NovelToon NovelToon
Sekretaris Palsu

Sekretaris Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.

Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.

Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.

Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengantar Bella Pulang

Setelah mendapat penanganan dari dokter Atikah dan mendapatkan resep obat yang biasa dikonsumsi Bella, Gilang menyarankan Bella untuk beristirahat di apartemen agar kondisi Bella segera membaik. Dia tak ingin Bella memaksakan bekerja, khawatir akan menghambat pemulihan kesehatan Bella.

"Sebaiknya kamu pulang saja dan istirahat di rumah, Bella. Jangan paksakan bekerja dulu, tunggu sampai sakit kamu tidak kambuh lagi," ujar Gilang, tanpa sadar menunjukkan kepeduliannya terhadap sekretarisnya itu.

"Bos benar, Bel. lebih baik kamu istirahat, biar nanti saya antar kamu ke apartemen." Jimmy tak menyia-nyiakan kesempatan ingin mengantar Bella kembali ke apartemen.

Sontak Gilang mendelik pada Jimmy, mendengar tawaran asistennya. Dia tak akan membiarkan Jimmy memanfaatkan kesempatan berduaan saja dengan Bella. Apalagi ia tahu Bella memang kenal baik keluarga Pak Satria.

"Aku yang antar Bella, kau di kantor saja!" Dia langsung mengambil tindakan, membawa Bella pulang bersamanya. Dia rela meninggalkan pekerjaannya demi mengantar Bella kembali ke apartemen.

"Tapi, Bos, Pak Lucky akan datang kemari setelah jam makan siang." Jimmy mengingatkan Gilang, kalau ada relasi bisnis Mahesa Persada yang akan datang berkunjung ke kantor.

"Sebelum jam istrirahat selesai aku akan kembali ke kantor, makanya kau tetap saja, Jim!" Gilang membantu Bella bangkit dari duduk.

"Biar saya pulang sendiri saja, Pak." Mengingat akan ada tamu kantor yang datang, Bella menolak halus tawaran Gilang yang ingin mengantarnya kembali ke apartemen. Dia tak ingin membuat Gilang menomerduakan pekerjaan dan lebih mementingkan urusan pribadi, meskipun perusahaan itu milik Gilang sendiri.

"Dalam kondisi kamu seperti ini, kamu tidak mungkin bawa kendaraan sendiri, biar saya saja yang antar." Gilang tetap pada sikapnya, mengantar Bella pulang.

Bella tak lagi menolak, karena Gilang terkesan memaksa. Lagi pula, Gilang adalah calon suaminya, tak masalah jika Gilang mengantarnya.

Semu merah membias di wajah Bella, walau Gilang terkadang bersikap ketus, namun Gilang selalu menunjukkan keperdulian kepadanya.

Tak lama waktu yang dibutuhkan Gilang dan Bella sampai di apartemen, karena jarak apartemen memang tak jauh dari kantor Mahesa Persada. Mereka mempunyai alasan yang sama memilih apartemen itu untuk tinggal,, agar lebih mudah menjangkau kantor tanpa memakan waktu.

"Terima kasih Bapak sudah mengantar saya pulang." Ketika sampai di depan pintu apartemennya, tak lupa Bella mengucapkan terima kasih kepada Gilang yang telah menyempatkan waktu, meninggalkan pekerjaan untuk mengantarnya.

Kalimat Itu mengandung arti, cukup sampai pintu saja Gilang mengantarnya, tak perlu masuk ke apartemen sebab Gilang akan kembali ke kantor.

"Apa waktu Jimmy kemari menjemputmu, dia hanya menunggu di luar saja?" pertanyaan Gilang adalah bentuk protes, karena Bella tak mempersilakannya masuk dan membandingkan dengan Jimmy yang malam Sabtu lalu datang menjemput Bella.

"Astaga, kadar cemburu dia nggak hilang-hilang, padahal dia minta sendiri supaya aku nggak membahas soal perasaan dia," gumam Bella menangkap kecemburuan Gilang yang belum luntur pada Jimmy.

"Maaf, Bapak 'kan harus kembali ke kantor dan bertemu dengan relasi, saya pikir Bapak buru-buru." Tak ingin membuat Gilang tersinggung, Bella memberi alasan.

"Saya hanya ingin memastikan kamu benar-benar beristirahat supaya segera kembali beraktivitas." Gilang beralasan.

Akhirnya Bella mempersilakan Gilang masuk ke apartemennya. Padahal saat Jimmy menjemputnya akhir pekan lalu, ia juga tak membiarkan Jimmy masuk apartemennya. Saat itu ia langsung mengambil tas dan memakai sepatu ketika Jimmy datang dan bel apartemen berbunyi.

Netra Gilang mengedarkan pandangannya memperhatikan ruangan tamu apartemen Bella yang tampak minimalis dan tak banyak barang di sana.

"Saya sudah di dalam apartemen dan ingin beristirahat. Apa Bapak ingin mengajak saya ngobrol?" Pertanyaan Bella lebih mirip pengusiran secara halus pada Gilang. Kalau Gilang tetap di apartemennya, dia tidak mungkin bisa beristirahat.

"Oh, ya sudah, kamu istirahat saja, jangan telat makan dan diminum obatnya!" Gilang mengingatkan agar penyakit Bella tak kambuh lagi.

"Baik, Pak. Terima kasih atas perhatian Bapak." Bella tulus mengucapkannya.

"Kamu jangan salah sangka dengan sikap saya ini! Itu karena kamu karyawan saya dan kamu dekat dengan keluarga Pak Satria." Dengan canggung Gilang berkata, menyangkal jika keperduliannya pada Bella bukan sekedar karena Bella adalah karyawannya saja.

Bella tak menjawab, hanya mengembangkan senyum meskipun wajahnya masih sedikit pucat.

"Saya kembali ke kantor." Melihat senyum Bella, Gilang mendadak salah tingkah, hingga ia memutuskan berpamitan dan meninggalkan apartemen Bella.

"Sampai kapan kamu akan membohongi perasaanmu?" Bella menatap punggung Gilang yang mulai menjauh dari pandangannya, lalu menutup pintu apartemen setelah bayangan Gilang menghilang, tak tertangkap lagi oleh netranya.

***

Sore harinya, Pak Satria langsung mendatangi apartemen Bella, karena mengetahui Bella pulang lebih awal dari kantor karena sakit. Bella sempat menghubungi Ibu Hani dan menceritakan tentang Gilang yang mengantarnya pulang karena penyakitnya mendadak kambuh.

Sebenarnya ia menyampaikan berita itu untuk memberitahu sang mama, kalau Gilang begitu perhatian padanya, tanpa bermaksud membuat orang tuanya khawatir. Namun, Ibu Hani yang khawatir langsung menghubungi suaminya dan meminta Pak Satria untuk mengunjungi Bella, meskipun Bella susah berusaha meyakinkan kalau dirinya baik-baik saja.

"Apa sebaiknya kamu kembali ke rumah saja, Bella? Papih khawatir sakit kamu kambuh, sementara di sini nggak orang yang menemani kamu. Mamih juga suruh Papih buat jemput kamu, lho." Sebagai orang tua, rasa khawatir adalah hal yang wajar dialami Pak Satria juga Ibu Hani mendengar Bella sakit, mereka bahkan ingin membawa putrinya ke rumah, agar mereka bisa mengurus Bella.

"Bella udah sehat, kok, Pih." Namun, Bella menolak karena merasa kondisinya sudah fit.

"Besok sebaiknya kamu jangan ke kantor dulu, biar kamu istirahat lebih lama." Mengingat anaknya bekerja hanya untuk menyamar, ia melarang Bella pergi ke kantor sampai kondisinya benar-benar pulih.

"Mau ngapain juga sendirian? Mending ke kantor, Pih. Bikin Gilang cemburu itu lebih asyik, Pih." canda Bella terkekeh.

"Kamu ini, kapan akan mengakhiri sandiwaramu?" Pak Satria ingin Bella segera mengatakan sejujurnya pada Gilang, agar rencana pertunangan mereka bisa segera dilaksanakan.

"Nanti, Pih. Belum waktunya, sampai Bella yakin dia memang pria yang tepat untuk Bella." Bella masih asyik dengan sandiwaranya, ia masih belum yakin sepenuhnya pada Gilang, meskipun Gilang sangat memperhatikannya.

"Kurang yakin apa lagi, sih? Jelas-jelas dia perhatian sama kamu." Pak Satria menganggap, apa yang dilakukan Gilang sudah cukup membuktikan, jika pria pilihannya itu adalah pria yang paling tepat untuk putrinya.

"Sabar dikit lah, Pih. Bella belum lama kenal dia, masih banyak yang harus Bella ketahui." Bella beralasan, kenapa tak Ingin secepatnya mengaku sebagai anak Pak Satria yang asli.

Teett

Suara bel tiba-tiba terdengar, membuat Bella dan Pak Satria yang sedang berbincang di ruangan tamu, sama-sama mengalihkan pandangan ke arah yang sama, yaitu pintu apartemen.

"Siapa yang bertamu malam begini?" tanya Pak Satria, karena Bella termasuk baru tinggal di apartemen itu dan tak ada teman Bella di Jakarta yang tahu jika saat ini Bella tinggal di sana.

"Nggak tahu, Pih. Bella lihat dulu." Bella bangkit dari sofa dan melangkah ke pintu untuk membukanya agar mengetahui, siapa yang berkunjung ke apartemennya, tanpa memantau lebih dulu dari lubang pengintip yang ada di pintu.

"Pak Gilang?" Bella terkejut melihat Gilang yang berdiri di hadapannya ketika ia membuka pintu.

"Apa kamu sudah baikan?" Gilang menanyakan kondisi Bella.

"Sudah mendingan, Pak," sahut Bella.

"Siapa yang datang, Sayang?" Suara Pak Satria dari belakang Bella terdengar.

Pandangan mata Gilang langsung menerobos ke dalam ketika ia mendengar suara yang sangat familiar di telinganya dari ruang tamu apartemen Bella. Matanya seketika membelinya ketika ia melihat Pak Satria tiba-tiba muncul di hadapannya tepat di belakang Bella berdiri.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
sryharty
senjata makan tuan kamu bell,,jangan nagis ya bell 🤭🤭
Juwitae
penasaran Mak.. pertemuan antara Gilang sama Katty
Juwitae
Beneran nih Bella ga cemburu kalo Gilang ketemu sama Katty
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
udah yakin nih Gilang gak mau Bella lepas dari genggaman
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
sekarang Gilang yang mengendalikan permainan.seneng banget ya bikin calon istri terjebak dalam sandiwaranya sendiri.
Dest Cookies
bagus gilang... ikuti permainan bella..yg penting gilang sudah tau identitas bella.. dan yakin dgn persaannya..
Ernalita Sitompul
Bella semakin terjebak dengan permainannya sendiri😄😄😄
ρυтяσ kang'typo✨
uhuuuuyy... Bella g bisa lupain bentuk tubuh Gilang🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
hayoooo mala u yang mikir mecuuuuuum Bel😄😄😄
Juwitae
cieee.. cieeee🤣🤣
Ernalita Sitompul
seru bangeet thor..trmksh
lanjuut😄
Dest Cookies
bella.. udah ngaku aja.. kamu suka banget kan dipeluk gilang.. diambil orang baru tau rasa..untung gilang udah bisa nebak kl bella calon istrinya..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
pagi2 udah di kasih tontonan gratis Bel.pasti bakal teringat terus oleh Bella.
Juwitae
Ayo lho Bella rahasiamu udh ketahuan sama Gilang. Jimmy jadi malu kan sama Bella 😄
ρυтяσ kang'typo✨
itu udah paten Jim.... Bella milik Gilang 🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
yaaaaa, Jimmy kau g ada kesempatan untuk. mendekati Bella kembali🤣🤣🤣🤣
Esther
Bella milik Gilang seorang, ingat itu Jimmy😂
Ernalita Sitompul
ah nanti terbongkarlah gara2 jimmy keceplosan😄😄😄
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
udah di hak paten Bella cuma untuk Gilang😄
maju terus Gilang😁
sri susanti
lanjut,, sore up lagi kak,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!