NovelToon NovelToon
LOVE IN SILENCE

LOVE IN SILENCE

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:546.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Dara

Warning 21+
Bijaklah dalam membaca!

Clarissa Louise (biasa di panggil Rissa)harus menerima kenyataan pahit. Di usianya yang masih belia orang tuanya meninggal dalam kecelakanan tunggal. Sejak itu ia pun dititipkan pada kakeknya yang bekerja di sebuah mansion megah. Kediaman milik seorang pengusaha kaya raya yang berhati dingin dan juga misterius. Namun diam-diam Rissa jatuh cinta pada pria itu.

Kini setelah lima tahun berlalu, kakeknya pun sakit hingga mengharuskan Rissa mencari biaya untuknya. Kemudian seseorang datang untuk menawarkan perjanjian pernikahan pada Rissa. Seorang pria yang sebenarnya menyimpan dendam yang dalam pada gadis itu. Apa yang akan terjadi dengan Rissa selanjutnya?

Penasaran dengan kisah Rissa? lanjut aja yuk! Author usahakan update setiap hari ya.
Happy reading.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Alergi Seafood

Lampu menyinari dengan terang dan kilauan keramik wetafel terlihat memiliki kwalitas yang sangat bagus juga mahal, tampak sangat elegan untuk ukuran sebuah kamar mandi.

Rissa menatap cermin besar dihadapannya, pikirannya menerawang dan hatinya terasa begitu sakit gadis itu menahan tangis didalam dadanya.

Ucapan Daniel begitu kejam didengar, seperti sengaja untuk melukai gadis itu agar membuatnya terpuruk oleh keadaan.

Apa kau tahu aku masih menjaga kesucianku demi pria yang nanti akan menjadi suamiku? apa bagimu aku terlihat seperti gadis murahan, batin Rissa.

"Aku berharap semua keputusan ku benar," ucap Rissa pelan.

Rissa merapihkan pakaiannya yang terlihat sedikit kusut, kemudian gadis itu membuka kran dan menadahkan tangannya. Rissa membasuh wajahnya dengan air dingin agar merasa segar.

Ujung jari Rissa menyentuh satu persatu handuk dipinggir westafel, gadis itu mengamati handuk yang tersusun rapi yang membentuk seperti sebuah piramida.

"Terlihat cantik bahkan untuk sebuah handuk, berbeda denganku..." Rissa merasakan kegetiran dalam hidupnya.

Gadis itu meraih handuk kecil berwarna putih kemudian ia menyeka lembut wajahnya, sesaat ia menatap cermin dan melihat dirinya sangat berantakan karena habis menangis.

"Aku tidak boleh menyerah dengannya," ucap Rissa menguatkan hatinya sendiri.

Setelah merasa segar Rissa mengambil bedak padat dan lipstik dari dalam tasnya. Gadis itu sedikit berdandan dengan menepuk-nepuk tipis bedak di pipinya lalu mengaplikasikan ke seluruh wajahnya.

"Dan satu lagi, sedikit sentuhan..." Rissa memoles Lipstik Nude Pink untuk menutupi wajahnya yang sedih menjadi terlihat lebih segar.

"Perfect," ucapnya pelan.

Kita lihat nanti siapa yang akan hancur.. aku atau dirimu tuan kejam, batin Rissa.

Rissa memasukan bedak dan lipstik kedalam tas kecilnya, kemudian beranjak keluar dari toilet setelah ia membersihkan semua kekacauan yang tadi ia buat sebelumnya.

"Baiklah sekarang aku siap menjalani sisa hari ini." Ucap Rissa sambil melirik jam di tangannya.

"Apa Daniel sudah selesai Metting? ini sudah 1 Jam berlalu." Rissa berjalan dan melihat sekitar, namun tidak ada seorangpun di ruang kerja Daniel.

"Apa Daniel masih lama? Uhh perutku merasa tidak enak." Ucap Rissa sedikit merintih.

Rissa lalu duduk di sofa dan sedikit menundukkan tubuhnya karena menahan rasa nyeri kemudian memeluk perutnya dengan erat hingga tanpa terasa mengeluarkan sedikit keringat.

"Ada apa? apa kau sakit!!" Seru Daniel tiba-tiba datang dan melihat Rissa meringis.

"Aku tidak apa-apa." Ucap Rissa dan menggelengkan kepalanya.

"Lalu kenapa kau terlihat seperti kesakitan?" Tanya Daniel sedikit panik dan khawatir.

Daniel berniat memanggil seseorang, tapi sebelum itu terjadi Rissa sudah menarik tangannya.

"Aku sudah merasa sedikit lebih baik," Ucap Rissa pelan lalu tersenyum ke arah Daniel.

"Apa kau tadi pura-pura.. hanya karena ingin menggodaku?" Tanya Daniel tersenyum nakal dan langsung duduk disebelah Rissa.

"Tidak, sanggah Rissa dengan cepat, sungguh.. tadi aku memang merasa sedikit sakit, tapi sekarang sudah lebih baik."

"Benarkah? kenapa aku merasa jika kau sedang menggodaku.., Daniel berpikir sejenak dan menatap Rissa, lihat dirimu kau begitu cantik, apa ini caramu agar aku terjebak dalam pelukanmu?" Ucap Daniel menggoda Rissa.

Dengan cepat Daniel menarik tangan Rissa agar lebih dekat dengannya, selanjutnya pria itu sudah melahap bibir Rissa dengan rakus.

"Umphh, Rissa berusaha melepaskan pautan bibir Daniel, tetapi pria itu makin beringas mencumbunya, Daniel, ...." Ucap Rissa dengan tangan menahan dada pria itu.

"Ayolah, aku tahu kau menginginkannya!!!" Ucap Daniel merasa sangat bergairah, Daniel memaksa Rissa dengan mengunci kedua tangan gadis itu.

"Daniel, aku..," Rissa mendorong Daniel menggunakan tubuhnya dan sambil menutup mulut dengan kedua tangannya, gadis itu berlari ke kamar mandi kemudian ia mengeluarkan yang ditahannya tadi ke Closet.

"Rissa, sebaiknya kita ke dokter saja, aku rasa kau sedang sakit!!" Seru Daniel sambil menepuk pelan punggung gadis itu.

"Tidak perlu, aku sudah merasa lebih baik," ucap Rissa pelan.

Gadis itu lalu mencuci mulut dan tangannya. Daniel menatap Rissa dari belakang tubuh gadis itu dengan curiga, lalu pria itu membalikkan paksa tubuh Rissa, gadis itu terkejut berbalik dan tangannya memegang erat lengan Daniel, mereka berhadapan saling menatap.

"Apa kau sedang hamil?" tanya Daniel dan menatap tajam ke arah Rissa.

"Apa maksudmu?" jawab Rissa.

"Kenapa kau seperti seorang wanita yang tengah hamil muda? jawab aku, siapa ayahnya, aku bahkan belum menyentuhmu sedikitpun!!!" Pertanyaan demi pertanyaan Daniel ucapkan tanpa berhenti pria itu merasa frustasi, dengan kedua alis mengkerut, mata memandang tajam dan sinis. Pria itu mengguncangkan pundak Rissa, wajah Daniel seketika memerah karena menahan amarah yang sangat besar.

"Aku tidak hamil." Jawab Rissa lagi meyakinkan Daniel dan matanya mulai berkaca-kaca.

Daniel, apa kau menganggap aku gadis murahan, hingga kau menduga aku sedang hamil, batin Rissa.

"Bohong!!! munafik.. dasar pe**cur.. perempuan mu**han..," ucap Daniel tanpa jeda memaki Rissa.

Plak..!

Terdengar keras Rissa menampar Daniel. Mata Daniel melotot menatap Rissa dan rahangnya mengeras karena menahan emosi.

"Apa begitu hinanya diriku dimatamu, hingga begitu tegannya kau memperlakukan aku seperti ini." Ucap Rissa. Sekuat tenaga gadis itu menahan tangis sejak tadi, tetapi tangisannya tetap pecah seketika tanpa tertahan lagi.

Air mata mengalir deras di pipi mulus Rissa, terasa sangat menyakitkan hinaan yang Daniel ucapkan padanya. Tangannya masih terasa panas bekas menampar pipi Daniel, tetapi tidak sepanas yang dirasakan dalam hatinya.

"Kenapa kau begitu kejam padaku.. apa kau sudah puas menghinaku? aku sudah berusaha semampuku untuk selalu menyenangkanmu, tetapi tetap saja kau menganggapku hina." Ucap Rissa.

Rissa merasa tubuhnya lemas lalu berjongkok sambil memeluk lututnya di depan Daniel yang berdiri kaku, Gadis itu akhirnya menangis sejadi-jadinya.

Aku sungguh tidak kuat jika seperti ini terus, kenapa suasana hati pria ini begitu cepat berubah, Oh Tuhan tolonglah aku melewati semua ini, batin Rissa.

Hening ....

Setelah 5 menit berlalu Daniel coba berbicara lagi dengan Rissa.

"Lalu apa alasan yang membuatmu mual-mual?" Tanya Daniel.

"Aku alergi udang." Jawab Rissa dengan mendongakkan kepalanya menatap Daniel.

Wajah Rissa masih tampak memerah, dengan bekas air mata yang mulai mengering di pipi putihnya.

"Apa?" tanya Daniel.

"Sebenarnya aku tidak boleh makan udang atau Seafood," jawab Rissa

"Tapi, waktu di pantai bukannya kau makan Seafood." Tanya Daniel lagi penasaran.

"Itu karena aku sudah minum obat anti alergi sebelumnya," jawab Rissa pelan.

Daniel merasa pikirannya sudah jernih sekarang, entah mengapa jika berurusan dengan Rissa emosinya jadi tidak stabil. Seperti tadi yang tiba-tiba ia langsung marah membabi buta.

Bersambung

****

**Hai para readers...

Apa kalian menyukai cerita ini? jika suka jangan lupa vote and comment nya yaa..

Please..

jangan jadi silent readers 🙏🙏

tinggalin jejaknya dikit aja biar aku tambah semangat!!!

Love u all**.

1
Mimi Ilham
aqu syuka.., syuka pake banget thor ama ceritanya...
aqu kasih Like 11 x
Mimi Ilham
coba mampir
Nelly
kpn ceritanya dilanjutin?
Rusmiati Mia
author bagaimana dgn Rissa dan anak ny apa mereka bahagia setelah berpisah dgn Daniel?
apa Rissa dan anak ny ada yg melindungi dan menjaga dan menyayangi mereka ?
jujur author aku pengen mereka bahagia . seperti ny cukup Rissa bersusah hati dalam cinta ny. biarkan Rissa bahagia dgn anak ny dan ada seseorang yg mencintai dan saling mencintai walau pun itu bukan Daniel
Rusmiati Mia: aku baca beberapa kali kaya ga rela ending ny bgn 😁
total 2 replies
Yuri Aida Yani
ok
Elminar Varida
sayang banget klu nggak dilanjutin thor..
ditunggu kelanjutannya thor..
Elminar Varida
salam kenal jg thor..
Indri Ani40
menarik, lanjut 👌
Birgitta Sulang
bagus ceritanya
SAURMA SINAGA
cerita yang menyenangkan
Tasya Putri
halo
angelシ
nyesel gue baca ni novel
bikin nangis anj😭😭
udah gitu ngegantung plis la author kasi s 2😭
주와
🖕
Diana Sari Natalia
usir aja semuanya Nil, yg lain mah cuma ngontrak 🤭🤭🤭
Diana Sari Natalia
Ga boleh Daniel tar kena karma lho
Diana Sari Natalia
jangan2 ibunya yg hampir tertabrak tadi 😌😌😌
Diana Sari Natalia
minta sih, dicium #rissa #daniel 🤭🤭🤭
Diana Sari Natalia
ganggu aja nih manager 😂😂😂
Diana Sari Natalia
Bagus ceritanya, suka bangettt
Diana Sari Natalia
kejam kau Daniel 🥺🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!