Irhaf, seorang pemuda pemain sepakbola berusia 21 tahun yang bermain di liga 2 Indonesia. Dulu ia pernah dilirik oleh klub-klub besar karena memiliki bakat cemerlang tapi semuanya berubah sejak ia menderita cidera lutut yang parah.
Di suatu malam Irhaf mendapatkan email yang menawarkan kesempatan untuk melakukan uji coba di klub dengan nama yang asing bagi irhaf dan mengaku berlaga di liga 1.
Dan suatu keanehan pun terjadi....
Like dan Komentar jika kalian suka cerita ini...
Setelah sekitar 4 tahun sejak novel terakhir saya di akun lain saya yang udh ilang. akhirnya saya coba bikin lagi.
Masukan dan saran saya terima 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irhaf01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesan Tidak Terduga
Hasil dari dua pertandingan kualifikasi piala dunia kemarin membuat peluang Insana untuk lolos ke piala dunia menjadi lebih lebar.
Di klasemen grub B kualifikasi ronde saat ini dipimpin oleh Insana dengan 6 poin yang dominan.
Sedangkan dua negara lainnya sama-sama hanya memperoleh 1 poin setelah bermain imbang satu sama lain dan sama-sama dikalahkan oleh Insana.
Dengan ini, hanya butuh satu kemenangan lagi bagi Insana untuk lolos lebih dulu sebagai juara grub B.
Tentunya keadaan grub B saat ini sangat mengejutkan dan luar dari prediksi kebanyakan orang.
Secara, Al-Furatain dan Syam Arabia termasuk salah satu negara dengan level sepak bola teratas di Athelgardia.
Beberapa orang juga menantikan apakah Insana akan melanjutkan performa mereka sebagai kuda hitam jika berhasil lolos piala dunia tahun depan.
Beberapa media juga masih menyoroti Irhaf yang baru muncul di squad utama Insana di dua laga kemarin.
Karena penampilannya yang dominan di dua laga kemarin, nama Irhaf menjadi semakin terkenal tak hanya di dalam negri, bahkan Irhaf juga mulai dikenal di dunia.
Beberapa klub besar Eumma mulai memperhatikan Irhaf.
Terutama klub-klub yang mengirimkan pencari bakat di dua laga kemarin atas permintaan Pieter.
Namun karena penampilannya yang singkat, semuanya masih menunggu dan mengamati Irhaf.
Terlebih lagi bursa transfer juga belum dimulai.
Setelah pertandingan usai para pemain mulai bubar dan kembali ke klub masing-masing.
......................
Al-Marsa 6/11/25
Tepat sehari setelah laga Melawan Al-Furatain, Irhaf tak ingin berlama-lama di Syam Arabia dan berniat untuk langsung pulang ke Insana.
Saat ini Irhaf masih berada di kamar penginapannya dan sedang bersiap-siap untuk segera pergi ke bandara.
Namun di tengah persiapan itu, sebuah Notifikasi pesan terdengar dari Hpnya.
Saat Irhaf mengintip pesan itu Irhaf segera terdiam.
Sebuah pesan singkat dari seseorang yang tidak pernah memperhatikannya yang membuatnya tangannya agak gemetar
"Kamu hebat nak"
......................
Rayakarta 7/11/25
Baru kemarin malam ia sampai di Insana, namun sore ini dia sudah melapor ke klub dan ingin mengikuti latihan walaupun Oden memberikannya libur satu hari lagi.
Jadwal liga pertama Persiray usai jeda internasional jatuh pada tanggal 12 November melawan Kelpana FC.
Oden mengumpulkan pemain lainnya untuk mulai berlatih sejak tanggal 2 karena tidak ada pemain Persiray yang dipanggil ke timnas kecuali Irhaf.
Disaat Irhaf sampai di tempat latihan, dia langsung disambut baik oleh rekan setimnya.
Ezi sang kapten juga menyeletuk
"Wah pahlawan kita udh balik nih" Celetuknya dengan ekspresi penuh canda
"Ah pahlawan apaan, Gua cuma beruntung aja" Jawab Irhaf tak ingin terlalu banyak dipuji
"Iya deh si paling beruntung haha" Balas Ezi terkekeh karena tahu Irhaf selalu merendah saat dipuji.
Pemain lain juga turut senang dengan keberhasilan Irhaf di debutnya bersama timnas timnas.
Walaupun mereka sebenarnya agak iri, tapi mereka juga sadar bahwa kemampuan mereka belum cukup jika dibandingkan dengan pemain-pemain timnas lainnya.
Disaat Irhaf sedang berbincang dengan teman-temannya. Oden datang dengan ekspresi yang tak kalah gembira.
"Hei selamat atas kemenangan mu di timnas nak. Kamu bermain dengan sangat hebat" Ucapnya memuji Irhaf.
"Haha terima kasih pak itu juga berkat bimbingan mu" Ucap Irhaf yang lagi-lagi merendah
Namun ucapan Oden berikut membuatnya agak tersentak.
"Akui saja nak, tanpa kerja keras mu sendiri. Sebagus apapun pelatih tidak akan membuat kamu maju.
Tapi ada satu hal yang membuatku penasaran...
Apa-apaan dengan kecepatan itu? Sejak kapan kamu memiliki kecepatan itu? Kamu tidak pernah menunjukkan itu selama ini" Tanya Oden yang penasaran.
Irhaf agak terdiam sejenak kemudian dia menjawab dengan tatapan meyakinkan.
"ehmm Sebenarnya beberapa Minggu belakangan ini saya merasa bahwa kecepatan saya masih bisa meningkat.
Jadi saya juga menambah latihan kecepatan di dalam agenda latihan saya." Jawabnya berusaha tampil meyakinkan
Jelas tidak mungkin Irhaf menjelaskan keberadaan ASA disisinya.
"Dan... berapa kecepatan itu?" Tanya Oden lagi
"Nah saat pengujian saat latihan di timnas kecepatan penuh saya bisa menempuh 100 m dalam 10,9 detik. Dan 3,6 detik dalam jarak 30 meter.
Itu setidaknya rata-rata kecepatannya sekitar 33 Km/jam dalam 100 m dan 30 km/jam dalam sprint 30 m." jawab Irhaf dengan jujur kali ini.
Tentu saja jawabannya itu membuat semua orang kagum.
Pantas saja dia bisa berlari seperti itu di laga melawan Al-Furatain kemarin.
Walaupun kecepatannya belum termasuk jajaran pemain tercepat di dunia, jelas itu juga kecepatan yang sulit dicapai oleh semua orang dan termasuk jajaran teratas dalam hal kecepatan saja.
Bahkan itu melebihi rata-rata kecepatan pemain di liga 1 Inggers yang rata-ratanya adalah 31 Km/jam.
Walaupun ada beberapa pemain sepak bola yang bisa mencapai 35 km/jam atau bahkan lebih.
Tercatat pemain tercepat di dunia saat ini memiliki kecepatan maksimal 38 km/jam.
Namun tetap saja Kecepatan Irhaf tak bisa diremehkan.
Apalagi jika dikombinasikan dengan kemampuannya yang lain akan membuatnya akan menjadi semakin berbahaya.
Oden juga merasakan peningkatan Irhaf semenjak awal musim ia bergabung hingga sekarang yang masih belum berhenti berkembang.
Dia sendiri juga tak tahu sampai mana batas anak ini akan tumbuh tapi satu hal yang ia yakini adalah Irhaf pasti bisa mengukir namanya dalam sejarah sepak bola di masa depan.
Setelah berbincang-bincang, Oden kemudian memulai pelatihan hari ini.
Karena Irhaf baru sampai di Insana kemarin malam usai laga melelahkan ditambah perjalanan yang cukup panjang.
Oden mengatur Irhaf untuk hanya mengikuti kelas taktis dan pelatihan ringan.
Oden khawatir latihan terlalu berat akan membebani otot Irhaf dan malah berisiko cidera yang tidak perlu.
Irhaf hanya bisa pasrah dan mengiyakan arahan dari Oden.
Pelatihan pun dimulai seperti biasa.
......................
Setelah hari yang panjang, tak terasa malam hari telah tiba.
Irhaf sedang berdiri di balkon kamarnya dan menatap rembulan yang bersinar terang dengan tatapan sendu.
Ia teringat dengan pesan yang kemarin dikirimkan olah ibunya.
Dalam dua kehidupannya, ia bahkan tidak pernah merasakan pengakuan itu dari ibunya.
Bahkan saat Irhaf beberapa kali berhasil meraih juara turnamen sepak bola saat masih sekolah, orang tuanya sangat cuek.
Namun entah ada angin apa, Ibunya yang hampir tidak pernah berkomunikasi dengannya tiba-tiba mengirimkan pesan itu.
Irhaf agak canggung dan hanya menjawab
"Terima kasih Bu.."
Dan percakapan itu berakhir begitu saja.
Ia tiba-tiba merindukan perhatian yang pernah ia dapatkan saat ia masih sangat kecil.
Orangtuanya menjadi sangat berubah semenjak ia mulai masuk SD.
Mereka sangat menuntut nya supaya menjadi yang terbaik di kelas. Selain itu, Mereka juga mulai sering meninggalkannya untuk perjalanan bisnis yang membuatnya mulai kesepian.
Dan sepak bola menjadi pelariannya untuk melepaskan tekanan itu. Semenjak itu dia mulai mencintai sepak bola.
Setelah bertahun-tahun, kalimat singkat dari ibunya sukses membuatnya bahagia dan tidak bisa berkata-kata.
Namun itu membuatnya lebih bertekad dan berjanji pada dirinya untuk bisa menjadi yang terbaik...
...
...
...
Bersambung....