Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelukan Hangat
Diara tertidur dengan begitu lelapnya, dia bahkan tidak sadar, jika semalaman dia tidur dalam dekapan hangat Jevandra.
Bahkan ketika laki-laki itu terbangun, dia menatap wajah cantik yang masih terlelap dalam dekapannya.
Cantik, hanya itu yang bisa Jevandra deskripsikan tentang sosok bertubuh mungil itu.
Jika semalam Jevandra yang mendapatkan kecupan manis di keningnya, maka kini Diara yang mendapatkan itu dari Jevandra.
Dia hendak pergi ke kamar mandi, namun ponsel milik istrinya bergetar di meja riasnya, membuat Jevandra penasaran. Karena hanya ada nomornya saja di ponsel itu bukan?
Karena penasaran, Jevandra mengambil ponsel itu dan melihatnya.
"Kinan?" gumamnya ketika membaca pesan tersebut.
"Ra, cepetan bangun. Aku otw sarapan sama Baskara. Cepet bangunin suami kamu yang serem itu." tulis Kinan pada pesan tersebut membuat Jevandra yang membacanya menjadi kesal.
Apa dia semenyeramkan itu? bahkan sampai kekasih temannya saja mengatakan hal seperti itu.
Saat hendak meletakkan ponselnya, Jevandra menyadari jika layar ponsel milik istrinya adalah fotonya.
Ternyata Diara mengambil fotonya saat dia memegang bunga waktu itu. Entah mengapa Jevandra tersenyum mengingat jika ponsel milik Diara menggunakan fotonya.
Dia menatap sejenak ke arah Diara yang masih terlelap lalu meninggalkannya untuk bersiap.
Setelah bersiap, dia membangunkan Diara untuk segera membersihkan dirinya.
"Bangun..." ucapnya pada Diara yang mulai menggeliat dalam selimutnya.
"Bangun, Diara! Ini sudah siang!" suaranya mulai meninggi, membuat Diara terkejut dan merasa bersama karena bangun terlambat pagi ini.
"Maafkan aku, suamiku. Aku-"
"Mandi dan bersiap. Kita akan segera sarapan bersama Baskara dan kekasihnya itu!" ucap Jevandra kesal, mengingat Kinan mengatakan dirinya menyeramkan.
"Ah, i-Iya." katanya, bergegas pergi ke kamar mandi.
Diara melihat suaminya yang memakai pakaian putih hari ini, jadi dia juga akan menggunakan warna yang sama.
"Ayo pergi." katanya setelah bersiap untuk pergi.
Dia memakai gaun bertali kecil yang menggantung indah di bahunya, di tambah dengan rambut yang di kepang 2 membuat kesan cantik dan imut itu membuyarkan pikiran Jevandra yang masih meninjau proyek di Ipad-nya.
"Suamiku?" panggilnya lagi membuat Jevandra sadar dari lamunannya.
"Apa ini tidak cocok? Atau ganti saja?" tanya Diara, di iringi tatapan sedikit meredup karena Jevandra tidak bereaksi apapun dengan penampilannya hari ini.
"Sudah tidak ada waktu untuk ganti pakaian. Ayo!" dia menarik tangan Diara untuk berjalan.
Genggaman di tangannya membuat Diara kewalahan untuk menyeimbangkan langkah besar suaminya.
"Aduh..."
"Kenapa?" tanya Jevandra sedikit panik mendengar Diara mengadu kesakitan.
"Pelan-pelan jalannya. Kaki ku sakit." jawab Diara membuat Jevandra hanya bisa menghela nafasnya saja.
"Salahmu yang memiliki tubuh kecil seperti kurcaci." cibirnya untuk Diara membuat wanita itu hanya bisa mendengus kesal padanya.
Tapi Jevandra tidak peduli. Bukan salahnya terlahir sempurna seperti ini.
Disana, dia sudah melihat Baskara bersama dengan kekasihnya. Melihat itu membuat Jevandra kembali merasa iri, melihat kemesraan mereka.
"Kau terlambat lagi tuan muda." ucap Baskara menatap sengit pada temannya yang baru saja datang.
Dia sama sekali tidak peduli dengan Baskara, lalu duduk disana dan memanggil pelayan.
"Mau makan apa?" tanya Diara dengan lembut untuk suaminya.
"Terserah!" jawabnya datar membuat Kinan menatap ke arah Diara, lalu ke arahnya juga.
Mengetahui hal itu membuat Jevandra menatap tajam padanya. "Katakan pada kekasihmu untuk menjaga matanya Baskara." ucap Jevandra tanpa ingin melihat ke arah Kinan yang sejak tadi curi-curi pandang ke arahnya dan ke arah Diara.
Dia masih mengingat dengan jelas saat wanita itu mengatakan dirinya menyeramkan.
"Sudahlah, Jevandra. Jangan memperbesar masalah sepele seperti ini." jawab Baskara.
Semua orang diam setelah itu. Mereka melanjutkan kegiatan pagi mereka di Bali, hingga tiba-tiba saja ada seorang wanita yang datang mengenali mereka.
Lebih tepatnya Jevandra.
"Jev, kamu Jevandra kan?" katanya membuat laki-laki itu melihat ke arahnya
Deg!
Jantungnya seperti berhenti berdetak ketika melihat siapa wanita itu. Semua orang juga ikut melihatnya.
"Mampus, mantan sih bos ketemu sama nyonya." gumam Remi melihat Jesline mantan kekasih tuan mereka.
Dia melupakan jika istrinya ini seperti kurcaci jika bersamanya.
"Lama tidak bertemu Jevandra. Apa aku boleh gabung?" tanya wanita itu membuat semua orang canggung.
Baskara juga tau siapa itu. Jesline adalah mantan kekasih Jevandra dua tahun lalu.
"Ah, silahkan nona." jawab Diara menggeser posisinya mendekat ke arah Kinan, membuat Jevandra menatap kesal ke arahnya.
"Terima kasih,." jawab Jesline tersenyum lalu menatap Jevandra yang terlihat marah.
Diara sendiri melanjutkan kegiatannya, tanpa mau peduli dengan situasi saat ini.
"Kesukaan kamu masih sama ya? Roti panggang dengan garlic." ucapnya membuat Diara terdiam.
Tangannya menggantung di udara ketika hendak menyiapkan sarapan ke mulutnya.
"Aku sudah tidak suka roti panggang garlic!" jawabnya datar.
"Sejak kapan? Bukannya-"
"Sejak hari ini!" jawab Jevandra lagi.
Dia masih menatap Diara, yang membuatnya kecewa. Karena wanita itu tidak bereaksi apapun padanya.
"Jevandra, aku-"
"Permisi, kalian lanjutkan saja sarapannya. Aku tiba-tiba tidak enak badan." katanya hendak pamit dari sana.
"Duduk dan habiskan sarapannya!" titah Jevandra membuat Diara menatapnya sebentar.
"Hem, tiba-tiba kepalaku pusing." jawab Diara lagi.
"Aku bilang duduk dan habiskan sarapan mu Diara!" ucapnya lebih rendah lagi.
Kedua tangan Diara sudah meremas gaun putihnya saat ini.
Dia tidak bisa berada di tempat ini lagi. Dadanya terasa sesak.
"Jevandra-"
"Duduk Diara! Aku tidak akan mengulang kata-kata ku untuk ketiga kalinya!" ucap Jevandra lebih dingin membuat Diara terpaksa kembali duduk di tempatnya.
Kinan yang melihat itu benar-benar merasa kasihan dengan teman barunya ini.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣