NovelToon NovelToon
Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai

Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai

Status: tamat
Genre:Janda / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Miliarder Timur Tengah / CEO / Tamat
Popularitas:986.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rere ernie

Alena Prameswari percaya bahwa cinta bisa mengubah segalanya.

Tapi setelah tiga tahun menikah dengan Arga Mahendra, ia sadar bahwa kesetiaan tak akan berarti bila hanya satu pihak yang berjuang.

Saat pengkhianatan terbongkar, Alena memilih pergi. Ia menerima proyek desain di Dubai... tempat baru, awal baru.

Tanpa disangka pertemuan profesional dengan seorang pangeran muda, Fadil Al-Rashid, membuka lembaran hidup yang tak pernah ia bayangkan.

Fadil bukan hanya pria miliarder yang memujanya dengan segala kemewahan,
tetapi juga sosok yang menghargai luka-luka kecil yang dulu diabaikan.

Namun cinta baru tak selalu mudah.
Ada jarak budaya, gengsi, dan masa lalu yang belum benar-benar selesai. Tapi kali ini, Alena tak lari. Ia berdiri untuk dirinya sendiri... dan untuk cinta yang lebih sehat.

Akankah akhirnya Alena bisa bahagia?

Kisah ini adalah journey untuk wanita yang tersakiti...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 26.

Di ruangan megah rumah pribadi Pangeran Khalid, dua pangeran itu berdiri saling berhadapan. Udara terasa berat. Tatapan mereka sama-sama dingin, penuh kewaspadaan dan perhitungan.

“Kenapa kau menyuruh Ahmed menyelidikiku?” Suara Khalid tajam, menusuk.

Fadil tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun. “Selama tiga tahun, aku mencari kebenaran tentang kematian Humaira. Dia tidak bersalah, tapi nyawanya melayang begitu saja.”

“Khalid... aku percaya, kau tidak akan melakukan hal yang bisa menghancurkan kedudukanmu sebagai calon putra mahkota. Bahkan, demi seorang wanita. Kau bukan tipe yang mempertaruhkan tahtamu. Kau tidak akan menodai namamu demi membantu seseorang, untuk menyingkirkan Humaira.”

Setiap kata Fadil mengalir seperti penghakiman yang dingin.

Keheningan kembali menelan ruangan, lampu gantung kristal memantulkan kilau yang membuat suasana makin mencekam.

Khalid menyipitkan mata. “Jadi, menurutmu aku terlibat dalam kematian Humaira?”

“Aku tidak menuduh tanpa dasar.” Fadil melangkah maju, jaraknya kini hanya satu meter dari Khalid. “Ada seseorang yang memanipulasi laporan kecelakaan itu, jejaknya berakhir pada satu nama.”

Fadil menekankan tiap kata.

“Layla.”

Sedetik wajah Khalid tampak goyah, namun cukup bagi Fadil untuk menyadarinya.

“Aku tidak tau, Layla melakukannya.” Suara Khalid terdengar lebih rendah, seperti menahan badai emosi.

“Benarkah?” Fadil menautkan senyum getir. “Atau kau hanya memilih tidak tahu? Karena itu membuatmu tetap bersih?”

Khalid mengepalkan tangan di sisi tubuhnya. Napasnya memburu. “Aku tidak pernah mencelakai Humaira! Bagaimana bisa aku mencelakainya, karena aku juga sama sepertimu. Aku—“

Kata-kata Khalid tertahan. Sorot matanya meredup sedetik, ada sesuatu yang tidak ia ucapkan.

Fadil menangkap arti dari kata-kata Khalid, ia terhenyak saat otaknya mencerna sesuatu.

“Kau sama sepertiku, maksudmu... kau juga mencintai Humaira.” Fadil mengucapkannya pelan, tapi langsung menghantam Khalid tepat di tempat paling rapuh.

Fakta itu mengguncang Fadil. “Kau mencintai Humaira… tapi kau tetap membiarkannya mati.”

Seketika itu juga Khalid meraih kerah Fadil dan mendorongnya ke dinding, nafas keduanya saling bertubrukan.

“Jangan bicara seolah kau tau segalanya, Fadil!“

Namun Fadil tidak gentar, matanya justru memandang Khalid dengan kemarahan.

“Kemarahanku lahir dari kehilangan, tapi kemarahan mu? Itu lahir dari rasa bersalah mu, Khalid.”

Pegangan Khalid di kerah Fadil melemah, Fadil mendorong tangan itu pelan dan melepaskan diri.

Fadil mengambil map cokelat dari jasnya dan meletakkannya di meja dengan suara berat.

“Dalam berkas ini, ada bukti awal bahwa kecelakaan itu bukan kecelakaan biasa. Aku hanya ingin memastikan, apakah musuhku… adalah saudaraku sendiri?”

Khalid menatap map itu begitu lama, sampai suaranya nyaris hanya desahan. “Jika ada yang harus membayar atas kematian Humaira… aku yang akan mengeksekusinya sendiri.”

Keduanya kembali bersitatap.

Kali ini bukan saling curiga, melainkan dua pria yang sama-sama terluka oleh wanita yang sama.

Dan satu kebenaran pahit menggantung di antara mereka. Humaira pernah menjadi pusat dari keduanya… sampai datangnya kematian wanita itu.

Dua hari setelah pertemuannya dengan Fadil, Khalid menyelesaikan penyelidikan rahasia yang ia jalankan seorang diri. Hasilnya hanya mengarah pada satu nama... ayahnya sendiri.

Khalid menahan emosi sepanjang perjalanan menuju ruang kerja sang ayah. Begitu pintu tertutup, ia langsung berbicara tanpa basa-basi.

“Ayah yang memerintahkan pembunuhan Humaira.”

Itu bukan lagi pertanyaan.

Pangeran Aziz meletakkan pena yang sedang ia gunakan, lalu menatap anaknya dengan ketenangan seorang penguasa yang terbiasa mengambil keputusan kejam.

“Jika itu kesimpulanmu,” jawabnya pelan, “Maka kau sudah tahu alasannya.”

Khalid mengepalkan tangan. “Dia tunangan Fadil! Dia tidak melakukan kejahatan apa pun.”

“Kesalahannya adalah membuatmu jatuh cinta padanya!” Tatapan Pangeran Aziz tetap dingin.

“Kau adalah calon putra mahkota, namun diam-diam kau mencuri tunangan saudaramu sendiri.”

Suara Khalid merendah, penuh luka. “Aku tidak mencuri. Kami… saling mencintai.”

Pangeran Aziz mendekat. “Justru itu masalahnya, Khalid! Jika kabar itu tersebar, dunia akan melihatmu sebagai pengkhianat yang merebut calon istri saudaramu. Aib itu akan menghancurkan martabat keluarga kita dan nama baik kerajaan!”

Pria berusia lanjut itu menghela napas berat. “Ayah tidak bisa membiarkan rasa cintamu yang sesat itu… menghancurkan masa depanmu.”

Khalid menatap ayahnya dengan mata yang mulai memerah. “Menghancurkan masa depanku?”

Sebuah tawa getir lolos dari bibirnya, tubuh besarnya terhuyung.

“Ayah menghancurkan hidupku, ayah menghancurkan hidup Humaira! Sejak kematian Humaira, aku bahkan benci dengan suara nafasku sendiri!” tubuh Khalid bergetar hebat.

“Diam!"

Plak!

Pangeran Aziz melayangkan tangannya pada sang anak. Ujung jari telunjuknya mengarah pada wajah Khalid. “Ayah sudah berkorban banyak agar kau terpilih jadi putra mahkota! Lupakan wanita itu!“

Khalid memejamkan mata sesaat, lalu kembali membukanya. Cahaya di sorot matanya telah padam. “Humaira mati… demi menjaga namaku tetap bersih.”

Nada suaranya nyaris tanpa jiwa.

Sang ayah menepuk bahu Khalid. “Sekarang, kau mengerti.”

Namun justru pada detik itu, semuanya berubah. Khalid menundukkan kepala memberi hormat, seperti calon putra mahkota yang patuh.

Tetapi dalam dirinya, badai yang ia pendam selama tiga tahun kini berubah menjadi satu tekad gelap yang tak terbendung.

Jika takhta menjadi alasan Humaira dihabisi, maka takhta itu akan menjadi senjata pembalasan. Khalid melangkah pergi dengan langkah mantap, ia akan berperang.

Malam itu Khalid datang ke kediaman Pangeran Hasan, anggota kerajaan yang paling memiliki pengaruh besar dalam Dewan Kerajaan.

Khalid datang dengan satu tujuan, untuk menghancurkan ayahnya sendiri.

Sementara itu, Layla sama sekali tidak menduga akan kedatangan seseorang... Lady Eleanor.

Sebenarnya apa yang akan dilakukan Lady Eleanor pada Layla?

1
Sandisalbiah
manusia yg terlalu berambisi, menyangka bisa menggenggam semuanya tp justru tdk dapat memiliki apapun.. Layla terlalu percaya diri hingga menyepelekan lainya dan masih belum sadar kalau dia sudah kehilangan segalanya krn arogansinya...
Sandisalbiah
jika Fadil naik jd kandidat putra mahkota jelas Alena akan tersingkir... krn dewan istana pasti akan menolaknya
Elwin Hanner
aku juga kalau suami kaya gitu dah tinggalin aja biar tau rasa
Sandisalbiah
kau itu terlalu sombong akan dirimu sendiri Nadine.. krn dulu kau mampu mengalihkan dunia Arga SESAAT, kau jd merasa jumawah akan selalu bisa mengalahkan Alana.. jgn lupa kau hanya mengalihkan perhatian Arga tp tetap kau tdk pernah jd seseorang yg dia pilih yg artinya.. kau tdk begitu penting dan tdk juga berharga..
Sandisalbiah
Nadine dan layla bila di gabungkan bakal jd duet maut ini... para perempuan dgn obsesi tinggi dan bonus sgn sifat iri dengki.. lengkap sudah peran antagonis yg mematikan
Sandisalbiah
inilah yg sedari awal di khawatirkan dr hubungan mereka berdua... di tentang oleh pihak istana, setatus sosial yg berbeda dan parahnya munculnya seseorang dgn obsesi dan ambisi gilanya dan nanti ujungnya keselamatan dan hati Alana yg bakal jd taruhannya..
Sandisalbiah
perempuan kalau udah terobsesi bakal menghalalkan segala cara buat dapetin apa yg dia mau...
Sandisalbiah
Fadil tipe pria yg lembut dan tdk menggebu, justru itu nilai lebihnya perhatian tulus tp tdk memaksa terkesan seperti malu malu tapi pasti dan perempuan dgn perasa yg lembut sangat faham dan nyaman dgn sinyal seperti ini.. TETAPI.. apakah akhirnya akan bahagia..?
Sandisalbiah
lumrahnya perempuan mendapat perhatian lebih pasti hatinya akan tercetak tp.. Fadil itu beneran jauh dr jangkauan, statusnya sebagai Pangeran dan setatus Alana yg rajel.. bakal ada luka baru nantinya diantara keduanya, bahkan dulu tunangan Fadil juga di celakai keluarganya kan... ini bakal mengancam keselamatan Alana juga kan.. harusnya Fadil tau resiko itu
Sandisalbiah
takutnya Alena akan terluka lagi dan mu GKIN makin dalam.. Fadil sosok yg sulit buat di gapai..
Siti Saodah
kalo saudara sepupu itu memang boleh nikah,,apalagi di timur tengah itu kebanyakan menikah sama sepupu nya,,itu gak lumrah di sana
Siti Saodah
kok Amina gak kaya ibu nya yang bar bar dan pemberani
Siti Saodah
pada akhir nya putri Layla tidak akan mendapatkan siapa pun karena ke egoisan nya sendiri,,akhir nya dia hanya gigit jari
Siti Saodah
🤣🤣🤣 saya malah ngakak duluan thor baca komenan nya teh Maya 🙏
Siti Saodah
sama sama membenci Alena tanpa alasan yang jelas,,dua manusia yang tak punya akhlak
Siti Saodah
dasar Mak lampir,,dari niat nya aja bukan mau kerja tapi pingin menyingkirkan Alena,,pelakor gak tau diri
Siti Saodah
harus nya gugat cerai dulu
Siti Saodah
katanya kalo pagi nya gitu lagi mau cari tau tapi kenyataan nya diam aja
Lesmana
wow ternyt itu motif nya toh😄😄
Lesmana
aziz bunuh humaira ada motif nya.. tp bunuh ayahnya fadil , motifnya apa yah ?? apa krn tkt ayahnya fadil jd raja kah ??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!