NovelToon NovelToon
Susahnya Jadi Mantan Pacar

Susahnya Jadi Mantan Pacar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Robby Ido Wardanny

Menceritakan tentang Novita gadis berumur 27 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan besar PT Kencana samudra jaya. perusahaan yang sangat bagus untuk memperbaiki kehidupannya. Namun semuanya tidak berjalan sesuai keinginannya saat mantannya dulu muncul sebagai direktur di perusahaan. Andra yang dulu dia kenal sebagai Arya muncul kembali. Dia berusaha keras menghindar dari masa lalunya namun masa lalunya justru datang kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Robby Ido Wardanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30

Pagi itu Novita berangkat ke kantor dengan langkah ringan dan wajah yang jauh lebih cerah dari biasanya. Ada semangat berbeda di hatinya. Hari itu adalah hari gajian pertamanya sejak bekerja penuh di perusahaan tersebut, dan sejak malam sebelumnya ia sudah memikirkan sesuatu yang ingin ia lakukan.

Selama ini teman-teman kantornya sering berbagi makanan dengannya. Ada yang membawa buah, camilan, bahkan kadang lauk tambahan saat makan siang. Hal-hal kecil itu mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi Novita yang hidup jauh dari keluarga dan harus berhemat, perhatian mereka terasa sangat berarti.

Karena itulah pagi ini ia ingin membalas kebaikan mereka.

Di tangannya ada lima kotak plastik bening berisi potongan buah semangka merah yang sudah ia potong kecil-kecil di kamar kostnya. Semuanya tertata rapi dan siap dimakan bersama. Ia bahkan bangun lebih pagi hanya untuk menyiapkan buah itu.

Sesampainya di kantor, langkah Novita langsung disambut dua sahabatnya di bagian administrasi, Risa dan Yanti, yang baru saja datang.

Risa langsung mengangkat alis saat melihat kotak-kotak di tangan Novita.

"Lho… itu apa? Banyak banget," tanya Risa sambil menunjuk kotak-kotak tersebut.

Yanti mendekat dan ikut melihat. Matanya langsung membesar.

"Jangan bilang kamu mau buka lapak jualan buah di kantor," katanya bercanda.

Novita tertawa kecil sambil menggeleng.

"Ih, bukan! Ini buat dimakan bareng," jawabnya.

"Serius?" Yanti memastikan.

Novita mengangguk.

"Kalian kan sering bawa makanan buat kita makan sama-sama. Sekarang aku sudah gajian, jadi gantian aku yang bawa," ujarnya dengan senyum tulus.

Risa langsung menepuk bahu Novita.

"Wah, anak ini baik banget sih," katanya kagum.

Yanti ikut tersenyum lebar.

"Kalau begitu kita harus makan yang banyak. Jangan sampai tersisa," katanya sambil tertawa.

Mereka bertiga pun ikut tertawa.

Novita kemudian membuka tasnya dan mengeluarkan dua kotak buah.

"Yang ini aku mau kasih ke Bu Dewi dan Bu Rika dulu," katanya.

"Wah iya, mereka pasti senang," sahut Risa.

Novita mengangguk kecil lalu berjalan menuju ruang kepala bagian administrasi.

Ia mengetuk pintu dengan sopan.

"Masuk," terdengar suara Bu Dewi dari dalam.

Novita membuka pintu perlahan.

"Pagi, Bu," sapanya.

Bu Dewi yang sedang memeriksa beberapa dokumen langsung mengangkat kepala. Wajahnya seketika melunak ketika melihat Novita.

"Pagi, Novita. Ada apa?"

Novita mendekat dan meletakkan satu kotak buah di atas meja.

"Saya bawa semangka, Bu. Buat dimakan nanti," katanya.

Bu Dewi tampak sedikit terkejut.

"Untuk saya?"

Novita mengangguk malu-malu.

"Iya, Bu. Terima kasih karena sering berbagi makanan dengan saya."

Bu Dewi tersenyum hangat. Ia membuka sedikit tutup kotak itu dan melihat potongan semangka merah yang tampak segar.

"Wah, kelihatannya manis sekali," katanya.

Ia menutup kembali kotak itu.

"Sebenarnya saya ingin makan bersama kalian sekarang," lanjutnya, "tapi sebentar lagi ada rapat."

"Tidak apa-apa, Bu. Dimakan nanti juga tidak masalah," jawab Novita cepat.

Bu Dewi menatapnya dengan ekspresi bangga.

"Kamu ini memang anak baik, Novita."

Novita hanya tersenyum kecil dan sedikit menunduk.

"Kalau begitu saya pamit dulu, Bu. Saya juga mau ke HRD sebentar."

"Silakan."

Novita keluar dari ruangan itu dengan perasaan senang.

Langkahnya kemudian menuju ruangan HRD tempat Bu Rika bekerja. Begitu sampai, ia kembali mengetuk pintu.

"Masuk!" terdengar suara Bu Rika.

Novita membuka pintu dan tersenyum.

"Pagi, Bu."

Bu Rika yang sedang duduk di kursinya langsung menoleh.

"Pagi, Novita. Ada apa?"

Novita mengangkat kotak yang ia bawa lalu meletakkannya di meja.

"Saya bawa semangka, Bu. Ini untuk Bu Rika."

Bu Rika tertawa kecil.

"Wah, ini untuk ibu?"

"Iya, Bu."

Tanpa ragu Bu Rika membuka kotaknya. Ia mengambil satu potong semangka lalu menggigitnya.

Beberapa detik kemudian matanya langsung berbinar.

"Manis sekali!" katanya.

Novita langsung terlihat sangat senang.

"Benarkah, Bu?"

"Iya. Segar sekali."

Novita tersenyum lebar.

"Nanti kalau Bu Rika mau semangka lagi atau buah lain, bilang saja ya, Bu. Saya bisa bawakan."

Bu Rika langsung menggeleng sambil tersenyum.

"Tidak perlu. Makan bersama kamu itu lebih menyenangkan daripada makan sendiri."

Novita sedikit terkejut mendengar itu, tetapi hatinya terasa hangat.

"Iya, Bu."

"Nanti kita makan siang bersama saja," lanjut Bu Rika.

"Iya, Bu. Saya juga mau mengajak Bu Rika makan siang nanti," jawab Novita cepat.

"Baik. Saya tunggu."

Novita kemudian berpamitan dan kembali keluar dari ruangan tersebut.

Hari itu terasa sangat menyenangkan baginya. Ia senang bisa berbagi sesuatu dengan orang-orang yang selama ini baik kepadanya.

Ia berjalan di lorong kantor sambil tersenyum ceria karena akan menikmati buah bersama temannya.

Namun ketika sedang berjalan, langkahnya tiba-tiba terhenti.

Di ujung lorong, seseorang berdiri.

Andra.

Direktur perusahaan yang selama ini dikenal dingin dan sering memperlakukannya dengan keras.

Jantung Novita langsung berdegup sedikit lebih cepat.

Meski gugup, ia tetap mencoba bersikap sopan. Ia menundukkan kepala sedikit ketika melewati pria itu.

"Pagi, Pak," sapa Novita.

Ia berniat segera melanjutkan langkahnya.

Namun baru beberapa langkah berjalan, suara Andra terdengar dari belakangnya.

"Novita."

Langkah Novita langsung berhenti.

Ia menoleh perlahan.

"Iya, Pak?"

"Katanya kamu membawa semangka."

Novita sedikit terkejut.

"Iya, Pak."

Beberapa detik suasana menjadi hening.

Kemudian Andra berkata dengan nada datar.

"Saya juga ingin."

Mata Novita langsung membesar.

Ia benar-benar tidak menyangka akan mendengar kalimat itu.

Dalam sekejap pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan.

Selama ini Andra selalu terlihat seperti direktur yang dingin dan keras. Ia sering menyuruh Novita melakukan pekerjaan yang bahkan bukan bagian dari tugas administrasi.

Apakah kali ini ia akan mengganggunya lagi?

Atau ini hanya cara lain untuk mempermainkannya?

Ia hanya membawa lima kotak.

Satu untuk Risa. Satu untuk Yanti. Satu untuk Bu Dewi. Satu untuk Bu Rika.

Dan satu lagi sebenarnya untuk dirinya sendiri.

Namun di hadapannya sekarang adalah atasannya.

Menolak tentu terasa tidak enak.

Akhirnya Novita menarik napas pelan lalu menyerahkan kotak terakhir itu.

"sebentar, Pak," katanya pelan.

Novita mengambil satu kotak lagi di mejanya dan menyerahkannya.

Andra menerima kotak tersebut tanpa banyak bicara.

"Terima kasih," katanya singkat.

Novita hanya mengangguk kecil.

"Sama-sama, Pak."

Andra kemudian berbalik dan berjalan menuju ruang direktur tanpa berkata apa-apa lagi.

Sementara Novita berdiri beberapa detik di tempatnya.

Kotak semangka yang seharusnya menjadi jatahnya kini sudah berpindah tangan.

Ia sebenarnya sedikit lapar karena belum sempat sarapan, tetapi ia mencoba mengabaikan hal itu.

Beberapa saat kemudian ia menarik napas panjang dan kembali berjalan menuju ruang administrasi.

Begitu masuk, Risa langsung bertanya.

"Lho, kotaknya tinggal dua?"

Yanti ikut menoleh.

"Iya, yang satu ke mana?"

Novita tersenyum kecil.

"Tadi diminta Pak Andra," jawabnya.

Risa dan Yanti langsung saling pandang.

"Serius?" kata Risa.

Novita mengangguk.

"Iya."

Yanti menggeleng pelan sambil tertawa kecil.

"Wah… direktur kita ternyata suka semangka juga."

Novita hanya tersenyum.

Meski kotaknya berkurang, hatinya tetap terasa ringan.

Baginya, berbagi tetap terasa menyenangkan, bahkan jika ia sendiri tidak sempat menikmati bagiannya.

1
gaby
Nyentuh apaan tuh Novita yg bukan kunci mobil?? Mungkin kunci utk mencegah populasi bumi musnah🤣🤣
Black Rascall: laki-laki adalah kunci👍👍👍
total 1 replies
Rahayu Tina
up mu ugal²an thorrr kasih⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Black Rascall: siap besok kalau veiw 15k update lagi 10
total 1 replies
Lempongsari Samsung
makasih crazy up nya..... ❤❤❤❤❤
Black Rascall: sama-sama
total 1 replies
Ais Islamiyah
waaa jangan² sengaja dikempesin Andra nih🤭🤭🤭
Black Rascall: tolong jangan curiga pak Heru beliau cuma satpam 🤫🤫🤫
total 1 replies
gaby
Puas bgt tiba2 dpt jackpot crazy up👍👍
Black Rascall: hanya ingin ngerayain pencapaian baru 👍👍👍
total 1 replies
gaby
Tumben thor upnya Gila2an. Biasanya sehari cm 1×, smangat thor👍👍👍💪
Black Rascall: soalnya dapat view banyak jadi pengen ngerayain aja dengan ngasih bonus ke para pembaca🤫🤫🤫
total 1 replies
gaby
Kasih upah atau bonus dong Pak Andra buat Yanti & Risa, biar smangat jd mak comblangnya🤣🤣
Black Rascall: nanti di belikan cilok
total 1 replies
Black Rascall
update tor nanti aku gift
Black Rascall
terlalu datar
Salfarina Hasimu
lanjut Thor,,,
Black Rascall: siap kak besok update kok nanti kalau udah 5000 view di kasih bonus 10 bab
total 1 replies
Sri Hafizah
lnjut
Black Rascall: tunggu besok kak
total 1 replies
Black Rascall
baik kak terimakasih dukungannya👍👍👍
Sri Hafizah
lanjut ka
Black Rascall: sudah saya siapkan bab terjadwal sampai 70 bab di tunggu ya kak
total 1 replies
viellia
duhhh,,,, 😭 bgt bacanya. ank sekecil itu udh bisa brfikir dan bicara sprti itu. 😭😭
Black Rascall: anak sekecil itu berkelahi dengan jajan 😭😭😭
total 1 replies
viellia
next yuuuk kaaak
Black Rascall: udah aku buatin update terjadwal sampai 48 bab jadi di tunggu ya kak tiap jam 9
total 1 replies
UniQue❤️
seneng aja bacanya, kosakatanya rapi, alur ceritanya menarik buat dibaca, dan selalu bikin penasaran lanjutan ceritanya
Black Rascall: kebetulan sekarang ada AI yang bisa bantu karena dulu harus ngerapiin sendiri sekarang tinggal tulis nanti di tata Ama AI
total 1 replies
gaby
Resign dong. Bukannya wkt itu Novita bikin beberapa surat lamaran. Masa iya satu pun ga ada yg manggil. Atau jgn2 othornya lupa sm jalan critanya. Gimana nasib surat lamaran itu smua
Black Rascall: mengingatkan saat itu belum ada 19 JT lapangan pekerjaan jadi susah nyari dan Novita bisa kerja berkat om Danu yang merekomendasikan Novita ke HRD jadi tunggu ya kak 19 JT lapangan pekerjaannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
bos kurang ajar mundur aja resain
Black Rascall: tunggu 19 JT lapangan pekerjaan dulu kak baru resain
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending
Black Rascall: gak yakin karena baru pertama kali nulis genre seperti ini jadi mohon maklum
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!