NovelToon NovelToon
Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:32.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Novel ini aku tulis berdasarkan kisah nyata dari seseorang, tapi disini aku menambahkan sedikit ceritanya..

Namaku Melati, aku memiliki seorang sahabat , Lani namanya, yang sudah ku anggap seperti saudara sendiri.

Tapi Lani dengan teganya mengkhianati aku. Ia menikah dengan suamiku secara diam diam.

Marah... benci dan kecewa... itu yang aku rasakan ketika aku mengetahui pengkhianatan suami dan sahabatku.

Aku mencoba bertahan dengan menerima Lani sebagai maduku karena ia lagi mengandung anak dari suamiku.

Akankah aku sanggup bertahan selamanya atau aku pergi meninggalkan suami dan sahabatku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga Puluh

Rangga mengendarai mobilnya melaju membelah jalanan menuju ke salah satu mall terbesar di kota ini.

Setelah sampai dan memarkirkan mobilnya, Rangga mendekati Melati yang sedang menggendong Nabila.

"Biar aku saja yang menggendong Nabila"

"Nggak usah Rangga... biar aku saja "

"Mela.. biar saja Rangga yang menggendong Nabila, jangan takut.. Rangga sudah biasa menggendong ponakannya"

Nabila yang didalam gendongan Rangga merasa nyaman saja,ia malahan tertidur dengan bersandar di bahu Rangga.

"Biar gantian aku yang menggendong Nabila.."

"Nggak apa Mel.. kamu bisa mencari pakaian bersama mami.. biar aku tunggu disini saja ya.. kasihan Nabila, ini memang jam tidur siangnya kan"

"Aku jadi nggak enak Rangga.. "

"Nggak apa Mel. tante sudah bilang tadi Rangga sudah biasa mengasuh ponakan nya, jika tante dan kakaknya lagi belanja ke mal gini, memang Rangga juga yang biasanya menggendong ponakan nya yang paling kecil. Kita cari baju dulu yak.. banyak diskon nih.. "ucap Tante Mia ceria.

"Aku titip Nabila dulu ya Rangga.. "

Melati dan tante Mia berkeliling mencari baju baju yang sedang banyak diskon. Tante Mia dengan kalap banyak membelinya, tapi Melati hanya memilih beberapa helai saja, ia tak mau menghamburkan uangnya, ia masih memikirkan masa depan Nabila.

Sampai dikasir ,setelah tante Mia menghitung belanjaannya, tiba giliran Melati, ketika ia akan membayar,dilarang tante Mia, ia yang akan membayarnya.

"Biar tante yang bayar.. "ucapnya mengulurkan kartu kreditnya

"Tante... jangan, biar Mela bayar sendiri"

"Tante nggak suka ya kalau ditolak.. tante bisa marah nih"ucapnya

"Tante.. aku nggak enak hati nih jadinya"

"Hai ini semuanya tante yang bayar.. tante lagi dapat bonus.. perusahaan tante lagi menang tender"bisiknya. Tante Mia mengulurkan kartu kredit nya.

"Terima kasih banyak tante.."

"Kita makan dulu atau ke supermarket dulu ya.. Mela kamu berapa hari nginap dirumah bundamu.. "

"Nggak tahu tante... karena suami Mela mungkin kali ini perginya agak lama.. bisa seminggu atau lebih"

"Semoga saja seminggu lebih.. ha. ha.. "tawa tante Mia

Melati tersenyum melihat tante Mia yang bisa tertawa, padahal ia juga mengalami kepedihan seperti dirinya.Mengapa aku tak bisa setabah tante Mia, pikir Melati.

"Maaf Mel.. tante bercanda..kamu jangan marah ya... karena tante mendoakan suami kamu lama di luar kota"

"Tante ...Mela nggak apa apa. Tante jangan merasa nggak enak hati gitu... Melati sudah terbiasa ditinggal suami ke luar kota"

Rangga menyusul Mami dan Melati karena Nabila sudah bangun dari tidurnya.

"Sayang bunda.. sudah bangun ya.. "ucap Melati mengambil Nabila dari gendongan Rangga. Tante Mia memandangi mereka intens

"Mengapa pandangan mami begitu amat"tanya Rangga

"Mami melihat kalian berdua seperti suami istri saja.. "senyum mami

"Tante bisa aja.. nanti pacarnya Rangga marah loh dengar ucapan tante.. "

"Aku nggak punya pacar, suami kamu yang marah nanti.. "

"Mau kemana lagi kita Rang.. .makan atau supermarket.. "

"Mi.. aku mau kepermainan dulu lah... lepaskan penat.. mami jaga Nabila ya.. bawa mandi bola saja. Aku dan Melati mau main dulu"

"Malu ah Rangga.. aku sudah punya anak. "

"Tak akan ada yang tahu kamu sudah menikah.. kamu masih kelihatan seperti anak gadis. Kita main biar kesedihan kamu sedikit hilang.. "

"Pergilah Mela...biar Nabila tante yang jaga.. "

"Melati beri susu dulu ya Nabila nya tante, biar nggak rewel nanti "

Melati membawa Nabila ke sudut ruangan itu,lalu menyusuinya. Rangga melihat ada lelaki yang memperhatikan Melati yang menyusui Nabila, ia langsung membuka jaketnya dan menutupi tubuh Nabila dan dada Melati agar tak terlihat.

"Terima kasih... "ucap Melati malu. Ia lupa ini ditempat umum. Walau ia sudah duduk disudut pasti masih ada mata yang melihat.

Setelah ia menyusui Nabila. Ia mengembalikan jaket Rangga. Dan memberi Nabila ke tante Mia.

"Benar tak apa nih tante.. aku titip Nabila, jadi merepotkan tante"

"Nggak apa Mela.. kamu pergilah bermain dengan Rangga.. "

"Terima kasih ya tante.. "

"Iya... sama sama "

"Melati.. Rangga bilang tadi kamu menangis dan bersedih, semoga dengan Rangga membawa kamu bermain dapat mengurangi rasa sedih dihatimu... semoga apa yang tante pikirkan ini tidak benar. Tante curiga suami kamu ke luar kota karena ada wanita lain seperti papi Rangga "

Rangga membawa Melati bermain basket, bom car, dan arena disko. Semua yang ada di arena permainan mereka coba.

"Sekarang taruhan ya.. jika kamu bisa menang balapan denganku, aku akan menuruti maumu tapi jika aku yang menang kamu harus mau menuruti mauku ya"

"Nggak ah.. pasti kamu yang menang "ucap Melati

"Kamu sudah menyerah sebelum mencoba, tadi saja bom bom car kamu yang menang"

"Kebetulan aja"

"Ayolah... biar seru kalau bertanding"

"Oke.. tapi kamu jangan minta yang macam macam ya.. "

"Iya.. nggak mungkin aku minta cium"

"Kamu ya. .. kalau kamu minta cium aku suruh sama kucing aku saja "

"Ha.. ha.. ayo kita mulai"

Melati dan Rangga memainkan permainan balapan itu dengan semangat yang akhirnya dimenangkan Rangga.

"Yeee... menang... "ujar Rangga semangat

"Aku kan sudah bilang.. kamu pasti menang"

"Nanti ya aku bilang permintaan aku.. aku mau pikirkan dulu"

"Awas minta yang susah "

Melati tampak sangat senang mencoba semua yang ada di arena permainan itu. Setelah capek mereka menuju ke tempat maminya Rangga yang menemani Nabila mandi bola.

Melati tampak sangat senang, senyum tak lepas dari bibirnya. Ia sangat menikmati setiap permainan tadi. Setelah dari arena permainan, mereka makan. Lagi lagi tante Mia yang bayar.

"Tante.. masa semuanya tante yang bayar.. aku benar benar jadi tak enak nih.. "

"Biar saja Mel.. mami lagi banyak uangnya.. perusahaan mami menang tender"

"Kok tante tak pernah ke kantor.. "

"Tante pergi cuma sesekali, sudah ada orang kepercayaan tante yang menangani perusahaan.. itu sebenarnya perusahaan buat Rangga.. tunggu ia lulus kuliah baru Rangga yang ambil alih"

"Mel.. aku mau hukuman kamu buatin aku kue ya.. tapi dirumah bersama mami.. siang sehabis aku pulang sekolah.. "

"Boleh... boleh.. mami mau belajar buat kue juga.. kamu mau ya Mel. Kamu belum pulangkan besok. Kita beli bahannya sekarang sekalian.. "

"Boleh deh tante.. "

Ketika di dalam supermarket ponsel Melati berbunyi, dilihatnya dari mas Willy.

"Selamat malam mas... "

"Kamu dimana.. kok terdengar agak sedikit ribut"

"Aku lagi di supermarket"

"Mela...mas mungkin tiga hari lagi baru bisa kembali, kamu nggak apakan.. "

Melati hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Willy, kembali Willy bertanya.

"Mela...kamu nggak apakan... "

"Kamu sebenarnya dimana mas.. mengapa kamu masih membohongi aku.. bukankah aku sudah mengetahui semuanya. Mengapa kamu nggak jujur aja kalau saat ini kamu ada ditempat Lani.. aku bukan wanita bodoh mas. Aku tak pernah juga melarang kamu ke tempat Lani.. tapi kamu tak pernah juga jujur, selalu bisnis jadi alasan kamu jika pergi.. "

"Mela.. dengar dulu... "

"Apa yang harus aku dengar mas.. aku tahu saat ini Lani lagi melahirkan.. papa tadi menghubungi aku.. meminta aku datang.. apakah aku harus hadir kesana mas.. mas nggak pernah tahukan bagaimana perasaan aku saat ini.. aku tahu itu anakmu juga.. tapi yang tak bisa aku terima sampai saat ini adalah mengapa kamu harus berbohong.. jika saja aku tak mengingat semua kebaikan papa Lani padaku.. mungkin saat ini aku sudah ada disana.. akan aku katakan semuanya.. biar bukan aku saja yang merasakan sakit dan kepedihan ini.. kamu dan Lani sama saja mas.. aku benci kamu"

Melati mematikan ponselnya.Melati jongkok dengan kepala tertunduk dipahanya. Ia menangis terisak. Tak peduli orang yang memperhatikannya. Rangga meminta mami nya menggendong Nabila.

Rangga memegang lengan Melati dan membawanya berdiri.

"Mela.. kita pulang ya. Kamu lihat lah.. kamu jadi pusat perhatian.. "ucap Rangga dan merangkul Melati membawanya meninggalkan supermarket. Mereka tak jadi belanja. Untung belanja baju mami dan Melati sudah terlebih dahulu dimasukan bagasi mobil. Jadi mami hanya menggendong Nabila tanpa ada tentengan lain.

Melati di bawa kerumah Rangga. Mami menidurkan Nabila dan memberi susu formula yang ada dalam tas bayi yang dibawa Melati.

"Maaf tante.. Rangga.. aku jadi merepotkan.. aku mau pulang saja. Terima kasih banyak .."ucap Melati dan menggendong Nabila

"Mela...kamu tidur di sini saja.. masih banyak kamar kosong"

"Nggak perlu tante.. sekali lagi terima kasih. "

Rangga mengantar Melati sampai kerumahnya.

"Terima kasih buat hari ini Rangga... aku cukup terhibur "

"Jangan menangis lagi.. kamu tak pantas menangisi orang yang belum tentu memikirkan kamu"

"Rangga... aku mau masuk.. maaf ya aku tak bisa mengajak kamu mampir.. sudah malam"ucap Melati mengalihkan pembicaraan.

"Tidak apa.. tapi janji ya.. kamu tak boleh menangis lagi.. sudah cukup air mata yang kamu keluarkan selama perjalanan pulang tadi"

Melati hanya tersenyum tanpa menjawab"Selamat malam... "ucap Melati dan menutup pintu rumahnya.

Ia meletakan Nabila di kasur dan kembali menangis terisak. Rangga yang belum pergi dari rumah Melati mendengar suara tangisan Melati.

"Mela...dari pembicaraan kamu di ponsel tadi aku bisa menyimpulkan jika kesedihan dan tangisan kamu selama ini karena suami kamu. Kamu sudah diduakan dan dikhianati suami kamu kan.. dalam usia kamu yang begitu muda kamu harus menanggung kesedihan itu seorang diri, mami yang sudah tua saja ketika papi berkhianat tak bisa menahan kesedihannya padahal ada kami anak anaknya yang membantu meringankan kesedihan mami, apa lagi kamu yang harus menanggung semua seorang diri.. pasti begitu beratnya beban kesedihan dan duka yang kamu rasakan.."

*********************

Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini. Bonus Visual...

1
Hera sasuwe
👍
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Nayy
cinta boleh goblok jangan melati
Nayy
😭😭😭
Nayy
kenapa baca hatiku ikut sakit thor 😭😭😭
Mama Reni: Ini dari kisah nyata loh 😭😭
total 1 replies
Bahari Sandra Puspita
waow, keren banget mama 🎉🎉🎉
ternyata ada ya, kisah nyata yg mirip kisah halu di dunia pernovelan..
ternyata main ku kurang jauh, hehehe..

semua memang telah ditakdirkan dan kita hanya tinggal menjalankan..
tetapi dalam menjalani kehidupan, kita jg diberi kesempatan untuk memilih mana jalan yg akan kita tempuh..
jadi walau semua telah ditakdirkan, tetapi kita jg tetap punya andil dalam memilih jalan yg akan dilalui..

rasanya bener2 gak habis pikir, sekeluarga dipenuhi dg laki2 yg suka mendua bahkan lebih..
semua perbuatan pasti ada balasannya..
dan semua tokoh telah mendapatkan balasannya sesuai dg perbuatan masing2..

semoga kita bisa menjadi pribadi yg selalu bersyukur dg apa yg kita punya dan terhindar dari penyakit hati, salah satunya iri dengki..
manusia memang tempatnya salah dan lupa..
tapi dengan belajar ilmu agama, kita bisa memilih jalan benar untuk ditempuh..

keren banget ceritanya mam..
kadang ikut kesel jg sama mama Elly terutama..
kok ada orang sesombong dan se-egois itu..
maunya menang sendiri dan gak mau disalahkan..
selalu berprasangka buruk dan keinginannya harus selalu dituruti..

oke deh mama, semoga sehat terus yaa..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
cuss lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
RahaYulia
aku mungkin termasuk org yg jahat, tp memang ketika melihat org yg prnh dzalim pada hidup kita sedang dirundung masalah terkadang ada sedikit rasa bahagia yg muncul disudut hati terdalam. dimulut bsa brkata ikhlas tp hati dn pikiran rasa dendam itu tak prnh mau hilang
RahaYulia
aku pikir itu bukan dosa krn itu adl nafkah sdh jd hak istri
RahaYulia
ngapain nanya, mau kirim ya tinggal kirim aja basa basinya basi bgt
LENY
MAU KETAWA TAKUT DOSA 🤭🙏🙏
LENY
DASAR MAK LAMPIR BIADAB MULUTNYA JAHAT BENER NUDUH ORANG SEENAKNYA. GAK BISA DIKASIH HATI INI MAK LAMPIR. DUH KOK AKU BENCI BANGET LIHAT KELAKUAN MAMA ELLY INI. GMN NABILA MAU DEKAT ORANGNYA CULAS
LENY
SMG WILLY SI PENJAHAT KELAMIN KUAT SEMENTARA PISAH SAMA LANY TIAP MINGGU AJA KETEMUNYA. SMG GAK SELINGLUH LAGI WILLY BUAYA DARAT. SMG BENAR2 INSYAF
LENY
SI MM ELLY INI PROVOKATOR BENAR UNTUNG WILLY SDH SADAR DAN TAHU DIRI. MAU BIKIN MASALAH LAGI DGN RANGGA NABILA SI NENEK SIHIR HADEH
LENY
DUH GMN MENGHADAPI MM ELLY INI MULITNYA KL NGOMONG GAK DIPIKIR DULU MAKSA DAN NUDUH PINGIN NABOK MULUTNYA 😡
LENY
UNTUNG WILLY SADAR DAN GAK IKUT MAMANYA YG EGOIS MAKSA SOK PALING BENAR DAN BERHAK SELAMA INI KEMANA AJA NENEK??
LENY
DASAR NENEK LAMPIR EGOIS MAKSA DAN GAK TAHU MALU GAK TAHU DIRI KASIHAN NABILA DIA GAK NYAMAN SAMA OMA LAMPIR HIH ANAK KECIL AJA TAHU.
LENY
NNT PASTI MAK LAMPIR MARAH DAN MENUDUH RANGGA SAMA MELATI MULUT JUDES.
LENY
PAPI RANGGA MUDA BENER GANTENG
LENY
DIH NGAPAIN MINTA MAAF LG WONG ELLY SHINTA SDH GAK MAU LIHAT MUKA PAPA ERWIN SDH DIUSIR DAN TDK BOLEH DATANG LAGI. WENI JGN MAKSA MM PAPAMU MINTA MAAF TERUS KE ELLY.
LENY
YA LBH BAIK SAMA YANTHI AJA DRPD HIDUP GAK TENANG SAMA ELLY
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!