Halo guys👋
Novel ini adalah karya pertama aku jadi maap ya,kalo banyak yg typo .
Truss alur ceritanya masih berantakan🙏
Regan Hartawan ,anak di luar nikah Rayn Hartawan yang sejak kecil sudah di asingkan oleh papanya sendiri dan di asuh oleh ibu asuhnya sedangkan ibu kandungnya meninggal saat dia baru berusia 5 tahun . Tidak pernah ada kehangatan atau pun kasih sayang dalam hidupnya hanya kehampaan serta kebencian dari mama tirinya dan kakaknya .
Tapi ,hidupnya berubah sejak mulai dari hari pernikahan.
Elsa Keana anak angkat keluarga Keanan ,ayahnya menjodohkan dirinya dengan keluarga konglomerat demi membalas budi kedua orangtuanya Elsa menerima permintaan ayahnya.
siapa sangka ketika Regan dan Elsa menjalani sebuah pernikahan Karna paksaan malah menjadi sebuah kebahagiaan yang tidak pernah mereka rasakan dalam hidupnya.
Next,langsung baca aja......
Jangan lupa Like,Vote&komen🙏🥺👉👈
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HamidahAjj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Malam hari yang cerah di terangi bulan dan bintang di langit ibu dan anak itu sedang membicarakan rencana jahatnya yang tidak sengaja di dengar oleh pasien yang terbaring di ranjang dengan alat penunjang hidup nya. Tanpa mereka sadari Pria yang terbaring di ranjang itu sudah sadar dari alam bawahnya , dia adalah Rayn Suami Lena dan Papa Revan.
Ketika Rayn mulai membuka bicara Lena dan Revan terkejut jika dia sudah sadar , mereka berdua takut jika Rayn mendengar rencana jahat yang baru saja mereka bicarakan.
"Sa.... sayang kamu sudah sadar". Ucap Lena menetralkan kegugupan nya dan mulai mendekati ranjang suaminya.
"Aku panggil dokter dulu ma". Ucap Revan langsung memanggil Dokter.
"Apa kamu baik baik saja , dimana yang sakit ?". Tanya Lena mulai menunjukkan kekhawatiran nya pada Rayn yang terbaring lemah .
"Tidak apa apa". Ucap Rayn pelan , suaranya masih terhalang oleh tenaga yang lemah.
"Permisi Nyonya , izinkan saya periksa keadaan Tuan Hartawan ". Ucap Dokter pria bersama suster di belakang nya yang membawa kotak obat dan suntik.
"Oh baiklah silahkan". Lena pun menyingkirkan diri agar Dokter leluasa memeriksa keadaan suaminya.
"Mah tadi kira kira papa denger ngk ya?. Bisik Revan pada Lena.
"Seperti nya tidak , kamu tenang saja". jawab Lena .
Tak lama kemudian Dokter itu selesai memeriksa Rayn dan melangkah menghampiri Revan dan Lena yang duduk di sofa ruang rawat .
"Bagaimana keadaan suami saya Dok?". Ucap Lena langsung berdiri begitu pula dengan Revan.
"Kondisi Tuan Hartawan mulai membaik dan sudah melewati masa kritis nya , tapi tetap harus di jaga ketat Karna jahitan Operasi pada Kepalanya belum kering ".Ucap Dokter itu memberikan penjelasan.
"Oh baiklah Dokter Terimakasih". Ucap Revan dan Lena.
"Sama sama , permisi". Ucap Dokter dan Suster itu.
Revan dan Lena langsung melihat Rayn ke ranjangnya .
"Dimana Regan?" tanya Rayn membuat anak dan istrinya itu terdiam sesaat.
Ada apa dengan Rayn ,tiba tiba tanya anak haram itu. Batin Lena
"Revan tidak tau pa , mungkin dia terlalu sibuk dengan posisi CEO jadi melupakan papa". Jawab Revan mewakili Lena yang terdiam.
"Papa minta tolong Rev, panggilkan adikmu . Papa ingin membicarakan sesuatu". Ucap Rayn membuat Lena dan Revan terdiam untuk kedua kalinya.
Bukannya papa biasanya juga benci sama tuh anak haram . Kenapa sekarang malah yang di tanyain dia ?. Pikir Revan.
"Iya Sayang , Revan telpon Regan suruh dia kemari!" . Ucap Lena menyuruh Revan memanggil Regan.
Revan pun dengan patuh menelpon Regan menyuruhnya datang kemari.
~~~~~~~~~
Regan yang baru saja pulang dari kantor lebih awal karena kondisi Elsa yang mulai aneh akhir akhir ini . Regan membawa makanan yang tadi di minta istrinya ke Villa.
"Mas mana makanannya , aku laper". Ucap Elsa di tengah pintu , menagih permintaan nya tadi pada Regan.
Tanpa sambutan tangan seperti biasanya Elsa lakukan, Elsa langsung mengambil bungkusan putih di tangan Regan tanpa permisi. Regan hanya menggeleng kecil melihat tingkat lucu istrinya.
"Ya udh Mas mau mandi dulu ya". Ucap Regan melewati Elsa menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Iya , tadi aku belum siapin air . Siapin sendiri Ya mas". Balas Elsa yang masih berbinar binar menatap bungkusan di tangan.
"Iya udah sana makan". Ucap Regan dari kejauhan.
Drttt..... drtttt....drrtttt
Getaran Handphone Regan di kantong celana berhasil membuatnya menghentikan langkah kakinya.
"Hallo".
"Cepet kesini Papa udh sadar"
Tut Tut
Ucap seseorang dari seberang telpon yang langsung mengakhiri panggilan itu.
"Papa udh sadar". Gumam Regan langsung bergegas ke kamar mandi .
Disisi Lain........
Sera si wanita penggoda itu terkulai lemas di ranjang kingsize milik Eden . Tubuh sexynya itu terekspos jelas tanpa penghalang . Sedangkan Eden memakai piyamanya duduk di Sofa dengan tangan ngotak ngatik Laptop miliknya.
"Gimana gw hebat kan ? Jadi sekarang gw jadi pacar Lo?. Ucap Sera dengan penuh percaya diri , dirinya yakin bahwa pria kaya yang pernah di hangatkan olehnya akan menerima nya sebagai pacar .
"Tidak ". Ucap Eden dengan ekspresi datarnya menyobek cek yang di tulis tangan Rp.100jt olehnya di lempar begitu saja ke wajah Sera .
"Sekarang keluar !!!". Bentak Eden menunjuk pintu Apartemen miliknya.
"Whatttt!!!" Pekik Sera tidak percaya . Eden menatap nya dengan tajam membuatnya menelan ludah dan memunguti pakaian nya . Sera memakai pakaian nya langsung membawa cek itu pergi dari Apartemen Eden dengan kulit merinding akibat tatapan maut Eden.
Argghh
Eden berteriak sekencang-kencangnya menjambak rambutnya . Dia saat ini bingung dengan dirinya sendiri , kenapa dia begitu emosi mendengar ucapan Claudia dan David yang berkata akan menikah tadi . Eden yang tidak sadar dirinya telah jatuh cinta dan kini terbakar api cemburu . Dengan cara buruknya mengatasi mood nya dia bermain dengan Sera untuk pelampiasan tapi nyatanya dia salah
dan saat ini Eden malah semakin frustasi .
🍀🍀🍀🍀
Regan mengajak Elsa menjenguk Papanya di rumah sakit .
"Bagaimana keadaanmu pah? ". Tanya Regan basa basi untuk menghilangkan kecanggungan dirinya dan Rayn.
"mulai membaik, apa kamu mulai terbiasa dengan pekerjaan mu?". Tanya Rayn balik .
"Iya pah Allhamdullilah sudah terbiasa"Balas Regan.
"Apa papa boleh bicara sebentar padamu". Ucap Rayn mulai menampakkan keseriusan nya.
Tiba tiba saja Elsa yang dari tadi meremas lengan bajunya tiba tiba meremat tangan nya begitu kuat.
"Mas aku mual sekali ". Ucap Elsa dengan gumpalan keringat sebesar biji jagung di wajahnya yang mulai memucat .
Sontak Regan beralih menatap Elsa dengan khawatir.
"Kamu kenapa sayang". Ucap Regan membawa Elsa ke pelukan nya.
"Aku....aku dari kemarin mual terus dan disini lebih mual lagi Karna bau obat". Ucap Elsa lalu tidak sadarkan diri dalam pelukan Regan.
"Sayang .....sayang".Ucap Regan sangat khawatir menepuk pelan pipi Elsa.
"Kamu bawa dia ke ruang periksa saja dulu ". Ucap Rayn ketika menantunya terkulai di gendongan Regan.
"Iya pah aku bawa Elsa dulu". Ucap Regan langsung keluar dari ruang Rawat Rayn.
Sementara itu Revan , Lena dan beberapa orang yang hendak menjenguk Rayn duduk kursi tunggu , menyaksikan Regan menggendong Elsa tergesa gesa keluar dari ruangan itu.
Mereka penasaran pun bertanya .
"Kenapa sih ,si Regan buru buru gitu?" tanya Revan.
"Ya mana tau " . Ucap serempak mereka .
Di ruang periksa.......
"Istri anda baik baik saja, mungkin karena Hamil muda jadi masih rentan dengan bau yang menyengat maka dari itu dia pingsan, tidak perlu menginap setelah istri anda sadar boleh langsung pulang". Ucap Dokter itu.
"Baiklah Dok terimakasih ". Ucap Regan mulai melangkah kan satu kakinya ke ruang periksa.
"Sebentar ,tadi anda bilang istri saya Hamil Dok?. Regan menghentikan langkahnya dan menatap Dokter itu memastikan pendengaran nya.
"Iya Tuan istri anda hamil , dan untuk pemeriksaan umur kandungan dan lain lain anda bisa periksa ke dokter kandungan". Ucap Dokter itu membuat Regan mematung .
Sampai Pak Dokter tadi menghilang dari pandangan nya, Regan masih tetap mematung .
Aku tidak salah dengar , pantas saja Elsa terlihat aneh akhir akhir ini itu karena dia Hamil. Jadi aku akan menjadi Ayah. Batin Regan berbunga bunga karena Tuhan akhirnya memberi dia anugrah untuknya .
Emhh....
Lenguh Elsa tersadar dari pingsannya. Regan mendengar suara lenguhan dari Elsa langsung menyadarkan diri dan menghampiri Elsa.
"Kenapa aku disini Mas?". Tanya Elsa .
"Tadi kamu pingsan" Jawab Regan mengelus elus pucuk kepala Elsa sembari menebar senyum kebahagiaan.
"kenapa aku bisa pingsan Mas?". Tanya Elsa yang masih bingung dengan keadaan nya.
"Kamu Hamil". Dua kata dari Regan mampu membuat Elsa tercekat tanpa kata air matanya jatuh tanpa permisi hatinya begitu bahagia . Dia tidak menyangka akan di anugrahi seorang anak dari pernikahan Karna perjodohan ini.
"Jangan menangis sayang , apa kamu tidak bahagia mengandung anakku". Regan mengelap air mata Elsa , dia sangat takut jika Elsa belum bisa menerima sang janin mengingat dirinya saja belum lulus Sarjana .
Regan begitu bahagia mendengar bahwa Elsa Hamil , saat ini yang sudah terpikir dalam benaknya adalah bagaimana kelak dia harus membahagiakan calon buah hatinya. Dia tidak ingin anaknya nanti bernasib sama dengannya yang lahir di dunia tanpa kasih sayang kedua orang tua.
"Aku terlalu bahagia makanya nangis dan aku juga takut apa aku bisa jadi ibu yang baik ". Ucap Elsa langsung menghancurkan ketakutan Regan tadi , ternyata Elsa hanya khawatir dengan statusnya nanti.
"Kamu pasti bisa menjadi ibu yang baik , aku tau kamu dari kecil tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tua ,meski pernah mungkin hanya sesaat . Kita itu sama besar tanpa kasih sayang jadi yakinlah bahwa kita bisa menjadi orang tua terbaik baik anak kita nanti". Ucap Regan lembut sambil mengusap perut rata Elsa .
"Terimakasih mas , kamu sudah memberikan kebahagiaan yang tidak pernah aku rasakan" . Ucap Elsa penuh haru.
"Kamu juga sama ,tanpa kamu hidup Mas akan selalu gelap dan sekarang jauh lebih terang karena kehadiran mu". Ucap Regan ikut menintikkan air mata kebahagiaan dan memeluk istrinya .
Elsa dan Regan pun saling memeluk penuh haru di ruangan itu.
"Hahaha.....ngk bisa dapat Silver , tapi gw yakin gw bakal dapet Gold ". Seloroh Sera di penuhi tawa Devil menggema kamar Hotel VIP miliknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Bersambung
Jangan lupa untuk mendukung Author dengan cara Like komen Vote 🙏🥰
Vote / 🌹 jg boleh🥺👉👈***
di adopsi adiknya lahir, itu artinya Elsa dan Mia selisih 7 tahun, berarti usia Elsa 24 tahun. apa iya usia 24 tahun masih sekolah???