NovelToon NovelToon
PENCULIKKU, CINTA MATIKU

PENCULIKKU, CINTA MATIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:61.4k
Nilai: 5
Nama Author: CACASTAR

WARNING! Novel Cabeeeekkkk🌶️🌶️🌶️🌶️,
HOT LOVE STORY, full kiss💖
Lelaki yang berperawakan tinggi besar, berwajah dingin, yang berprofesi sebagai penculik orang-orang yang akan memberi imbalan besar untuk tawanan orang yang diculiknya kali ini harus mengalah dengan perasaan cintanya.Ia jatuh cinta dan bergelora dengan tawanannya. Alih-alih menyakiti dan menjadikan tawanannya takut atas kesadisan. Dia malah jatuh cinta dan menodai tawanannya atas nama nafsunya. Ia mengulur waktu agar Belinda tetap jadi sandranya. walaupun harus mengembalikan uang imbalannya dan ancaman dari pembunuh bayaran ketiga, dia tidak peduli. malam itu dia menodai Belinda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACASTAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CERITA

Bram lalu membiarkan Belinda memetik beberapa tangkai bunga di sana, dia senang sekali. Bram lalu berjalan ke sebuah pohon yang agak tua lalu mencoba menebang batangnya yang agak besar, kapaknya diayunkannya berirama.

Dia sedikit kewalahan. Lumayan juga pohon-pohon di sini. Biasanya ia menebang sebuah pohon, sekali ayunan kapak sudah meninggalkan jejak di batang pohon. Diayunkannya yang kedua kalinya, diayunkannya sampai lima kali. Dia berhenti sejenak.

"Bos, biar aku saja." Kaki tangannya berniat membantu.

"Tidak usah, aku sekalian berolah raga."

Bram mengayunkan kapaknya sekali lagi.

Belinda memetik bunga. Beberapa bunga berhasil dipetiknya. Belinda sangat senang melakukannya. Baru pertama kali dia melakukan kegiatan ini. Mana pernah dia memetik bunga di taman dulunya.

Bram mengayunkan kapaknya beberapa kali, baju kemeja panjangnya basah oleh keringat. Keringat mengucur di keningnya. Begitu juga dengan badannya. Dada, punggung, dan perutnya berkeringat.

Bram menghentikan kegiatannya, ia lalu membuka kemejanya. Otot-otot di perut dan dadanya yang kekar terlihat jelas. Kulitnya kecoklatan berpadu dengan otot-ototnya yang kekar.

Mata Belinda yang tadi berbinar oleh bunga-bunga yang indah, langsung beralih melihat pemandangan indah pagi hari itu. Jika dia tidak mau ikut, mungkin dia tidak akan melihat pemandangan indah ini.

Bram lalu mengelap keringatnya yang mengucur di badan dengan kemejanya, badannya, lehernya, pergelangan tangannya, lalu menjatuhkan baju itu ke bawah, mengenai bawah pohon.

Belinda lalu berlari mendekat, ia lalu meraih baju Bram yang dijatuhkan Bram tadi. Belinda menciumnya, mendekatkan ke wajahnya, menciuminya lagi. Dia seperti menghirup aroma tubuh Bram.

Pemandangan indah itu membuat kaki tangannya jadi salah tingkah, ia sedikit takjub melihat pemandangan itu.

Ia bersiul-siul. Sepertinya dia harus menyingkir dari romansa mereka berdua. Dia ingin bosnya ada ruang untuk berdua dengan nona Belinda.

"Bos saya ke sana dulu, Bos.

"Saya ingin buang air kecil."

"Ya, pergilah!"

Bram melanjutkan mengayunkan kapaknya.

Belinda yang sedari tadi menciumi baju kemeja Bram, sejurus kemudian mencari kupu-kupu yang terbang di sekitar sana, sembari memegangi baju Bram.

Belinda merasa agak letih, kini ia membaringkan badannya di atas rumput ilalang itu. Badannya yang kecil terlihat hampir tenggelam di antara rumput-rumput itu. Diciuminya lagi baju kemeja Bram, aroma rokok, kopi,dan kayu mahoni bercampur di baju Bram. Bau lelaki ujarnya.

Dia menatap langit-langit, sembari menatap Bram yang sedang melakukan pekerjaannya menebang batang pohon itu. Dia terpesona melihat Bram yang keren, bagaikan tiang istana yang kokoh dan megah.

"Brammm..."

"Hemmmm."

"Kenapa kamu jadi mafia?"

"karena hidupku miskin sedari kecil."

Ia mengayunkan kapaknya kembali, dan beberapa bentuk cekungan terbentuk yang membuat batang pohon itu lebih mudah untuk dihancurkan.

"Pasti dulu hidupmu susah sekali?"

"Ya, begitulah."

"Apakah ayah ibumu masih ada?"

"Tidak, mereka telah meninggal."

"Ayahku meninggal dalam wabah campak, semetara ibuku meninggal setelah melahirkan adik lelakiku."

"Lalu, adik lelakimu ke mana sekarang, Bram?"

Bram menghentikan pekerjaannya, mengelap keringat di keningnya.

"Dia mati tertembak, sekarang aku sebatang kara."

"Sekarang aku hanya punya mereka, kaki tanganku dan juga kau."

"Kamu tidak menyesal telah membunuh banyak orang?"

Bram menghentikan pekerjaannya. melihat pada perempuannya yang sekarang terbaring tidur menikmati keindahan alam dan angin semilir pagi itu. Ia agak letih juga, apalagi sedari tadi Belinda banyak sekali bertanya, mengganggu konsentrasinya bekerja.

1
@Yayang Suami Ris4
Belinda menjadi rapuh
@Yayang Suami Ris4
Delapan orang ya jumlah penjahatnya
@Yayang Suami Ris4
Para penjahat mencari tuan rumah
@Yayang Suami Ris4
Papanya Belinda dulu di tembak oleh anak presiden
@Yayang Suami Ris4
Terdengar suara benturan dari kejauhan
@Yayang Suami Ris4
Belinda kamu takut ya
Yayang Suami Risa
Bram pasti mau balas dendam deh
Yayang Suami Risa
Belinda kamu di abadikan oleh kameramen
Yayang Suami Risa
, Anaknya Belinda tidak histeris atau menangis
Yayang Suami Risa
Mereka jangan jangan suruhan orang buat membunuh Belinda
Yayang Suami Risa
Belinda ada ibumu jadi tenang saja
Yayang Suami Risa
Ibunya Belinda dan Belinda ngga tahu orang yang memasuki rumah mereka
Yayang Suami Risa
Belinda wajahmu pucat
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Bram mau ke dunia mafia lagi
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Kematian ibunya Belinda pasti dijadikan berita
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Belinda keren berusaha membekap anaknya
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Beberapa orang memeriksa kamar utama
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Anak Belinda bisa di ajak kerjasama
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Belinda ngga tahu orang yang masuk rumah
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Jangan jangan mereka penjahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!