Andara Agustin, gadis malang yang tidak diinginkan keberadaannya. Kehadirannya dianggap sebagai kesialan. Kalau bukan karena wasiat sang Nenek, Dara pasti sudah pergi dari keluarga yang memperlakukan dirinya tak lebih dari sampah.
Namun, takdir Tuhan membawa Dara pada seorang Raffaza Alfarezo. Presdir Perusahaan Gerdion, pria dingin dan arogan. Kesalahan satu malam yang mereka perbuat menghasilkan sosok makhluk kecil yang tak bersalah. Akan tetapi, Raffa sudah memiliki kekasih bernama Khanza Abir yang sangat dicintainya.
Siapa sangka justru sang kekasihlah yang meminta Raffa menikahi Dara, lantas bagaimana sikap Dara setelah mengetahui pria yang telah menghamilinya memiliki kekasih yang baik hati. Apa Dara tega menyakiti hati wanita lain demi anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nidati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Oma
Tidak disangka ternyata Raffa mengamati dari kejauhan apa yang Dara lakukan. Meski tidak dapat mendengar apa yang terjadi, tapi ia dapat melihat ada yang tidak beres. Niat hati menghampiri Dara dan meluapkan amarah pada Dara terhenti, kala ia melihat Dara menyeka air matanya dengan pandangan mengarah pada segerombolan gadis yang sedang asik bercanda ria. Tak lama pengunjung restoran tersulut amarah pada segerombolan gadis tersebut. Ia juga melihat Dara sempat terlihat adu mulut dengan salah satu dari para gadis tersebut. Hingga ia melihat Dara lelah melayani pembeli seperti itu.
Raffa tancap gas meninggalkan restoran ketika mendapat kabar bahwa investor telah tiba. Tak ingin membuang waktu lebih lama Raffa meninggalkan Dara meski penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Selesai melakukan pertemuan dengan investor. Raffa terdiam di ruangan miliknya yang sudah bersih dan rapi. Ia sempat meminta OB untuk membersihkan ruangannya sebelum investor datang. Memandang langit yang berawan cerah, pikirannya melayang mengingat kejadian yang menimpa Dara. Benaknya penasaran, tapi egonya terlalu tinggi.
Drrt drrt drrt.
Ponselnya bergetar. Raffa mengambilnya membaca sebuah pesan yang Oma kirimkan.
Oma hanya ingin memberitahu dirimu untuk tidak menceraikan Dara. Jika hal tersebut sampai terjadi. Oma pastikan seluruh harta warisan Oma jatuh pada Dara termasuk perusahaan yang kamu pimpin. Oma tidak bermaksud mengancam hanya saja Dara wanita yang pantas bersanding denganmu. Lupakan Khanza dan fokus pada Dara. Percayalah, pilihan Oma tidak pernah salah. Sekali Oma tahu kamu berniat menceraikan Dara. Hari itu juga kamu, Oma coret dari daftar ahli waris.
Raffa membaca berkali-kali pesan yang Oma kirimkan padanya. Kali ini apalagi? Oma bahkan sudah mewanti-wanti dirinya untuk tidak bercerai dari Dara. Sungguh tidak dapat dipercaya Oma yang baru 2 hari kenal dengan Dara sudah mau mewariskan harta keluarga pada Dara. Oh, no ... tidak akan Raffa biarkan. Ia ahli waris yang sah bukan Dara. Sebenarnya siapa cucu Oma yang sebenarnya, Raffa atau Dara.
Rasa penasaran mengenai Dara jadi semakin besar. Wanita seperti apa yang bisa memikat hati Oma yang kerasbagai batu dengan orang lain. Sekarang begitu takut kehilangan sosok Dara.
"Aku punya tugas lain untukmu," ucap Raffa pada Arya melalui sambungan telepon.
"Kembali dan cari tahu mengenai Dara sedetail detailnya. Aku akan mengutus orang lain mencari Khanza." Arya menyanggupi perkataan Raffa. Bila dipikir, Raffa akan memikirkan nanti mengenai Khanza yang terpenting harta warisan tidak boleh jatuh ke tangan Dara.
Raffa yang bersusah payah membangun perusahaan yang hampir bangkrut karena kejadian masa lalu yang harus mempertaruhkan masa remaja Raffa. Hendak dipindahkan pada Dara yang tidak tahu apapun. Raffa terdepan menolak permintaan Oma, jika hal tersebut sampai terjadi.
Raffa kembali berkutat dengan laptop menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Sebelum pulang dan merubah sikap pada Dara. Tidak! Oma hanya bilang untuk tidak menceraikan Dara, maka Raffa tidak perlu merubah sikap, hanya pastikan Dara tidak tersakiti ya, hanya itu. Bagaimana bisa ia hidup dengan Dara, sedangkan hatinya masih terpatri pada Khanza.
Raffa menduga pasti Oma sudah mempekerjakan mata-mata untuk memantau gerak-gerik Raffa. Sudah tidak ada harapan membalas rasa kecewa pada Dara karena ancaman Oma.
☘☘☘
Sore hati tiba begitu cepat atau memang Dara yang tidak terlalu memikirkan waktu sehingga begitu cepat berlalu. Keadaan rumah sepi, seperti biasa. Dara sangat lelah sehingga dia segera membersihkan diri. Dara merasa segar setelah mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Semua beban berkurang sedikit demi sedikit. Dara duduk di depan cermin memperhatikan dirinya yang sedang memegang sisir.
"Mas Raffa pasti akan menolak jika Dara meminta peran ayah darinya," monolog Dara menatap dirinya.
"Dia bahkan akan menceraikan Dara setelah anak ini lahir, lantas Dara harus bagaimana meminta hal tersebut," pikir Dara.
"Akan Dara usahakan, tidak akan Dara biarkan dia kekurangan kasih sayang dari ayahnya, meski Dara dan Mas Raffa harus berpisah," tekad Dara mengepalkan tangan. Menatap pada pantulan dirinya dengan penuh tekad.
Demi anaknya Dara akan meminta jika perlu memohon pada Raffa. Karena pasti akan sulit membujuk Raffa yang sangat membenci Dara dan hanya melihat sisi buruk Dara, tanpa tahu yang sebenarnya dialami Dara. Dara menyelesaikan menata rambut miliknya membiarkan rambutnya tergerai indah. Pantangan dari Oma masih diingat baik olehnya. Tak apalah melakukan apa yang Oma katakan demi kebaikannya juga.
Drrrt
Ponsel Dara bergetar di atas nakas. Dara mengambilnya membuka pesan yang Oma kirimkan.
Bagaimana kabar kamu setelah Oma tinggal. Oma do'akan kamu sama bayi kamu sehat selalu. Oma hanya ingin memberitahu, jika Oma sudah sampai di rumah dengan selamat. Dara, Oma hanya ingin mengingatkan dirimu untuk tidak meminta cerai pada Raffa atau membiarkan Raffa menceraikan mu karena jika hal tersebut sampai terjadi. Jangan salahkan Oma yang akan mengambil hak asuh anakmu. Oma akan melarang kamu maupun Raffa untuk menemui bayi kalian. Semua keputusan ada di tanganmu jangan salah memilih jalan hingga kau menyesalinya.
Dara membeku setelah membaca deretan kata yang Oma kirimkan. Apa Oma akan begitu tega memisahkan anak dengan ibunya. Tidak, Oma pasti hanya bercanda, tapi bagaimana jika benar. Beberapa saat lalu memang Dara berpikir untuk melibatkan Raffa dalam mengurus anak mereka, tapi itu hanya sebatas memberi figur ayah bukan mempertahankan pernikahan ini.
Raffa pun akan menikahi Khanza setelah Dara melahirkan, tak mungkin Khanza mau menjadi istri kedua, lagipula Dara tidak mau dimadu. Jika ingin bertahan dengannya maka lupakan masa lalu, mari membuat masa depan yang cerah, begitu prinsip Dara. Oma pasti tidak akan main-main dengan ucapannya. Beliau akan melakukan segala cara untuk dapat menyatukan Dara dan Raffa.
Dara berjalan menuju balkon melihat matahari yang akan tenggelam. Menikmati detik-detik menuju petang.
"Bisakah Dara lenyap sebentar kemudian muncul lagi seperti matahari. Dara ingin menghilang sekejap saja," pintanya.
Berpisah dengan Raffa sudah masuk dalam daftar keinginan Dara. Ia menikah dengan Raffa hanya karena paksaan dari Ayah, maka ada kemungkinan ia berpisah dari Raffa karena tidak ada yang perlu dipertahankan lagi, kecuali Raffa menginginkan anaknya. Dara termenung bingung mengingat pesan Oma. Haruskah ia bertahan dengan Raffa, saat pria itu mengharapkan wanita lain sebagai pendamping hidupnya atau berpisah dan membiarkan Oma mengambil hak asuh anaknya serta tidak membiarkan Dara bertemu anaknya.
Dara berada dalam kebimbangan antara bertahan atau cerai. Ia tidak memiliki siapapun di dunia ini selain anaknya. Jika anaknya terenggut maka lebih baik Dara mati. Karena alasan untuk Dara hidup sudah tidak ada.
Dara tidak bisa hidup tanpa anaknya. Dan bila ingin terus bersama anaknya, maka Dara harus siap mempertahankan pernikahannya, menolak bercerai dari Raffa. Meski pria itu yang meminta. Dara harus tegas menolak demi bersama anaknya.
***
Happy reading.
Tuhh kan Oma aja gak mau Raffa sama Dara pisah karena beliau tahu akan ada masanya kebahagiaan menghampiri mereka. Bagai perumpamaan, Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Mohon bersabar ini ujian 😣
Salam sayang dari aku.
heheh
beneran ayah dihukum 20 tahun ..
heran ..
emang melakukan pembunuhan berencana?😀
kalau sakit Karena alergi itu pengobatannya juga pakai dibius