NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Status: tamat
Genre:Harem / Bertani / Slice of Life / Komedi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Di mata dunia, Banyu hanyalah seorang pemuda desa putus sekolah yang tidak memiliki masa depan. Kehilangan kakeknya dan divonis memiliki penyakit bawaan membuat hidupnya seolah menemui jalan buntu. Namun, roda nasib berputar 180 derajat ketika Banyu secara tak sengaja mewariskan sebuah artefak kuno Kendi Penyuling Jiwa milik sang kakek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menaklukkan Kota Kembang

Kartu nama yang menumpuk di saku Banyu akhirnya berguna juga.

Banyu mulai menghubungi para chef dan manajer hotel yang dulu pernah mengejarnya di parkiran Hotel Grand Gardenia. Dia mengonfirmasi pesanan, menjadwalkan pengiriman, dan memastikan logistik berjalan lancar.

Dalam beberapa bulan terakhir, reputasi sayuran Banyu di kancah kuliner Jakarta dan Bogor sudah melegenda. Karena warna sayurannya yang hijau berkilau seperti batu mulia dan rasanya yang "ajaib", orang-orang mulai menyebutnya dengan julukan: "Sayuran Giok" (Sayuran Sultan).

Banyak tamu hotel bintang lima yang datang khusus cuma buat pesan menu tumis sayuran ini. Biarpun harganya mahal (bisa Rp 200.000 per porsi di restoran), mereka tidak peduli. Rasanya sepadan.

Kalau ada restoran mewah yang tidak punya stok "Sayuran Giok", chef-nya bakal minder setengah mati kalau ketemu kolega.

Alhasil, gerbang Lahan Mustika Farm di Desa Sukamakmur jadi macet parah. Mobil box pendingin dari berbagai hotel dan restoran antre mengular untuk ambil barang. Para Executive Chef bahkan rela turun gunung sendiri demi melobi Banyu supaya dapat jatah lebih banyak.

"Tenang, tenang, Bapak-bapak! Stok aman! Semua kebagian!" seru Banyu menenangkan kerumunan koki yang agresif itu.

Kali ini, berkat metode "Rendam Bibit" di Mata Air Dimensi, produksi melimpah ruah. Semua orang pulang dengan senyum lebar dan truk penuh.

Dalam dua hari, Banyu menjual beberapa ton sayuran. Rekeningnya yang kemarin sempat kurus kering akibat renovasi, kini mulai gendut lagi. Uangnya langsung dia tabung. Dia butuh modal besar untuk acara Judi Batu di Myanmar bersama Pak Monir nanti.

---

Namun, kesuksesan Banyu tidak luput dari mata iri dengki.

Di Balai Desa yang tak jauh dari sana, Pak Jarkasih (Kades) mengintip dari jendela kantornya. Dia melihat antrean mobil mewah yang keluar-masuk lahan Banyu. Mata bengkaknya berkilat tamak.

"Bangsat... si Banyu ini beneran jadi raja uang. Laris manis banget dagangannya," gumam Jarkasih iri. "Tahu gitu kemarin gue palak sewa dua kali lipat."

Di belakang Jarkasih, berdiri seorang pemuda berusia 20-an. Wajahnya mirip Bahlil tapi dengan tambahan aura preman kampung yang sok jago. Dia memakai kaos ketat yang menonjolkan perut buncitnya dan kalung emas norak.

Namanya Jarko. Anak tunggal Pak Kades, yang merasa dirinya Pangeran Desa Sukamakmur. Kerjanya mabuk-mabukan dan main perempuan.

Mendengar keluhan bapaknya, mata Jarko berbinar licik.

"Yah, santai aja kali, Pak. Apa susahnya sih?" Jarko menyeringai jahat. "Besok gue bawa anak-anak ormas ke sana. Gue bikin ribut dikit, minta 'jatah keamanan' bulanan. Suruh dia muntahin sebagian profitnya buat kita."

Jarko sudah biasa memalak pedagang atau proyek yang masuk desa. Dia menganggap Banyu cuma orang kota lemah yang gampang digertak.

Tapi Jarkasih, biarpun korup, lebih licin dan hati-hati. Dia menggeleng.

"Jangan gegabah, Ko. Kita belum tahu backing-an dia siapa. Liat tuh mobil yang dateng, plat B semua, mobil hotel bintang lima. Jangan sampe kita salah nendang batu."

"Ah, Bapak mah penakut. Paling juga cuma pedagang sayur hoki," cibir Jarko sambil menyalakan rokok. "Ya udah, liat nanti aja. Nanti malem gue mau minum sama anak-anak Polsek dulu. Biar akrab."

"Nah, itu baru bener. Deketin orang Polsek, biar posisi kita aman," dukung Jarkasih.

---

Setelah "kerusuhan" pembeli di lahan mereda, Banyu menyisihkan satu truk khusus untuk diantar sendiri ke Hotel Grand Gardenia.

Dia tidak lupa kacang akan kulitnya. Chef Gunawan adalah orang pertama yang percaya padanya, jadi beliau dapat perlakuan VVIP.

Setelah bongkar muat dan Banyu mengambil pembayaran di bagian keuangan, Chef Gunawan mengajak ngobrol di area loading dock.

"Nyu, saya denger panen kali ini melimpah banget ya?" tanya Chef Gunawan.

"Alhamdulillah, Chef. Tapi jujur aja, kayaknya pasar Jakarta buat harga segini udah mulai jenuh," curhat Banyu. "Saya masih punya sisa stok sekitar tiga ton di lahan. Kalau dipaksa jual di sini, takutnya harga jatoh."

Chef Gunawan mengangguk setuju. "Analisis kamu bener. Barang premium kalau kebanyakan di satu pasar, nilainya turun. Kamu harus ekspansi."

"Kemana ya, Chef? Surabaya?"

"Kejauhan. Ke Bandung aja," saran Chef Gunawan. "Saya punya banyak temen seperguruan di sana yang jadi Head Chef di hotel-hotel top. Mereka udah denger gosip soal 'Sayuran Giok' kamu dan penasaran banget. Nanti saya kasih kontaknya, kamu tinggal dateng bawa sampel."

Mata Banyu berbinar. "Wah, boleh tuh Chef! Siap meluncur!"

"Sip. Nanti saya telponin mereka satu-satu biar jalan kamu mulus."

---

Besoknya, Banyu bergerak cepat.

Dia meminjam truk box pendingin dari armada logistik Herman, lalu memuat sisa sayuran premiumnya. Banyu menyetir sendiri menuju Bandung via Tol Cipularang.

Tujuan pertama: Restoran Vegetarian "Dharma Rasa".

Ini adalah restoran vegetarian paling high-end di Bandung, langganan para bos dan pejabat yang mau hidup sehat. Kepala kokinya adalah senior Chef Gunawan.

Begitu si Kepala Koki mencicipi sawi mentah yang dibawa Banyu, ekspresinya langsung berubah dramatis.

"Edan..." gumam si Koki Sunda itu. "Ini sayur rasanya lebih gurih dari daging! Kalau sayurnya kayak gini mah, orang-orang bakal tobat makan daging semua!"

Biarpun lebay, Banyu senang mendengarnya.

"Jadi gimana, Chef? Minat?"

"Minat pisan! Saya ambil 500 kilo buat stok seminggu!"

Transaksi pertama di Bandung: Sukses Besar.

Destinasi berikutnya pun sama saja. Berkat "surat sakti" (rekomendasi) dari Chef Gunawan dan kualitas barang yang memang no play-play, Banyu disambut bak selebriti di dapur-dapur hotel bintang lima Bandung.

Hotel Hilton, Hotel Trans Luxury, Sheraton... semuanya berebut beli.

Dalam dua hari, sisa stok tiga ton sayuran ludes terjual. Banyu bahkan berhasil mendapatkan kontrak suplai rutin dengan lima hotel besar di Bandung.

"Gokil... Bandung ternyata pasarnya ngeri juga," gumam Banyu puas saat melihat rekap penjualan.

Setelah urusan sayur beres, Banyu menelepon Herman dan Mang Ujang.

"Man, kirim truk lagi ke sini buat angkut sisa panen berikutnya. Mang Ujang, siapin bibit baru!" perintah Banyu.

Setelah tim logistik Herman mengambil alih urusan pengiriman rutin, Banyu tidak langsung pulang. Dia masih punya satu urusan yang belum kelar di Bandung.

Truffle.

Dia menelepon Chef Pierre dari restoran Prancis Le Jardin.

"Halo, Chef Pierre. Gimana kabar pesanan 'barang ilegal' saya? Udah nyampe dari Eropa?" canda Banyu.

"Ah, Monsieur Banyu!" suara Pierre terdengar di ujung telepon. "Kebetulan sekali! Paket White Truffle dari Alba baru saja mendarat pagi ini. Anda bisa datang sekarang?"

Banyu menyeringai lebar. "Otw, Chef."

Pohon Ek raksasa di dalam Dimensi Kendi sudah menunggu untuk ditanami spora jamur termahal di dunia itu.

1
Night Watcher
'semobil dgn pejabat?'...
banyu sudah ngobrol sama melati, mobil pak gub di belakangnya.. tunggu bentar tak mikir sehari dua hari dulu, bingung soalnya😇😇😇😇😇😇
Night Watcher
owalah.. "jumat malam" itu artinya "malam minggu" too... baru tau.
soalnya di awal janjian traktirnya jumat malam..🤭🤭🤭
Night Watcher
vanili itu setau saya pohonnya merambat di pohon, kyk lada, jd gak kecil, butuh media utk merambat biasanya berupa pohon atau kayu.
Night Watcher
dih ngeri amat... rahang sape jatoh ke lante...😇😇🤭
Night Watcher
masih mencoba mengikuti, walaupun sudah banyak kekacauan di 3 bab pertama, siapa tau selanjutnya bagus.
Night Watcher
membalikkan botolnya di atas telapak tangan, jatuhnya tetesan di punggung tangan ..
ntar tak mikir dulu.. piye. kejadianne...😇😇
SENJA
ini gimana sih lahan kan di sukamakmur sekarang ada di cibadak😕
SENJA
peranakan sapi wagyu kobe di australia sana kenapa jadi banteng?
SENJA
sukamakmur? jauh wooo dari gunung salak halimun. sukamakmur itu jonggol ada paling gunung butik, gunung batu , bukit jonggol
SENJA
muncul taik2 kaya gini terus
SENJA
melati kan manggilnya om banyu
SENJA
perdana gimana? kan udah pernah ke thailand..... hadeeeh
SENJA
ga akan berhasil, licik lo pada 😕
jaudi1 ag
waktu siska kecelakaan luka parah tapi sembuh total hanya beberapa menit setelah minum air kendi ajaib, tapi kok mc sipemilik kendi ajaib lukanya sepuluh hari lebih blm sembuh2...
padahal pisiknya sdh diluar batas manusia biasa, aneh juga ya thor...
VirgoRaurus 31Smile
balon tertusuk jarum bukan kempis, tapi meletus Thor...
VirgoRaurus 31Smile
itu bukan kecerdikan instan tapi kebegoan instan... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
kan sudah dikatakan dari mbak Siska... kok masih nanya, tau dari mana... MC minum cairan kendi kok malah tambah bego sih...
VirgoRaurus 31Smile
wow Laras sudah beli mobil ya...
VirgoRaurus 31Smile
dg tubuh super, MC butuh waktu seminggu.. itu aja tiap hari konsumsi air kendi... sedangkan pasien Banyu yg lain yg orang biasa cuma butuh waktu semalam... MEMBAGONGKAN.
VirgoRaurus 31Smile
kok luka luka MC gak langsung sembuh... padahal dia minum beberapa tetes air kendi lho dan tubuhnya sudah berevolusi sedangkan orang lain cuma dua tetes sudah sembuh... MEMBAGONGKAN.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!