NovelToon NovelToon
Arundaya Manggala

Arundaya Manggala

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cichio23

Malu terlahir tanpa status? Iya.
Tapi, aku tidak pernah malu terlahir dari rahim perempuan bernama Nimas Ayu. Sosok perempuan cantik mengalami gangguan jiwa yang 18 tahun lalu dihancurkan dan dilecehkan.

Kata-kata itu milik Arundaya Dirandra (Dira). Satu-satunya harapan dari ibu yang dipaksa gila oleh dunia. Dan ketika aib itu dibuka, Dira memilih berdiri. Bukan untuk membantah, melainkan untuk berkata “Aku Bangga Menjadi Putrinya.”

Visual ada di IG author: Cichio23
Bagi yang suka menghayal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cichio23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 Skakmat

Sejak Faza masuk ke ruang perpustakaan. Tatapan mata tajam langsung diberikan oleh Miss Panda pada Faza. 

“Kamu ada perasaan sama Dira?”

Entah sebuah pertanyaan atau memang tuduhan. Kata-kata yang memang ditujukan Miss Panda pada Faza. 

Benar-benar serangan tepat sasaran tanpa ada basa-basi. Pertanyaan yang sebenarnya sudah diprediksi oleh Faza. Membuat Faza lebih memilih diam. 

“Bukan tanpa alasan aku mengatakan hal ini padamu. Aku tahu kamu diam-diam mengawasi Dira,” ucap Miss Panda lagi. 

“Jika ini berhubungan dengan perasaanmu, aku sama sekali tidak masalah. Sangatlah wajar mengingat Dira memiliki kecantikan sekaligus kepintaran,” lanjut Miss Panda. 

“Tapi, jika tindakanmu itu hanya sebatas mendapatkan informasi yang dibutuhkan oleh Mas Satria. Tolong jangan memberikan harapan palsu pada Dira. Dia terlalu polos untuk menilai laki-laki.” 

Rentetan kalimat yang diutarakan oleh Miss Panda. Hanya mampu membuat Faza terdiam. 

Suka dengan Dira? Entahlah. Faza bingung tentang hal itu. Yang jelas keinginan untuk melindungi Dira sangatlah kuat. Hingga membuat Faza tanpa sadar melakukan kesalahan dalam menjalani tugasnya.

“Bagi sebagian orang mungkin Dira dipandang sebelah mata karena lahir diluar nikah. Tapi, bagiku dia berlian tersembunyi. Dia berhasil melewati tempaan kuat kerasnya kehidupan.” 

Sebagai wali kelas Dira, jelas Miss Panda tahu tentang kebenaran status Dira yang tidak memiliki seorang ayah. 

Karena alasan inilah, membuat Faza mengambil kesempatan untuk mendapatkan informasi tambahan yang belum dirinya dapatkan. 

“Bolehkah saya menanyakan sesuatu, Miss?” tanya Faza yang membuat Miss Panda tersenyum.

“Kamu belum menjawab pertanyaanku, Faza. Apakah kamu memiliki perasaan kepada Dira?” tanya Miss Panda mengulangi kata-katanya kembali. 

Membuat Faza mencari jawaban aman. Sebab, salah sedikit saja mengucap kata. Habislah dirinya saat ini. 

Sebab, tampak jelas jika ada rasa sayang yang Miss Panda miliki untuk Dira. Yang mungkin akan mempersulit dalam mencari informasi. 

“Terlalu dini saya menilai perasaan terhadap Dira. Saya baru mengenalnya. Jika pun saya memberikan perhatian lebih kepada Dira. Karena memang dia pantas untuk mendapatkannya. Baik kekurangan maupun kelebihan yang dirinya miliki membuat saya kagum dengannya.” 

Jawaban yang diberikan oleh Faza benar-benar membuat Miss Panda tidak mampu berkata-kata lagi. Ya, apa yang dikatakan oleh Faza memang benar. Jika kekurangan maupun kelebihan yang dimiliki oleh Dira membuat orang lain kagum. Termasuk dirinya sendiri. 

“Apakah ada hal lain yang ingin Anda tanyakan kepada saya, Miss Panda?” 

“Tentu saja ada.” 

“Silahkan.” 

“Jawab jujur Faza. Apakah sejak kejadian di ruang Pak Husni, ada yang mengawasi Dira?” tanya Miss Panda tanpa basa-basi. 

“Ada, gerombolan preman yang sengaja mengikutinya sejak keluar dari komplek perumahan ini.” 

“Komplek perumahan ini?” 

“Benar, apakah Miss tidak tahu jika Dira ingin bertemu dengan Anda untuk mengucapkan terima kasih?” 

“Terima kasih untuk apa?” 

“Untuk kebaikan Anda menjadikan Dira pengajar guru privat Anjana,” jawab Faza yang langsung membuat Miss Panda memalingkan wajahnya. Karena tahu Faza akan menyerangnya saat ini. 

“Apakah Miss Panda tahu, jika apa yang Anda lakukan hampir membuka identitas saya di hadapan Dira?” 

“Kamu kan gak tinggal satu rumah sama mbakmu Manik. Dira mengajar Anjana juga akhir pekan saja. Waktunya pun cuma dua jam.” 

“Tapi, Anda tidak memberitahu saya tentang hal ini.” 

“Masih aman, kan?”

“Kenapa harus mengajar Anjana? Kenapa bukan putri sahabat Miss yang lainnya?” 

“Karena aku percaya sama Manik maupun seluruh keluarganya termasuk dirimu. Kalian orang baik yang tidak akan memperlakukan Dira rendah karena asal usulnya.” 

Kalau sudah seperti ini. Maka, Faza sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Dirinya harus mengalihkan ke pertanyaan lain tentang masa lalu Dira. 

“Jadi, Miss tahu tentang status Dira yang terlahir diluar nikah?” 

“Iya, aku tahu saat melakukan home visit awal semester ini.  Lebih tepatnya mempertanyakan gagalnya Dira masuk seleksi OSN,” jawab Miss Panda sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya.

“Awalnya aku pikir ada penurunan prestasi terhadap Dira. Tapi, ternyata Dira lakukan itu semua atas permintaan Bu Wilona. Karena setahuku nilai Dira selalu sempurna.” 

Faza langsung terdiam saat mendengar penuturan prestasi yang dimiliki oleh Dira. Bayang-bayang dirinya memberikan nilai 85 kembali mengganggu pikirannya. 

Yang tidak kalah menjadi kegundahan Faza. Tulisan penyemangat darinya untuk Dira benar-benar diluar kebiasaan. Meninggalkan jejak saat menjalani tugas. 

“Makanya saat melihat Dira dapat nilai 85 di mata pelajaranku. Langsung aku cari tahu siapa pelaku yang mencoba menyabotase Dira.”

“Apakah miss sudah ketemu pelakunya?” tanya cepat Faza mencoba tetap tenang. 

Sebab, dirinya pelaku utama yang telah memberikan nilai asal pada Dira tanpa mengoreksi. Karena fokus dengan puisi indah penuh luka milik Dira. 

“Belum.” 

‘Syukurlah,’ batin Faza merasa masih aman. 

“Tapi, sebentar lagi aku pasti akan menemukan pelakunya,” ucap Miss Panda sambil melirik ke Faza. 

Kata-kata Miss Panda membuat Faza dalam mode waspada. Jantungnya serasa berhenti sejenak. 

“Apakah ada pertanyaan lain Miss? Jika tidak ada, saya ijin undur diri. Selamat malam.” 

Berada satu ruangan dengan Miss Panda yang saat ini tengah menginterogasi dirinya. Benar-benar membuat Faza merasa sesak. Jadi, menghindar adalah pilihan terbaik saat ini. 

“Permisi,” pamit Faza keluar dari perpustakaan. 

“Apakah kamu pelakunya, Faza?” tanya Miss Panda sambil melangkahkan kakinya. Suara langkah kaki Miss Panda membuat Faza berhenti nafas. 

Pertanyaan tiba-tiba yang diutarakan oleh Miss Panda. Langsung menghentikan langkah Faza. Membuat Faza menengokkan kepalanya untuk melihat Miss Panda yang saat ini juga memandang ke arahnya. 

“Silahkan Anda buktikan, jika itu memang saya,” ucap Faza mencoba tenang. Padahal yang sebenarnya Faza merasa dalam bahaya jika sampai Miss Panda mengecek tulisannya. 

Tanpa melihat kembali ke arah Miss Panda. Faza pergi meninggalkan perpustakaan. Meninggalkan Miss Panda yang saat ini terus menatap Faza hingga bayangan Faza hilang dari pandangan matanya. 

Hurrff! 

Hembusan nafas panjang langsung keluar dari mulut Faza. Tangannya dingin saat kecerobohannya memberikan nilai 85 ke Dira tercium Miss Panda. 

“Aku harus menyelesaikan tugas ini secepatnya. Jangan sampai karena kecerobohan kecil yang aku lakukan. Menyulitkan diriku dalam menyelesaikan pekerjaan.” 

Setelah dirasa lebih tenang. Faza langsung melangkahkan kakinya keluar rumah. Tapi, saat baru saja keluar dari pintu ruang tamu. Tiba-tiba suara seseorang menghentikan langkah kakinya. 

“Za!” 

Dipanggil oleh seseorang yang masih memiliki pengaruh meski sudah purna bakti beberapa tahun silam. Tentu saja membuat Faza langsung memberikan hormat. 

“Selamat malam, Jendral Wirawan.” 

“Sudah berapa ratus kali aku katakan padamu. Panggil kakek saja!” pinta Kakek Wirawan. 

“Lagipula aku sudah purna beberapa tahun yang lalu,” lanjut Kakek Wirawan. 

“Siap, Kek.” 

“Gak usah formal kalau bicara denganku,” pinta Kakek Wirawan. 

“Ayo duduk! Temani aku main catur,” ucap Kakek Wirawan. 

“Baik, Kek.” 

Meskipun usianya sudah sepuh. Tapi, semangatnya masih 45. Hal itu terlihat jelas di mata Faza. 

“Coba saja aku punya cucu perempuan. Sudah aku jodohin sama kamu, Za. Gak perlu lama-lama. Besok juga langsung aku kawinin kamu dengan cucuku.” 

Faza hanya tersenyum mendengar penuturan Kakek Wirawan. Wajah tampan, prestasi cemerlang, serta dari keluarga berpengaruh, meskipun hanya sebagai putra angkat. Sudah mampu membuat Kakek Wirawan kagum dengan Faza.

“Jangan hanya senyum saja kamu.” 

“Maaf, Kek.” 

Kakek Wirawan, sosok laki-laki hebat dengan deretan prestasi mentereng saat masih aktif. 

Meskipun berasal dari kalangan konglomerat maupun pejabat tinggi pemerintahan. Tapi, Kakek Wirawan dikenal sebagai sosok baik serta rendah hati. Hal itulah yang dilihat dari Kakek Wirawan. 

“Tapi sayang, aku punya dua keturunan yang keduanya belum ada keinginan buat nikah,” keluh Kakek Wirawan sambil memainkan bidak catur. Hal sama pun juga dilakukan oleh Faza. 

Jika sudah seperti ini. Maka, Faza akan betah meskipun hingga lewat tengah malam. 

“Gak perlu kamu ambil pusing kakak dan adik itu. Cukup aku saja yang pusing dengan prinsip nyeleneh gak ingin nikah mereka,” ucap Kakek Wirawan yang langsung membuat Faza tersenyum.

“Za.” 

“Iya, Kek.” 

“Kamu punya kenalan laki-laki atau perempuan lajang gak? Buat Satria sama Panda. Biar gak ngerecoki kamu terus.” 

“Belum ada, Kek.” 

“Aduh, susah kalau urusannya seperti ini. Makin lama aja aku punya cucu,” gerutu Kakek Wirawan. 

“Atau kamu saja yang cepat nikah, Za. Nanti kalau sudah lahir kasih aku saja. Biar aku ada kesibukan main sama cicit. Tenang saja, nanti cicitku itu aku kasih tanah, mobil atau apa saja yang dia minta,” rayu Kakak Wirawan. 

Faza kembali tersenyum mendengar keluhan Kakek Wirawan yang kadang terdengar sedikit berlebihan. Karena memang sangat wajar Kakek Wirawan merasakan kesepian. Karena tidak ada kesibukan di rumah. 

“Kamu senyum-senyum terus, Za,” gerutu Kakek Wirawan. 

Jelas saja Faza kembali tersenyum. Ketika dirinya sudah mengambil kendali permainan catur bersama Kakek Wirawan. Hingga akhirnya kata satu kata sakti keluar. 

“Skakmat.” 

“Kalah lagi?” keluh Kakek Wirawan tidak percaya.

“Awas kamu, Za. Besok aku akan panggil juara dunia untuk mengajariku mengalahkanmu bermain catur.” 

“Sangat boleh, Kek,” senyum Faza. 

Kakek Wirawan langsung terdiam sambil memperhatikan papan catur di hadapannya. Dirinya sama sekali tidak percaya kalah hanya dalam hitungan beberapa menit saja. 

“Wah, kamu menang, Za. Kamu memang benar-benar jago strategi,” puji Kakek Wirawan untuk Faza. 

“Gak bisa ini, Za. Gak bisa aku kalah dalam hitungan menit saja. Ayo kita main lagi.” 

“Kakek yakin?” tanya Faza memastikan. 

“Jelas aku yakin, hahaha.” 

Tawa renyah langsung terdengar memenuhi rumah dinas Satria. Hanya Faza yang mampu membuat Kakek Wirawan tertawa lepas seperti saat ini. Karena hasil permainan selanjutnya sudah bisa ditebak Kakek Wirawan akan kembali kalah.

Sedangkan di sisi lain hal jauh berbeda dialami oleh Satria. Ucapan tentang keinginan Kakek Wirawan memintanya untuk menikah kembali menggelayut. Tangannya menggenggam kuat kalung emas dengan inisial dua huruf. 

Namun, dari dua huruf yang menggantung di kalung tersebut. Hanya huruf N yang masih terlihat jelas, sedangkan huruf lainnya tidak jelas karena patah. 

“Sialan, aku harus secepatnya menemukan bedebah itu,” geram Satria saat mengingat kejadian tempo dulu. Saat pertama kalinya dirinya menjalankan tugas setelah kenaikan pangkat. 

1
Susy Koes
Sisil dan emaknya benar-benar duo racun
Hatijah Cantik
semoga tidak banyak masalah disekolah author sebaiknya keluar dari alur cerita yg bisa di tebak dan cerita yg sama dgn novel2 lain yg biasa pemeran utama di bully author harus bikin yg beda.
Cichio23: Siap, Kak.
total 1 replies
Hatijah Cantik
lanjut
Nanik Setya
up nya harus nya sehari 5 nanggung baca nya
Cichio23: Nanti ya kak, othor kasih double update. Kalau banyak yang kasih like, komen, dan subscribe. Apalagi banyak yang kasih kopi,,, wah langsung gas pol 🤭😊😄🤣
total 1 replies
Susy Koes
gemes banget sama mulut si Siti, pingin kasih cabe aja tuh mulut
Susy Koes
wuihhh... seru banget, ada apa antara Nimas dan Wilona Thor... jadi kepo
Susy Koes
wilona benar benar wanita munafik yg menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya
Susy Koes
makin seru Thor. ditunggu double up nya
Cichio23: Siap🤭
total 1 replies
Bunaya
Kak, semangat 💪
Ceritanya keren 👍
Cichio23: Terima kasih banyak Kak Bunaya 😍
total 1 replies
Susy Koes
Semoga Dira selalu kuat menghadapi beratnya kehidupan. semangat Dira. Semangat juga ya othor up nya. ditunggu
Susy Koes
keren othor ceritanya, suka banget
Cichio23: Makasih banyak sudah mampir kaka🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!