Di sekolah, semua orang mengenal keano sebagai “Ice Prince”—cowok paling dingin, pendiam, dan hampir tidak pernah tersenyum. Tidak ada yang berani mendekatinya… kecuali naura, cewek ekspresif yang terlalu ceria untuk cowok sedingin dia.
Awalnya hanya sekadar penasaran, tapi semakin naura mencoba mendekati keano, semakin ia sadar bahwa cowok itu menyimpan banyak rahasia di balik sikap dinginnya. Meski keano selalu bersikap cuek dan berusaha menjauh, naura justru tidak pernah menyerah mengejarnya.
Di antara kejadian konyol, momen manis, dan rahasia yang perlahan terungkap, satu pertanyaan mulai muncul di hati naura:
apakah mungkin seorang “Ice Prince” akhirnya akan mencair… atau justru dia yang akan terluka karena terlalu keras mengejar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilikematchaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 30
Pagi itu, suasana sekolah kembali ramai. Setelah mengantar naura sampai gerbang, kean berjalan di sampingnya menuju gedung kelas naura.
Beberapa siswa yang melihat mereka mulai berbisik.
"Itu kean sama naura, kan?"
"Iya, mereka benar-benar jadian"
"kenapa kean gk sama gue aja sih? "
"Ice Prince akhirnya luluh juga "
naura hanya tersenyum malu, sedangkan kean tetap memasang ekspresi datarnya.
"Masih malu?" goda naura.
"gk"
"Kalau enggak malu, coba liat gue "
kean menoleh sebentar.
"Nah, gitu"
naura tertawa kecil.
Saat mereka hampir sampai di depan kelas naura. terdengar seseorang memanggil.
" kean "
Mereka berdua menoleh.
Darren berjalan menghampiri sambil memasukkan kedua tangannya ke saku. Di sampingnya ada seorang cowok berpostur tinggi dengan wajah ramah.
Kevin. Ya ! Itu kevin temannya kean.
lalu itu melambaikan tangan.
"Yo, Kan"
kean langsung mengenalinya.
" mau apa lo?"
Kevin tersenyum lebar.
"Lama gk ketemu"
naura menatap kean.
" lo kan sekelas sama kean anjir "
" biarin aja orang gila " ucap kean.
Naura hanya tertawa mendengar itu.
Kevin mengulurkan tangan kepada naura.
" gue Kevin. Temen kean yang paling ganteng "
" udah tau " ucap naura.
Jawaban itu langsung dihadiahi tatapan sinis kevin.
"Jadi lo naura naura itu? yang pernah ngusir gue dari bangku gue demi liat kean ? ucap kevin
Naura sedikit bingung, namun ia juga tertawa karna malu.
"Kok lo tau nama gue?" ucap naura, padahal kevin sama sekali tidak tahu namanya.
Kevin langsung melirik kean sambil tertawa kecil.
"Ya... akhir-akhir ini nama lo lumayan sering kedengeran"
kean langsung menatap Kevin dengan wajah datar.
"Jangan mulai."
Kevin tertawa.
"Oke, oke"
" galak banget, ko lo mau ajasih sama kean?"
" gue mampusin lo" ucap kean.
" hehe iya ampun kean "
Darren kemudian melangkah mendekat.
Tatapannya bergantian melihat naura dan kean.
"Selamat ya."
naura tersenyum hangat.
" thanks ya, Darren."
Darren mengangguk pelan.
"Akhirnya kalian jadian juga"
kean menatap Darren.
"thanks"
Darren tersenyum tipis.
"Jangan diulang lagi drama salah pahamnya. Gue capek berurusan sama pacar lo yang kaya batu itu "
naura langsung mengangguk semangat & tertawa. namun kean hanya menatapnya datar.
"Gk akan"
kean ikut mengangguk.
"Kami bakal coba saling jujur"
Darren tampak lega mendengar jawaban itu.
Kevin yang sejak tadi memperhatikan hanya tersenyum.
"Jujur aja..."
Ia melirik Arkan.
"Gue gak nyangka lo bakal punya pacar duluan"
kean menghela napas.
" vinn "
"Apa? Fakta, kan?"
naura langsung tertawa.
"Ternyata ada juga yang berani ngeledekin kean & berani ambil resiko buat jadi cegilnya "
Kevin mengangguk bangga.
"Udah dari dulu lagi ngejarnya " ucap kevin tidak habis pikir.
" prinsip gue apa yang gue mau harus gue dapetin, & tujuan gue emang buat kean jadi gue akan lakuin apapun buat dapetin kean"
" lagian Kean juga dari awal gk masalah kalo gue deketin, dia cuma gengsi aja. Yakan sayang ?" ucap naura lagi.
kean hanya bisa menggeleng pasrah.
Suasana yang tadinya canggung berubah menjadi penuh tawa.
Darren melihat kean lalu berkata dengan nada serius.
" kean "
"Hm?"
"Jaga naura baik-baik terutama dari si keysa "
kean menatap darren beberapa detik.
Kemudian mengangguk mantap.
"gue pasti jaga dia"
Mendengar jawaban itu, naura tanpa sadar tersenyum.
Darren pun tersenyum puas.
"Kalau gitu, tugas gue selesai."
Kevin menepuk bahu kean.
"Kalau macam-macam sama naura, siap-siap berhadapan sama kita"
" naura bakalan gue rebut dari lo kalo lo ga becus jaganya " ucap darren.
Kean langsung menatap sinis kepada darren.
& naura langsung tertawa.
"Wah, jadi banyak yang ngebelain gue"
Kevin mengangkat bahu.
"Ya jelas ! Meskipun lo kurang ajar sama gue, gue bakalan jaga lo " ucap kevin.
Bel masuk sekolah pun berbunyi.
Darren melangkah mundur.
"Udah, masuk kelas sana"
Kevin melambaikan tangan.
"Semoga langgeng ya"
" thanks " jawab naura sambil tersenyum.
kean hanya mengangguk singkat.
" thanks "
Darren dan Kevin pun berjalan pergi.
Namun dari lantai dua gedung sekolah, Kesya memperhatikan semuanya.
Tatapannya tertuju pada naura yang tertawa bersama kean.
Lalu kepada Kevin dan Darren yang kini mendukung hubungan mereka.
Kesya mengepalkan tangannya.
"Kalau satu orang gk berhasil..."
Ia tersenyum tipis.
"...berarti gue harus cari cara yang lebih besar"
Tanpa disadari oleh naura maupun kean, ancaman baru perlahan mulai mendekat.
Bel istirahat berbunyi nyaring.
Suasana koridor yang tadinya dipenuhi siswa perlahan berubah semakin ramai. naura baru saja keluar dari kelas bersama viona ketika seseorang memanggilnya.
"naura!"
naura menoleh.
Kevin melambaikan tangan dari ujung koridor. Di sampingnya berdiri Darren dan kean.
viona langsung menyenggol lengan naura.
"Wah, sekarang yang nyamperin lo banyak juga ! Tapi diantara mereka gaada yang ganteng ah menurut gue " ucap viona.
naura terkekeh pelan.
" itu ada si kevin " ucapnya sambil tertawa.
" najis " ucap viona.
Mereka pun menghampiri ketiganya.
Kevin tersenyum ramah.
"Jadi, kalian lagi mau ke kantin?"
"Iya," jawab naura.
"Boleh gabung?"
" dih ogah " jawab viona.
" gue nanya sama naura bukan sama lo " ucap kevin.
" ish bodo amat"
Meskipun tidak diperbolehkan oleh viona, namun naura membujuk temannya itu agak diperbolehkan.
Mereka berlima berjalan menuju kantin sekolah.
Sepanjang perjalanan, Kevin beberapa kali menggoda kean.
"Kan, ternyata lo bisa juga senyum"
kean meliriknya datar.
"Jarang"
"Nah itu, berarti naura spesial"
" ya iyalah gue kan pacarnya oon" naura langsung menjawab dengan sarkas.
kevin yang mendengar itu langsung diam.
Sementara Darren hanya tersenyum tipis melihat tingkah Kevin & naura.
Sesampainya di kantin, mereka memilih meja yang cukup besar.
Kevin duduk tepat di depan kean.
"Gue penasaran"
"Apa?" tanya kean.
"Gimana ceritanya lo bisa luluh sama bocah sialan ini?" tanya kevin.
" lo yang sialan " ucap naura.
Namun kevin bukannya marah, ia malah tertawa.
kean terdiam beberapa detik.
naura langsung memperhatikan kean dengan penuh rasa penasaran.
Cowok itu menghela napas pelan sebelum akhirnya menjawab,
" bukan urusan lo " itu jawaban dari seorang kean.
Jawaban singkat itu membuat naura tertawa.
Kevin langsung terdiam.
"Wah... ternyata Ice Prince masih galak "
kean hanya menggeleng kecil.
damarren kemudian menatap naura.
" tapi ra. Lo keren si ! Gue akuin. Karna kean itu tipikal orang yang susah banget buat Deket sama orang.... Tapi lo? Bisa " ucap darren.
naura mengangguk sambil tersenyum.
"Iyalah gue"
"Tapi Lo harus inget "
Tatapan Darren berubah sedikit lebih serius.
"Hubungan yang baik bukan cuma soal saling suka"
naura dan kean kini sama-sama memperhatikan.
"Kalau nanti ada masalah, jangan dipendam. Jangan biarkan orang lain memecah kalian lagi"
kean mengangguk mantap.
" kami ngerti"
Kevin ikut menambahkan sambil tersenyum.
"Dan jangan lupa, saling percaya"
naura tersenyum hangat.
"thanks "
Obrolan mereka berlanjut dengan suasana yang menyenangkan.
Sesekali Kevin melontarkan candaan yang membuat viona kesal,namun naura tertawa.
Bahkan keab beberapa kali terlihat tersenyum tipis.
Namun tanpa mereka sadari...
Dari meja yang tidak terlalu jauh, Keysa memperhatikan semuanya.
Tatapannya berhenti pada tawa naura.
Lalu pada kean yang terlihat jauh lebih bahagia daripada biasanya.
Kesya mengepalkan gelas minumnya.
"Darren..."
"Kevin..."
"Sekarang kalian juga ada di pihak naura "
Ia tersenyum tipis.
" oke gk papa"
"Semakin banyak yang mendukung mereka..."
"...semakin puas gue saat melihat semuanya hancur"
Keysa pun berdiri dari kursinya dan berjalan keluar kantin.
Sementara itu, naura sama sekali tidak menyadari bahwa seseorang sedang menyiapkan rencana baru untuk menghancurkan kebahagiaannya.
Dan kali ini...
Target Kesya bukan hanya hubungan naura dan kean.
Melainkan juga kepercayaan teman-teman mereka.