai dirawat dirumah sakit yang sama dengan loe"Ucap Bram

"Masak sih Bram, kenapa loe nggak cerita kan gue bisa jengguk Ais dirumah sakit"Ucap Hanif

"Gimana mau jengguk secara loe aja sangat frustasi gitu"Ucap Bram

"Iya Bram, gue sangat terpukul saat membaca surat Ais, walaupun gue ngerti keadaan Ais, hanya saja gue yang belum bisa nerima keputusan Ais, gue ngungkapin perasaan gue karena bentar lagi kan kita udah lulus, secara gue rasanya nggak rela kalau sampai Ais dicintai atau mencintai orang lain"Ucap Hanif

"Loe harus berlapang dada Hanif soalnya loe tahu sendiri Ais sangat menghargai janjinya pada ayahnya, mungkin nanti setelah Ais lulus loe bisa langsung melamar Ais,dan itu pun jika loe bener jodohnya"Ucap Bram

"Coba aja loe tanya ke mentor rohis loe, dia akan lebih faham bagaimana seharusnya bersikap terhadap Ais"Ucap Bram

"Makasih ya Bram, loe emang sahabat gue yang paling mengerti gue, besok gue akan ikuti saran loe"Ucap Hanif

"Bram... kalau besok Ais belum sekolah kita samperin kerumahnya ya"Ucap Hanif lagi

"Gue rasanya nggak tega mendengar Ais sakit, seandainya gue tahu, tak akan gue biarin Ais sakit"Ucap Hanif

"Gue akan jaga in loe Ais, meski dengan nyawaku taruhannya"Ucap Hanif sedih

Hanif sama sekali tidak tahu apa yang telah dilakukan mamanya terhadap Ais, seandainya ia tahu bahwa Ais sakit karena perbuatan mamanya Hanif, entah apa yangbakan Hanif perbuat.

*****

Disekolah...

Ais sudah masuk sekolah, begitu juga dengan Hanif.

Hanif menunggu Ais digerbang sekolah, Ais belum mengenal wajah Hanif karena memang mereka belum pernah bertemu atau bicara secara langsung, waktu bertemu diangkot kala itu Ais pun tidak tahu kalau itu Hanif.

Sebenarnya Hanif adalah anak yang baik, dan juga tahu agama, hanya saja ia belum pernah

merasakan jatuh cinta dan sakitnya saat cinta ditolak. Maka dari itu reaksinya sangat berlebihan.

"Assalamualaikum Ais"Sapa Hanif

"Waalaikumussalam"Jawab Ais

"Ais... boleh kakak bicara sebentar"Tanya Hanif

"Maaf kakak siapa ya, dan ada perlu apa "Tanya Ais

Hanif hampir lupa kalau Ais belum tahu kalau ia lah yang mengirim surat itu.

"Sa..saya.. Hanif"Ucap Hanif terbata

Wajah Ais langsung memerah, yang muncul diingatannya hanyalah makian ibunya Hanif waktu itu, dengan cepat Ais ingin segera pergi dari hadapan Hanif.

"Maaf... kak Ais harus buru -buru ke kelas karena Ais piket"Ucap Ais berusaha menghindari Hanif

"Permisi... Assalamualaikum "Ucap Ais segera berlalu

Melihat Ais berjalan dengan cepat, Hanif pun berlari untuk mensejajari langkah Ais.

"Ais... kakak mohon berhenti lah.."Ucap Hanif dengan nafas ngos - ngosan.

Ais ingat kalau Hanif baru sehat, maka ia segera berhenti, ia tak mau sakit Hanif kembali sakit.

"Ais... kakak mohon, kakak perlu bicara masalah surat itu tapi kalau sekarang Ais buru -buru nanti kita bicara dimushola saja ya habis dhuha"Ucap Hanif memohon

Ais merasa tak tega melihat wajah Hanif yang masih pucat.

"Iya kak inshaa Allah nanti kita ngobrol dimushola, tapi saya bawa teman ya"Ucap Ais

"Baiklah Ais nggak apa - apa, maksih ya udah mau ketemu kakak"Ucap Hanif

*****

Bel istirahat telah berbunyi Ais mengajak Maria ke mushola untuk sholat dhuha bersama sekalian menemaninya untuk bertemu Hanif.

"Assalamualaikum Ais"Ucap Hanif

Wajah Hanif tampak lebih cerah karena ia telah bertemu mentor rohisnya.

"Waalaikumussalam kak"Jawab Ais dan Maria bersamaan

Sebelum Hanif memulai bicara Maria lebih dulu menyeletuk.

"Apa kakak masih punya muka mau bicara dengan Ais, setelah apa yang ibu kakak lakukan pada Ais"Ucap Maria marah

"Mar... jangan bicara yang aneh - aneh, kita disini untuk mendengar pembicaraan kak Hanif saja, bukan malah membuka masalah yang baru"Ucap Ais sambil menutup mulut Maria

Hanif merasa aneh kenapa Maria membawa -bawa mamanya.

"Maaf Maria, apa yang telah mama kakak lakukan pada Ais, apa mama kakak mengenal Ais"Tanya Hanif

"Sebaiknya kakak tanya langsung aja ke mama kakak"Ucap Maria

"Ais... apa mama kakak memyakiti kamu, kamu nggak usah bohong sama kaka karena kakak tahu sifat mama kakak"Ucap Hanif semakin kalut.

Ais tak menjawab apapun ia hanya menangis mengingat kejadian yang sangat menyakitkan itu. Melihat reaksi Ais, Hanif semakin yakin kalau mamanya sudah melukai Ais.

"Mar... ceritakan saja, mama kakak pasti akan menutipi semuanya dari kakak"Ucap Hanif memohon.

Akhirnya Maria pun menceritakan semuanya pada Hanif apa yang telah dilakukan mamanya pada Ais, sampai Ais masuk rumah sakit.

"Ya Allah... Ais... maafkan kakak ya, seandainya kakak tahu lebih awal hal ini pasti Ais tak akan mengalaminya"Ucap Hanif sambil menagis menyesali kejadian yang Ais alami karena mamanya.

"Maaf kan kakak Ais... kakak tak bermaksud menyakiti Ais... maafkan kakak"Ucap Hanif sangat sedih

Ais juga ikut menangis, merasakan menyesalan yang Hanif rasakan.

"Sudahlah kak, Ais sudah memaafkan kakak, ini bukan salah kakak, ibu kakak juga nggak salah, mana ada seorang ibu yang tega melihat anaknya tersakiti, Ais sudah memaafkan semuanya"Ucap Ais

"Ais... kakak sekali lagi minta maaf, kakak menerima semua keputusan Ais, jika kita memang berjodoh kelak kita pasti akan bersama, terima kasih Ais untuk segalanya"Ucap Hanif sambil meninggalkan mushola

"Assalamualaikum" Pamit Hanif

"Waalaikumusslam"Jawab Ais dan Maria.

*****

Dirumah Hanif...

"Ma... mama... "Panggil Hanif dengan nada marah

"Ada apa sayang, datang kok langsung marah - marah gitu"Ucap mama Hanif

"Apa yang telah mama lakukan pada Ais"Tanya Hanif masih marah

Mamanya masih berkelit dan terkesan mengalihkan pembicaraan.

"Mama nggak usah bohong, Hanif sudah tahu semuanya"Jelas Hanif

"Ooo jadi si gembel itu udah mengadu padamu ya"Ucap mama tersenyum sinis

"Nggak ma dia bukan gembel... dia punya nama, Aisyah ma, dan bukan dia yang mengadu pada Hanif, melainkan anak tante Rini, Maria"Ucap Hanif marah

"Dan asal mama tahu Ais sudah memaafkan mama meski mama sudah membuatnya masuk rumah sakit juga"Ucap Hanif yang tampak semakin sesak karena menahan marah.

"Bagus dong biar impas kamu masuk rumah sakit juga gara - gara gembel itu"Ucap mama masih sinis

"Mama... "Teriak Hanif marah dan tiba - tiba Hanif sudah pingsan tak sadarkan diri karena terlalu emosi.

Mama menjadi panik dan segera berteriak memanggil seisi rumah untuk membantu Hanif.

"Hanifffff... sayang bangun... maafin mama"Ucap mama menagis

"Hanifffff"Teriak mama

Bagaimana nasib Hanif, ikuti terus kisahnya...

To be continue

Makasih ya dah mampir ke karyaku

makasih dah meninggalkan like dan komennya

makasih juga yang dah kasih vote nya

semoga sehat dan bahagia selalu

salam manis

🤗

Author

Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.

Dan karya apik author yang lain :

Fit Fithree Fitri.

Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.

Mengejar Cinta Ariel

Almaira My Secret Wife

My Love My Babysitter

*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu

Kembar Tidak Identik

*Ergina Putri

Melawan Rasa Takutku

My Heart Is Only For You

*Sudrun

Penjelah Malam

Samudra

*Putri Tanjung

OB Kerudung Biru

*Envy Yo Wesben.

My Princess OG.

*Sisca Nasty

Mafia in Love

*Cindyelvira

Ketika Muslimah Jatuh Cinta

Istri Sholehah

*Karlina Sulaiman

Mencintaimu Dalam Diam

1
Nurainni Salim
😭
zalvi fatarrahim
seru
Andi Fitri
Masya Allah..karya yg sangat mendidik..👍👍👍
Andi Fitri
dugaanku benar ternyata reza
Andi Fitri
siapa lgi sich apa jgn2 Reza y author bikin penasaran..
Andi Fitri
waduh ternyata msh ada yg ngincar Ais..
Andi Fitri
akhirnya menyatu dlm ikatan pernikahan..
Andi Fitri
aduh Thor kasian banget dgn Ais .jahat banget ortunya hanif
Andi Fitri
aduh ko kebanyakan pemeran lelakinya sih..m.Ais sich plg ga pakai angkot ke masa jalan kaki..
Andi Fitri
mm si Hanif emang jahat banget itu semakin menjauhkan Ais dri anakmu Krn tunggu aja karma kmu..
Andi Fitri
aku mendoakan agar kmu dan Ais di jodohkan author Rey..
Andi Fitri
jdi ga suka sama Hanif terlalu memaksa apa lgi orang tuanya lgsg main tampar aja..membantu tpi minta balas Budi..
Andi Fitri
pasti abangx Maria Rey
Andi Fitri
sabar Bu Ais nolak kan itu terserah dia knp di paksa..
Andi Fitri
msh suka dgn Rey Krn tdk memaksa Ais menerimanya..tpi semua terserah yg maha tau tentunya authornya 👍🙂
Andi Fitri
karya author 👍👍👍
Andi Fitri
karya yg mendidik..
Andi Fitri
hanya author yg tau jodoh Ais,kagum banget dgn krakter Ais..
Andi Fitri
Masya Allah karya yg sangat bagus terutama karakter klrg Ais yg sederhana tpi taat beribadah dan Ais dan saudara2 nya tdk egois patuh sm orang tua..👍👍👍
Andi Fitri
meskipun sdh baca 2x ttp ga bosan karya author bikin mewak..👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!