NovelToon NovelToon
Terdampar

Terdampar

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Tamat
Popularitas:846.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Thata Embem

" sebuah perjalanan dalam meraih cinta sejati "

Hana sebenarnya ragu untuk meneruskan langkahnya menuju pernikahan yang sudah didepan mata.

Hana tak pernah menduga jika ia akan diberi kesempatan lain.
Namun dengan cara yang tak biasa.

Hana terdampar dijaman dan ditempat yang entah dimana.
Ia pun dihadapkan pada takdir dengan begitu banyak kejutan.

note : Alur ceritanya lambat karena pengenalan tokoh berjalan seiring dengan berjalannya cerita.
Begitupun dengan konfliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thata Embem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Badai

🌺hem...🌺

* * *

Didalam kamar.

Dengan cepat kedua wanita itu masuk kedalam kamar yang dulu pernah mereka tempati.

Mereka lalu membuka jubah dan seluruh pakaian yang sudah basah oleh tempias hujan dan menggantinua dengan yang kering .

Setelah itu, Lauren kembali melumuri wajah Hana.

" lagi, bu? " protes Hana karna sebenarnya ia sudah sangat jengah dengan lumuran diwajah yang terasa sangat mengganggu.

Selain risih , terkadang rasa gatal juga ia rasakan saat aran itu bercampur dengan keringatnya, ketika cuaca sedang panas.

" jika dia melihat wajah aslimu bisa-bisa kau dia tahan dan dijadikan salah satu wanita di rumah bordil ini "ucap Lauren menutupi kembali tubuh Hana dengan jubah lainnya.

' krettttt' pintu terbuka karena memang lupa. mereka kunci.

" hei " sapa Artius yang muncul dari balik pintu dengan senyuman menyeringai .

Kedua wanita itu berlonjak kaget melihat Artius sudah berada dimulut pintu .

Untung saja Hana sudah kembali dengan tampilan biasanya.Lauren sedikit lega.

" kau, keterlaluan !!! bagaimana jika tadi kami tengah berganti baju " kesal Lauren.

Hana berbalik membelakngi, menyadari jika tanganya masih belum sempat di lumuri.

" memangnya apa yang ada diotak keriputmu itu ,hah ?

Katakanlah jikantadi aku masuk saat kalian tengah berganti pakaian atau mendapati kalian yang telanjang ?

Yang satu sudah seperti kulit kacang tanah

lalu yang satu lagi ,ck' aku tak tega mengatakannya.

Tapi apa kau pikir aku akan tergoda dengan wanita seperti kalian ? "Ucap Artius disertai gelak tawa.

Lauren menggerutu, ia kesal bukan karna dikatai tapi karna khawatir akan Hana.

" baiklah.. aku bercanda.. jangan terlalu diambil hati ...'' Artius menghentikan tawanya melihat bagaimana ekspresi dari wajahnya Lauren yang mulai terlihat kesal.

'' baiklah. Aku minta maaf. Aku datang kemari bukan tanpa tujuan.

Jadi begini, tadikan aku sudah menolong kalian... " ucap Artius menggantung melemparkan tatapan penuh arti.

Lauren mencium bau mencurigakan dari gelagat Artius. Jika ia ingat-ingat semenjak Artius bertemu dan mengetahui Hana adalah putrinya, pria itu sepertinya terlihat mulai menaruh perhatian khusus pada Hana.

" coba kalian bayangkan bagaimana nasib kalian jika aku tak datang memberi tumpangan hingga membawa kaliann kemari ? " Lanjut Artius masih dengan senyuman yang bagi Lauren tampak begitu menyebalkan.

" jadi ? " Lauren mencoba menahan diri. Mengingat ucapan Artius benar adanya.

" Karena aku sudah berbaik hati menolong kalian. alangkah baiknya jika kalian membalasku dengan melakukan sesuatu ''

Lauren menghela nafas berat. Sudah ia duga jika Artius tetap lah si pria kikir yang perhitungan. Ia tak akan memberi cuma-cuma pada setiap hal yang ia sudah ia berikan.

'' Apa kauntau jika cuaca seperti ini membuatku sangat mudah kelaparan ?''

" lalu ? "

" aku mau putrimu memasak untuk ku "

" kenapa putriku ? bukankah kau punya banyak pelayan dirumah ini ? "

Artius berjalan mendekat pada Hana. Mengitari tubuh itu dan berhenti melangkah tepat dihadapan Hana.

Ia tengah berusaha untuk dapat mengintip wajah dari balik jubah itu yang terlihat sedikit mengangkat kepalanya.

Mereka sama-sama mencoba untuk dapat saling melihat satu sama lain.

" aku merindukan sup telur buatanmu waktu itu.." Artius mengetuk-ngetuk perutnya, menatap Hana yang memasang wajah kesal.

" mintalah pada para pelayananmu " Lauren menarik Hana .Hingga tubuh itu mundur beberapa langkah ke belakang.

" Sama seperti sebelumnya, Lauren .

Kamar yang kau tepati kali ini juga tidak gratis.

Kuberi kau penginapan gratis karna kau sudah menolongku saat persalinan Lleya dan sekarang , kuberi penginapan dan kau hanya perlu membayarnya dengan sedikit melayaniku.

Itu saja "

" Artius "

" dan lagi kebetulan ada pelanggan istimewa yang baru saja datang kemari. Mereka sama seperti kalian, terjebak badai dan tak bisa menemukan penginapan yang buka.

Jadi kutawari saja asal tidak keberatan dengan rumah bordil, dan ternyata mereka tidak masalah

Aku sangat beruntung bukan ?"

" apa maksudmu ? jangan bilang kau meminta kami melayani tamumu juga "

" tepat sekali "

" APA KAU SUDAH GILA ?? "

" tenanglah.. aku tidak meminta salah satu dari kalian tidur dengan mereka.

Lagipula, mana mungkin mereka mau dilayani oleh wanita seperti kalian.

Sudah kubilang kalau mereka hanya butuh penginapan dan makan..

Dan sebagain tuan rumah yang baik, aku hanya mau menjamu mereka karna sudah membayar ku dengan harga yang mahal "

Hana menarik tangan Lauren, ia mengangguk setuju. Membuat Lauren pun tak bisa menolak.

" gadis pintar.. kau tau apa itu kalimat ' saling menguntungkan'.. kau beruntung dan aku tak rugi.. aku menolongmu dan kau melayani tamumu...

mudah bukan " Artius berbalik, berjalan girang meninggalkan Hana dan Lauren yang kini sama-sama menghela nafas berat.

Setelah kepergian pria arogan itu, pintu pun mereka kunci.Mereka tak mau kejadian yang sama terulang kembali.

Keduanya pun bersiap untuk melakukan seperti yang Artius perintahkan tadi.

Hana meminta Lauren untuk hanya menemaninya saja.

Sisanya biar ia yang akan melakukan segala sesuatunya didapur .

* * *

Beberapa saat sebelumnya.

Hazel kembali menyusuri jalan kota. Namun hanya seorang diri, karna pangeran Leorda masih tertidur saat ia bangun tadi.

Sepertinya tuannya itu tidur saat malam sudah sangat larut.

Hazel tiba di sebuah ke kedai penjual rempah, kedai milik Herepito.

Tanpa sengaja ia mendengar percakapan ringan Herepito dengan beberapa orang pengunjung. Mereka membahas mengenai Lauren yang dicari dan ditanyai oleh dua orang pria asing.

Hazel yang berpura-pura menjadi seorang pembeli itupun mengikuti Herepito ketika pria tua itu meninggalakan kedainya dan pergi ke sebuah penginapan. Penginapan Rosita.

Dan disanalah Hazel mendapatkan apa yang ia cari.

Hazel bergegas kembali ke penginapan dimana ia meninggalkan pangeran Leorda tadi.

Setelah memberitahukan hal tersebut, ia dan pangeran Leorda pun segera bergegas menuju penginapan yang diceritakan tadi.

Namun baru setengah jalan menuju kesana, mereka melihat kereta keledai dengan kedua wanita yang tengah mereka cari.

Mereka duduk diatasn kereta yang sedang berjalan menuju ke gerbang luar wilayah kota.

Pangeran Leorda semakin menaruh curiga pada keduanya. Apalagi kedua wanita itu mengenakan jubah yang menutupi tubuh dan wajah mereka seakan memang sedang menyembunyikan sesuatu.

Membuat pangeran Leorda semakin berharap jika mungkin saja merekalah harapan dalam pencariannya selama ini.

* * *

Ruang terluas dari semua bagaian rumah itu kini terlihat lapang. Hanya ada dua buah meja masing-masing dengan 2 buah kursi.

Padahal biasanya ruang tersebut akanndipadati oleh mereka dengan berbagai aktifitas mesum.

Hana berjalan dengan nampan berisikan makanan, dibelakangnya tampak dua orang wanita lainya berjalan mengekor.

Mereka adalah pelayanan dapur yang diminta untuk membantunya menyajikan hasil masakannya.

Hana terkejut, hampir saja nampan yang ia pegang itu jatuh.

Dua pria yang mengikutinya sampai ke daerah kumuh kemarin , kini ada dihadapanya.

Ternyata mereka lah tamu yang Artius maksud.

Hana mematung. Baik ia maupun dua pria yang tengah duduk menunggu dihidangkannya makanan,pun saling bersitatap.

Jantungnya berdegup kencang sama seperti saat ia pertama kali menatap pria itu.

Hal yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Dan tentu saja itu merupakan pertama kali baginya.

Sedang di satu meja lainya , dimana Artius dan pelayan setianya Berito duduk .

Mereka melihat bagaimana Hana dan tamunya itu saling beradu tatapan.

Artius tampak tak menyukai hal tersebut.Entah kenapa itu membuatnya ingin marah. Ia pun lalu berdiri berjalan mendekat tanpa sama sekali disadari oleh Hana .

' buk ' sebuah senggolan kecil pada bahu, yang membuat Hana langsung tersadar.

Ia dengan cepat melanjutkan langkah, menghidangkan makanan yang ia bawa kemeja satu dan beralih kemeja lainya.

Artius yang masih berdiri ditempatnya tadipun terlihat menatap tajam pada Hana y sudah berbalik untuk meninggalkan tempat tersebut .

Pandangannya lalu beralih pada tamu prianya yang ternyata sedang melakukan hal yang sama.Melihat pada Hana, namun dengan cara yang berbeda.

Hana berjalan dengan tangan memegang dadanya yang masih terasa bergemuruh.

Ia sempat berhenti saat hendak melewati jendela disalah satu ruangan yang masih terbuka. Tanpa ia sadari kakinya melangkah begitu saja menuju jendela tersebut.

Sapuan udara dingin menyapa, membuat penutup kepalanya jatuh.Dirasakannya jika tempias hujan mulai menyapu dan membasahi wajahnya.

Dingin. Namun terasa segar baginya.

Jika diingat-ingat tak ada beban selama ia mulai menjalani kehidupan barunya sejak ia terdampar di era itu.

Justru tiap hal baru ia temui menjadi petualangan yang ia sangat nikmati.

Rasanya ia bebas. Tak ada tekanan dalam hati dan pikirannya.

Tak seperti kehidupan sebelumnya yang datar.

Apalagi pada hubungan yang telah mengikatnya.

Yanga sudah merampas banyak kebebasan dalam kehidupan, hingga ia hampir tak memiliki hal apapun dalam menjalani hidupnya.

Hana yang merasa jika wajahnya sudah basah itupun teringat akan polesan yang bisa saja luntur jika ia terus berada disitu.

Setelah menyadarkan diri dari lamuanya Hanapun membetulkan penutup kepalanya, dan pergi meninggalkan ruang tersebut.

Tanpa ia ketahui bahwa ada sepasang mata yang memperhatikan dirinya sejak tadi.Artius.

Tak lama setelah Hana pergi meninggalkan ruang utama tadi, ia ternyata pergi untuk menyusul .

Dengan tujuan untuk memberi perintah pada Hana, agar ia kembali memasak untuknya selama mereka tinggal dirumahnya.

Namun Artius mengurung niatnya saat mendapati Hana yang tengah tertegun bersiri menghadap keluar jendela.

Sebuah pemandangan yang sangat langka

Dimana untuk pertama kalinya ia melihat wajah Hana tanpa dihalangi oleh penutup kepala , meski masih tidak begitu jelas.

1
Sari
ini novel terbaik
Ari Peny
ceritanya bagus kak semangat tuk karya yg baru lope2
M'bak Embem: makasih.. mampir juga ya dicerita lainnya
total 1 replies
Ari Peny
kereta lauren dmn
abu😻acii
baru x ini baca novel beda dri yg lain.. biasa ketemu cerita itu saja.
M'bak Embem: mampir juga dicerita lainnya, ya.. Dijamin ceritanya gak pasaran.
total 1 replies
Ari Peny
aq suka yg pindah2 gini
Prissy Reliable
Jalan cerita yang unik
Neng Niehan
suka cerita x
M'bak Embem: makasih.. mampir juga dicerita lainnya, ya
total 1 replies
Neng Niehan
nyesek
Neng Niehan
hahaaaaa habis kau Hanna
Neng Niehan
hahaaaaa aku kasihan sama kamu Berito
Neng Niehan
Artius akan membeli x dan memberi sarat pernikahan pada Hanna 😂😂😂
Neng Niehan
jangan bilang ini mimpi aku kecewa 😂😂😂
Neng Niehan
jiahhh Lauren tau yg benar saja, pantas Lauren bilang Hanna berbeda dari mereka
Neng Niehan
Jon tidak mencintai Hanna dia hanya terobsesi pada Hanna
Neng Niehan
lepaskan Jon kau pantas bahagia Hanna
Neng Niehan
nah Hanna ditembak pangeran Lorda
Neng Niehan
sifat Jon ga bakalan berubah
Neng Niehan
tentusaja aku menyukai mu Hanna berharap itu jawaban Artius awas kalau sampai lain 😂😂😂😂
Neng Niehan
apa itu lelaki yg menghamili adek Artius
Neng Niehan
kenapa bingun mau milihin jodoh buat Hanna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!