NovelToon NovelToon
Selamanya Cinta

Selamanya Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Dosen / Militer / Cintapertama / Tamat
Popularitas:277.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vicka Villya Ramadhani

REVISI

Ini kisahku dengannya, tentang aku dan dia. Tentang dia yang berhasil merebut hatiku dan membuatku sangat takut kehilangannya.

Tentang dia yang selalu membuatku kesal dan bahagia disaat yang bersamaan. Aku bersyukur Tuhan menghadiahkannya untukku, dan tentunya hanya untukku saja.

Saat hari-hariku penuh warna dibuatnya, entah dosa besar apa yang pernah ku perbuat di masa lalu sehingga dengan teganya Tuhan memisahkan aku dengannya.

Aku bingung mengapa Tuhan seolah mempermainkan aku dengan selalu membuatnya datang, pergi, datang lagi, lalu pergi lagi?

Aku hanya bisa menguatkan diriku sendiri dengan takdir yang diberikan Tuhan padaku.

Satu hal yang aku tahu, selamanya aku mencintainya. Seperti katanya

"Aku mencintaimu, selamanya cinta kamu. Sampai kita menua, memiliki anak, cucu bahkan cicit. Aku akan bersamamu dan mencintaimu sampai rambut kita memutih dan sampai aku menutup mata" Arkana.

Aku harap semuanya bukanlah mimpi indah namun sesaat. Aku bahkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicka Villya Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Syeril

"Eh Lin aku pulang dulu ya, udah sore juga nih" ucap Qania disela-sela mereka tengah mengobrol.

"Yaa bentar lagi dong" rengek Fadly.

"Aku pulang sendiri aja, biar Elin disini dulu" ucap Qania.

"Biar aku yang antar" serga Fandy membuat semuanya melirik padanya.

"No thanks" tolak Qania.

"Iya Qan, aku khawatir loh kalau kamu pulang sendiri" pinta Elin.

"Aku nggak pulang sendiri kok, aku pulang bareng temanku. Dia lagi di ruangan lain jenguk saudaranya" ucap Qania mencari alasan.

"Aku pamit ya" lanjut Qania.

Mereka tidak bisa mencegah Qania, dan harapan Fandy untuk bisa berdua bersama Qania pun pupus. Saat Qania hilang dibalik pintu, Fadly langsung memanggil Fandy agar mendekat kepadanya.

"Lo masih ada rasa?" tanya Fadly to the point.

"Sama Qania?" tanya balik Fandy.

"Ya sama siapa lagi" ketus Fadly.

"Ya mungkin" jawabnya singkat kemudian berjalan keluar. "Gue keluar dulu, nggak mau jadi nyamuk" ucapnya seraya membuka pintu kamar dan pergi berlalu.

Qania yang ingin menemui Rizal melihat pintu ruangan Arkana terbuka, betapa hancur hatinya saat melihat Arkana tengah berpelukan dengan Syeril. Rizal yang datang dari belakang Qania juga terkejut dengan apa yang ia lihat. Qania sampai meneteskan air matanya, tubuhnya oleng untung saja dengan sigap Rizal menahan kedua bahu Qania.

"Lo nggak apa-apa Qan?" tanya Rizal cemas.

Pertanyaan Rizal tersebut membuat Arkana dan Syeril melepaskan pelukannya dan menatap kearah pintu. Arkana langsung menjauhkan tubuhnya dari Syeril dan menatap Qania. Ia melihat wajah Qania sudah sembab, matanya berkaca-kaca. Ia hendak turun dari ranjangnya namun Syeril mencegahnya.

"Sayang kamu diam saja disitu dan jangan banyak bergerak, kamu masih belum pulih" pinta Syeril.

Arkana menurut saja dan saat ia kembali menatap Qania, ia melihat air mata Qania sudah membasahi pipinya. Dengan cepat Qania menghapus jejak air mata di pipinya.

"Maaf ganggu, saya permisi" ucap Qania kemudian langsung berbalik pergi meninggalkan Arkana dengan isakan yang sudah tidak mampu ia tahan.

Rizal menatap Arkana dari ambang pintu dengan penuh amarah. Arkana seolah ciut dengan tatapan Rizal tersebut, namun Syeril bersikap biasa saja.

"Harusnya kalau lo lagi bermesraan pintunya ditutup. Dan juga kalau lo mau pamer kemesraan jangan nyuruh orang lain buat datang" sindir Rizal kemudian membanting pintu dengan keras membuat Arkana dan Syeril tersentak. Rizal mengejar Qania.

"Dia kenapa?" tanya Syeril.

Arkana hanya mengangkat bahunya, ia bingung harus menjawab apa. Ia ingin mengatakan pada Syeril bahwa Qania adalah pacarnya, namun disisi lain ia juga bingung dengan perasaannya terhadap Syeril.

___________

Qania terus berlari keluar dari rumah sakit, untung saja Rizal melihatnya dan bergegas mendekatinya.

"Gue antar" kata Rizal sambil menarik tangan Qania.

"Nggak usah" tolak Qania sambil menghapus air matanya di pipi.

"Lo lagi nggak baik-baik saja saat ini" tegas Rizal.

Qania membenarkan ucapan Rizal, lagi pula saat ini ia juga butuh teman dan juga butuh penjelasan dari Rizal mengenai Syeril dan Arkana.

"Baiklah" ucap Qania.

Rizal mengantar Qania pulang dengan mobilnya, ia terus melirik Qania dengan ekor matanya. Ada rasa kasihan melihat kondisi Qania yang berusaha tegar dihadapannya.

"Dia Syeril, pacar Arkana waktu SMA. Dia pindah saat kita baru naik kelas tiga, mereka tidak pernah putus namun juga tidak berkomunikasi setahun ini. Sampai akhirnya Arkana bertemu sama lo dan dia tidak lagi mengingat Syeril" cerita Rizal namun masih fokus menyetir.

Qania diam mendengar cerita Rizal, hatinya sakit sangat sakit mendengar fakta tersebut.

"Arkana itu sayang sama lo, dia hanya bingung dengan situasi yang tiba-tiba saja membawanya pada masa depan dan masa lalunya" lanjut Rizal.

"Sebaiknya lo bicarain ini sama Arkana nanti" usul Rizal.

"Apakah aku ini hanya pelarian saja?" tanya Qania yang membuat Rizal menghentikan mobilnya mendadak.

"Lo jangan berpikiran seperti itu, Arkana itu tulus sayang dan cinta sama lo" sanggah Rizal.

"Emang kamu bisa tahu isi hati seseorang?" tanya Qania membuat Rizal tersudut. "Enggak kan".

Rizal bungkam, ia tidak tahu harus menjawab apa pada Qania. Ia tahu bagaimana perasaan Arkana pada Syeril dulu, dan juga bagaimana perasaan Arkana pada Qania.

"Lo emang benar, tapi gue sebagai sahabatnya yakin bahwa Arkana sangat mencintai lo" tegas Rizal.

"Tidak perlu menghiburku dengan ucapan yang manis kalau toh berujung kepahitan" ucap Qania terkekeh.

"Jangan sok kuat kalau nyatanya tenaga udah nggak punya" sindir Rizal membuat Qania memanyunkan bibirnya.

"Pulang yuk" ajak Qania

"Senyum dulu dong" pinta Rizal.

"Nggak bisa" ketus Qania.

"Kok nggak bisa?" tanya Rizal.

"Soalnya senyumku itu mahal" jawab Qania membuat Rizal geleng-geleng kepala.

"Setidaknya dia mampu menghibur dirinya sendiri saat sedang patah hati seperti ini. Lo hebat Qan" batin Rizal.

1
Luluk Luk
salah ketik ya tor,harusnya yg salah bu intan,bukan bu lyra,kok ditulis bu lyra yg ngosongin nilai ujian qania,hh ma'af tor hnya saran aja
Luluk Luk: iy hnya koreksi aja
total 4 replies
Luluk Luk
kalau emang cinta sama cwe,cwo gk perlu rusak masa depannya cwe ya tor,sayang sekali fandy gk sadar hal itu,lebih mentingin nafsunya aja.
💜_Vicka Villya_💜: iya, benar banget 👍👍
total 1 replies
Rosalina Imelda
Ayo Nanda lanjut ceritanya,semoga author sukses selalu.
💜_Vicka Villya_💜
terima kasih 😊😊
Rosalina Imelda
Terimakasih untuk author,telah membuat Novel yang bagus,ayo lanjut ya,dan sukses selalu.
Rosalina Imelda
Saya sangat senang,karena Qania telah melahirkan anak perempuanyang cantikdan paling pembaca suka ya sama authornya.
Rosalina Imelda
Bahagia ya,kalau Qania hamil anak kedua,soga rumah tangganya tetap berbahagia,selamat untuk Qania yang dapat rejeki dari Tuhan,Terimakasih ya author,karena pembacapun turut berbahagia.
Rosalina Imelda
Syukurlah Qania telah menemukan Arkananya dan Qania pun bahagia,terimakasih author sungguh ceritanya bagus sekali pembacapun ikut berbahagia.
Rosalina Imelda
Sungguh luar biasa pertemuannya,membuat pembaca ikut terharu,terimakasih author yang membuat cerita selamanya cinta,selamat author,sungguh menyenangkan.
💜_Vicka Villya_💜
Aamiin, terima kasih banyak 😊😊
Rosalina Imelda
Wah tidak sabar pembaca lanjutannya, semoga Arkana dan Qania bahagia, setelah melalui liku liku yang cukup menyedihkan.Terimakasih author membuat pembaca terharu dan selamat ya author ,sukses selalu.
Lies lestiany
lanjut lagi thor,,yg panjang ya up nya,,,
semangat💪😘
Lies lestiany
lanjut lagi tahor,,
akhirnya arkana wijaya telah kmbali semoga qania selalu bhagia,,,
dan buat s marsya sadar kalau dia bukn tristan anggara...
jangan terlalu lama ya thor up nya💪😘
Adawatul Adawiyah
lanjut thor❤❤❤
Rosalina Imelda
Terimakasih author ceritanya sungguh mengesankan sekali,semogalah Tristan itu adalah Arkana ya.
Lies lestiany
duh lanjut lagi thor semoga setelah ini qania bisa bersatu kembali dengan arkananya...
Lies lestiany
lanjut lagi thor,, semoga setelah ini qania mendapat kebahagiaan..
Rosalina Imelda
Terimakasih author,saya senang sudah membacanya,tinggal menunggu lanjutannya,sukses selalu author.
Rosalina Imelda
Jangan lama-lama up nya,ceritanya sangat dirindukan pembaca,terimakasih ya author,sukses selalu ya.
Dita Purnamawati
udah tris urus dulu qania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!