" Gue suka sama lo, gamau tau jawaban lo apa. Mulai sekarang lo pacar gue.".
" G.. Ga.. Ga bisa! Apa apansih lo, gue ga mau.. Gue ga suka sama lo!"
" Suka ga suka, mau ga mau.. Pokoknya lo milik gue Pamela irshadi yantoro. Ga ada penolakan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Juara nasional
POV AUTHOR
Keesokan harinya di sekolah~
...
Acara pengambilan rapot menjadi ajang gengsi, dimana akan terbongkar semua seberapa kelasnya pekerjaan orang tua siswa siswi di sekolah ini.
Para siswi pun sebelumnya turut membantu kelancaran acara pengambilan rapot tengah semeter di kelas masing-masing.
Ada yg jadi kang parkir dadakan.
Ada yg jadi google maps kelas.
Ada yg jadi Terima tamu.
Ada yg jaga konsumsi.
Ada yg tiba-tiba jadi anak baik.
Ada yg cuma diem mikirin nilai.
Ada pula yg ngomongin gaya orang tua wali murid.
Salah satunya si yona, Pamela dan fani, Mereka terlihat duduk menyambut para orang tua murid kelas mereka, sesekali berbisik jikalau ada yang menarik perhatiannya.
" Buseet.. Tadi ibunya boby? Kelas banget co! Pake tas hermes" Pekik fani.
" Eh tau ga? papa lena kek sugar daddy njir. Kok gue jadi pengen di adopsi ya." Ucap tommy dengan begitu lenjeh nya.
Yona pun menggeram dan langsung menjitaknya. " Najis.. lo cowok bego'!" Peringatnya.
Tomy pun mengusap bekas jitakan yona sambil menggerutu. " Jadi anak angkat njing.. Bukan sugar baby, emang lo?"
" Dia mah bukan sugar, tapi salt.." Sahur Erika mengundang gelak tawa yang ada di sekitar mereka.
" Gapapa asin, air laut aja biru." Ucap smith,
" Ga nyambung bejir." Timpal pamela.
" Perasaan kelas kita makin bego' semua ya." Ujar si tommy.
Olive pun melirik tomy dengan sinis. " Lo aja deh perasaan."
" Gue pinter ya njing." Balas tomy tak terima. Semuanya pun langsung diam tersenyum manis saat beberapa orang tua melewati mereka.
Asya yg sibuk mendata wali murid yang berdatangan, tak mendapati kehadiran ibu mela dan yona. Langsung saja dia lapor ke Pamela dan yona.
Mela pun menggaruk keningnya bingung. " Tadi gue telfon udah di depan gedung sekolah sih. Tapi masih belum dateng juga. Apa mungkin kesasar? Masak kecantol duda kaya?"
Asya pun berdesis melihat temennya yg agak lain ini. " Yaudah cari aja njir, aneh aneh aja lo Mel?"
" Oh iya bunda gue juga belum dateng ya sya? Yaudah mel, kita cari barengan yuk!" Ajak yona.
Pamela pun mengangguk menerima gandengan yona, mereka berdua langsung bergegas. Namun si erika malah menahannya karena ia dan asya mau ikut juga.
Sengaja asya dan ruka, karena buat kesempatan mampir ke kantin, astaga banget emang akal mereka berempat ini.
Oke, Baru saja turun ke lantai 1 sudah kelihatan mami Pamela sedang dimana. Yups, Kinan saat ini sedang bersama musuh bebuyutan mereka.
" Loh? Bukannya itu Juan?" Tanya yona menunjuk.
Erika pun turut mengangguk usai menerawangnya. " Eh iya Mel, ngapain sama juan coba?" tanyanya
Pamela pun mulai panik, so.. Dia izin untuk menghampiri ibunya sendiran, agar tak lama disana.
" Em. Gue ga tau juga sih, yaudah gue samperin mami ya?" Pamela segera berlari menjemput maminya.
Dan begitu sampai di sana gadis berkulit halus itupun mendapat sambutan hangat serta senyuman genit dari Juan, sang pacar.
" Sayang.." Sapanya membuat pamela mendesis.
" Jangan mulai, di belakang ada temen temen." Peringat Pamela yg kemudian beralih ke maminya.
" Mami ayo ke kelas, udah di mulai." Ajaknya menggandeng sang mama.
Sebelum pergi, tak lupa kinan pamit pada juan. " Oke, Juan nanti salam buat mama mu ya" Ucapnya/
Juan pun mengangguk. " Siap tante!" Jawabnya semangat, lalu ia beralih pada Pamela.
" Good luck Mel." Ucapnya tersenyum, Mela pun tersenyum malu.
" Yeah.. You too." Jawab mela sambil mengigit sedikit bibir bawahnya karena malu.
Bisa di bayangkan bagaimana reaksi Juan? Yup.. Bahagia sampai ke tulang tulang. Begitu pun dengan kinan, ia sedari tadi sumringah melihat putri semata wayangnya yang sudah mulai membalas juan dengan baik.
Kembali ke kelas dengan senyum senyum, bahagia banget si juan juan itu. Apalagi Pamela yang makin hari makin keliatan salting nya. Makin gemes lah si preman sekolah itu.
Uhuuu😚
~
Congratulations!!
Ucap teman teman kelas setelah bu Ratih mengumumkan ranking teratas, yg ternyata gue nempatin posisi pertama
Demiapa? Gue tremor woy.. Biasanya ranking gue cuma mentok 2-3 aja. Tapi gapapa, gue bersyukur banget udah berjuang meski ujian kali ini ada Juan yg mau menghambat prestasi gue.
Next Juara 2 ditempati oleh yona. Sianjir tuh anak meskipun kocak tapi encer loh otaknya, emang pinter makanya gue kalo debat soal pelajaran suka aja sama dia.
Lanjut diurutan Ketiga ada si tommy, si cowok boty yg pengen di adopsi bokapnya lena, sugar dady katanya. Ceilah pinter pinter kok belok, capek dah. Sayang banget tau, tapi masa depan dia masih panjang, siapa tau ntar dia jadi macho. hihi..
..
Skip selesai pengambilan raport.
Disaat semua wali murid sudah pergi meninggalkan lingkungan sekola, Bapak kepala sekolah terdengar buru-buru mengumumkan kepada seluruh siswa-siswi biar ga bubar barisan.
Kemudian si bapak kepsek itu menyuruh kita untuk berbaris rapih di lapangan sesuai kelas masing-masing, kita semua jadi bertanya-tanya dong?
" Heh cepet baris woy!" Seru Erika pada teman kelasnya yang lelet.
Beberapa menit kemudian semuanya sudah berbaris rapih di lapangan, tapi pak kepsek masih belum memulai pengumumannya karena masih ada yang belum merapihkan barisannya.
Anyinglah, mana panas banget ya tuhaan. Bayangin aja jam 11 siang? Jam rawan gosong anjir.
Gue pun sibuk menutup muka pake tangan. " Pak cepetan, muka kita udah mateng ini." Ucap gue lirih.
Untung saja si bapak langsung berdiri dan memegang mic, lalu memulai dengan menyapa kita terlebih dahulu.
" Siang murid-murid semua, bapak berdiri disini bersama kalian karena kami para guru ingin menunjukkan apresiasi pada siswa-siswi yg berprestasi diatas rata rata."
Whoaaah...
Semua murid heboh dong, termasuk gue sama asya cs. Kita sibuk menerka-nerka siapakah murid pintar itu? Sampe-sampe di bikinin pengumuman khusus begini? Istimewa banget anjay.
Kehebohan semakin riuh tatkala bapak kepsek itu menyebut nama sang juara provinsi. Sangat di luar ekspektasi kita!
Coba tebak siapa?
.
.
" Whats..? Juan?"
" Hah? Kok bisa?"
" Lah.. Lo ga tau dia emang langganan juara kelas, dia aja masuk YGUNIF dapet beasiswa full loh. Ya meskipun bokapnya termasuk pemegang saham tertinggi di sekolah ini juga."
Gue speechless banget ya Tuhan! Bisa bisanya dia masuk 5 besar siswa berprestasi di seluruh provinsi? Selama ini gue ga terlalu memperdulikan ranking kelas lain, apalagi si juan yang awalnya kemusuhan.
Gue speechles, cowok gue? Like, huh? Lebih pinter dari gue anjir. T.. Tapi kemarin dia ga pernah belajar, main game dan balapan doang sumpah.
Apalah nanti gue mau sombong ke dia malah kena ulti dulu.
..
" Terimakasih banyak atas segala apresiasi dari bapak ibu guru semua, ini semua berkat bapak dan ibu guru yg tidak menyerah untuk terus mengingatkan saya sebagai siswa yg bandel dan nakal
Tapi semua itu juga tidak luput dari doa orang tua saya, support teman teman semua dan tak lupa juga pada seseorang yg telah membuat saya seperti ini
Support system terbaik saya yg sedang melongo di tempatnya saat ini"
..
Loh-eh?
Kok?
Maksud juan apa? Siapa yg juan maksud?
" Heh, siapa yg dimaksud Juan guys?" Bisik bisik anak kelas lain di sebelah, gue pun melirik ke sekitar.
" Gue ga tau, tapi dia kayaknya liat ke arah sini deh." Sahut yang lain.
Setelah gue perhatiin lagi, ternyata Juan menatap gue segitunya. Melempar senyum meledek sampe gue tersenyum kecut menanggapinya. Huh.. Ngeselin pas tau beberapa anggota treasure kelas lainnya ikut menoleh ke gue.
Mampus lah gue. Juan bener-bener bikin semuanya sibuk menebak siapakah orangnya. Guru guru pun dibuat kebingungan juga. Dah lah, emang Juan ngadi ngadi.
"Mereka liat kita?" Tanya si Erika, gue langsung menggeleng biar ga ada huru hara diantara kita.
" Nggak lah, mereka bahkan saling bertukar pandang," Ucap yona menimpali.
Gue pun llangsung menyadari adanya lirikan sinis dari beberapa kakak kelas yang sempat mau melabrak gue sama yona waktu itu.
Fyi, mereka semua tau hubungan ini, bahkan beberapa anak kelas lainnya pun turut mengetahui hubungan gila ini. Tapi dengan kerennya Juan mengunci mulut semua yg mengetahui hubungan kita, hebatnya kok bisa?
Padahal kan banyak, dan bisa aja salah satu dari mereka cerita ke temen nya jadimulut ke mulut.
Entahlah, gue bingung mau seneng apa nggak, tapi syukur deh ga ada yg ngadu, seenggaknya persahabatn gue masih bisa terselamatkan.
..
Skip~
Setelah pengumuman semuanya selesai, kita semua bubar barisan. Ada yg pulang ada juga yg masih di sekolah.
Termasuk gue yang sekarang lagi duduk sendirian di taman depan gedung sekolah. Gue nolak ajakan asaya dkk buat rayain hari terakhir sekolah sebelum liburan di cafe milik kaka iparnya.
Asyik kedengerannya. Tapi gue udah ada janji sama si juan tadi, jadi ga bisa ikut huhu, si juan bisa tantrum kalo sampe aku ingkar janji. Huff, ngeselin banget emang tuh cowok.