NovelToon NovelToon
Younger, Yet More Mature

Younger, Yet More Mature

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

dr. Nayla Azzura percaya satu hal bahwa cinta tidak pernah benar-benar tinggal.

Menjadi salah satu saksi pernikahan orangtuanya yang hancur sejak usianya masih kecil, membuat Nayla tumbuh menjadi perempuan yang dingin, mandiri, dan sulit mempercayai siapapun. Baginya, memiliki pasangan hanya pandai memberi harapan sebelum akhirnya meninggalkan.

Sampai akhirnya sebuah tragedi kecelakaan kerja mempertemukan Nayla dengan Arsen Mahardika, pengusaha muda yang keras kepala, hangat dan yang paling mengganggu adalah usianya tiga tahun lebih muda dari Nayla.

Awalnya Nayla mengganggap semua hanya lelucon biasa, tapi bagaimana mungkin jika lelaki yang usianya lebih muda tapi pandai bicara tentang sebuah keseriusan?.

Namun Arsen berbeda, iya tidak datang membawa janji besar justru ia datang dengan sejuta kesabaran. Saat Nayla menjauh, menunggu saat Nayla merasa takut, dan membuktikan bahwa tidak semua rumah berakhir hancur.

Karena terkadang... Lelaki yang lebih muda justru lebih tahu cara men

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Belajar Menjadi Kita (Bagian 2)

Sore itu suasana rumah sakit mulai lengang, satu per satu dokter dan perawat berpamitan pulang setelah menyelesaikan tugas masing-masing. Nayla masih berada diruangannya, tangannya bergerak merapihkan berkas pasien sambil sesekali meregangkan bahunya yang terasa pegal.

Hari ini benar-benar terasa cukup melelahkan, ketika akan mematikan komputer tiba-tiba saja ponselnya bergetar dengan notifikasi pesan dari Arsen masuk.

" Sudah selesai, Sayang?"

Nayla membeku menatap layar ponselnya, membaca berulang kali tetap saja fokusnya pada satu kata "sayang". Padahal Nayla juga sesekali memanggil Arsen dengan panggilan sayang, tapi entah mengapa satu kata itu selalu membuat pipinya memanas.

" Sudah hampir selesai" Nayla tersenyum saat membalas pesan.

" Aku masih di kantor, masih ada rapat sebentar. Kamu jangan lupa makan malam ya" balasan pesan itu masuk begitu cepat seperti biasa.

" Mas juga jangan terlalu capek, pulangnya hati-hati" Nayla mengigit bibir bawahnya menahan senyum, ketika jarinya mulai mengetik balasan pesan.

Arsen membaca ulang balasan pesan itu berulang kali, senyuman lebar kini muncul karena untuk pertama kalinya Nayla memanggil dirinya dengan panggilan "Mas". Hati Arsen berdebar, tapi juga terasa hangat.

" Kasih aba-aba, Love. Masa aku harus batalin rapat buat samperin kamu" begitu isi balasan dari Arsen.

" Aku marah kalau Mas batalin rapatnya sekarang 😀" Nayla terkekeh pelan.

Dalam perjalanan pulang Nayla justru tidak mengarahkan mobilnya menuju rumah, ia membelokkan setir mobilnya ke arah kantor Arsen.

" Selama ini Arsen yang selalu menungguku pulang, sekarang gantian" .

Langit mulai berwarna jingga ketika mobil Nayla berhenti didepan gedung kantor Arsen.

" Selamat Sore, dokter Nayla" security yang berjaga langsung mengenali.

" Selamat sore, Pak"

" Mau bertemu Pak Arsen? Tapi beliau masih rapat, dok" ucap security sambil berjalan berdampingan dengan Nayla.

" Iya tidak apa-apa, Pak... Saya bisa menunggu di ruangannya, terimakasih ya Pak" ucap Nayla sopan.

" dokter Nayla, silahkan masuk. Semua kebutuhan sudah tersedia didalam" sekretaris Arsen langsung menyambut Nayla dengan ramah setelah mendapat pesan dari security.

" Terimakasih "

Ruangan itu kini terasa tenang, Nayla duduk di sofa sambil melihat beberapa foto keluarga Arsen yang terpajang di rak kecil. Ada foto Arsen bersama kedua orangtuanya, ada juga foto saat perusahaan meresmikan proyek baru.

Nayla tersenyum bangga melihat laki-laki yang kini menjadi pendampingnya bekerja begitu sungguh-sungguh, awalnya ia berniat membaca jurnal medis di tabletnya. Namun rasa lelah perlahan mengambil alih, kelopak matanya semakin berat sampai tanpa sadar ia tertidur sambil memeluk bantal kecil.

Satu jam berlalu....

Pintu ruang kerja terbuka perlahan, Arsen masuk sambil melepas jasnya. Langkah kaki Arsen langsung terhenti di sofa, melihat Nayla tertidur pulas Arsen tersenyum kecil.

" Ya ampun, capek sekali ya, Sayang?" Arsen yang diberitahu oleh sekretarisnya, jika sang kekasih berada di ruangannya setelah selesai rapat.

Dengan hati-hati Arsen mengambil selimut tipis dari ruang istirahat, lalu menyelimuti tubuh Nayla. Beberapa helai rambut Nayla jatuh menutupi wajahnya, tangan Arsen dengan lembut merapihkan perlahan.

" Terimakasih Sayang, sudah menyempatkan datang menjemputku" tatapan Arsen penuh kasih, tidak ada yang berlebihan. Hanya seorang laki-laki yang sedang menjaga perempuan yang ia cintai.

Arsen kembali ke meja kerjanya dengan membuka laptop, melanjutkan pekerjaan yang belum selesai. Sesekali ia menoleh ke arah sofa, memastikan bahwa Nayla masih tidur dengan nyaman.

Entah mengapa pekerjaan malam ini terasa jauh lebih ringan, karena ada seseorang yang sedang menemani atau mungkin karena perasaannya yang hangat.

Satu jam berlalu kedua mata Nayla perlahan terbuka, ia mengerjapkan matanya beberapa kali dan menyadari jika tubuhnya saat ini telah diselimuti. Pandangan Nayla langsung mencari sosok Arsen, laki-laki itu masih duduk dibalik meja dengan tatapan yang fokus membaca dokumen dihadapannya.

" Mas ..." panggil Nayla, yang sejak siang tadi sudah berjanji akan mengubah panggilannya.

" Loh, susah bangun Sayang?" Arsen sempat kaku namun segera mengontrol perasaannya, dengan senyuman yang semakin mengembang.

Nayla kembali membeku mendengar panggilan dari Arsen, tapi Nayla tidak bisa membohongi diri jika ia menyukainya.

" Kenapa enggak dibangunin aja?" tanya Nayla.

" Kamu lebih butuh istirahat, Sayang" Arsen melangkah berjalan menghampiri sang kekasih.

" Maaf, aku malah ketiduran. Padahal datang kesini buat jemput, Mas" ucap Nayla menundukkan kepalanya.

" Duhhhh... Manis banget panggilannya. Apakah sayangku ini sudah benar-benar belajar untuk menjadi pacar yang tidak pemalu lagi?" Arsen tersenyum lembut, tangan kanannya kini merapihkan rambut Nayla.

" Kenapa? enggak suka ya aku panggil Mas?" Nayla memastikan, karena sejak tadi tatapan Arsen berbeda.

" Aku suka banget, tapi bingung mau salting pake gaya apa. Terimakasih sudah menghargai aku, Sayang" Arsen terlihat salah tingkah.

Untuk sesaat mereka hanya saling memandang, tidak ada yang berbicara namun keheningan itu terasa begitu indah dan nyata.

" Mas, Susah selesai pekerjaannya?" tanya Nayla.

" Sudah, Sayang. Kenapa?"

" Kalau begitu, pacarnya Pak Direktur mau ngajak pulang karena hari sudah malam dan kita belum makan" Nayla mengambil tas nya.

" Baik, Sayangku" Arsen mendekat sambil tersenyum jahil lalu...

Cup

Kecupan hangat dikening Nayla membuat dada Nayla merasa hangat, tapi untuk beberapa detik tubuhnya terasa kaku.

" Maaaassss...." Nayla semakin malu.

" Iya, Sayang. Ayo pulang" Arsen tersenyum lebar seolah baru saja memenangkan penghargaan.

Malam ini ditutup dengan penuh cerita sederhana satu sama lain, tentang pasien, tentang rapat, tentang Celine yang seharian menggoda Nayla karena kiriman makan siang.

Dibalik tawa bahagia itu ada rasa tenang yang selama ini mereka cari, saling belajar untuk memahami satu sama lain, belajar saling menjaga dan belajar bahwa cinta bukan hanya tentang kata-kata indah saja. Melainkan tentang hadir dan memilih orang yang sama.

1
partini
betul" anak ayah dia tau kalau di hari pernikahannya kalau sang ibu datang pasti ayah nya tidak nyaman good girl 👍👍👍👍
noh di doakan sama anakmu yng kau tinggal kan semoga sih bahagia ga sebaliknya, kata author kemarin tanam cabe
Almeera: Hihi betul kakak ini si Arini Arini itu lagi kepedesan 😁😁😁
total 1 replies
partini
baca judulnya ko nyesekkkk Thor lelaki terlambat
partini
when did they get married Thor ?
partini: endingnya nikah ya Thor
aku kira Ampe punya anak terus ma ibunya juga masih gimana gitu
total 2 replies
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Nikah dong, kan aku itu normal😄🤭🤣
Tio Buki
Iya begitulah
Tio Buki
Nah, sekarang tau kan
Tio Buki
Kan namanya juga manusia, beda beda lah😄😄😄
Tio Buki
Iya, sama saja. Kan manusia juga🤭🤣
Tio Buki
Aku ngak lucu kok🤭🤣
Tio Buki
Kan anda masih bisa ngomong. Ya jelas dong, hidup🤭
Tio Buki
Widih, Perempuan cantik rupanya
Tio Buki
Aneh dari mananya
Tio Buki
Oh, ternya dia orang nya
Tio Buki
Siapakah dia, siapa namanya
Tio Buki
Musim hujan rupanya. Ada suara kodok ngak🤣
partini
awal happy lovely ❤️,5 th penuh cobaan 10 bertahan 15,20 senyum kemenangan itu kalau yang setia
Almeera: Kakakkkk thankyou ilmunya 😍😍
total 1 replies
Tio Buki
Tidak,
Tio Buki
Baiklah
Tio Buki
Benar benar lelaki kuat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!