NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Telah Bicara

Ketika Cinta Telah Bicara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:952.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eeeewy

Lima belas tahun yang lalu, Maria adalah sosok yang ceria tidak peduli bagaimana asal - usulnya. Namun semenjak dirinya menyatakan cinta pada Yudha dan ditolak, ia jadi memahami mengapa Bibit, Bebet, dan Bobot menjadi standar ditolak dan diterima, dipilih dan dipinang.

Apalagi ketika ia harus terusir dari rumah karena sertifikatnya telah digadai sang ayah. Sedangkan sang ayah sendiri tewas menjadi bulan - bulanan massa setelah tertangkap basah tengah mencopet.

Yudha seorang pria tamvan, mavan, dan rupawan. Karirnya begitu cemerlang. Namun takdir seolah menjungkir balikkan hidupnya ketika sang istri meninggal saat melahirkan buah hati kedua mereka.

Karena harus menitipkan sang bayi di rumah sang ibu, ia kembali bertemu Maria dalam kondisi saling membutuhkan.

"jadilah baby sitter untuk anakku, aku akan menanggung semua kebutuhanmu."

"Hey, kamu nggak takut mempercayakan anakmu padaku. Nanti kalau anak mu rewel kemudian aku bunuh, gimana."

Yudha tersadar, kesalahannya di masa lalu telah membuat Maria tidak lagi sama seperti yang dulu.

Namun Ketika Cinta Telah Bicara, akankah menyatukan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eeeewy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Ijab Sah

Mario menatap calon adik iparnya dengan tajam. Yudha sendiri merasa tidak enak hati karena mengingkari amanah yang diberikan oleh Mario. Semoga abangnya Maria tidak menarik kembali restunya untuk menikahi sang adik. Maklum, ia kan tercyduk calon kakak iparnya sedang dalam posisi intim. Sebuah ketidak sengajaan yang menyebabkan gagal paham.

"Maafkan aku, Bang. Tadi itu aku tidak bermaksud--," ucapan Yudha tak berlanjut ketika tangan Mario memberi tanda padanya untuk diam.

"Maria sudah mendapat stempel buruk dari tetangga kamu. Jadi jangan membuat adikku menjadi lebih tidak terhormat lagi. Tolong jaga sikapmu!" Mario mengingatkan.

"Dan aku peringatkan! Mulai sekarang kalian berdua harus menjalani pingitan!" Ucapan Mario membuat Yudha semakin dilanda perasaan bersalah. Dengan langkah gontai ia pun pulang ke rumah setelah sebelumnya berpamitan pada Maria dan calon kakak iparnya.

Sepeninggal Yudha, Maria memberanikan diri untuk berbicara pada Mario.

"Bang! Tadi Yudha tidak bermaksud untuk--," ucap Maria sambil menutup separuh wajahnya dengan selimut. Ia merasa takut sekaligus masih berdebar - debar saat teringat Yudha yang menindih tubuhnya. Sayangnya sang kakak lebih dulu masuk ketika mereka dalam keadaan emergency, sehingga menimbulkan kesalah pahaman.

"Untung kakak segera masuk. Kalau tidak, lelaki itu pasti sudah mengambil kesempatan dalam kesempitan!" omel Mario yang tidak terima karena merasa kecolongan. Soalnya calon adik iparnya itu rada - rada muna. Setelah dulu menolak - nolak sekarang memaksa - maksa sang adik untuk dijadikan istrinya.

"Tadi itu aku mau bangun, Bang! Tapi tidak diperbolehkan Yudha. Aku disuruh berbaring lagi. Karena aku bersikeras bangun kita jadi eyel - eyelan tadi." Maria mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

"Tidak usah mengarang alasan. Kalau cuma eyel - eyelan kenapa bisa berakhir saling menindih begitu?" Mario jelas - jelas tidak mau dibohongi la, ya. "Lagipula si duda sombong itu pasti juga sudah kesusahan untuk mengontrol adik kecilnya!"

Maria menutup wajahnya dengan selimut. Kalau membahas tentang 'itu' dengan lelaki, meskipun adalah kakak sendiri. Tetap saja membuat malu.

*********

Yudha baru selesai memandikan Arka. Arina yang sudah lebih dulu mandi dan tampil wangi ikut bergabung di ranjang sambil memperhatikan papanya yang sedang memakaikan baju pada sang adik.

"Papa... Kapan onty Maria bisa tinggal bersama kita?" tanyanya lugu.

"Sabar ya, Sayang. Sebentar lagi pasti kita akan tinggal bersama onty Maria," jawab sang papa.

Yudha dengan cekatan membaluri tubuh si kecil Arka dengan minyak telon dan bedak bayi sebelum memakaikan diapers dan baju.

"Dek. Dedek... Sebentar lagi kita punya mama baru loh!" Arina menciumi adik lelakinya. Arka membalas ucapan si kakak dengan bahasa alien yang entah apa maksudnya. Yudha tersenyum haru. Pagi harinya bersama si kecil tanpa di dampingi seorang istri itu rasanya sususatu.

Sambil membereskan piranti bayi, bibirnya bersiul bersenandung lagunya Jamrud yang berjudul 'Antara,aku, kau dan ibumu'. Lagu populer sejak masih SMP dulu.

Selesai mengurus si kecil, ia pun mengajak kedua anaknya menuju ke ruang makan. Yudha mendudukkan Arka di kursi bayi khusus milik si bocah.

"Jaga adek sebentar, Ya. Papa mau membantu nenek kesini untuk sarapan bersama!"

"Ayay, Captain!"

Yudha bergegas menuju ke kamar sang ibu untuk membantu duduk di atas kursi roda. Ketika membuka pintu kamar, Yudha terkejut mendapati ibunya juga baru saja berjalan keluar dari kamar mandi dengan kedua kakinya yang sedang sakit.

"Ibu?"

Bu Asri terlihat salah tingkah. Kebohongannya terbongkar oleh puteranya. Untuk beberapa saat  wanita paruh baya itu merasa bingung. Kemudian dengan langkah kaki terpincang - pincang sambil berpegangan di dinding, ia melangkah menuju ke ranjang.

Yudha buru - buru membopong tubuh ibunya dan mendudukkan beliau di kursi roda. "Kenapa Ibu tidak membunyikan bel untuk memanggil aku?" tanya Yudha. Bu Asri mendesah lega. Syukurlah! Yudha tidak menyadari sandiwaranya. Kalau ketahuan bisa gagal total dong drama ala - ala nya untuk bisa mengambil Maria sebagai menantu.

******

Maria membolak - balikkan badannya dengan gelisah. Besok adalah hari pernikahannya. Mengingat kondisi bu Asri yang sedang sakit, rencana pernikahannya dengan Yudha sengaja dipercepat.

Mario sengaja mengecek adiknya. Rasanya berat sekali harus melepas Maria untuk menjadi istri lelaki lain. Apalagi mereka juga baru saja bertemu. Ia melihat Maria yang masih bangun sambil menatap langit - langit kamar. Rupanya sang adik sedang melamun.

"Buruan tidur, supaya besok kamu segar bugar sehingga tampil lebih cantik!" Mario mengingatkan.

Maria menoleh ke arah abangnya, kemudian menepuk sebelah kasur busanya yang masih kosong.

"Sini, Bang!"

Meskipun tidak paham dengan maksud sang adik, tapi Mario mendekat juga.

"Besok aku kan sudah menjadi istri orang, nih. Boleh tidak aku meminta sesuatu dari Abang?" pintanya dengan nada manja. Tumben adiknya bersikap kolokan begini.

"Kamu mau minta apa?"

Maria tersenyum manis. "Nina bobo'in aku dong. Tapi pake lagu ini ya!"

Kemudian Maria meraih ponsel dan mencari lagu di daftar putar. Setelah menemukan lagu yang ia maksud, Maria menyalakan mp3nya.

Sebuah intro lagu 'Tidurlah Tidur' milik Katon Bagaskara mulai mengalun.

"Abang ikut menyanyi sambil belai kepalaku ya. Anggap saja Abang mau melepas anak perawannya dinikahi orang!" Maria menepuk kepalanya kemudian berbaring dengan nyaman.

Mario duduk sambil mengusap rambut adiknya. Bibirnya ikut menyenandungkan lagu.

Maria memejamkan matanya dan ikut meresapi syair lagu serta belaian lembut penuh kasih dari sang kakak. Hatinya merasakan kedamaian. Ia mengetahui lagu itu dari salah satu televisi swasta yang memutar acara musik. Saat itu Maria sedang bersama neneknya. Lagu tersebut membius Maria kecil yang terpukau melihat papa ganteng tampak menyayangi anak perempuan yang lebih muda darinya. Sejak hari itu ia berharap Anto Codet memperlakukannya sedemikian rupa. Namun hingga ajal menjemput ayahnya, Maria tidak pernah merealisasikan impiannya. Dan kini, untuk sekali saja. Maria ingin diperlakukan semanis itu oleh abangnya. Boleh kan?

Bibir Maria menyunggingkan senyum. "Terima kasih, Bang!" gumam Maria sebelum ia terlelap dalam tidurnya.

Mario bersenandung mengikuti lagu. Untung saja ia hafal, karena sewaktu masih muda selalu mengikuti trend lagu - lagu di radio sebagai hiburannya. Namun di bagian refrain, Mario menghentikan senandungnya. Ada rasa haru yang tiba- tiba menjebol pertahanannya. Seperti apakah kehidupan Maria di masa lalu?

Lagu telah berakhir, Maria tampak damai dalam tidurnya. Mario membersit air mata yang sempat menitik saat meresapi lirik lagu tadi. Ia pun beringsut untuk mengambil ponsel dan mematikannya.

Karena tenggorokkannya terasa serak, Mario hendak mengambil minum. Dilihatnya sebotol air mineral di atas lemari kabinet. Sepertinya itu milik Maria. Ia segera mengambil dan meminumnya.

Mario menyemburkan air dari mulutnya sambil mengamati botol. "Air apaan ini? Asin, pahit, tidak enak. Jangan - jangan sudah kadaluwarsa."

Tidak ingin air tersebut membuat adiknya celaka, Mario segera membuangnya.

*******"

Acara pernikahan antara Maria dan Yudha digelar secara sederhana di rumah bu Asri. Para tetangga memaklumi jika pernikahan dilakukan di rumah keluarga mempelai pria, mengingat rumah Maria sudah disita oleh rentenir, dan Mario kelewat sibuk bekerja di luar kota, sehingga tidak sempat mengurus segala ***** - bengek pesta. Yang penting keduanya segera di sah kan sebelum terjadi hal - hal yang tidak di inginkan.

Bu Asri merasa lega, ia tidak peduli dengan kasak - kusuk para tetangga yang heran dengan keputusannya menerima Maria sebagai menantu.

"Abaikan saja dengan ucapan julid tetangga!" bisik bu Asri pada Maria yang wajahnya terlihat tegang.

Maria berusaha untuk tersenyum. Kalau boleh jujur, Maria sama sekali tidak peduli dengan semua praduga yang ditujukan kepadanya. Sejak kecil ia sudah terbiasa digunjingkan dan diremehkan. Jadi telinganya sudah kebal. Ia justru tegang menghadapi malam nanti.

"Cie... Yang akhirnya nikah sama mantan gebetan. Selamat ya, Say!" Safira memeluk Maria penuh suka cita. Akhirnya Maria memperoleh kebahagiaannya.

Maria hanya meringis malu. Ia belum siap menghadapi hidup berumah tangga dengan Yudha. Kemudian Maria teringat dengan botol air mineral berisi doanya mbah D. Karena sibuk mempersiapkan ini dan itu, ia jadi lupa minum air kebal rayuan maut.

"Saf, tolong panggilin Bang Rio, dong!"

"Oke, tunggu sebentar!"

Safira meninggalkan Maria untuk memanggilkan mas Rio yang tampaknya sedang menjawab pertanyaan tamu undangan. Para tetangga merasa kepo tentang asal muasal Maria kenapa tiba - tiba bisa mempunyai seorang kakak.

Dengan sopan Safira menginterupsi obrolan untuk menarik tubuh sang kekasih meninggalkan tamu undangan.

"Ya, Dek! Ada apa?" tanya Mario pada sang adik yang tampak meringis kaku.

"Bang, tolong ambilkan air mineralku yang ada di kamar kontrakkan dong!" pinta Maria dengan nada berbisik.

"Air yang mana?"

"Air yang kuletakkan di atas lemari kabinet. Yang di botol besar merek ****."

Mario tampak mengerutkan kening. "Itu air apaan sih, Dek? Kok rasanya tidak enak."

Maria terbelalak. "Jadi abang meminumnya?" Mendadak ia merasa khawatir. Kalau Mario meminum air itu bisa gawat dong. Itu kan ramuan supaya yang meminumnya dijauhkan dengan orang yang dicintai. Maria takut abangnya akan menuai dampak dari air itu kemudian menjauhi Safira. Big no...no..no!

"Kan Aku haus, Dek. Jadi sewaktu melihat air itu ya aku samber aja. Tapi karena rasanya nggak enak terus aku mutahin dan sisanya kubuang. Memangnya itu air apa sih?"

Maria tidak tahu harus merasa lega ataukah merasa menyesal dengan penjelasan Mario barusan. Si abang telah membuang seluruh isi botol sebelum Maria sempat merasakan khasiatnya. Namun di sisi lain ia bersyukur si abang tidak meminumnya. Mungkin Tuhan memang tidak berkenan jika Maria bergantung kepada selain Allah.

Sekarang masalahnya adalah, bagaimana caranya supaya ia bisa menolak Yudha secara alami. Pandangan mata Maria tertuju pada Arina yang tampak ceria bersama saudara sepupunya. Senyum Maria terkembang. Mungkin nanti malam gadis kecil itu bisa menjadi dewi penolongnya.

Tbc

1
falea sezi
di tolak sana sini😕 nyesek sampe sini
sakura
...
sakura
..
Audrey Chanel
suka author nya pinter love you Thor
Audrey Chanel
Terima kasih kak Author aku jg mencintaimu😘🫠😂😄🤗🤗🤗
Audrey Chanel
intinya biar si mantan ilang dari pikiran cari yg baru yah Thor
Audrey Chanel
sukurin handuknya buat ngepel
Hania Nasar
krm aj si devil ke mbah D.
atin p
😀😀😀😀thor...edannn tenan critone iki
atin p
auto ngakak...pengene Rico sing mati...wqwqwq tibane bpke dewe...
Sri Hartini
menurutku yudha gak lah buruk,soalnya kelakuan maria sendiri yg menurutku keterlaluan bercandanya,terang aja langsung ditolak cintanya
🍉🕌kimˢᵉˡˡᵒʷ͢ ᵇᵍᶠ🦢
. ok
Marni Aja
😭😭😭
Marni Aja
ikut nangis aku bacanya😭😭
Marni Aja
cerdas jawabanmu mar.... marimar.... maria mersedez😂
Marni Aja
jujur ya, aku itu setiap baca part latahnya maria.., suka ngakak sendiri.... itu jingle telenovela jadul banget jaman aku gadis.... maria mersedes😂😂😂
🍉🕌kimˢᵉˡˡᵒʷ͢ ᵇᵍᶠ🦢
mampir
Marni Aja
😭😭😭
Rian's 666
pas
Rian's 666
tes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!