NovelToon NovelToon
Bukan Duda Biasa

Bukan Duda Biasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: ARyanna

Di usia kepala tiga dan tak kunjung naik pelaminan membuat Manda merasa resah. Dihantui perasaan takut justru dirinya mulai beranggapan telah terkena sebuah kutukan.

Lantas kesalahan besar apa yang telah Manda perbuat di masa lalu hingga dia punya pikiran seperti itu?

Maka ikuti saja kisahnya...

SQUEL DARI NOVEL SENANDUNG IMPIAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARyanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh

Sudah hampir setengah jam lebih berlalu, bagi Manda itu tentu lama dengan aktifitasnya yang menunggui si bocah menangis meraung tiduran di pinggir aspal jalanan.

Tak banyak orang yang mencibirnya, tapi juga ada yang cuek, melihat lalu pergi begitu saja tanpa peduli dan ada yang menegur tapi yang bisa Manda jelaskan adalah kondisi si bocah yang sedang tantrum.

Maharani sendiri tadi juga sempat mendatanginya setelah dapat laporan dari Bik Suti kalau cucunya sedang menangis susah untuk dibujuk dan dibawa pulang. Setelah Maharani menghampiri Manda tetap lah jawaban Manda membiarkan dulu agar si bocah lelah dalam menangisnya dan baru dibujuk setelahnya.

Dan benar saja, sekarang Manda mulai mendekat dan memanggil Nagita saat anak itu sudah menghentikan tangis hingga menyisakan suara sesegukan.

"Tante gendong mau?" ucap Manda mengelus belakang tubuh anak itu, tanpa perlawanan Manda pun langsung mengangkatnya. Menggendong untuk masuk kembali ke rumah.

Dalam hati Manda merasa kasihan sebenarnya, melihat bagaimana penampakan wajah anak itu yang begitu lelah usai menangis. Nampak begitu sayu, dengan pipi teraliri bekas air mata ditambah dengan kotornya seluruh tubuh yang mengharuskan anak itu untuk mandi.

"Non Gita sarapan dulu, sini sama Bibik," ucap Bik Suti saat kedapatan melihat Manda dan Nagita memasuki rumah.

Dengan masih sesegukan dan kepala terkulai di pundak Manda, Nagita menggeleng menolak Bik Suti dan malah makin menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Manda dengan sesekali meracau menyebut nama Papanya. Manda pun berusaha menenangkan dengan menepuk-nepuk punggung Nagita dalam gendongannya.

"Biar sama Manda dulu Bik," ucap Manda yang langsung masuk ke kamar membawa Nagita.

Di dalam kamar Manda menurunkan Nagita di ranjang, yang dilakukan Manda adalah segera membersihkan tubuh Nagita. Bukan mandi melainkan hanya mengelap tubuh anak itu dengan handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat.

Anak itu sama sekali tak menolak bahkan terkesan menurut tanpa ada bantahan sedikit pun. Hati Manda yang merasakan itu sedikit tersentil, memandang kasihan juga ada rasa sayang yang timbul di hatinya.

Selesai mengganti pakaian, Manda menyisir rambut Nagita lalu memoles dengan sedikit bedak pada wajah yang nampak kuyu itu.

"Habis ini Tante mau ajak keluar main mau gak? Ada teman Nagita juga nanti disana."

Nagita menatap Manda was-was, lalu bibirnya terbuka dan bertanya, "Teman siapa Tante?"

"Ada pokoknya, kalau mau ikut Tante sarapan dulu ya. Setelah itu pamit sama Nenek," ucap Manda yang telah selesai, meletakkan sisir dan bedak pada tempatnya.

Berhadapan dengan Nagita yang masih duduk di sisi ranjang, Manda merentangkan tangannya yang sontak disambut oleh Nagita.

Akan sikap menurutnya Nagita padanya membuat sisi di hati Manda mengembang, senyumnya sekita terbit. Dan setelah Nagita berada digendongannya, Manda tak segan lagi memberi ciuman pada anak itu.

Manda mengecup sebelah pipi Nagita. "Kalau nurut gini kan manis," ujar Manda tersenyum menatap Nagita. "Sini, kalau gitu kamu cium Tante," ucap Manda yang menyodorkan pipinya.

Namun anak itu menggeleng hingga membuat Manda mencebik. "Kalau Nagita gak cium, nanti Tante gak ajak pergi. Gak Tante kenalin sama teman barunya Nagita!" ucap Manda menampilkan wajah masamnya.

Dan tiba-tiba yang terjadi justru anak itu tanpa berkata malah memajukan wajahnya, mengecup sisi pipi Manda dan hal itu tanpa sadar tengah diperhatikan oleh Maharani yang dari tadi menyaksikan interaksi mereka dari celah pintu yang sedikit terbuka.

To be Continue

1
🦋🦋 Lore Cia 🦋🦋
nasehati orang lain emang gampang, tapi belum tentu bisa menasehati diri sendiri 😂😌😒😒
Triee Wulandari
kasihan Manda sdh d bohongi sama Haris😔,,untungnya msih belum sempat di ena-ena sama Haris.
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih /Joyful/
total 1 replies
dewi_nie
😂🤣🤣🤣ini pasangan udah tua tp masih poloz
dewi_nie
abis dari senandung impian lanjut kesini Krn babang Akram😍
dewi_nie
siapa pun aku jatuh cintrong pd babang aakram,💙💙💙
Santi
sdh tmtkh
Rengganis
Clbk eehhhh😄
ary rachmawati
😍😍😍😍😍👍👍👍👍👍
susi 2020
🤩🥰
susi 2020
🙄🙄😲
susi 2020
🤔🤔🤭
susi 2020
😘😘😍
susi 2020
🙄🙄🙄
susi 2020
🤭🤭😲
susi 2020
😘😘🤔
susi 2020
🥰🥰😍
susi 2020
🤭🤭🤭
susi 2020
🤔🤔🤔
susi 2020
😍😍
susi 2020
🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!