NovelToon NovelToon
Ku Buat Kau Menyesal, Mas!

Ku Buat Kau Menyesal, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Aluna Haryanti Wijaya, gadis lembut yang menikah demi menjaga kehormatan keluarga. Pernikahannya dengan Barra Pramudya, CEO muda pewaris keluarga besar, tampak sempurna di mata semua orang. Namun di balik janji suci itu, Aluna hanya merasakan dingin, sepi, dan luka. Sejak awal, hati Barra bukan miliknya. Cinta pria itu telah lebih dulu tertambat pada Miska adik tirinya sendiri. Gadis berwajah polos namun berhati licik, yang sejak kecil selalu ingin merebut apa pun yang dimiliki Aluna.

Setahun pernikahan, Aluna hanya menerima tatapan kosong dari suaminya. Hingga saat Miska kembali dari luar negeri, segalanya runtuh. Aluna akhirnya tahu kebenaran yang menghancurkan, cintanya hanyalah bayangan dari cinta Barra kepada Miska.

Akankah, Aluna bertahan demi cintanya. Atau pergi meninggalkan Barra demi melanjutkan hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

03. Kapan aku bisa melihat cinta dimatamu?

Mobil hitam keluarga Pramudya melaju membelah jalan sore itu. Barra duduk di balik kemudi dengan wajah kaku, sementara Aluna masih tersenyum tipis, puas karena berhasil membuat Miska terdiam di depan keluarga. Namun, tiba-tiba Barra menghentikan mobil mendadak di tepi jalan. Suara rem yang berdecit membuat tubuh Aluna sedikit terhentak ke depan.

Tanpa basa-basi, Barra membalik tubuhnya, kedua tangannya mendorong bahu Aluna ke sandaran kursi. Wajahnya dekat, sorot matanya tajam penuh amarah.

“Kau gila, Aluna?! Apa kau sengaja memakai gaun itu hanya untuk memamerkan … malam kita pada orang lain?” suaranya rendah tapi menghentak, penuh penekanan.

Aluna tidak menunjukkan rasa takut. Justru senyum kecil lolos dari bibirnya, tatapannya penuh tantangan.

“Kenapa? Kau takut, Barra? Bukankah kita suami istri sah? Apa salahnya orang tahu suami menyentuh istrinya?” Ia mencondongkan wajah, berbisik dengan nada menusuk, “Atau … kau takut karena Miska ada di sana?”

Nama itu membuat rahang Barra mengeras. Seketika ia melepas cengkeraman di bahu Aluna, menarik napas panjang. Ia kembali duduk ke kursinya, merapikan jasnya yang sempat berantakan, berusaha menahan gejolak dalam dirinya. Suara Barra terdengar dingin, penuh peringatan.

“Jangan pernah memancing amarahku, Aluna. Kau tidak tahu … apa yang bisa aku lakukan kalau aku benar-benar marah.”

Aluna terdiam, menatap sisi wajah suaminya yang kini kembali dingin seperti patung. Namun di dalam hatinya, ia justru tersenyum getir. Setidaknya untuk pertama kali, ia berhasil membuat Barra bereaksi, meski hanya dengan amarah.

Mobil akhirnya berhenti di halaman kediaman Pramudya. Barra turun lebih dulu tanpa menoleh sedikit pun, langkahnya lebar dan penuh amarah yang belum reda. Aluna menyusul, berjalan perlahan dengan senyum tipis yang dipaksakan, seolah tak terjadi apa-apa.

Begitu masuk rumah, Barra langsung melepas jas dan meletakkannya di sofa. Ia membuka dasinya dengan kasar, kemudian meneguk air mineral yang disediakan Cleo di meja. Sorot matanya tak pernah sekalipun mengarah pada Aluna.

Aluna melangkah masuk dengan santai, menggantung tasnya di kursi. Ia mendekati Barra, meraih jas yang tergeletak sembarangan lalu menggantungnya rapi di gantungan baju. Gerakan sederhana itu justru membuat Barra semakin kesal karena ia merasa Aluna mencoba bertingkah sebagai istri yang baik.

“Barra…” suara Aluna pelan, nyaris berbisik.

Barra hanya mendengus, tak menoleh.

Aluna melanjutkan dengan nada getir, “Selama setahun aku bersamamu, apa benar tak ada sedikitpun ruang di hatimu untukku? Kau selalu menyebut nama Miska, tapi aku yang ada di sisimu setiap malam. Aku yang menunggumu pulang, aku yang menerima semua dinginnya sikapmu…”

Barra menaruh gelas dengan suara keras, menoleh cepat. Sorot matanya menusuk, membuat suasana ruangan menegang.

“Kau sendiri yang meminta semua ini, Aluna. Aku sudah memperingatkanmu sejak awal. Aku tak pernah mencintaimu, dan aku tak akan pernah.”

Aluna terdiam sejenak, bibirnya bergetar. Tapi kemudian ia tersenyum miring, menahan sakit hatinya dengan harga diri yang masih kokoh. Ia mendekat, menatap Barra tajam.

“Kalau begitu … biarkan aku yang membuatmu jatuh, Barra. Kau akan lihat, sekeras apapun kau menolak, suatu saat kau akan bertekuk lutut padaku. Bukan pada Miska.”

Ucapan itu membuat Barra membeku sesaat. Ia tahu Aluna tak main-main. Tapi sebelum ia bisa menjawab, ponselnya berdering. Nama Miska tertera jelas di layar. Tanpa ragu, Barra segera mengangkatnya, meninggalkan Aluna yang berdiri kaku dengan senyum getir di bibir.

'Miska? Lagi-lagi Miska?!' Aluna berteriak dalam hatinya saat mengetahui Barra kembali pergi menemui Miska.

Baru saja suara mobil Barra menghilang di halaman depan, Aluna menurunkan tubuhnya ke sofa dengan wajah tanpa ekspresi. Tangannya yang gemetar perlahan meraih ponsel di meja. Beberapa notifikasi pesan masuk, namun satu pesan paling mencolok membuatnya menegakkan tubuh.

[Undangan Resmi Ulang Tahun Perusahaan Pramudya Group]

Pesan itu dikirim oleh ibu mertuanya Aluna.

Aluna membuka pesan itu, matanya menyusuri tiap kata. Undangan digital dengan desain mewah dan eksklusif, ditujukan khusus atas nama Nyonya Aluna Barra Pramudya. Tanpa sadar, bibirnya melengkung membentuk senyum samar. Tangannya mengusap perlahan permukaan layar ponsel, seakan mengusap sebuah peluang emas.

“Jadi ini kesempatan yang kau berikan padaku, Bu …” gumamnya lirih.

Dia tahu pesta ulang tahun perusahaan bukan sekadar acara formal, melainkan panggung besar. Semua mata keluarga besar, rekan bisnis, pejabat, dan kalangan sosialita akan tertuju padanya. Jika ia mampu tampil sempurna di sana, maka tak ada seorang pun bahkan Barra sendiri tak bisa meremehkannya lagi.

Aluna menegakkan tubuhnya, sorot matanya kembali tajam penuh ambisi. Ia teringat lagi ucapan Barra yang dingin, 'Aku tak pernah mencintaimu, dan aku tak akan pernah.' Kata-kata itu berputar-putar di kepalanya, menyulut api yang semakin besar.

“Tunggu saja, Barra,” bisiknya sembari meremas ujung gaunnya. “Aku akan buktikan kalau aku bukan sekadar istri bayangan. Aku akan menjadi satu-satunya wanita yang pantas menyandang nama Pramudya. Dan kau … kau akan menyesali kata-katamu sendiri.”

Dengan senyum penuh perhitungan, Aluna berdiri dan melangkah ke arah lemari pakaian. Malam itu, ia mulai merancang segalanya gaun apa yang akan dipakai, siapa yang akan ia temui, dan bagaimana caranya membuat Barra melihat bahwa Aluna bukan wanita yang bisa ia singkirkan begitu saja.

[Andra, temani aku ke pesta ulang tahun perusahaan Pramudya, besok malam.] Andra adalah sahabat sekaligus rekan bisnis keluarga Wijaya, orang yang selalu membantu dan berpihak pada Aluna sejak dari dulu.

1
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
sebenarnya miska it cucu kakek haryanto apa bkn sih, kl bukan mending dia dikasih tahu biar dia sadar diri kl bukan keturunan wijaya, biar matanya terbuka gak semena2
Evitha Win's
tdk tahu malu dan tdk tahu diri kau bara, sdh untung anakmu dekat dgnmu itu krn aluna sayang sama anaknya. kenapa kamu mau minta yg berlebihan?? dasar kamu bara.. makanya jgn sok jual mahal dulunya😠
Imas Robiah
bgus dan mantap
Imas Robiah
mantap ceritany bgus thor
Annie Soe..
Trm kasih karyanya thor,
Karya yg menghibur,,
Usul thor tuk biarkan barra bahagia, nikah, punya anak, toh dia sudah sangat2 menyesal..
Asiana Tyas
ceritanya bagus...
Eka
Barra kamu janfan nglunjak minta lah biar dekat sama raka,apa kamu tega mwrampas kebahagiaan aluna yg selama ini kamu sakiti,thor tlg bikin alyna hamil bayi twins kasihan suaminya yg selama ini menyayanggi dan menjaganya aq pokoknya ndak rela kalau barra sama aluna thorrr💪💪
Eka
thoe aluna bikin hamil anak kembar thor
Annie Soe..
SUkaa gayamu aluna, jangan ksh panggung ke mislek pelakor jelek itu..
Eka
miskz bensr2 licik semiga secepat nya musca kena batunyaaa
Eka
manatap takeshi itu yg namanya suami bisa lindunggi istri top👍👍👍
Eka
semangat lyna semoga kakekmy bisa sembuh ada keajaiban dan meredtui mu dgn akashi
Eka
selsmat bara tunggu kehsncuranya aluna ksmu nemang top berani ayoo bangkit buktikan kamu bisa sukses tanpa barra
Eka
aluna keluar dari oerusahaan ,gabung sama orang china itu,ayoo kakek bantu aluna semoga alyna selalu ada orang2 baik yg menjaga dan melindunggi dan semiaga ayah secepatnya tau akan kebusukan miska dan ibunya
Eka
semofa secepatnya barra sadar kalau gadis kecil dulu itu aluna
Eka
kakek ayooo lihat cctv kalau aluna ndak salah biar tau semua akan kebusukannya miska
Eka
semoga aluna tetap semangat jangan mau kalah sama pelakor aluna buktikan kamu duatas segalanya biar barra menyesal jangan kasih ampun barra beri pelajaran dia
Winda Basir
mantapp aku sukakkkk
Winda Basir
capek , muter aja terus kyak gitu
Evvy Sofia
Bara smoga dokter Calista ini jdi jodoh mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!