Inilah Awal kisah sebenarnya. Kisah seorang perempuan yang terpaksa menjalani janji suci yang diikrarkan dalam satu rangkaian "pernikahan."
Namun, nyatanya pernikahan ini bukan hanya kedok dari perjodohan belaka, tetapi semua ini terselimuti oleh harta, tahta kuasa dan kedengkian pria-pria tua itu saja.
Lagi, kepahitan pun harus Crystal telan mentah-mentah. Saat pria yang belum genap 24 jam menjadi seuaminya itu membawa wanita lain dikamar pengantin mereka.
Lalu apa yang akan Crystal lakukan ketika mengetahui suaminya selingkuh tepat di hari pernikahan mereka?
Sebuah awal dari kehidupan baru yang tak pernah terbayangkan olehnya. Di Mana
takdir yang tak kau harapkan malah membawamu ke dalam jeratnya, tidak ada yang bisa menghindar. Semua orang seakan menatapnya dan berkata "Menyerahlah!" Tapi, sanggupkah dia melepas takdir yang kian membelenggu nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Nufus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KAMAR MANDI
Setelah selesai berbicara dengan Sean di telpon. Sulli langsung menghubungi sahabatnya Yeri, hanya dia yang bisa mengerti dengan apa yang terjadi padanya.
'Hallo.'
"Hiks... Hiks...." tangis Sulli langsung pecah saat mendengar suara Sahabatnya.
'Ada apa? kenapa kau menangis lagi?' Tanya Yeri di sebrang telpon.
"Hiks.. Hikss... S-ean. Dia pergi meninggalkan ku lagi." Ujar Sulli parau.
'Bukankah aku sudah bilang untuk tidak mempercayai lelaki itu. Kau sungguh bodoh. Di mana kau sekarang?' tanya Yeri, nada suaranya cukup tinggi namun khawatir.
"Aku berada di rumah sakit Hongdae." jawab Sulli pelan.
'Baiklah jangan kemana-mana oke? aku akan menjemputmu.' Seru Yeri langsung memutuskan sambungan telpon mereka.
PIP
Telpon itu berakhir dengan tangisan Sulli yang semakin tak terkendali. Ia benci dengan situasi saat ini, apa salahnya? ia hanya ingin ayah dari anak nya selalu berada di sisinya. tapi kena situasi nya tak pernah mendukung. jelas ini bukan sifatnya yang cengeng tapi ini memang Hormon bawaan anak nya.
2 Jam sebelumnya, dirinya memang bersama Sean. Ia menemaninya ke rumah sakit untuk cek kehamilan nya. Tapi tiba-tiba ia mendapatkan telpon entah dari siapa dan langsung pergi begitu saja. Meninggalkan dirinya seorang di rumah sakit.
Apakah Sean benar-benar sudah melupakannya?
Apakah Ia lupa dengan 3 tahun yang sudah kita lewati bersama?
Padahal kenangan itu masih sangat membekas di hati Sulli..
Tapi kenapa Sean, seakan melupakan semuanya dan berpaling ke pada wanita lain.
...*********...
Sean menatap hamparan langit malam dengan wajahnya yang terlihat gusar. Pria itu tengah merasakan kegelisahan, dia tak ingin menyakiti orang yang dia cintai. Tapi, dia juga tak bisa meninggalkan Crystal seorang diri saja di rumah Eomma nya. Jika dia melakukan itu, apa yang akan dikatakan Eomma dan Appa pada nya.
Dan lagi, dia tak ingin memberikan kesempatan untuk Hyung nya mendekati Crystal. Sejak mengetahui perasaan yang diberikan Kai untuk Crystal, dia tak bisa duduk santai melihat interaksi keduanya.
"Aku tak ingin melepaskannya." bisik Sean sambil meremas pembatas balkon.
Udara semakin malam. Sean memutuskan untuk masuk ke kamarnya lalu menutup pintu dan hordeng. Di kamar, tak ada tanda-tanda keberadaan Crystal. Dia pun berinisiatif membuka kenop pintu kamar mandi, ternyata terkunci sepertinya Crystal tengah di kamar mandi.
Merebahkan tubuhnya di sofa, sambil mengisi waktu luangnya menunggu Crystal dengan membaca buku.
10 Menit
20 Menit
30 Menit
Kedua matanya menatap pintu kamar mandi itu dengan gusar, seraya mengelus satu per satu punggung tangannya secara bergantian. Selesai dengan kegiatan yang nampak tidak berarti tersebut, ia yang sedari tadi memposisikan dirinya di sofa, kini beranjak.
Dilihatnya jam dinding, mengkonfirmasi tepat jam delapan malam terbilang sudah setengah jam lebih Crsytal berada di kamar mandi. Meski Jessica mengatakan bahwa hal lumrah jika wanita mandi selama 1 jam, tapi Ia tetap saja khawatir. Kedua matanya kembali melirik kearah pintu itu dengan resah, pria itu segera berdiri menghampiri pintu kamar mandi dan langsung mengetuknya dengan tak sabaran.
Tok Tok Tok
"Crystal.Crystal." Panggil Sean. Tapi tak kunjung ada jawaban. Pria itu kembali mengetuk pintu kamar mandi dengan tak sabar, pikiran buruk langsung menghampiri kepalanya.
"Crys, buka pintunya. Crystal!"
Akhirnya dengan tak sabaran pria itu langsung mendobrak pintu kamar mandi dengan tubuh kekarnya, setelah beberapa kali dia menghantam-hantamkan tubuhnya.
'Brrraakkkkk
Dengan dorongan yang kuat, akhirnya pintu kamar mandi itu terbuka. Sean langsung masuk, pria itu menolehkan kepalanya mencari Crystal ke sana ke mari, hingga kedua matanya menatap terkejut bathtub yang sudah terisi penuh dengan air dan yang lebih membuat terkejut oleh Sean adalah wanita di dalam bathtub tersebut. Tanpa berpikir panjang Sean langsung mengangkat tubuh ringkih istrinya yang sudah dingin keluar kamar mandi, lalu membaringkannya ke tempat tidur.
Setelah membaringkan Istrinya, Sean langsung membuka lemarinya dan mengambil selimut tebal untuk menghangatkan tubuh Crystal.
"Oh Tuhan." Wajah Crsytal sangat pucat, ditambah Crsytal yang tak sadarkan diri. Ia tak tahu harus berbuat apalagi, Sean benar-benar dibuat panik.
" Crystal, sebenarnya apa yang terjadi padamu?" Ucap Sean tak percaya.
Jari jemarinya meraih wajah Crystal yang memucat dan dingin, lalu Ia menggesekkan kedua telapak tangannya dan langsung menempelkannya di kedua pipi istrinya terus berulang-ulang agar sang istri sedikit merasakan hangat, tak lupa pria itu juga langsung menyalakan penghangat ruangan. Sean sungguh bisa gila, jika sesuatu terjadi pada Crystal.
"Ku mohon, sadarlah." Bisik Sean getir.
Dia pikir, Crystal tengah mandi. Ternyata pikirannya salah dan pria itu menyesalinya kenapa tak sejak tadi dia mendobrak pintu kamar mandi itu.
Setelah melepaskan pakaian Crystal dan menggantinya dengan baju yang ada di lemari miliknya. Sean segera mendekat kearah Crystal, menariknya dalam pelukan guna membuat Crystal hangat.
Setengah jam Sean menghangatkan tubuh Istrinya, hingga terdengar suara lenguhan dari bibir Wanita itu.
"Uekhhh."
"Crsytal." Seru Sean, kedua matanya berbinar melihat ada pergerakan dari Crsytal. "Syukurlah kau sudah sadar." Terdengar dari suaranya, pria itu menarik nafasnya lega.
"D-di-ingin." Suara Crsytal terdengar menggigil dan tubuhnya meringkuk seperti bayi.
"Dingin? tenanglah Crsytal." Sean menatap sekitarnya, mencoba mencari cara untuk menghangatkan Crystal tapi sepertinya tak ada. Suhu ruangan juga sudah di nyalakan full, bahkan saat ini tubuhnya yang terasa panas. Kemudian di kepalanya, terpikirkan untuk membuka baju nya dan ikut berbaring di sebelah istrinya.
"Maafkan aku Cryst." Gumam Sean, dia bukan bermaksud mencari kesempatan pada kondisi Crsytal yang seperti ini. Tapi, semua ini untuk Crystal.
Sean membuka selimuti dan menarik tubuh Crystal mendekat ke arahnya, merapatkan tubuh mereka. Merasa ada kehangatan di sana, Crystal semakin mendekat ke dada bidang Sean yang tak memakai baju.
"Sssssssttt, tenanglah aku disini." Bisik Sean menenangkan Crystal.
Sean memperhatikan wajah Crystal yang memerah. Dia bingung, kenapa Crystal melakukan ini? Padahal sejak tadi dia terlihat baik-baik saja. Apa dia pingsan atau memang sengaja melakukan ini?
"Jangan seperti ini lagi Cryst, aku benar-benar khawatir melihatmu tadi." bisik Sean ditelinga Crystal. Pria itu semakin merapatkan tubuh Crystal pada tubuhnya, mengusap punggung Istrinya dengan lembut mencoba lebih memberikan rasa kehangatan.
kita bongkar
*pelakor, novel hadir 1000 pelakor tidak jadi masalah karena pelakor pasti dilaknat, dibuat hina, dan akhirnya dibinasakan (ADIL)
*pemeran utama pria (suami) melakukan kesalahan juga tidak jadi masalah karena suami dibuat dapat balasan, menderita, menyesal, mengemis maaf, berjuang dapat kesempatan dan akhir dia membahagia istri (ADIL) dan posisi tidak karena di kebanyakan novel posisinya digantikan pebinor
yang jadi masalah
*pebinor jadi masalah karena kalian begitu memuja dan spesial kan sosok ini, dan semua kesalahan kalian benarkan, bahkan pebinor lebih spesial dari sang suami sah, dia bisa bebas peluk istri orang, bisa bebas menghina dan memprovokasi suami orang, semua kelakuan bejatnya dibenarkan dan akhirnya dia diberi wanita lain dan bahagia dan pebinor berpeluang besar menggantikan posisi pemeran utama pria (EGOIS)
*pemeran utama wanita (istri) jadi masalah karena semua kelakuannya kalian benarkan, apapun kesalahannya kalian tutup mata dan membenarkannya dan malah balik menyalahkan suami posisi aman 100% (EGOIS)