NovelToon NovelToon
Pernikahan CEO Tanpa Duga

Pernikahan CEO Tanpa Duga

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:522.7k
Nilai: 5
Nama Author: Menik Kumalasari

Mengandung adegan dewasa, jadi mohon bijaklah dalam membaca ya ...!

Menceritakan tentang ketidak percayaan diri mengundang pernikahan yang tanpa diduga, pernikahan paksa dengan CEO Tampan yang posesif bernama, Xander.

Xander merasa sudah jatuh hati kepada seorang wanita cantik bernama, Sasya. Tetapi, akibat ketidak jujuran sang kakak, Sasya menjadi terjebak dalam ikatan yang tidak diinginkannya, sebab yang harus menikah dengan Xander adalah kakaknya yang bernama Rasya, bukan dengan dirinya.

Naas-nya, Sasya terpaksa menjalani pernikahan dengan Xander dan harus memutuskan hubungan dengan kekasihnya, akibat adanya ancaman.

Bagaimanakah cerita selanjutnya dari Sasya dan Xander?
Ikuti terus alur cerita selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Menik Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 29 (Makan Berdua)

Paginya, ketika Sasya makan bersama keluarganya...,

"Sasya, kenapa kamu berpakaian rapi? Mau kemana?" tanya Surya.

"Aku mau berangkat ke kampus, Pa!" jawab Sasya.

"Sudah Papa katakan, bahwa kamu mulai hari ini tidak boleh berangkat ke kampus lagi. Toh kamu sudah tidak ada materi lagi untuk hari ini dan seterusnya," ucap Surya.

"Aku kan juga mau kumpul sama semua temanku pa!" seru Sasya tidak terima.

"Kamu berangkat hanya ingin bertemu dengan Sadam saja bukan? Jangan bertemu lagi dengannya, kalau tidak mau acaranya semakin diajukan lagi!" seru Surya mengancam.

"Bagaimana aku memutus hubunganku dengan Sadam, kalau aku tidak di perbolehkan untuk berangkat ke kampus dan menemuinya, Pa?" ucap Sasya kesal dengan keputusan Surya.

"Dengar Sasya, kamu jangan alasan lagi! Lebih baik kamu menuruti semua perkataan Papa!" seru Surya dengan tegas.

Sasya yang kesal dengan keputusan Papanya, lantas ia langsung bergegas pergi dari tempat makan karena sudah tidak nafsu untuk sarapan lagi.

"Sasya, kamu belum sarapan sayang. Kamu mau kemana?" tanya Sita yang mengkawatirkan Sasya.

"Biarkan saja, dia akan makan dengan sendirinya. Sasya sudah besar, jangan di manja," ujar Surya kepada istrinya.

Sita pun hanya menurut dengan perkataan suaminya itu.

"Rasya, setelah kamu selesai sarapan segera berangkat ke perusahaan terlebih dahulu. Gantikan Papa untuk meeting pagi ini jam 9. Papa akan mengurusi pertemuan dengan perusahaan lain," perintah Surya kepada Rasya.

"Iya Pa," ucap Rasya tanpa ekspresi.

Sasya yang berada di dalam kamarnya melamun di depan kaca jendela, dengan banyak sekali pemikiran yang ada di dalam otaknya.

Disisi lain, Juru masak yang di tugaskan Xander untuk di rumah Sasya pun memberitahu semua kejadian yang telah di dengarnya, kepada Marko.

"Apa itu benar?" tanya Xander kepada Marko. Setelah asistennya itu menjelaskan yang sudah terjadi.

"Benar tuan, itu yang di katakan juru masak yang berada di rumah nona Sasya," jawab Marko.

"Baiklah aku akan mengajaknya makan di luar untuk menenangkannya juga. Bagaimana menurutmu? Katakanlah ide dan pendapatmu," tanya Xander yang meminta pendapat dari Marko.

"Kurasa itu ide bagus tuan," jawab Marko kepada tuannya.

"Memang aku sangat cerdas!" seru Xander membanggakan dirinya.

"Menurutku kalau tuan membawakan bunga untuk nona Sasya, suasana hatinya akan sedikit lebih baik, sehingga akan menerima tawaran tuan untuk ikut keluar makan bersama," ucap Marko menambahkan idenya.

"Kenapa kau malah memerintahku? Aku tidak suka di perintah!" seru Xander.

"Saya hanya menyampaikan ide dan pendapat saya tuan, seperti yang tuan minta," ucap Marko sopan.

"Kamu tau aku tidak suka di bantah!!" seru Xander yang menatap tajam Marko.

"Baik tuan," ucap Marko yang tanpa ekspresi.

Kemudian Xander pergi ke rumah Sasya untuk menemuinya. Dijalan ia melihat toko bunga, lalu ia memarkirkan mobilnya di depan toko itu.

"Kurasa ide Marko tidak terlalu buruk juga," gumam Xander, lalu memasuki toko bunga tersebut.

"Selamat datang di toko bunga kami, ada yang perlu saya bantu?" ucap Karyawan bunga itu ramah memandang takjub wajah Xander yang begitu tampan. Karyawan lainnya juga memandang takjub Xander dengan tatapan kagum.

"Aku mau bunga yang dapat membuat hati wanita menjadi senang dan bisa luluh," ucap Xander tegas.

"Baik tuan, tunggu sebentar," jawab Karyawan itu.

Tak lama setelah itu, buket bunga yang terangkai dengan indah sudah di keluarkan. Xander langsung membayar buket bunga itu, dan langsung pergi melanjutkan perjalanan ke rumah Sasya.

"Silahkan masuk tuan, dan ini kunci kamar cadangan milik nona Sasya. Suasana hatinya kurang baik hari ini, jadi kurasa pintu kamarnya juga akan di kuncinya," terang Bu Jay sambil memberikan kuncinya.

Xander langsung ke kamar Sasya dengan membawa buket yang telah di belinya.

Sasya yang masih melamun menghadap ke luar jendela, tidak sadar kalau Xander sudah berada di dalam kamarnya.

Sasya pun kaget, dengan buket bunga yang menutupi pandangan yang ia lihat, sehingga membuyarkan lamunannya.

"Terimakasih," senyum Sasya menerima buket dari Xander, lalu menghirup aroma dari bunga itu.

"Apakah kamu belum sarapan?" tanya Xander basa basi.

"Aku merasa tidak nafsu untuk makan." jawab Sasya, dengan tetap melihat bunga yang ia bawa sambil sedikit tersenyum. Karena dengan kejutan bunga itu, ia merasa suasana hatinya sedikit terhibur.

"Maukah kamu ikut denganku untuk makan berdua?" tanya Xander lembut terhadap Sasya.

Sasya masih berpikir sebentar untuk menjawabnya.

"Baiklah, karena hari ini kamu sudah sedikit membuat suasana hatiku lebih tenang dengan bunga ini. Aku akan menerima tawaranmu," ucap Sasya, yang membuat Xander merasa senang.

"Ide dari Marko manjur juga, aku tidak sia-sia mengikuti perkataannya," gumam Xander dalam hati.

Xander pun mengajak Selena ke restoran dengan nuansa pemandangan yang indah. Agar suasana hati dari Sasya segera membaik.

*Ilustrasi gambar restoran

"Wah, restoran disini pemandangannya indah," ucap Sasya yang sudah sampai di restoran, seraya melihat pemandangan di restoran tersebut.

"Kamu menyukainya?" tanya Xander dengan tersenyum.

"Ya, aku suka melihat pemandangan yang terlihat indah," ucap Sasya tersenyum.

"Kalau begitu, lain kali aku kan mengajakmu jalan jalan ke tempat pemandangan yang indah," ucap Xander senang, ketika melihat Sasya tersenyum gembira.

"Ayo duduk untuk makan terlebih dahulu," ajak Xander, yang di turuti oleh Sasya.

"Kenapa di sini sepi sekali?" tanya Sasya bingung.

"Karena tempat ini spesial buat kamu," jawab Xander

"Apa jangan jangan kamu menyewa tempat ini?" tanya Sasya menebak.

"Apapun akan ku lakukan demi membuatmu senang," senyum Xander kepada Sasya, yang membuat Sasya terkejut.

"Kenapa kamu berlebihan sekali Xander!" seru Selena, Xander pun hanya membalasnya dengan tersenyum.

"Silahkan tuan, apakah tuan Xander memerlukan sesuatu lagi?" tanya Pelayan yang sudah menaruh semua makanannya.

"Tidak perlu, kamu bisa langsung pergi," ucap Xander kepada pelayan itu.

"Tunggu! Kamu mengenalinya?" tanya Sasya kepada pelayan itu.

"Tentu saja Nona. Tuan Xander adalah pemilik dari restoran ini. Permisi!" ucap Pelayan itu sambil tersenyum, lalu sedikit membungkukkan badannya dan pergi.

"Kenapa kamu tidak memberitahukan sebenarnya. Kamu membuatku malu dan terlihat bodoh di hadapan pelayan itu," jengah Sasya yang sedikit kesal kepada Xander.

"Maaf sayang, aku berfikir bahwa itu tidak penting. Aku hanya ingin membuatmu merasa senang," ucap Xander dengan memegang tangan Sasya.

Sasya yang di pegang tangannya menjadi sedikit canggung dengan Xander. Lalu ia perlahan melepas tangannya dari genggaman tangan Xander secara perlahan.

"Kalau kamu merasa tidak nyaman ataupun marah, aku bisa memecat pelayan itu untukmu," ucap Xander.

"Hah? Tidak perlu seperti itu Xander. Aku tidak marah kok. Jangan asal memecat orang. Kalau kamu memecatnya, aku malah akan marah kepadamu," ucap Sasya kepada Xander.

"Baiklah, aku tidak akan memecatnya. Aku tidak akan membuatmu marah. Sekarang segera makanlah," ucap Xander lembut.

Kemudian mereka memakan makanannya yang sudah di hidangkan itu.

Di pertengahan makan bersama dengan Sasya, ponsel Xander berdering.

"Ada apa? Kenapa kau menggangguku!" tanya Xander kesal, karena telah mengganggu acara makannya dengan Sasya.

"Tuan, hari ini ada meeting. Dan semua orang sudah berkumpul menunggu tuan," ucap Marko diseberang telpon, memberitahu tuannya Xander.

"Tunda meeting hari ini untuk 1 jam kedepan!" ucap Xander menutup telponnya.

"Tapi tuan...," ucap Marko terpotong karena tuannya sudah menutup telpon terlebih dahulu. Dan mau tidak mau, ia harus menanganinya.

"Siapa?" tanya Sasya yang ingin tau.

"Asistenku. Jangan di pikirkan, dia memang selalu menggangguku," ucap Xander tersenyum.

"Apakah tentang pekerjaan?" tanya Sasya lagi.

"Iya, tetapi itu tidak masalah. Aku telah menanganinya," jawab Xander.

"Kalau kamu ada urusan pekerjaan tinggalkan aku tidak apa. Kamu kan seorang CEO, pasti itu pekerjaan yang penting. Aku makan sendiri tidak masalah," ucap Sasya kepada Xander.

"Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri. Sudah, habiskan makananmu," ucap Xander.

Beberapa menit telah berlalu, mereka berdua sudah selesai makan. Lalu Xander melakukan perjalanan untuk pulang mengantar Sasya.

"Apakah kamu ingin pergi ke suatu tempat lagi? Kalau mau aku akan menemanimu," ucap Xander setelah berada di depan rumah Sasya.

"Tidak perlu Xander, terimakasih untuk bunga dan sudah mengajakku makan dengan pemandangan yang indah. Aku sudah cukup terhibur dengan hal itu. Pergilah, selesaikan pekerjaanmu," ucap Sasya sambil tersenyum.

"Baiklah, sampai jumpa," ucap Xander membalas senyum dari Sasya.

Lalu Sasya masuk ke dalam kamarnya, dan Xander pun hatinya sangat merasa senang. Di perusahaan, ia juga tampak begitu mendadak bersemangat untuk bekerja.

"Tuan sudah kembali? Yang lain sudah menunggu tuan di ruangan," ucap Marko, tetapi ia merasa aneh melihat Xander tidak seperti biasanya. Hari ini tampak begitu bersemangat dan sedikit tersenyum senyum sendiri, setelah menemui Sasya.

"Apa yang terjadi pada tuan? Tidak biasanya tuan sangat bersemangat sampai sedikit tersenyum sendiri," tanya Marko kepada Xander.

"Kau tidak melihatnya, aku sedang berbahagia? Kau jangan mendadak menghancurkan kebahagiaanku!" seru Xander.

"Baiklah tuan, aku tau itu karena nona Sasya," ucap Marko.

Xander pun tidak menghiraukan ucapan dari Marko, lalu memasuki ruang meeting dengan semangat kerjanya.

1
Fiana Cantieq GimoGirl
kasihan sasya... mengorbankan perasaannya
Fiana Cantieq GimoGirl
knpa mau menyerah sama sadam... lawan dong sasya
Annisa Nisa
Mampir...
smoga seru.
Purnama
lanjut
Rozh
💓💓
Yenny_Rha
Keluarga Cees Be Strong hadir.
Vote Done.
Semangat
Misnengsih Sukmana
pl
Renjani
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Renjani
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
pgri
⭐⭐⭐⭐⭐
pgri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
pgri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
pgri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Elisabeth Ratna Susanti
daratkan like yang tertingga 😍
👑Keluarga author
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
👑Keluarga author
❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Sis Fauzi
cinta datang dari mata turun ke bawah 😀❤️
Sis Fauzi
dan mereka terkurung berdua di perpustakaan 😀❤️
Sis Fauzi
asyik nih ceritanya 😀❤️
Darah Biru (Bangsawan)
♥️♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!