Seina adalah gadis cantik yang bercita-cita menjadi aktris terkenal. Setelah lulus sekolah, hidupnya terasa sempurna ketika dia berhasil debut di dunia hiburan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Di puncak awal kariernya, Seina justru dibunuh oleh seorang haters yang iri padanya.
Saat membuka mata, Seina tidak lagi berada di tubuhnya sendiri. Dia terbangun di tubuh Serina Elvano, seorang wanita egois yang dibenci banyak orang. Lebih mengejutkannya lagi, dia berpindah tubuh saat Serina sedang berjuang melahirkan anaknya.
Serina harus menjalani kehidupan baru sebagai istri Cristian Elvano, pria dingin dan berkuasa yang sama sekali tidak mencintai istrinya. Tidak hanya diabaikan oleh sang suami, Serina juga diperlakukan rendah oleh keluarga Elvano karena sikap buruknya di masa lalu.
Dia bertekad mengubah hidupnya, merebut kembali harga dirinya, dan membuat semua orang yang meremehkannya menyesal, terutama Cristian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Serina menggeleng pelan. "Bukan seperti itu." Dia menyandarkan tubuhnya pada tepian bathtub. "Aku akan tetap bersikap lembut di hadapan mereka. Namun kelembutan itu hanyalah topeng agar mereka lengah."
Mochimochi mengerutkan dahi. "Aku masih tidak mengerti."
Serina terkekeh pelan. "Dulu pemilik tubuh ini terlalu bodoh. Dia menyerang semua orang secara terang-terangan sehingga semua orang memusuhinya."
"Benar juga."
"Padahal musuh yang paling berbahaya adalah musuh yang tidak tahu bahwa dirinya sedang dilawan."
Mochimochi terdiam. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi mengandung makna yang dalam.
"Aku akan membuat mereka percaya bahwa aku sudah berubah. Aku akan membuat mereka menurunkan kewaspadaan. Setelah itu, aku bisa mengetahui siapa yang benar-benar berada di pihakku dan siapa yang ingin menghancurkanku."
"Jadi kamu sedang memasang jebakan?"
"Bisa dibilang begitu."
Serina mengambil satu kelopak mawar dan memutarnya di antara jemarinya.
"Dalam peperangan, kemenangan bukan hanya milik orang yang paling kuat. Terkadang kemenangan justru menjadi milik orang yang paling sabar."
Mochimochi menatap tuannya tanpa berkedip. Semakin lama, dia merasa wanita yang berada di dalam tubuh Serina benar-benar berbeda dari pemilik tubuh aslinya. Tidak hanya cerdas, wanita itu juga sangat tenang.
"Sekarang aku mengerti mengapa kamu berpura-pura tidak bisa memasak."
Serina tersenyum. "Jika aku tiba-tiba menunjukkan semua kemampuanku, orang-orang akan curiga. Mereka akan mempertanyakan dari mana perubahan itu berasal."
"Jadi kamu sengaja melukai tanganmu?"
"Tentu tidak." Serina mendecakkan lidah. "Itu murni kecelakaan."
Mochimochi tertawa kecil mendengarnya. "Untung saja."
Serina mengembuskan napas panjang. Tatapannya kemudian menerawang ke langit-langit kamar mandi, hari ini berjalan cukup baik. Dia berhasil mendapatkan simpati juru masak di rumah itu.
Tidak hanya itu, seluruh staf di Mansion Elvano perlahan mulai mengubah pandangan mereka terhadap dirinya.
Mungkin langkahnya masih kecil. Namun sedikit demi sedikit, dia sedang membangun fondasi yang kuat. Fondasi yang nantinya akan membantunya bertahan di keluarga Elvano.
Terutama di sisi Cristian, memikirkan pria itu membuat sudut bibir Serina terangkat.
"Aku penasaran seperti apa ekspresi Cristian saat melihat masakan yang kubuat."
Mochimochi mendengus. "Aku harap dia tidak pingsan."
"Hei!"
"Aku serius. Jika Cristian tahu Serina yang dulu tidak pernah menyentuh dapur sekarang memasak untuknya, mungkin dia akan mengira matahari terbit dari barat."
Serina tertawa hingga bahunya bergetar. Untuk pertama kalinya sejak datang ke dunia ini, dia merasa semuanya mulai bergerak ke arah yang lebih baik.
Dan kali ini, dia tidak akan membiarkan siapa pun menghancurkan kesempatan yang telah susah payah dia bangun.
Beberapa saat kemudian, Serina menyelesaikan acara berendamnya. Dia mengenakan bathrobe dan keluar dari kamar mandi, langkahnya terhenti ketika melihat Cristian baru saja memasuki kamar dengan masih mengenakan setelah kerja. Rupanya pria itu baru saja kembali dari kantor.
Serina mengamati wajah Cristian yang tampak lelah, meski ragu Serina tetap memberanikan diri mendekati pria itu.
Cristian menatap datar pada sosok istrinya, lebih tepatnya pada tubuh wanita itu yang tampak masih basah. Tanpa dia sadari, Serina sudah berada di hadapannya sampai aroma sabun menguar dari tubuh wanita itu.
"Kamu baru pulang?" Tanya Serina.
"Ya."
Tanpa ragu, Serina menyentuh dasi suaminya dia berniat membantu Cristian melepaskan dasi tersebut. Namun, pergerakan tangannya seketika terhenti saat tangan Cristian menahan tangannya.
"Apa yang kamu lakukan?" Ujarnya dingin.
"Membantumu melepaskan dasi ini. Apa kamu deg-degan karena aku mendekatimu duluan?" Tanya Serina santai, padahal di jantungnya sendiri sudah berdetak tidak karuan dan waspada kalau sampai Cristian mendorongnya menjauh.
Cristian menunduk melihat jari telunjuk istrinya di plester, tak hanya itu tangan wanita itu yang biasanya mulus kini terlihat beberapa goresan abstrak di mana-mana. Akan tetapi, Cristian sama sekali tidak menanyakan kenapa tangan wanita itu terluka. Karena saat ini, Serina seakan sedang menggoyahkan pendiriannya untuk menyentuh tubuh wanita itu.
Dia merupakan pria normal, wajar saja jika saat ini dia merasa terangsang dengan penampilan istrinya yang menggoda. Belum lagi payudara istrinya sedikit menyembul dari batrhobe yang di kenakannya, mengingatkan dia pada malam itu di mana saat Serina menyusui anaknya.
"Aku tidak merasakan apa pun, jangan keedean." Jawab Cristian seraya memalingkan wajahnya.
"Sungguh? Tapi kenapa kamu memalingkan wajahmu?"
"Tidak ada alasan khusus."
"Lalu, bagaimana dengan ini?" Serina melempar dasi Cristian yang berhasil di bukanya, lalu dia mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami yang membuat dadanya menempel ke dada Cristian yang berotot.
Cristian menelan ludah dengan susah payah, bagian tubuh bawahnya mulai tak nyaman. Dia sadar Serina sangat agresif sekarang, entah ke mana sikap menyebalkan yang dulu melekar pada wanita itu.
"Serina, jangan membuatku kehilangan kendali." Ucap Cristian tajam.
Serina terkekeh pelan, lalu melepaskan rangkulannya pada leher Cristian. Dia meraih tas kerja sang suami, dan kembali menatap wajah pria itu.
"Biasakan, mungkin ke depannya aku benar-benar membuatmu kehilangan kendali, Cris." Bisik Serina pelan.
Serina berbalik menuju walk in closet untuk menyimpan tas kerja milik Cristian, tanpa dia sadari pria itu masih saja menatapnya tanpa berkedip.
"Sialan," gumam Cristian seraya mengusap wajahnya kasar.
novel kmrin blm selesai thor
cerita mu makin seruuu
ada sistem aseekkkk... bisa bantu seina menjinakkan Cristian 😁😁😁😁
ayoooo semangat update. aku maraton nih bacanya😁
lama lama kalau diperlakukan baik lemah lembut Cristian juga akan luluh yaa gaaakkkk😄😄😄
bagus si Serina, ambil hati suamimu. kalau ga bisa cara halus cara kasar aja. terjang 🤣🤣🤣
heheheheeheeee
tunjukkan bahwa kau bisa berubah jauuuhhh lebih baik. kalau bisa tinggalkan jauuhhh Cristian sampei dia menyesal atas pengabaiaannya selama ini. 😊