Ada sebuah kepercayaan pada legenda 'pamali' di kampung kebun jeruk nipis. yang dimana para gadis yang belum menikah dilarang keluar malam hari, duduk di depan pintu, potong kuku malam hari, gunting rambut pas malam hari.
Namun ada, sekelompok remaja yang melanggar aturan itu dan berujung malapetaka bagi dirinya sendiri. Dari mereka diganggu setan di rumah sampai dibuat tersesat di hutan belakang rumah.
Apakah Anda bisa menyelesaikan pamali yang telah mereka langgar dan pergi dari pamali ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 flashback 3
Peringatan sebelum membaca bab ini. aku mau bilang jika di bab ini bakal ada hal hal negatif yang mengarah ke hal dewasa.
jadi bagi yang masih dibawah umur 19 tahun tidak disarankan membaca bab ini, sekian terima kasih.
Bapak itu hanya tersenyum tipis. “Bapak nama nya pak gusto. Tadi kita belum kenalan kan” ujar nya.
“Kayaknya sih iya pak, aku Widarto biasa temen suka panggil dato” sahut dato depan sopan.
“Jadi gini dari tadi bapak sudah melihat kamu lagi menatap seseorang, bapak ini laki laki dan bapak paham betul maksud dari tatapan mu tadi itu” tutur pak gusto mengajak nya agar duduk di dekat gubuk kecil yang ada di sekitar masjid.
Widarto terdiam mendengar ucapan pak gusto, dirinya merasa malu karena sikap mesum nya terbaca oleh seseorang yang baru saja ia kenal.
“Sudah tidak perlu malu seperti. Kamu harus jaga pandangan kamu … karena mam wekar tidak senang jika ada pria seperti mu” kata nya membuat dato mengangguk.
“Baik pak gusto saya akan lebih berhati-hati dalam bertindak lebih lagi. Kalau begitu saya pamit dulu”
Ia langsung lari terbirit-birit meninggalkan gusto dengan senyum kecil namun langsung berubah menjadi datar ketika ia merasakan ada seseorang di belakang nya.
“Mak, aku tahu itu kamu .. “ dan benar saja saat ia membalikkan badannya wekar sudah berdiri di belakang nya dengan tatapan penuh marah.
“Jangan berfikir untuk membantu anak itu … dia benar-benar tidak tahu sopan santun. Menatap para perempuan dengan niat buruk”
“Kamu tahu gusto … Kampung ini sangat sakral. Jadi ku peringatkan sekali lagi dari sekarang jangan membantu nya. Biarkan dia belajar dari kesalahannya”
Cecar wekar memegang tongkat kayu nya, padahal ia bisa berjalan tanpa tongkat kayu namun tidak pernah mau melepaskan tongkat di tangan nya.
Gusto mengepalkan tangannya mendengarkan semua ucapan wekar yang memang benar adanya.
Ia tidak bisa ikut campur dalam kesalahan kecil yang telah dilakukan Widarto. Kecuali satu hal …. Dirinya harus mengkhianati kampung tempat ia tumbuh dan besar sampai sekarang.
Tatapan matanya tidak lepas dari wekar yang berjalan melewati nya begitu saja. Ada perasaan khawatir namun juga ada
Namun ada perasaan aneh di dada nya, yang terasa sesak saat mendengar ucapan wekar.
Ia tidak mengerti kenapa … namun ia yakin ada alasan yang kuat untuk hal ini, yang tidak lain karena …
“Jangan membangunkan nya … jika tidak ingin ada yang mati gusto” ujar wekar tanpa menoleh kebelakang, padahal jarak wekar dan dirinya sudah cukup jauh.
Aneh nya ia tetap bisa mendengarkan nya dengan sangat jelas.
__________________________________
Peringatan keras lagi nih. di bab ini akan ada kata kata kotor dan tidak pantas. Yang masih dibawah umur 19 tahun harap untuk tidak membacanya 😉🔞.
~gak suka tinggal di skip~
Di saat semua orang telah terlelap dalam mimpi mereka, hanya dato seorang yang belum benar-benar tertidur sepenuhnya.
Ia hanya memejamkan matanya namun pikiran nya terus melayang memikirkan hal yang tidak tidak terhadap purista dan dua perempuan cantik yang ia lihat tadi.
‘B**gs*t … gua malah makin s*ng* sih’ gerutu nya dalam hati ia tidak bisa mengikuti kemauan otak nya karena ia paham akan konsekuensi yang akan ia hadapi jika hanya mengikuti kemauan bejat nya.
Dada nya mulai berdetak semakin kencang, nafas mulai berat. Dato tidak bisa lagi menahan sesuatu dalam diri nya.
Ia membuka matanya melirik sekilas ke jam dinding sudah menunjukkan pukul satu dini hari dan ia belum tidur.
Suasana begitu sunyi hanya terdengar jangkrik dari luar kamar. “Apa gua itu sendiri aja? … Dari pada malah jadi masalah besok pagi nya”
Dato menolehkan pandangannya ke arah teman teman nya, untuk memastikan semua sudah tertidur pulas agar ia leluasa melancarkan aksinya.
Dato langsung mengendap keluar dari kamar ia berjalan menuju kamar mandi yang letaknya ada diluar penginapan.
Klik …
Pintu langsung ia kunci tanpa menunggu lama dato melakukan onani ( memuaskan dirinya sendiri).
“Ahhh … purista” satu erangan keras keluar dari mulut nya, ia menatap tangan nya sudah berlumuran cairan kental berwarna putih miliknya sendiri.
“Andai si Pedro ga ikut KKN ini … udah gua pastiin lu bakal gue p*rk*s* sampai h*m*l anak gua”
Dengan marah dato memukul dinding kamar mandi, segera membersihkan semua jejak kotor milik nya. Mengabaikan tangan nya yang memar oleh kelakuan nya memukul dinding kamar mandi tadi.
"tapi kalau gak purista bisa si adik tiri mak wekar kalau gak yah anak gadis nya sih ... hidup bisa sesimpel ini"
Tanpa tahu jika semua perbuatannya sudah didengar oleh jelas seseorang yang nantinya akan membuat hidup nya berubah total …
Selalu cemungutt buat authornya yaaa untu up bab selanjutnyaa✨️