NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Mendapatkan Tiga Saudari.

Bab 11. Mendapat Tiga Saudari.

Kebekuan menyelimuti ruangan. Untuk sesaat pikiran Wang Fei menjadi kosong. Lalu setelah tersadar, dia berkata dengan terbata-bata.

"M-Maaf sebelumnya, Senior. Apakah aku akan mendapatkan hukuman dari sekte? Setahuku seorang murid pelayan tidak boleh sembarangan masuk ke wilayah pelataran murid luar."

Pertanyaan ini sangat penting baginya. Maklum, setelah kepergian orang tuanya yang entah ke mana dan belum ada kabar hingga sekarang, dia sudah terbiasa hidup sendirian, sebatang kara, dan sama sekali tidak memiliki seseorang untuk dijadikan sandaran hidup.

Dia selalu terbiasa berhati-hati sehingga terhadap sesuatu yang melanggar aturan dia sangat waspada. Dan sekarang dia sedang berada di posisi melanggar aturan itu.

Ditanya seperti itu, Shi Meilan kembali tersenyum.

"Dihukum? Tenang saja, kamu tidak akan dihukum. Dengan kesaksian dari kami bertiga, percayalah kamu akan baik-baik saja. Justru aku dan para saudariku yang lain akan memberikanmu hadiah karena telah berjasa menyelamatkan kami. Jujur saja, jika seandainya kamu tidak ada di sana, nasib kami bertiga sudah bisa dipastikan berakhir di dalam perut Harimau Tanduk Petir."

"Tapi memang sih, tentang berita ini hanya beberapa orang saja yang tahu dan tidak boleh bocor keluar. Ada beberapa hal yang lebih baik disembunyikan untuk mencegah hal-hal buruk lainnya yang mungkin akan terjadi," jawabnya dengan nada serius.

Menganggukkan kepala, Wang Fei juga sangat setuju dengan hal itu. Terlebih dia sendiri tidak ingin terlalu menonjol. Jika seseorang yang lemah diketahui tiba-tiba bisa menjadi kuat secara mendadak, pasti akan menimbulkan kecemburuan dari banyak orang dan jika itu terjadi maka bencana kematian cepat atau lambat pasti akan datang menghampirinya.

"Apakah itu benar? Syukurlah kalau memang begitu."

Akhirnya Wang Fei bisa mengembuskan napas lega.

Juga mengenai hadiah, dia sama sekali tidak memikirkannya. Toh dari awal dirinya memang hanya murni ingin membantu tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

"Tetapi jika pihak lain memang memaksa, tidak ada salahnya untuk menerima. Lagi pula di dunia ini siapa sih yang tidak menyukai hadiah... hehehe," batinnya dalam hati.

Saat sedang melamun, tiba-tiba suara merdu dari Shi Meilan memecah keheningan.

"Oh iya... kamu tidak perlu memanggilku Senior. Mulai sekarang panggil saja aku Kakak Meilan. Apa kamu mengerti? Dan satu lagi, kakak sudah memperkenalkan diri tapi kamu belum. Bukankah ini tidak adil?" ujarnya dengan nada setengah menggoda.

"Ah... namaku Wang Fei. Memanggilmu kakak? Apakah itu tidak apa-apa?" ucapnya ragu-ragu.

Firasatnya mengatakan wanita yang ada di depannya memiliki status yang tidak biasa. Jika dibandingkan dengannya, pasti perbedaannya sangat jauh. Bagaikan langit dan bumi yang tidak mungkin terjangkau.

Sebagai anak tunggal, Wang Fei sama sekali tidak mengerti bagaimana rasanya memiliki saudari perempuan. Ini adalah pertama kalinya seseorang memintanya untuk memanggilnya kakak, terlebih wanita itu sangat cantik seperti peri dalam lukisan.

Satu-satunya orang yang dianggap saudara atau seseorang yang memanusiakannya hanyalah Han Tian yang merupakan seorang petugas pencatat misi sekte.

"Oh... jadi namamu Wang Fei? Nama yang bagus. Dan juga sama sekali tidak masalah. Mulai sekarang kamu bisa memanggilku Kak Meilan atau Saudari Meilan juga tidak apa-apa," ucapnya sambil tersenyum manis.

Sebenarnya Shi Meilan sendiri telah mengetahui nama Wang Fei. Dengan statusnya, sebenarnya tidak sulit untuk meminta beberapa orang mencarikan informasi terkait identitas Wang Fei dan bagaimana kesehariannya di dalam sekte.

Dan hasilnya, itu membuatnya sangat terkejut. Selama tiga tahun bekerja keras tetapi hanya berada di ranah Penempaan Tubuh level 2. Belum lagi dirinya selalu dipukuli dan disiksa habis-habisan hingga babak belur. Nasibnya sungguh malang dan menyedihkan.

Setiap hari dia selalu berlatih dengan keras dan tidak pernah berputus asa, termasuk mengumpulkan obat herbal dan sedikit demi sedikit mengumpulkan poin prestasi untuk bertahan hidup di dalam sekte. Semuanya dilakukan olehnya tanpa mengeluh.

Mengenai dirinya yang tiba-tiba bangkit hingga kekuatannya melonjak ke ranah Penempaan Tubuh level 7, itu semua tidak diketahui. Dan Shi Meilan juga tidak berencana untuk menggalinya.

Bagaimanapun setiap orang memiliki rahasia tersendiri dan bukan hal yang baik jika dia terus melakukan penyelidikan. Terlebih Wang Fei adalah anak yang jujur, lugu, dan polos. Dia juga adalah penyelamat hidupnya. Jadi baginya tidak berlebihan jika dia ingin menganggapnya sebagai saudaranya. Ah, bukan... lebih tepatnya menganggapnya sebagai adik laki-laki.

"Ya... tentu saja bagus. Itu adalah nama yang diberikan oleh orang tuaku," serunya dengan bangga.

Saat itu matanya berbinar dan ketika bayangan orang tuanya kembali melekat di pelupuk matanya, ada kelembutan dan kasih sayang yang terpancar jelas dari sorot mata itu.

Shi Meilan sendiri yang melihatnya juga sedikit terpana. Sebagai seseorang yang menyandang status tinggi, dirinya sudah sering melihat berbagai macam wajah dan kepura-puraan dari lawan jenis. Tapi Wang Fei... dia sangat berbeda. Dari mata itu hanya ada kejernihan tanpa kepura-puraan, serta ketulusan tanpa kemunafikan yang sering kali ditunjukkan oleh pemuda sebayanya demi menjilat atau mendapatkan pujian agar bisa menarik perhatian.

Pemuda yang ada di depannya ini begitu jujur, lucu, dan menggemaskan. Dan satu lagi, saat marah dia bisa menjadi sangat ganas dan menakutkan. Alangkah baiknya jika dia memiliki saudara seperti itu.

Lalu tanpa sadar sebuah pertanyaan meluncur begitu saja dari bibirnya.

"Adik Wang Fei... apakah kau mau menjadi saudara angkat laki-lakiku?"

"Hah?"

Seketika Wang Fei membeku.

Pertanyaan itu seperti mimpi di siang bolong yang bahkan tidak pernah terbesit sedikit pun di dalam otaknya.

"A-Apa? B-Bisakah kamu mengulanginya?" tanya Wang Fei agak gugup.

Shi Meilan tersenyum dan hendak kembali mengulang pertanyaannya, namun tiba-tiba...

Brak!

Pintu kamar dibuka dengan paksa, lalu dua sosok gadis yang sangat cantik namun cukup familiar melangkah masuk dengan langkah besar. Salah satu dari mereka berseru dengan agak marah dan cemberut.

"Kakak! Kamu sungguh jahat! Beraninya mendahului kami berdua? Itu sangat tidak adil, bukan? Saudara Wang Fei sudah siuman sejak tadi tapi kamu sama sekali tidak mengabari kami. Apakah kau berniat ingin memonopolinya untuk dirimu sendiri?"

Ya... keduanya tidak lain adalah Xia Qing-Qing dan Mu Lingyue. Dan yang baru saja berbicara adalah Xia Qing-Qing.

Sementara itu, Wang Fei yang mendengar percakapan mereka hanya membuka mulut lebar-lebar. Dia benar-benar melongo dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Hah... apa yang sebenarnya terjadi? Shi Meilan mau memonopoli diriku? Yang benar saja? Apakah diriku seberharga itu? Ya Dewa... apakah aku sedang bermimpi? Bagaimana bisa bocah miskin dan lusuh dengan status murid pelayan seperti diriku diperebutkan oleh tiga gadis cantik?"

"Tidak... lebih tepatnya dua gadis cantik dan satu wanita cantik. Karena di antara ketiganya, Shi Meilan-lah yang terlihat paling dewasa dan paling matang. Usianya sendiri juga tampak lebih tua dari Wang Fei. Dia memperkirakan mungkin usia mereka terpaut antara tiga sampai empat tahun."

"Untuk dua gadis yang baru saja datang, bisa dikatakan mereka seumuran dengannya."

Dihardik seperti itu, alih-alih merasa bersalah, Shi Meilan justru terkekeh.

"Dua adikku yang cantik, kalian salah paham. Kakak hanya ingin merawat Adik Wang sedikit lebih lama sebelum memberitahu kalian tentang kondisinya."

"Wah... apa? Adik Wang-ku? Apakah Shi Meilan baru saja memanggilnya dengan begitu akrab? Mengapa itu terdengar seperti tanda kepemilikan?"

Seketika wajahnya menjadi merah seperti kepiting rebus. Bukan karena marah, tapi karena dirinya malu luar biasa. Karena tidak ingin ketahuan, dia pun menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Cih... itu hanya alasan kakak saja. Dan satu lagi... dia bukan cuma Adik Wang-mu, tapi juga Saudara Wang kami berdua," dengus Mu Lingyue.

Di sampingnya, Xia Qing-Qing juga mengangguk dengan tegas.

Mendengar itu semua, entah kenapa sebuah arus hangat mengalir begitu saja di hati Wang Fei. Ini adalah pertama kalinya dia begitu diperhatikan oleh orang lain. Sudah sangat lama sejak kepergian orang tuanya dia tidak mendapat perhatian seperti ini.

Tanpa sadar matanya berkabut dan sebaris air mata pun segera menetes sebelum akhirnya dia usap dengan kasar. Dia juga menarik napas begitu dalam sehingga mencuri perhatian Shi Meilan dan yang lainnya.

Ketika melihat mata Wang Fei yang berkabut, mereka bertiga tertegun lalu kemudian menjadi sedikit panik.

Xia Qing-Qing yang merupakan gadis paling ceria di antara ketiganya langsung berjalan ke depan. Dirinya tanpa ragu meraih kedua tangan Wang Fei lalu bertanya dengan sangat serius.

"Hai, Saudara Wang. Kenapa kamu menangis? Di bagian mana yang sakit? Apa kamu merasa tidak nyaman? Perlukah kami memanggilkan tabib untukmu?"

Shi Meilan dan Mu Lingyue juga mengangguk.

Wang Fei hanya tersenyum kecil. Tatapannya terpaku pada tangan Xia Qing-Qing yang menggenggamnya.

Tidak ada pikiran kotor atau semacamnya. Melainkan dia merasakan sesuatu yang berbeda. Tangan itu begitu lembut dan hangat.

Xia Qing-Qing melihatnya, namun tidak mengatakan apa pun. Entah kenapa meskipun belum lama mengenal pria yang ada di hadapannya, dia merasa bahwa pria ini tidak jahat.

Wang Fei sendiri masih tenggelam di dalam pikirannya.

"Apakah seperti ini rasanya diperhatikan? Apakah seperti ini perasaan jika seseorang memiliki saudari? Ini sungguh nyaman. Perasaan nyaman yang benar-benar mampu menembus hatinya yang selama ini dipenuhi oleh kekosongan akibat kesendirian."

Akhirnya dia berkata,

"Aku tidak apa-apa. Hanya saja kalian bertiga yang tiba-tiba memanggilku saudara laki-laki membuatku bingung. Tidak tahu kenapa, aku merasa begitu senang hingga tanpa sadar air mataku jatuh begitu saja," ucapnya dengan jujur.

Mendengar itu semua, baik Shi Meilan, Xia Qing-Qing, maupun Mu Lingyue langsung saling berpandangan. Ada keterkejutan yang luar biasa di mata mereka.

Lalu seolah ketiganya telah mencapai kesepakatan, Shi Meilan sebagai yang paling dewasa di antara mereka pun berkata kepada Wang Fei,

"Baiklah kalau begitu. Kamu beristirahatlah dengan baik. Kita bertiga tidak akan mengganggumu agar kamu lebih cepat pulih."

Saat mereka semua hendak keluar, Xia Qing-Qing sempat berhenti di tempat. Lalu dia kembali mendekat kepada Wang Fei dan berkata,

"Ini adalah cincin ruang. Ambillah. Di dalamnya ada mayat Harimau Tanduk Petir. Tubuh, daging, dan inti monsternya masih utuh. Meskipun aku tidak tahu bagaimana darahnya menghilang saat aku menyimpannya, tapi itu tidak penting. Itu adalah hasil buruanmu dan jika ditukar di aula misi kamu bisa mendapatkan setidaknya empat ratus poin prestasi yang sangat lumayan."

Belum sempat Wang Fei mengatakan apa pun, Xia Qing-Qing sudah buru-buru memotong perkataannya.

"Aku tidak menerima penolakan dalam bentuk apa pun. Jika kamu menghargai kami bertiga sebagai saudaramu, maka terimalah cincin ini dan berlatihlah dengan keras agar kau bisa segera menjadi murid luar. Dengan begitu kita bisa sering bertemu," ujarnya sambil tersenyum.

Akhirnya Wang Fei hanya bisa pasrah dan mengangguk. Setelah cincin itu diterima, ketiganya benar-benar keluar dan meninggalkannya sendirian di dalam kamar.

Wang Fei entah kenapa tiba-tiba menjadi sangat bingung. Dunianya terasa dijungkirbalikkan dalam sekejap. Tiga wanita cantik yang dia selamatkan tanpa maksud tersembunyi apa pun tiba-tiba menganggapnya sebagai saudara.

Perasaan ini cukup aneh dan janggal, namun terlepas dari itu semua, harus diakui dia sangat menyukainya.

1
Fiano Yan
Mantap
izin iklan ya guys aku baru up butuh bantuan teman2 buat baca novel ku
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!