Merasakan jatuh cinta diusianya yang menginjak 17 tahun, adalah sesuatu yang wajar. Namun yang tidak wajar adalah jika lelaki yang ia cintai adalah ayah sahabatnya sendiri.
Akankah persahabatan antara Alena dan Angel hancur karena Alena mencintai ayah sahabatnya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon requeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita hadapi bersama
Angel menatap nanar pada Alena yang sedang memasukan barang-batang kedalam tas selempangnya.Ponsel, dompet, liptin, semua sudah masuk ke ruang dalam tasnya.
"lu yakin mau balik sekarang? tapi gue masih kangen Al " Angel masih berusaha membujuk sahabatnya yang sekarang naik status menjadi calon mamihnya. Ia masih enggan melepaskan Alena balik ke Jakarta.
"Katanya kalian mau ajak kita ke Prambanan dan Borobudur? " Alena malah bertanya.Mata Angel langsung berbinar
"Jadi lu ga jadi balik hari ini? " tanya Angel, disusul anggukan Alena
"Makasih mamiiih " Angel langsung memeluk Alena erat
"Jangan panggil mamih, geli gue " Alena melepaskan diri dari pelukan erat Angel
"Biarin, bentar lagi kan lu jadi mamih gue " ucap Angel. Namun Alena menanggapi ucapan Angel seperti sebuah ledekan.
"Cepetan mandi sana..jangan lupa bawa handuk! " ucap Alena sebelum bangkit dan keluar dari kamar Angel.
Alena turun kemudian menghampiri Doni yang sedang menikmati secangkir teh panas di teras belakang.
"Pagi sayang, hhmmm...sudah wangi " Doni memeluk pinggang Alena dan mengendus leher gadis itu, hingga membuat Alena menggelinjang geli karena bulu halus didagu Doni bergesekan dengan kulit lehernya.
Alena menjauhkan badannya dari dekapan Doni. Khawatir akan ada yang melihat ulah nakal Doni. Bukannya melepaskan, Doni malah menarik tubuh Alena hingga duduk dipangkuannya.Dihirupnya wangi tubuh Alena dalam seolah aroma tubuh Alena adalah oksigen baginya.
"Sepertinya aku harus menikahi kamu secepatnya " bisik Doni ditelinga Alena mesra.
"Emang papih berani ngomong ke bunda? " tanya Alena. Doni menatap manik mata kecoklatan milik gadis itu.
"Berani " jawab Doni yakin.
"Apa kamu takut? " Doni menangkap ketakutan dimata indah Alena, benar saja dugaan Doni. Alena mengangguk.
"Kita akan hadapi bersama-sama " Doni menggenggam jemari Alena, berusaha menghilangkan ketakutan yang sedang dirasakan oleh gadis yang sedang duduk dipangkuannya itu.
"Kalau bunda tidak setuju bagaimana? " tanya Alena pesimis
"Aku rasa bunda kamu bukan orang yang egois " jawab Doni. Selama putri mereka bersahabat, bunda Alena merupakan wanita yang bijaksana menurut Doni. Hati Alena sedikit merasa tenang.
Alena mendekap kepala Doni ketika lelaki itu membenamkan wajahnya didada Alena.Namun tak lama kemudian Alena menjauhkan kepala Doni ketika merasakan kepalanya mulai tidak mau diam mendusel-dusel pada dua benda empuk milik Alena.
"Papiiiihh.. kebiasaan deh " Alena merajuk manja. Doni hanya tersenyum gemas melihat wajah cantik Alena yang memerah.
Alena bangkit dari pangkuan Doni ketika terdengar suara langkah kaki Angel menuruni tangga. Angel bergabung dengan Doni dan Alena duduk di teras belakang sambil menunggu Rangga yang akan jadi Guide mereka hari ini.
Rangga melajukan mobilnya kearah timur dari pusat kota Jogja tempat Angel tinggal. Setelah menempuh kurang lebih 17 km dari pusat kota Jogja, mereka pun sampai di Candi Prambanan.
Sebuah candi Hindu terbesar dan termegah yang dibangun pada abad ke 9,candi yang menjulang setinggi 47 meter dengan ornamen yang mengagumkan.
Ada ratusan candi besar dan kecil dikomplek candi Prambanan, namun hanya 18 candi yang berhasil dipugar. Sisanya adalah tumpukan batu yang berserakan.
Tiga dari delapan candi utama disebut candi trimurti yang artinya tiga wujud. Candi tersebut dipersembahkan untuk tiga dewa hindu tertinggi yaitu dewa brahma, dewa Wisnu dan dewa Siwa.
Mereka mengabadikan kebersamaan mereka dengan berpoto bersama didepan candi dan di beberapa spot cantik disana. Angel dan Alena berpoto dengan pose-pose yang lucu. Setelah dua tahun lebih mereka tidak melakukannya.
Rangga mengambil poto Alena dan Doni dengan pose mesra mengikuti arahan dari Angel. Beberapa kali Angel memarahi Doni yang terlihat canggung ketika harus berpose memeluk Alena menuruti perintah putrinya.
"papih senyum dong, mukanya jangan datar begitu! " omel Angel.
Mendengar omelan putrinya Doni pun jadi tertawa dan..cekrek.. Rangga pun mendapatkan gambar dengan pose terbaik Alena dan Doni yang sedang tertawa lepas.
Setelah puas berpoto disana, mereka pun mulai meninggalkan tempat itu karena cuaca mulai panas. Mereka tidak melanjutkan mengunjungi candi Borobudur karena Angel dan Alena terlihat mulai kelelahan.
Mereka memutuskan untuk mencari tempat makan karena waktu sudah mendekati jam makan siang. Rangga membawa mereka untuk makan bakmi Jawa ditempat yang biasa ia dan Angel kunjungi.
Bakmi Jawa adalah salah satu kuliner yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Jogja. Bakmi Jawa punya cita rasa yang khas karena dimasak dengan proses yang unik.
Semangkuk Bakmi dengan kuah yang kental dan gurih dengan topping suwiran ayam, telur dan bawang goreng milik Angel langsung tandas, Angel langsung mendekati Alena dan mulai membantu Alena menghabiskan Bakmi Jawa milik Alena yang terlihat masih penuh.
Doni hanya geleng-geleng kepala melihat ulah putrinya. Alena sendiri tidak keberatan jika harus berbagi makanan dengan sahabatnya itu. Mereka sudah terbiasa melakukannya.
"kalau masih kurang aku pesenin lagi " ucap Rangga.
"ga usah.. enakan minta punya Alena " Angel melarang Rangga yang sudah bangkit untuk memesan kembali
"Tapi Alena nanti tidak kenyang makannya " ucap Doni.
"Udah kenyang kok " ujar Alena.
Menjelang sore, Rangga membawa mereka mengunjungi sentra pengrajin batik. Belum lengkap rasanya jika ke Jogja tidak mengunjungi tempat itu.
Sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, ada banyak sentra penghasil batik di Jogja yang bisa dikunjungi.
Alena memilih beberapa batik dengan motif yang beragam untuk bundanya. Doni memilih tiga batik dengan corak dan warna yang sama
"kenapa tidak pilih corak berbeda saja pih biar bervariasi " Alena memberi saran.
"Untuk kita dan Angel bikin baju couple " jawab Doni sambil menyerahkan sebuah kartu kepada Alena. Alena mengangguk dan mengambil kartu dari tangan Doni, kemudian melakukan pembayaran di kasir.
Setelah puas berbelanja batik, mereka pun memutuskan untuk pulang.Doni dan Alena memilih istirahat karena besok mereka harus kembali ke Jakarta.
Keesokannya sopir memasukan barang-barang Doni dan Alena kedalam mobil. Rangga dan Angel tidak dapat mengantar mereka ke bandara karena ada jadwal kuliah pagi.
"Papih pulang ya, jaga diri kamu baik-baik! " pesan Doni sambil mencium puncak kepala putrinya. Angel mengangguk, matanya sedikit merah menahan air mata yang mulai membasahi pipinya.
'Gue balik ya "Alena memeluk sahabatnya.
" lu sering-sering jengukin gue kesini Al " pinta Angel.
" kapan- kapan kalau papih lu ngajakin lagi " jawab Alena.
"Ya, nanti kalau papih kesini pasti Alena ajak " janji Doni.
"Tolong jaga Angel ya! " Doni menyentuh pundak Rangga
"iya om " jawab Rangga.
Angel melambaikan tangannya ketika mobil yang membawa Doni dan Alena mulai menjauh.
Jika suka tolong tinggalkan jejak ya readers, biar author tambah semangat nulisnya
Happy reading😘😘😘