NovelToon NovelToon
Become An Agent

Become An Agent

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Misteri / Horror Thriller-Kejahatan Kriminal / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: EijEnEs

Volume 1- End

Seorang anak perempuan mencoba mewujudkan cita-citanya untuk menjadi agen rahasia. Sifatnya yang sedikit dingin menjadi daya tarik tersendiri untuk orang lain.

kebiasaannya yang lebih menyukai kesendirian dan tak suka suara bising bertentangan dengan resiko menjadi agen rahasia yang mana hari-harinya akan di penuhi serencengan peluru yang memekakkan telinga.

Pertemuan secara tak sengaja dengan agen CIA yang melihat kemampuannya dalam menganalisa sesuatu mampu menarik perhatian salah satu agensi paling terkemuka di dunia.

Pelatihan keras dengan gaya militer yang ia jalani berhasil membuatnya menjadi wanita tangguh dan kuat. Berbagai latihan baik fisik maupun mental terus ia tekuni untuk menggapai apa yang ingin ia penuhi.

Berbagai pertarungan hidup dan mati harus di hadapinya setiap kali menjalankan misi. Menemukan banyak misteri dan teka-teki dengan berbagai petualangan terus membuka matanya agar lebih mengenal dunia.

Warning!!!!
Di beberapa chapter akan ada adegan kekerasan. Mohon tanggapi ini dengan bijak.
Note:
Bukan novel terjemahan. Di larang menjiplak.
Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EijEnEs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekerja Sama^

Sore hari berlalu, asisten pribadi Morley datang ke kediaman para pelayan untuk meliburkan mereka yang masih baru bekerja sesuai perintah yang di peroleh dari Fani. Chelsea mengernyitkan dahinya karena ini terasa aneh untuknya.

"Kalian bisa pulang hari ini, dan besok kalian bisa libur untuk satu hari." ucap asisten Morley pada Chelsea dan lainnya.

Para pelayan yang lain terlihat senang, sedang Chelsea hanya mengamati mereka sekilas lalu pergi ke kamarnya mengganti baju dan langsung menuju ke hotel Hyatt Regency McCormick Place.

Sesampainya di sana dia langsung masuk ke kamarnya setelah menghubungi Ana. Saat masuk, terlihat sebuah laptop di meja dekat rak tv terpampang jelas.

"Ana, apa kau yang membelinya?" tanya Chelsea sembari melepas jaket yang ia kenakan.

"Bukan, Tn. Rod yang menyediakannya, sepertinya kata-kata lembutmu waktu itu di dengarnya sebagai ancaman." jawab Ana sambil terkekeh.

Chelsea duduk di kursi lalu membukanya dan menyalakan laptop yang ada di atas meja itu, dia menghubungkan jaringan dengan alat penyadap yang ia pasang di ruang kerja Morley. Terdengar dengan jelas, semua percakapan yang terekam semenjak alat penyadap itu ia pasang termasuk pembicaraan Morley dengan Fani tentang pertemuan bisnis esok hari.

"Mereka akan mengadakan pertemuan dengan konsumennya besok, hanya saja aku tak tahu mereka akan membicarakannya dimana. Jika di ruang kerja Morley, kita pasti bisa melihat gerak gerik dan mendengar apa yang nanti di bicarakan tapi jika di luar ruangan, itu semua di luar kehendakku." ucap Chelsea pada Ana.

"Ana, besok aku akan menemui Edward di Foster Beach. Mungkin kita bisa mengajaknya bekerja sama."

Ana tersentak kaget mendengar ucapan Chelsea, matanya melebar. Buru-buru dia menghampiri Chelsea lalu memutar kursi yang sedang gadis itu duduki agar menghadap ke arahnya.

"Kau jangan gila Chel, kita ini agen dan dia seorang penjahat! Apa yang ada di pikiranmu hingga bisa menawarkan kerja sama pada buronan CIA!" hardik Ana.

"Dia hanya korban dari keserakahan Morley dan kedua orang tua tirinya Ana, aku yakin dia tak terlibat. Sebelum ayahnya meninggal, keluarga Reginald tak punya daftar merah di kalangan pemerintah, semua berawal karena keserakahan mereka. Jika bunga yang telah kau tanam layu, apa kau akan menyalahkannya pada bunga itu? Tentu tidak bukan, yang salah bisa jadi pupuknya atau kau sendiri." jelas Chelsea sambil menatap Ana tajam.

"Baiklah tapi sepertinya kau harus menemui dia saat malam hari, karena siang kita harus mengawasi gerak-gerik Morley." sahut Ana pasrah.

"Aku mengerti, aku akan mencari cara mengabarinya."

***

Edward yang mendengar pembicaraan Fani dan Morley di ruang tamu bahwa besok para pelayan baru akan di liburkan, tampak sedang memikirkan sesuatu.

"Lalu bagaimana aku tahu dia mengajakku bertemu jam berapa?" tanya Edward yang sedang di kamar tamu. Tiba-tiba ponselnya berdering, saat di buka sebuah nama yang di beri simbol hati terpampang jelas di layar itu.

"Yes babe?" ucap Edward yang sudah tersambung dengan Meghan.

"Kau dari kemarin kemana? Aku mencarimu di restoranmu tapi kau tak ada disana." balas Meghan.

"Aku sedang ada urusan di Chicago, jika pekerjaanku disini selesai aku akan kembali ke California." obrolan mereka berlanjut selama beberapa menit lalu terputus ketika perut Edward berbunyi karena lapar.

Dia memilih makan di luar daripada harus makan bersama Fani dan lainnya. Kali ini ia tak di kawal oleh anak buah Fani karena Chicago di anggap sebagai kawasan mereka jadi di yakini bahwa Edward masih tetap tak bisa berbuat bebas apalagi melapor pada pihak berwajib.

Mau melapor pun ia tak ada bukti fisik jadi mau tak mau dia hanya bisa diam di tambah ia juga pernah terlibat transaksi ilegal itu, jika dia melaporkan mereka maka dia pun sama akan di hukum dan Meghan pasti akan kecewa padanya.

Dia memlilih sebuah restoran yang tak jauh dari kediaman Morley. Mobil sport mewah miliknya melaju ke sebuah restoran dengan kap mobil yang terbuka lalu memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Saat sudah makan, di kembali ke mobilnya namun di tengah jalan dia berhenti melaju tatkala menyadari bahwa ada sepucuk surat di kursi samping bawah dashboard mobilnya. Dalam surat itu tertulis.

Foster Beach, 19:45 tomorrow.

~CN

Senyum tipis tersunggung di bibir tebalnya. Dia menggelengkan kepalanya pelan."Bagaimana dia bisa tahu dimana lokasi dan mobilku? Orang yang tak boleh di jadikan musuh. Mereka cari mati karena berurusan dengannya." gumam Edward dalam hati.

***

Rabu, 19:35 Foster Beach Chicago.

Seorang wanita muda duduk di Foster beach dengan kaki yang bertelanjang menyentuh air laut. Rambut panjangnya tergerai, terkibas-kibas angin malam yang dingin. Kepalanya mendongak ke atas melihat bulan yang bersinar seutuhnya. Mata tajam itu terpejam damai merasakan ketengan yang menyentuh setiap detiknya.

(Foster Beach, Chicago.)

Suara langkah kaki membuat mata itu terbuka, tak perlu menoleh Chelsea sudah tahu bahwa yang menghampirinya Edward. Dia diam saja melihat Edward yang duduk di sebelahnya, matanya kembali menatap sinar rembulan. 2 menit, 5 menit, waktu berjalan namun tak ada yang di bicarakan. Tanpa sadar Edward ikut terdiam dan memandang bulan yang dengan indahnya memantul di air laut.

"Sangat tenang bukan, hal yang ingin di rasakan oleh setiap orang terkadang berasal dari hal yang sederhana namun langka." ucap Chelsea memecah keheningan. Edward seketika menoleh dan mendengarkan setiap ucapan yang akan keluar dari sahabat kekasihnya itu.

"Waktu...hanya itu yang tak bisa kita jamin. Entah apa yang di rencankan tuhan namun, waktu membantunya mengatur dunia ini. Waktu merenggut banyak hal yang masih ingin ku rasakan, senjata tak kasat mata itu membuatku tak punya pilihan selain bertahan walau harus merasakan pahitnya kehidupan."

"Semuanya belum terlambat Ed, pelan atau lambat kejahatan akan terungkap. Mau tak mau kau harus jujur pada Meghan tentang jati dirimu, waktu akan terus berjalan entah cepat atau lambat. Semakin kau mencoba menghindar, semakin kau dekat dengan kehancuran. Manfaatkan waktu yang tersisa dan bantu aku menangkap para penjahat itu, aku tahu kau tak terlibat, kau hanyalah manusia yang di perbudak." lanjut Chelsea sambil menatap tajam Edward.

"Aku bisa menjamin bahwa kau akan terbebas dari hukuman penjara jika kau mau membantuku, kau bisa hidup bahagia dengan Meghan tanpa ada yang menganggu. Saat ini yang kau butuh hanyalah kebebasan dan waktumu agar bisa bebas tinggal sedikit, jadi cepatlah ambil keputusan." ucapnya lagi.

"Apa yang harus ku lakukan untuk membantumu?" tanya Edward tiba-tiba. Chelsea menyeringai mendengar jawaban Edward.

"Kau hanya perlu mengambil dokumen yang membuktikan kejahatan ibu dan ayah tirimu lalu serahkan tentang Fani padaku, di rumahmu yang ada di California, Darren temanku bisa membantumu untuk kali ini, kau hanya perlu mengatakan bahwa kau berada di pihakku. Kau bisa kan?" balas Chelsea sambil menaikkan alisnya.

"Akan kuusahakan, lalu kau sendiri apa kau tahu kenapa para pelayan di kediaman Lashwan di liburkan?" tanya Edward.

"Mereka akan mengadakan pertemuan dengan para konsumen yang selalu membeli hasil bisnis ilegalnya, besok pertemuan itu berakhir lalu para pelayan bisa bekerja lagi. Itu yang ku tahu dari alat penyadap yang ku pasang di ruang kerja Morley." jawab Chelsea.

"Kau memasang alat penyadap? Di sana ada cctv apalagi di ruang kerja Morley, apa kau sadar itu?!" ucap Edward terkejut.

"Tak perlu banyak bicara, yang perlu kau tahu sekarang aku adalah orang pemerintah dan aku akan melakukan apapun untuk keberhasilan dari setiap misi yang ku ambil. Dan jika kau berani berkhianat, jangan salahkan aku jika timah panas bersarang di kepalamu." ucap Chelsea. Edward menelan ludahnya melihat tatapan Chelsea.

"Aku suka kau yang banyak bicara, kau kelihatan manis jika bibirmu terus mengucapkan setiap kata meskipun itu dalam hal tertentu." balas Edward mencairkan suasana. Namun detik berikutnya ia segera pergi ke tempat mobilnya berada dan langsung melaju saat melihat wajah dingin gadis itu menatap nya tajam.

***

Hyatt Regency McCormick Place Hotel.

Chelsea membuka pintu kamar ketika bel berbunyi, dan mendapati Ana yang tersenyum lebar padanya. Dia kembali duduk di kursi meja di mana di atasnya terdapat laptop yang sedang menayangkan tayangan pertemuan bisnis Morley siang tadi. Dia kembali mengecek hasil rekaman itu.

"Aku sudah tahu dimana berkas rahasia itu." ucap Chelsea tiba-tiba.

"Wow lucky day, kau tahu berkas rahasia dan aku sudah tahu lokasi penyimpanan stok barang yang akan di kirim dari perusahaan, selain itu mereka akan melalukan pengiriman besok malam." jawab Ana.

"Ini kesempatan kita, kau besok bisa menyusup dan ambil berkas itu sore hari, sementara aku akan ke perusahaan dan menyelinap untuk mengambil foto sebagai bukti. Lalu kita akan bekerja sama menangkap Morley dan anak buahnya." ucap Ana yang di angguki Chelsea.

1
marchang
baguss banget plissss thorr
Amoura
suka banget sama cerita sampe udah dia kali baca 😭🥰
lady nana
nangis bgt🥺
zkiafslll
Biasa
Nur Kediri
keren
Nur Kediri
suka sama ceritanya
Carissa Chan
Ngakak, denger si jierui bilang gitu sumpah 🤣🤣🤣
HNF G
sdh ada vol 2 nya kah?
HNF G
😭😭😭😭😭
HNF G
pasti punggung hansel
HNF G
pasti hansel
HNF G
delwyn atau hansel?
HNF G
ganggu aja nih si gavin. orang lg ada misi koq ditelp2😒
HNF G
aq curiga si delwyn hackernya, dia dendam sm CIA
HNF G
hackernya cewek? siapakah dia? apakah hacker dr CIA yg jd pelatihnya chelsea? 🙄🤔
HNF G
nasipmu sungguh2 tragis han, lbh baik kuburan saja cintamu dlm2 biar gak terluka lg.
HNF G
hahahaha......kelakuan chelsea memang benar2 diluar nalar😂😂😂😂
HNF G
haaiisshh.... pusing deh, gak sanggup otakku buat mencerna😅😅😅
HNF G
apakah chelsea akan kecewa krn ternyata kopernya kosong gak ada uangnya?
HNF G
apakah hackernya hansel sendiri yg pura2 bego?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!