{Tokoh Utama di ambil dari tokoh figuran Novel LONACA;
Bunga Ariella ~ Robin Chandra}
♡♡♡
"Daratan sudah ku lewati, Lautan sudah ku arungi.
Banyak Bunga telah ku dekati,
hanya ada satu bunga yang harumnya menusuk sampai ke hati.
Takdir membuat aku dan dia hidup bersama hingga kami berpisah. Namun, takdir pula yang mempertemukan kami kembali di lain waktu.
Saat kami bertemu, entah mengapa terselip rasa rindu hingga berubah menjadi cinta yang luar biasa, semua berubah, dadaku terasa bergetar hebat, aku salah tingkah! namun sayang dia tak mencintaiku."
♡♡♡
Dilarang keras Plagiat karya sarahmai.
Jadilah seorang penulis sejati bukan seorang penjiplak!
♡♡♡
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30
¶¶¶¶¶¶
Dear Robin Chandra yang terhormat.
Sekiranya aku bisa mengembalikan waktu, tentu aku akan merubah segalanya agar penyesalan pedih ini bisa terobati.
Terima kasih kamu masih berkenan memberikan kesempatan untuk Bunga bisa belajar menjadi wanita yang lebih baik.
Terima kasih juga kamu sudah tidak marah-marah lagi kepada adikku.
Robin, aku mengerti kamu adalah Putra Bangsawan yang tidak akan pernah mengorbankan diri untuk bersanding dengan adikku. Wanita miskin dari anak seorang pel*cur pembunuh pula.
Jika kesepakatan kalian berakhir, tolong kembalikan lah Bunga dengan baik-baik, jangan sakiti hatinya, karena dia sangat cengeng dan rapuh. Pergilah sejauh mungkin. Jangan temui dia lagi.
Tapi aku ingin menyampaikan, sekiranya ada pria yang benar-benar serius mencintainya dan ingin hidup bersamanya, pria itu sangatlah beruntung, karena sebenarnya kami berbeda sifat dan watak, si bungsu kami itu sangatlah perhatian, baik, suka sederhana saja, tidak genit, dia suka jajan tapi dia tidak suka mengambil yang bukan haknya, serta tampak manis bila tersenyum.
Senyuman itu baru terlihat kepada satu pria bernama Hery. Tapi aku malah menghancurkannya.
Dimana Bunga mulai tertarik dengan lawan jenisnya, Haha! Mungkin saat itu dia sedang jatuh cinta atau hatinya sedang bergetar, terlihat sangat lucu.
Sekali lagi maafkan aku untuk semua kesalahan ini. Tenanglah, aku sudah mengatakan kepada Bunga, jangan menuntut apapun kepada Robin.
Semoga kamu juga mendapatkan pasangan terbaik dan selalu di berikan kesehatan serta kekayaan yang melimpah.
Salam Damai dan Senyum dari Anggun.
☺️☺️☺️☺️
Ttd
Anggun Citra.
¶¶¶¶¶
Setelah membaca surat dari Anggun, Entah mengapa dahi Robin mengkerut tajam dan mulai berkata;
"Siapa Hery?"
"Senyum terbaik!?"
"Heh! lebai sekali perempuan satu itu!"
Mood Robin langsung tidak baik hari itu ia malas bekerja, memilih untuk bermain drum, gitar dan alat musik lainnya.
Setelah itu ia tiduran sambil bermain game di ruangnya, lanjut melihat dan memandangi foto dan video Bunga saat mereka masih dalam satu team serta video lucu lainnya, rajin, fokus melihat komentar pengunjung di foto Bunga, sekaligus sangat kepo mencari sosok identitas Hery.
"Seperti apa sih pria itu? apa dia bisa lebih hebat dari aku!" Gumam Robin.
....
....
Seminggu pun berlalu...setelah urusan Bunga selesai.
Dia kembali ke rumah Robin. Tampak rumah itu sepi tidak ada siapa-siapa disana.
Robin telah pergi ke Jakarta melihat sepupunya sakit serta alasan bisnis.
"Huuufft, Semangat Bunga, rumah sudah terlihat kotor dan tampak berdebu" katanya sambil membawa perlengkapan kebersihan.
Bunga membersihkan semua ruang dan sudut bahkan pekarangan sampai bersih dan rapi kembali.
"Haduuh kelinci yang malang, kamu sudah lama tidak makan wortel yah? Hanya makan rumput saja! Cek...cek...Tuanmu itu memang tidak pernah perduli, kepadamu" ucap Bunga mengelus-elus manja seekor kelinci yang sedang lahap makan wortel.
...
...
Rumah yang sempat berdebu kini bersih kembali. Bunga menikmati kesendiriannya dengan merajut baju hangat dan bermain ponsel serta belajar memasak. Sesekali ia termenung merindukan kakaknya bahkan masih sering bermimpi tentang sosok Anggun yang mengelus manja rambut Bunga...
"Kakaaaak!" Hentakan Bunga dalam mimpinya yang terasa nyata.
Bunga juga semakin rajin beribadah, seperti sholat dan mengaji, ia juga selalu berdoa agar Anggun diberi ampunan dan kelapangan kuburnya, Bunga ingat kembali dengan semua nasihat dari Hery.
"Benar kata kak Hery, hati kita terasa tenang jika mendekatkan diri kepada Tuhan!" Ucapnya dalam hati.
Terselip kekesalan dalam dirinya mengapa ia tidak berjodoh dengan Hery dan menyesal telah mengabaikan lelaki itu lebih memilih menuruti keinginan ibu dan kakaknya.
Hery sudah membuka sendiri dagangan mie ayam dan tampak laris, kehidupannya sudah lumayan.
"Sangat beruntung calon istrinya, sudah sholeh pekerja keras pula," gumam Bunga dengan wajah sendu dan tak mungkin mengacaukan lagi kebahagiaan Hery.
Tiba-tiba ponselnya berdering.
"Tlilit...."
"Iyah Den!" Jawab Bunga dengan nada yang lesu.
"Sudah di rumah?"
"Sudah Den!"
"Bagus! Oh Iyah, aku akan membawa seorang teman wanita dari Jakarta bernama Nayla Cassandra, ia akan tinggal beberapa hari bersama kita karena ada sedikit masalah dengan suaminya, temanku ini sedang mengandung, siapkan kamar untuknya dan bantu dia dengan semua keperluannya, kami segera tiba di rumah!"
"Baik Den!"
"Ok! Trup" percakapan berakhir.
....
....
Bunga langsung bergegas melaksanakan perintah Robin. Ia merapikan lagi kamar tamu yang disiapkan untuk temannya bernama Nayla Cassandra...
.....
.....
Singkat cerita akhirnya Robin dan Nayla tiba di rumah.
Mendengar suara mobil Robin. Bunga berlari membuka kan pintu.
"Selamat datang Raden!" Sambil membuka kan jas Robin.
"Kamu urus saja dia, dan siapkan kamar untuknya!" Pinta Robin berjalan menuju kamarnya, pria itu tampak lelah.
"Ayo mba! Kita ke kamar tamu!" Ajak Bunga dengan senyumnya sambil membawakan barang-barang Nayla.
"Terima kasih!"
Keduanya berjalan menuju kamar tamu.
Bunga memberikan pakain ganti dan handuk..
"Oh! Aku pakai milikku saja!" Kata Nayla.
"Pakaian ini masih baru kok mba! Belum ada yang pakai!" Jawab Bunga lembut.
"Oh begitu! Baiklah!"
Sesekali mata Nayla mencuri-curi ke arah gadis belia itu.
"Berapa orang pelayan disini?" Tanya Nayla memecah keheningan.
"Saya sendiri mba!"
"Hah😲 se..sendiri?"
"Karena Yang di layanin hanya Den Robin saja, tidak ada yang lain?" Jawab si pelayan cantik itu.
"Terus! kalian hidup berdua disini?" Tanya Nayla mulai kepo.
"Iyah, Jika Raden tidak di rumah, saya pulang mba!"
"Oh! Rumah kamu dekat dari sini?"
"Iyah!"
"Usia kamu berapa tahun?" tanya Nayla penasaran.
"20 tahun mba!"
"Masih sekolah yah? Eh, maksud saya kuliah?"
"Baru saja wisuda mba! jurusan Manajemen keuangan, saya 16 tahun sudah tamat Sekolah, Masuk SD kecepatan di usia 5 tahun...hehe senyum Bunga ramah"
"Jadi kamu kerja sampingan disini?"
Bunga mengangguk!
("Cocok juga nih, di pasangkan dengan si Robin biar tidak kesepian," gumam Nayla)
"Mba pacarnya Den Robin yah?" tanya Bunga ingin memastikan.
"Oh bukan, saya temannya hanya menumpang sementara disini!" Jawab cepat Nayla.
Bunga pun mengangguk.
"Dia suka bawa wanita kesini yah?" Tanya Nayla mulai kepo.
"Pernah mba! tapi tidak menginap?"
"Pacarnya banyak tidak?"
"Kurang tau mba yang di bawa pacar atau teman, tapi Den Robin sudah punya calon istri.
"Maaf yah mba! saya tinggal dulu, mau siapin makan malam"
"Eh! Saya bantu yah!" Pinta Nayla.
"Tidak usah mba, nanti Raden marah" kata Bunga buru-buru meninggalkan kamar Nayla.
....
....
Bunga menyiapkan makan malam untuk Robin dan Nayla.
Secara otomatis, jika ada tamu Bunga harus memainkan actingnya menjadi seorang pelayan di rumah itu, menjauh dari Robin, keduanya mengatur jarak. Meski sang tamu sudah mengajak untuk makan bersama-sama.
Bunga pergi dan duduk di dapur...
***
Tengah malam yang gerimis masih di Bandung, cuaca sangat dingin dan sejuk.
…
"Enak nih! Dingin-dingin berduaan bersama Bunga!" Gumam Robin yang masih membuka diri kepada semua wanita.
Robin menelpon pelayan cantiknya itu sekaligus istri simpanannya untuk datang ke kamarnya.
"Iyah! Baik Den"
Tak berapa lama kemudian Bunga datang dengan penampilan sexy menggoda wajah yang cantik dan sangat memikat.
"Saya sudah siap Den!" Ucap Bunga.
"Hmmm"
Masuknya Bunga ke dalam kamar Robin tidak diketahui oleh Nayla teman Robin. Wanita yang tengah hamil muda itu, telah terlelap tidur...
....
"Coba kamu senyum!" Pinta Robin.
Bunga pun tersenyum.
("Seperti apa senyum terbaiknya!" gumam Robin memperhatikan Bunga yang duduk di hadapannya)
Senyuman itu tampak biasa saja.
"Senyum terbaik kamu!" pinta Robin memaksa
Bunga mencoba untuk tersenyum lagi...
("kok seperti seperti senyum sakit perut!" gumam Robin)
..
...
Like & Vote
love beut anggun 🥰😭🤧