NovelToon NovelToon
The Sweetest Mistake

The Sweetest Mistake

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Office Romance / CEO / Tamat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Polaroid Usang

Bagi Heskala Regantara, kehidupannya di tahun 2036 hanya soal kerja, tanggung jawab, dan sepi. Ia sudah terlalu lama berhenti mencari kebahagiaan.

Sampai seorang karyawan baru datang ke perusahaannya — Aysha Putri, perempuan dengan senyum yang begitu tipis dan mata yang anehnya terasa akrab.

Ia tak tahu bahwa gadis itu pernah menjadi bagian kecil dari masa lalunya… dan bagian besar dari hidupnya yang hilang.

Lalu, saat kebenaran mulai terungkap, Heskal menyadari ...

... kadang cinta paling manis lahir dari kesalahan yang paling tak termaafkan.

•••

"The Sweetest Mistake"

by Polaroid Usang

Spin Of "Gairah My Step Brother"

•••

Bisa dibaca terpisah.

•••

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Polaroid Usang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

•••

Tok tok!

Hening. Sunyi. Tak ada sahutan.

Heskal melirik jam yang tergantung pada dinding, sudah menunjukkan pukul setengah sebelas pagi. Heskal sudah terbangun sejak pukul tujuh lalu memasak sarapan, dan dia tak melihat tanda-tanda Zeline sudah bangun. Kemarin pun, perempuan itu tidur tidak terlalu larut, sekitar jam sebelas.

"Zeline?"

"Zel?"

"Cil?"

"Aysha?"

Masih tak ada sahutan.

Pada saat itu, Heskal masih tersenyum tipis. Matanya melirik meja makan, sandwich daging, buah strawberry, dan susu vanila, semua itu kesukaan Zeline. Dan karena kini sudah menjelang siang, sepertinya Heskal nanti harus segera memasak makan siang selagi Zeline menghabiskan sarapannya.

Hingga handphone-nya berbunyi tanda pesan masuk, dan senyum itu luntur seketika.

Zafanya : Kak, Zeline udah pulang. Aman, lagi sama kita. Kayaknya lo belum tau.

Heskal mengernyit tajam, segera membuka pintu kamar itu dan pemandangan didalamnya membuatnya membuang nafas kosong. Kamar itu terlalu bersih, terlalu rapi. Seakan tak ada yang tidur disana semalam.

Tiba-tiba bayangan lima tahun lalu terlintas. Pagi hari cerah setelah malam itu. Yang nyaris sama seperti sekarang.

Tidak ada tanda-tanda Zeline pernah datang. Rumah yang sepenuhnya sepi.

Tidak ada rambut panjang di bantal. Tidak ada sandal kecil. Tidak ada bayangan seseorang yang seharusnya duduk di sofa, atau mungkin sedang merapikan pakaiannya.

Heskal mendudukkan diri di ranjang, pandangannya datar. "Kapan dia pergi?"

Kepalanya berat tiba-tiba. Ada rasa kosong yang familiar. Rasa ditinggalkan yang sudah biasa ia rasakan selama bertahun-tahun.

Oleh Ibu. Oleh Ayah. Kini oleh orang yang berhasil membuatnya kembali nyaman.

Lalu ia tertawa kecil. Tawa hambar. Tawa yang menyembunyikan hidup kosong yang ia pertahankan bertahun-tahun.

 Lagi dan lagi.

•••

"Agak bellebihan ya, Kak." Bisik Shala.

Noa mengangguk setuju. Dia memperhatikan Mimia-nya yang sejak tadi terus ditempeli oleh dua orang yang kini mereka panggil Mami dan Mama.

"Ihhh! Nggak nyangka Zeline tingginya udah sama kek kita, Za!"

"Iya perasaan dulu nggak sampai sebahu, Nar!"

"Mana cantik banget, dari tadi gue nggak bisa ngalihin pandangan!"

"Gue jugaaaa!!! Gemes bangett! Zeline udah gede!"

"Tapi masih lucu gemesin!"

"Iyaaa!"

"Jago masak lagi!"

"Asli masih nggak bisa menerima kalau Zeline bukan anak kecil lagiii!!!"

"Cobain, Kak." Ucap Zeline setelah mematikan kompor. Sejak tadi pergerakannya dalam memasak makan siang jadi terbatas karena Zafanya dan Nara terus mengikuti kemana pun ia melangkah.

"Ummmm! Enak banget!" Mata Zafanya membulat.

Nara menutup mulutnya syok, "Enak bangeeettt??!"

Zeline tertawa kecil, dia segera menyalin menu terakhir kedalam piring dan membawanya menuju makan. Dan tentunya diikuti oleh Zafanya dan Nara seperti anak ayam mengikuti induknya.

Noa, Shala, Kenzio, Jayden dan Jevran —anak Jayden Nara yang kini berusia 10 tahun— sudah duduk di kursinya masing-masing. Oh, dan juga ada Ashaza yang biasa dipanggil Aza, anak Zafanya dan Kenzio, anak dua tahun itu duduk disamping Kenzio, sibuk bermain bonekanya dengan ayahnya. Zeline, Zafanya dan Nara segera mendudukkan diri.

"Ayo, makan."

"Ehh! Sebentar!" Seru Nara.

"Kenapa, Kak?" Tanya Zeline mengerjab, tiba-tiba merasa tidak percaya diri dengan masakannya.

"Sebentar," gumam Nara melirik handphone dan arah pintu rumah bergantian.

"Kenapa, Mam?" Tanya Jevran sambil memegang sendoknya.

Nara tersenyum tipis. "Nunggu satu orang lagi."

Zafanya langsung refleks menoleh pada sahabatnya itu. Berkode-kode dengan Nara, protes karena sahabatnya itu tak bilang apa-apa padanya.

Zeline belum sempat bertanya tapi—

Tok tok.

Semua refleks menoleh ke arah depan.

Zeline membeku, perasaannya mulai resah. Bisa langsung tahu siapa seseorang yang Nara maksud.

"Aku yang buka, ya!" Seru Shala riang, turun dari kursinya sebelum sempat dicegah siapa pun.

"Sha—!" Zeline berdiri setengah panik.

Terlambat.

Pintu terdengar terbuka. Lalu suara Shala, "Om…?"

"Hai,"

Sunyi. Tak terdengar apa-apa lagi. Zeline meremas ujung bajunya.

"Om dateng juga?"

Dan jantungnya jatuh. Netra Zeline bergetar, remasan pada ujung bajunya mengerat. Langsung teringat pada kejadian semalam saat dirinya mabuk.

Saat dia bertingkah tak dewasa, saat dia bercerita, lalu saat lelaki itu memeluknya.

Nara akhirnya berdiri. Berjalan keluar ruang makan, lalu didepan sana suaranya terdengar oleh Zeline, "Masuk dulu, Kak. Makanannya keburu dingin."

Terdengar langkah masuk, dan jantung Zeline semakin berdebar. Lelaki itu berdiri di pintu masuk ruang makan. Kemeja abu-abu sederhana. Wajahnya tenang. Terlalu tenang.

Heskal diam disana. Memusatkan matanya pada Zeline yang berdiri kaku di sisi meja makan. Lalu saat ia mulai mengedarkan pandangan.

Dan saat itulah Heskal melihat semuanya utuh. Meja makan penuh, anak-anak tertawa, dan Zeline di ujung meja makan, tanpa sadar jadi pusat gravitasi. Seperti potongan hidup yang tidak menyisakan ruang untuknya.

Jevran segera bangkit dari kursinya, "Duduk disini aja, Om." Anak laki-laki itu memberikan kursinya, yang mana bersebelahan dengan Noa. Jevran berpindah pada kursi ujung lain yang tersisa.

Heskal menarik kursi, duduk disana dan mengacak singkat rambut Noa.

Shala segera mendudukkan dirinya di kursi, tepat didepan Noa, bersebelahan juga dengan Mimia-nya. Anak itu mencondongkan badan pada kakak kembarnya, berbisik tapi cukup keras.

"Om Heskal keliatan kayak tamu penting."

Noa menatap Heskal, lalu Mimia-nya. Dia mengangguk kecil tanpa mengatakan apa-apa. Dan melihat itu, Zeline menunduk. Dadanya terasa sesak tanpa alasan yang bisa ia sebutkan.

Zafanya tiba-tiba menyelutuk tanpa tau perkataannya berpengaruh besar pada dua orang disana. "Akhirnya, sekarang kita kayak keluarga besar yang lagi kumpul bareng. Udah lengkap!"

Dan Heskal, untuk pertama kalinya ... merasa cemburu pada kehidupan yang seharusnya sejak awal bisa ia miliki.

•••

1
styandrie
wahhh aku juga rela berpisah sama heskala zeline😭😭😭😭
styandrie: eeh iya😭😭
total 2 replies
styandrie
lucu banget fotonyaaa bajunya couplee ihhh😭😭😭🫶🏻
styandrie
image cool nya langsung ilang ya kal😭🤏🏻
styandrie
ini sepertinya heskal yang menghasut shala buat teriak panggil mimi nya nih😭😭🫵🏻
styandrie
episode ini yang aku tunggu tungguuu🫶🏻🫶🏻
styandrie
aaaaa terharu bangett😭😭😭😭
styandrie
lucu bgt Noaaa😭😭😭
ms. S
up lagi Thor
ms. S
pinter noa melindungi mimia bgt.. walau masih kecil tapi tegas👍👍👍
ms. S
up up lagi kak
styandrie
lanjut thorrrrrrr
@RearthaZ
kak aku sudah baca, semua chapternya seru banget...

oh iya boleh tolong bantuannya juga ya kak untuk like dan baca cerita baru ku (aku baru pemula hehehe)
boleh cek profil ku ya kak... nama judul ceritanya Pernikahan yang tak terduga
Bu Yudi Wahono
lanjut
styandrie
LANJUT KAAA AUTHORR
PLISSSSSSSS
styandrie
aaaa nangisss.......
😭😭😭😭😭
styandrie
ahhh noaaaa
styandrie
KAK AUTHOR KAMU KEREN BGTTT SEMANGAT TERUS YAA
styandrie
ga bisaaa nahannnn senyuuummmmm😭😭😭🤸🏻🤸🏻🤸🏻🤸🏻🤸🏻
styandrie
SOK SOK NANYA DIH HESKALL
styandrie
ZELL SERIUSS?????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!