Setitik debu mampu melahirkan dunia. Sehelai rumput dapat memutus takdir, hukum, dan karma.
Putra-putri takdir lahir satu per satu, sekte kuno membuka gerbang tersegel, dan para suci kembali mengejar keabadian.
Di sudut dunia yang tak layak dicatat sejarah, seorang pemuda membuka mata dengan ingatan dari dunia lain. Ia tidak menyembah keajaiban, melainkan membedah hukum di baliknya.
Ketika para jenius menunggu anugerah Langit, ia membongkar rahasia bumi. Ketika dunia menyebut keajaiban sebagai takdir, ia menyebutnya hukum yang belum dipahami.
Dengan pengetahuan fana dan bahan langit-bumi, ia menciptakan sesuatu yang mustahil di jalan kultivasi: jari emas buatan manusia.
Sejak ciptaan itu menyatu dengannya, takdir kehilangan jejak. Masa lalunya lenyap. Masa depannya tak terbaca. Bahkan Langit tak mampu melihat jalan yang akan ia tempuh.
Hingga ia mengangkat pandangannya ke Langit dan bertanya: apakah kultivasi anugerah Langit—atau rancangan keberadaan yang lebih tinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naevys Presspire, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25: Awal Jalan Talisman
Setelah beberapa saat tenggelam dalam pikirannya, Su Dingxuan bergumam.
“Sekarang, dengan kemampuan modul ini, aku bisa mempelajari suatu teknik dengan cepat. Tetapi semakin tinggi pencapaian dalam suatu teknik, semakin lama pula evaluasi analisis yang harus direkam ketika berlatih.”
Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan pikirannya.
“Fitur ini bukan hanya berlaku untuk mempelajari teknik. Itu juga berperan penting dalam menguasai empat profesi: Alchemy, Talisman, Formation, dan Refining.”
Su Dingxuan termenung sebentar.
“Karena sudah memiliki fitur ini, tidak ada salahnya mempelajari profesi lain sebagai cadangan. Selain Talisman, tiga profesi lainnya hanya bersifat eksternal dan bisa hilang, rusak, atau hancur. Walaupun Talisman juga sama, talisman masih bisa diubah metodenya agar dapat dijadikan kekuatan internal.”
Ia mengetuk pelan jarinya, seolah sedang menyusun rencana baru di dalam kepala.
“Baik, rencana awal berubah. Untuk fokus pada talisman, aku membutuhkan objek uji coba. Sepertinya Inti Yao Beast bisa dijadikan bahan pelatihan. Inti Yao Beast Tingkat 1 sama dengan Qi Refining, berupa Qi gas atau cair, sehingga tidak bisa digunakan.”
“Pengukiran talisman pada tubuh hanya bisa dilakukan di tahap Foundation Establishment, dan inti yao beast yang cocok adalah Yao Beast Tingkat 2. Tapi dengan kemampuanku sekarang, mungkin terlalu sulit dan berbahaya untuk memburu Yao Beast Tingkat 2. Terlebih, di tingkat itu, Yao Beast sudah memiliki kemampuan bawaan.”
Su Dingxuan tahu, pengukiran talisman pada dantian adalah hal yang krusial. Dantian adalah fondasi seseorang dalam menuju keabadian. Karena itu, ia tidak berani langsung mempraktikkannya tanpa meningkatkan pemahamannya dalam teknik pengukiran talisman ke dalam dantian.
Saat memikirkan ini, ia tiba-tiba terkejut.
“Benar juga. Ada berbagai Teknik Kultivasi Talisman dalam penerapannya pada kertas. Setiap teknik dapat menghasilkan hasil yang berbeda pula. Berarti tindakanku ini sama saja dengan merumuskan Teknik Kultivasi Talisman baru untuk mengukir talisman di dalam dantian…”
Matanya sedikit melebar.
“Bukankah itu berarti aku bisa mewariskan teknik ini nanti?”
Su Dingxuan menjadi semakin bersemangat. Ia berencana bukan hanya mengukir, tetapi juga merumuskan sebuah teknik kultivasi baru dalam pengukiran talisman. Jika teknik ini berhasil dan seandainya tersebar luas, mungkin akan menimbulkan kegemparan besar. Bagaimanapun, ini akan menjadi revolusi baru dalam penggunaan talisman.
Lalu, ia teringat pada leluhur pendiri Great Spirit Ancestral Sect.
“Untung tidak ada karma yang terikat. Jadi aku hanya perlu mewariskan warisan talisman Great Spirit Ancestral Sect, bukan sesuatu yang sudah aku kembangkan sendiri…”
Ia menyipitkan mata, pikirannya bergerak ke arah lain.
“Sepertinya Teknik Kultivasi Ramalan sangat kuat. Bahkan dia tahu aku tidak akan setuju jika harus mewariskan ilmu talismanku di masa depan?”
“Jika tidak salah, Teknik Peramalan sama dengan mengintip rahasia surga. Untuk itu, harus ada sesuatu yang dikorbankan, yaitu umur. Kultivasi bertujuan untuk umur panjang, tetapi teknik ramalan ini justru memangkas tujuan itu.”
Su Dingxuan menggelengkan kepala dan tidak terlalu memikirkannya lagi.
“Xuan’er, ayo makan.”
Suara Lin Qingqin terdengar, membangunkan Su Dingxuan dari lamunannya.
“Baik, Bu.”
…
Su Dingxuan datang sambil menatap makanan lezat di atas meja.
“Bu, apa kita tidak menunggu Ayah?”
“Ayahmu ada misi dari Clan, jadi dia tidak akan pulang selama beberapa hari ke depan.”
“Apa itu misi yang berbahaya?”
Lin Qingqin duduk lebih dulu sebelum menjawab.
“Misi di tingkat Core Formation adalah sesuatu yang tidak bisa kita akses, walaupun kita sesama keluarga. Jadi, Ibu hanya tahu ayahmu akan kembali dalam beberapa hari.”
Su Dingxuan mengangguk, lalu mulai makan.
Melihat anaknya makan dengan lahap membuat Lin Qingqin tersenyum. Beberapa saat kemudian, seolah mengingat sesuatu, ia berkata, “Ibu dengar kamu diundang ke sebuah pertemuan oleh sepupumu?”
Su Dingxuan terdiam sejenak, mencoba mengingatnya, lalu menjawab, “Ah, itu. Aku memang mendapat undangan, tapi belum tahu akan pergi atau tidak.”
“Ibu tahu kamu tidak suka terlibat dengan mereka. Jika kamu tidak mau ikut, maka jangan ikut. Para sepupumu tidak akan berpikiran sempit sampai memulai perkelahian, kecuali jika kamu mengganggu rencana mereka.”
Su Dingxuan mengangguk.
“Aku akan mengingat nasihat Ibu.”
Setelah beberapa saat, ia kembali bicara.
“Bu, aku berencana untuk berpetualang.”
“Hah!” Lin Qingqin langsung menatapnya. “Dunia Kultivasi itu berbahaya, Xuan’er. Kenapa tiba-tiba sekali?”
“Jika aku tetap di Clan, maka aku tidak akan bisa berkembang, Bu.”
Lin Qingqin menatapnya dengan penuh kekhawatiran.
“Kamu belum melihat bagaimana hati orang-orang di luar sana sebenarnya. Mereka bisa melakukan apa saja hanya demi mencapai keabadian. Ibu tidak mengizinkannya.”
Su Dingxuan melunak. Ia tahu kekhawatiran itu bukan tanpa alasan.
“Bu, aku tahu Ibu khawatir. Dunia luar memang berbahaya, tetapi juga penuh dengan peluang. Setiap kendala dan masalah, jika bisa diatasi dengan baik, akan membuatku tumbuh.”
Melihat ibunya terdiam, tetapi masih belum yakin, Su Dingxuan kembali bicara.
“Aku memang aman jika selalu berada di bawah pengawasan keluarga. Tetapi itu juga akan menekan pertumbuhanku, Bu. Jika ada kendala di masa depan, aku mungkin tidak dapat beradaptasi.”
Ia berhenti sebentar, lalu melanjutkan dengan nada lebih tenang.
“Terlebih lagi, aku memiliki harta penyelamat nyawa yang diberikan Ayah. Bahkan Core Formation pun tidak akan bisa berbuat apa-apa padaku.”
“Selain itu, Leluhur Ke-4 juga memberiku sebuah token teleportasi. Ketika nyawaku terancam, aku dapat berteleportasi dengan cepat. Bahkan Nascent Soul pun tidak dapat berbuat apa-apa padaku.”
Lin Qingqin menatapnya dengan terkejut.
“Apakah benar?”
Su Dingxuan mengangguk.
Setelah diam beberapa saat, Lin Qingqin akhirnya menghela napas.
“Baik. Ibu akan setuju, tetapi dengan satu syarat.”
“Syarat apa?”
“Kamu hanya boleh pergi setelah mencapai Qi Refining Akhir. Dengan begitu, kamu memiliki modal untuk melindungi dirimu sendiri. Terlebih lagi, jika selalu mengandalkan harta untuk melarikan diri, itu tidak akan membuatmu berkembang sama sekali. Bagaimana?”
Su Dingxuan tersenyum.
“Setuju.”
Meyakinkan ibunya adalah masalah utama. Sedangkan untuk ayahnya, Su Dingxuan merasa itu akan lebih mudah dibicarakan.
Bahkan ayahnya sendiri terkadang bertanya, kapan kamu akan berpetualang melihat dunia luar?
…
Su Dingxuan memiliki Cave sendiri untuk bermeditasi. Karena berkultivasi adalah masalah pribadi, bahkan sesama keluarga pun biasanya memilih berkultivasi sendirian.
Ia menyiapkan semua peralatan talisman, mulai dari kuas hingga kertas.
“Poin kontribusi Clan 1:1 dengan batu spiritual. Membayar 10 poin kontribusi untuk mendapatkan 100 lembar kertas talisman sama dengan membelinya menggunakan 10 batu spiritual.”
Su Dingxuan bergumam, “System, terapkan Real-Time Analytical Optimization untuk Teknik Kultivasi Talisman.”
System, “Real-Time Analytical Optimization sedang diproses… [Ready]”
Su Dingxuan segera mulai menulis rune pada kertas talisman. Setiap coretan dan gerakan selalu ia lakukan sebaik mungkin. Ia tahu, walaupun memiliki bantuan Real-Time Analytical Optimization, itu bukan berarti ia tidak perlu bekerja keras.
Satu jam kemudian, Su Dingxuan sudah membuat dua belas lembar talisman. Delapan gagal dan empat berhasil. Di antara empat yang berhasil, hanya satu talisman yang memiliki kualitas baik, sedangkan dua lainnya bisa dikatakan hanya mampu melepaskan sekitar 60% dari Teknik Bola Api.
Su Dingxuan melihat status Real-Time Analytical Optimization.
“Setelah satu jam, progresnya sudah mencapai 83%. Jika aku melanjutkannya, maka aku akan dapat memasuki kondisi wawasan.”
Su Dingxuan terus mengulanginya. Ketika progres akhirnya mencapai 100%, notifikasi sistem terdengar.
System, “Progress Real-Time Analytical Optimization 100%... Konfirmasi untuk Instant Knowledge Upload.”
Su Dingxuan bergumam, “Konfirmasi.”
Segera setelah itu, ia memejamkan mata dan memasuki kondisi yang sangat unik. Kondisi itu seolah membuatnya melupakan siapa dirinya dan di mana ia berada. Seluruh pikirannya hanya tertuju pada pembuatan talisman.
Keadaan itu berlangsung selama beberapa menit sebelum ia sadar kembali.
Matanya terbuka lebar. Setelah berkedip beberapa kali, ia mengambil kertas lain lalu mulai menulis rune. Setiap sapuan kuas terasa berbeda. Setiap gerakan tangan seolah memiliki insting sendiri, membimbingnya untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sebelumnya sering ia lakukan.
Setelah menyelesaikannya, Su Dingxuan tersenyum sambil mengangkat kertas itu.
“Berhasil. Talisman Bola Api Tingkat 1 Kualitas Tinggi. Ini dapat menghasilkan serangan bola api dengan dua kali lipat kekuatan bola api biasa… Lumayan, lumayan.”
Setelah merenung cukup lama, Su Dingxuan akhirnya menyadari sesuatu.
“Aku tidak tahu bagaimana menggambarkannya… tetapi sepertinya memang ada pemisahan antara penguasaan pembuatan talisman dan penguasaan spesifik pada satu talisman tertentu.”
Ia mencoba merumuskannya dalam benaknya.
“Itu seperti seorang Talisman Apprentice Tingkat 1. Dia mungkin mampu membuat beberapa mantra talisman Tingkat 1. Namun, itu tidak berarti setiap talisman yang ia hasilkan pasti berkualitas tinggi. Karena kualitas talisman sendiri masih terbagi lagi—Rendah, Menengah, dan Tinggi.”
Tatapannya menjadi semakin serius.
“Jadi lebih tepatnya… ada pemahaman talisman secara keseluruhan, dan ada pemahaman talisman per mantra.”
Jika ia menggunakan Real-Time Analytical Optimization, lalu memfokuskan latihannya hanya pada Mantra Talisman Bola Api, maka akan ada dua jenis perkembangan yang meningkat bersamaan. Penguasaan talisman secara keseluruhan akan naik, dan pada saat yang sama, penguasaan khusus terhadap Mantra Talisman Bola Api juga akan ikut bertambah.
Su Dingxuan mengerutkan kening.
“Berarti… penguasaan talisman secara keseluruhan hanya mempermudah proses pelukisan rune dan menstabilkan struktur mantra. Tetapi itu tidak menjamin kualitas terbaik.”
Ia mengembuskan napas pelan.
“Untuk mencapai kualitas tinggi… aku harus terus melatih mantra itu secara spesifik.”
Su Dingxuan langsung merasa bahwa suatu profesi bukanlah sesuatu yang mudah diterapkan. Bahkan ia, yang dapat mengandalkan Real-Time Analytical Optimization, sudah merasakan betapa sulitnya hal itu.
Belum lagi Alchemy, yang hampir sama dengan talisman. Ada penguasaan Alchemy secara keseluruhan, dan ada pula penguasaan pada elixir spesifik. Itu tidak seperti Teknik Kultivasi, di mana pemahaman berfokus pada satu jalur.
Walaupun merasa sulit, bukan berarti Su Dingxuan berniat berhenti. Sebaliknya, ia justru semakin tertantang untuk meningkatkan kemampuannya. Bahkan bukan hanya talisman saja; ia juga berniat menguasai profesi lain.
Tetapi tentu saja, itu adalah urusan di masa depan.
End Chapter 25.
Chapter 7 sampai 11 itu merupakan harga tiket mc untuk masuk kedunia yang lebih besar.
Jdi reset penelitian ini hanya terjadi di chapter awal 7 sampai 11, setelah itu dunia kultivasi akan terbuka.
Dia bukan orang yang di beri jalan oleh langit, jdi dia membuka jalanya sendiri, satu satunya yang bisa dia andalkan hanya lah ingatanya sebagai seorang saintis. Karena memang tidak ada yang bisa dia andalkan selain itu.
Mohon bersabar hingga chapter 11 lewat, karena kemampuan mc tidak jatuh dari langit, atau tibatiba mendapatkan warisan.
Cuman saran aj🙏👍
Itu semua karena gaya penulisan Author, Jdi dari 2013 author selalu baca novel terjemahan, bahkan sampai jalur mechine transate yang bikin kepala pusing (Biasanya di kenal sebagai penyimbangan kultivasi)😅
Apa yang sering dibaca mempengaruhi gaya tulisan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak tebiasa, 🙏
dan terimakasih sudah support novel ini.
Salam dari Naevys Presspire
Ku lihat kingkatan kultivasinya menggunakan standar Xianxia yah, kyk ISSTH, Renegade Immortal RMJI dan kwn².
Bagi yang belum tau, dari bab sejauh ini bab 11 yah, tingkatan Kultivasinya Qi Refining => Foundations Establishment => Core Formatin (Biasanya novel terjemahan menggunakan nama Inti Emas/Golden Core) => Nascent Soul.
Untuk di atasnya, belum terungkap, wkwkw