"Entah ini awal baik atau awal yang buruk, aku tak tau, tapi hati ini telah memilihnya menjadi pedampingku, baik atau buruknya adalah konsekuensi ku yang mencintainya."Rara
Menurut Rara pernikahan adalah awal yang baik, awal yang akan membuatnya bahagia, tak di sangka awal yang menurutnya bahagia berubah menjadi kehancuran, kesalahan di masa lalunya yang tidak bisa di maafkan membuat rumah tangganya hancur .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 30
" akhir kamu nelpon aku mas " ucap Rara dengan sangat senang
" maaf ya sayang semalem Mas ketiduran soalnya cape banget " Adam di seberang telpon
" Iya Mas Rara ngerti in kok, gimana di sana bagus ? " tanya Rara
" bagus sayang, sayangnya gak ada kamu di sini coba kalo ada kamu pasti lebih indah "
" ah gombal kamu, kamu di sana hati hati sayang jaga kesehatan " ucap Rara mengingatkan Adam
" siap laksanakan "
" Pak ayo sarapan " suara wanita terdengar di telpon Adam yang terdengar familiar oleh Rara
" siapa ? " tanya Rara
" Alvi sayang siapa lagi " jawab Adam anggak gugup
" kamu belom sarapan Mas ? "
" Iya belom baru bangun ini, soalnya tadi malem cape banget jadi bangunannya kesiangan "
" Iya sana sarapan dulu, kalo gak sarapan nanti kamu sakit "
" Iya nanti sayang, aku masih kangen sama kamu " Adam manja
" udah sana sarapan dulu, nanti aku telpon lagi " ucap Rara
" Iya udah aku sarapan dulu ya, dah sayang "
"dah Mas "
Tut Tut Tut
Rara pun menaruh hpnya di kasur, dirinya pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur, entah mengapa suara yang mengajak Adam bukan sepeti suara Alvi,
" suara siapa ya, kayanya aku kenal suara itu, tapi itu bukan suara Alvi " ucap Rara sambil terus memikirkan suara wanita itu
Rara pun menghembuskan nafasnya, entah mengapa pikirannya saat ini sangat kacau, hatinya merasakan ada sesuatu yang membuatnya tak enak, seperti ada yang menghinatinya.
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
" udah puas lu belanjanya " ucap Rara pada Janet yang sedang menenteng belanjaan yang sangat banyak di tangan kirinya dan kanan nya
" udah dong apalagi pake Kartu Kreditnya Hirdan tambah senang banget gua " Janet tersenyum puas
" katanya udah gak mau maafin Hirdan " sidir Rara
" gimana gua gak maafin dia orang dia ngasih gua kartu kreditnya katanya gua boleh belanja sepuasnya yang gua mau, karena jiwa sosilita gua meronta ronta jadi dia gua maafin deh " jelas Janet
" halah udah tau gua mah sifat lu "
" yang penting gua belanja gratis, lu gak beli apa Ra ? " tanya Janet
" ini gua udah beli " jawab Rara sambil menunjukan paper bag berisi baju untuk bayinya
" itulah buat anak lu bukan buat lu "
" kan emang yang paling penting buat anak gua, males gua Net beli baju soalnya gua gedut banget , masa tadinya gua beli baju M sekarang Xl " kesal Rara
" ha ha ha namanya ibu hamil " tawa Janet begitu keras membuat semua orang yang berada di dekatnya meliriknya karena berisik
" ih jangan kenceng kenceng " ucap Rara sambil menutup mulut Janet dengan tangan ya
" Iya iya "
" udah yuk makan gua laper banget " ucap Rara
Mereka berdua pun menuju salah satu Restoran di Mall tersebut, memesan makan dan setelah makanan mereka datang, mereka berdua pun langsung menyantab makanan yang telah di pesan mereka berdua
" Rara " ucap seorang Wanita menyapa Rara dan langsung duduk di samping Rara
" Reni " Rara menatap wanita tersebut
" kayanya kalo kita ke Mall kita ketemu terus ya " ucap Reni dengan Tawa
" ha ha ha iya " ucap Rara
" oh iya sih Alvi katanya kan gak kadi ikut Singapura " Reni
" uhuk uhuk " Rara karena tersedak mendengar ucapan Reni
" lu gak kenapa kenapa, hati hati dong " Janet sambil memberikan tissu pada Rara " lu gak kenapa kenapa kan "
" gak Koh, masa sih ?" tanya Rara pada Reni
" Iya orang tua di Kampung nya lagi sakit makanya dia gak ikut " jelas Reni
" terus siapa pengganti Alvi ? "
" gak Ada pak Adam kan sendiri "
Rara terdiam mendengar ucapan Reni, hatinya kembali merasakan curiga " terus siapa yang tadi pagi ada di telpon Adam " ucap Rara dalam hati, apa benar Adam kembali berselingkuh? kalau bukan dengan Alvi terus dengan siapa ?
" lu kok diem aja Ra ? " tanya Janet menatap sahabatnya itu " jangan jangan lu gak di kasih tau sama Adam "
" gak kok gua tau " Rara berbohong
"katanya sih Alvi bentar lagi mau nikah abis pulang dari Singapura eh malah orang tuanya sakit " Reni
" oh " jawab Rara singkat sambil menatap kekosongan
" katanya sih Alvi sama Pak Adam punya hubungan apa bener itu ? " tanya Reni
" gak koh itu cuma gosip " Rara menyangkal
" Iya sih menurut gua juga cuma gosip soalnya juga gua sering liat dia sama pacarnya yang rada bule itukan "
" Iya nama Roy "
" oh iya kandungan lu udah berapa bulan ? " tanya Reni sambil menatap perut Rara yang buncit
" udah 8 bulan " senyum Rara
" wah bentar lagi mau lahiran, selamat ya bentar lagi lu jadi ibu " Reni sambil memeluk Rara dengan erat " sayang banget lu udah gak kerja, gua kesepian banget gak ada lu " sedih Reni
" Iya makasih Ren, ha ha ha bisa aja lu " Rara dengan Tawa yang palsu
Rara kembali terdiam entah mengapa hatinya merasakan sakit, dirinya terlalu takut jika Adam kembali berselingkuh, apa yang sebenarnya terjadi ? mengapa coba hidup sangat berat ? merasakan sakit hati ketika hamil ? bukanya seseorang yang hamil akan merasakan kebahagian?
" Ra " ucap Reni membuyarkan lamunan Rara " lu gak kenapa kenapa?" reni menepuk pundak Rara
" eh kenapa ? " Rara kaget
" lu kenapa kok ngelamun " tanya Janet bingung dengan kelakuan sahabatnya itu, Janet merasakan ada hal yang aneh yang membuat Rara seperti itu, padahal baru tadi Rata terlihat baik baik saja
" gak koh gua kenapa kenapa " bohong Rara dengan senyuman palsu di bibirnya
" hm iya udah deh gua mau pulang dulu, dah Ra, Dah Net " Reni sambil berdiri dari kursinya dan melangkah pergi meninggalkan Rara dan Janet
" iya Ren, hati hati " Rara sambil menatap kepergian Reni
" are you oke ? " tanya Janet sekali lagi
" fine, gua baik baik aja koh " ucap Rara dengan nada yang rendah
" kalo ada apa apa cerita sama gua jangan di pesan sendiri " Janet sambil mengelus pundak Rara
" belom saatnya gua cerita " Rara sambil menatap kedepan
" Iya udah kalo lu belum mau cerita, gua ngertin kok, tapi inget gua ada lah sahabat lu, kalo lu ada apa apa lu harus cerita sama gua " Janet mengingatkan Rara
Rara hanya mengangguk lalu kembali terdiam, hatinya merasakan sakit, mengapa Adam harus berbohong lagi ? apa yang Adam sembunyikan dari dirinya? apa benar ada perempuan lain yang mengisi hati Adam ?
Rara pub kembali teringat oleh suara wanita yang. berada di telpon Adam, entah mengapa suara itu karna Rara dengar entah di mana, apa benar seseorang yang kini menjadi selingkuhan Adam ada lah seseorang yang dia kenal ? mengapa Adam melanggar janjinya ? apa Adam akan membuatnya kecewa untuk kedua kali ?
mama sma papa Adit yg anter seserahan
sehingga sering mmbuat aku salfok🤣🤣🤣
tapi aku suka bgt Thor SMA cerita kmu👍
siapa lgi ni
apa jgn2 mamanya Adit yaaaaa
sakit aku bacay thor
jahat Skali si Adam
koq Rara resain dari restoran koq gak ada kabar ya Thor .dan gimna cerita Adit yg bos restoran tpt Rara bekerja
gak lembut bilg lembur smpai pulg MLM segala katay
ngapain lagi dikasih kesempatan
tuk dimaafin
bodoh kmu Rara👎
rumh tangga pun hancur
siapa laki2 yg mmberikn Rara pekerjaan yaaa 🤔