Jika cinta tak harus memiliki, aku rela untuk melakukannya! Biarkan aku saja yang menanggung akibatnya karena telah menjatuhkan hatiku ke padamu..
Cinta itu seperti matahari yang menyinari bumi, selalu menerangi kegelapan dan tak meminta balasan...
Mungkinkah cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan ataukah mendapat balasan?
Inilah kisahku, ikuti aku dan cerita hidupku...
Hai Sky, aku menyukaimu.. By Cloud...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angela Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C & S 30
Selamat malam semuanya, sehat - sehat ya, jangan lupa tap like nya kakak sebelum baca 🤭🤭
Happy reading all 🙏🙏
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Arjuna menanggalkan jas yang melapisi kemeja berwarna putih miliknya dan menyampirkan di pundak. Dengan mata yang tetap tertuju pada Sky dan Claudya yang kini tengah malu-malu berdansa disana, lelaki itu melingkis ujung kemeja sampai ke sikut dengan gaya cool. Tapi tidak dengan hatinya yang gerah seolah sedang dipanggang dalam microwave. Panas, panas itulah yang ia rasakan kini.
Satu tangan masih memegangi jas yang ia sampirkan di pundak dan satu tangan lagi ia gunakan untuk menyibakkan rambutnya ke belakang supaya terlihat bahwa ia tetap bisa mempertahankan aura petualang cinta. Cassanova cinta yang bisa terluka.
Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Dan itu perumpamaan yang tepat untuk keadaan Arjuna saat ini.
"Ternyata ini yang dinamakan mengikhlaskan, kok sakit ya? Makin lama disini, hati dan pikiran ikut panas. Balik aja deh, nggak kuat iman aku!" gumam Arjuna lirih.
Lelaki itu memegangi dadanya yang terasa sesak. Mengikhlaskan seseorang yang disayangi supaya ia bisa bahagia dengan orang yang tepat, sayangnya lelaki yang disukai Claudya bukanlah dirinya. Ia hanya mampu mengelus dada. Berat dan sesak yang menjalar sampai ke dalam relung hatinya.
Senja dan Surya mendekati Arjuna namun tatapan Arjuna tak henti-hentinya memperhatikan Sky yang sedang berdansa dengan mesra bersama Claudya.
"Kayaknya ada yang patah hati nih!" sindir Surya yang disetujui Senja. Kedua sahabat Arjuna dan Sky ini malah menggoda Arjuna supaya lelaki itu bisa belajar ikhlas dan menerima kenyataan.
"Bisa jadi ini doa para mantan yang pengen kamu ngerasain patah hati juga kayak mereka, Jun!" timpal Senja menambah daftar panjang sakit yang tertahan dalam hati Arjuna.
Bukan Arjuna namanya jika ia langsung merengek, menangis atau terlihat lemah di depan sahabatnya. Dan kini yang dilakukan lelaki itu saat ini adalah...
"Aku lagi menikmati apa yang dinamakan patah hati. Jadi ini rasanya? Ya ya, kok sakit banget ya, Sur... Sur, kok sakit ya Sur, nggak kuat! Kamera dimana? Aku udah nggak kuat, Sur! Lambaikan tangan ke atas, kok nggak ada yang nolongin ya? Wah parah nih..." ucap Arjuna berusaha melawak sambil melambaikan tangan ke atas, Senja dan Surya mengernyitkan kening mereka melihat tingkah absurd Arjuna yang melebihi batas.
"Sepertinya sahabat kita satu ini bukan patah hati deh, Sur! Tapi gila! Harusnya kita bawa kamu ke psikiater aja yuk, biar ditangani sama dokter yang tepat. Takut-takut malah kamu ngamuk disini, kan parah!" celetuk Senja bukannya menolong ia malah semakin menggila menggoda Arjuna.
"Ada harga yang harus dibayar, dan sekarang aku jadi tahu apa itu artinya mencintai sendirian, mencintai tanpa balasan dan rasanya itu sakit bukan main. Ibarat jari yang teriris, jika terkena air akan semakin perih, begitu juga rasa cintaku ke Claudya, semakin lama di tempat ini sambil lihat dia lagi bersitatap dengan Sky, hati aku makin sakit, Sur! Aku takut gila, Sur!" sambil memegangi dadanya. "Kalian sahabat aku kan?" tanya Arjuna mengalihkan topik.
" Iya, terus kenapa?" tanya Surya penuh selidik. Senja mulai curiga pada pertanyaan Arjuna.
" Kita bagi yuk sakitnya!" pinta Arjuna.
" Ogah! Yuk, Sayang, kita pergi dari sini! Kelamaan deket Arjuna, bisa ikutan gila aku! Udah jomblo ketambah gila, kapan lakunya?" celetuk Surya berjalan sambil mencari kesempatan dalam kesempitan merangkul bahu Senja yang terbuka. Membuatnya beralasan untuk menghangatkan gadis itu.
Arjuna yang ditinggalkan Senja dan Surya hanya bisa tersenyum sedih. Ia tahu apa yang sudah dilakukannya adalah hal konyol yang pernah ia lakukan. Tak pernah sekalipun Arjuna membiarkan orang lain memiliki apa yang dia inginkan. Tapi ia sadar Claudya bukan barang yang bisa dilemparkan kesana kemari, gadis itu juga layak untuk bahagia. Dan bahagianya Claudya adalah bersama Sky, sahabatnya.
🌺 🌺 🌺 🌺
Di lantai dansa, di antara puluhan manusia yang sedang menikmati alunan musik yang menambah kesan romantis pada malam itu, Sky dan Claudya saling menatap satu sama lain. Tak ada obrolan. Yang ada hanyalah saling beradu tatap. Manik mata berwarna hitam milik Sky membuat Claudya terdiam. Gadis itu diam bukan tanpa sebab, tapi detak jantungnya kini sedang berdisko ria di dalam sana.
"Malam ini, kamu terlihat sangat cantik!" puji Sky sambil salah satu tangannya tertaut pada jemari lentik milik Claudya.
"Terima kasih, Kak!"
"Aku nggak menyangka kita bakal ketemu di tempat ini!"
"Sama! Dunia benar-benar sempit ya, Kak?"
"Bukan dunia yang sempit, tapi karena duniaku memang kamu dan ketemunya setiap hari juga kamu. Mungkin kamu adalah jodohku. Eh..." Sky keceplosan, lidahnya kepleset, entah ajaran siapa yang kini mulai meresap sempurna dalam ingatannya.
Bukan romantis, Claudya justru mulai berani terkekeh di depan Sky tanpa malu lagi. Namun itulah yang sebenarnya diharapkan Sky. Bisa melihat ekspresi Claudya yang lain dari biasanya.
"Senyum kamu manis! Aku suka, eh suka sama senyum kamu," ralat Sky saat memuji Claudya.
Claudya tak habis pikir dengan ucapan Sky. Lelaki ini benar-benar Sky bukan? Kenapa ia merasa ada yang berbeda?
"Ada apa?" tanya Sky saat melihat Claudya yang tak menanggapi cuitannya. Padahal saat ini Sky sedang berusaha mengungkapkan hatinya melalui pujian yang disematkan untuk Claudya.
"Nggak apa-apa, Kak. Tadi aku nggak sengaja dengar obrolan kakak sama kak Arjuna." ucap Claudya membuat Sky penasaran.
"Kamu mendengar apa?" bisik Sky di telinga Claudia saat musik mengalun dengan tempo yang lebih cepat.
"Ka-kakak nggak suka sama aku, golong jangan buat aku berharap lebih!" ucap Claudya sembari mengulum bibir bawahnya dan menundukkan pandangan.
"Sepertinya kamu salah paham, Claudya. Aku belum selesai bicara, bagaimana kalau ternyata perasaan kita sama?"
"Apa mungkin kak Sky menyukai aku? Aku nggak mau berharap lebih, biar aku saja yang menyukaimu kak. Tanpa harus memelas untuk mendapatkan cinta dari kakak." ucap Claudya mencoba menguatkan diri.
" Claudya, lihat mataku! Tatap aku!" titah Sky, kemudian menarik dagu Claudya perlahan ke atas hingga menampakkan wajah cantik yang kini bersemu merah di hadapannya.
Claudya yang awalnya menunduk mulai memberanikan diri menatap mata elang lelaki itu. Bulu mata yang tumbuh lentik di atasnya dan sepasang mata yang kini tertuju padanya membuat Claudya merasa gugup. Tak pernah sekalipun Claudya memimpikan hal ini akan terjadi dalam hidupnya. Sky ada di depan matanya tak menyisakan jarak berarti. Dan tatapan itu mengikat hati dan pikirannya.
"Apakah kamu mau menjadi kekasihku? Aku tidak berjanji untuk selalu ada di setiap detik, menit, jam, ataupun setiap waktu, tapi aku akan membuktikan keseriusanku ke padamu dengan semua perhatian, kasih sayang dan kejujuran hatiku. Kalau aku benar-benar tulus mencintai kamu...."
Claudya terkesiap. Tanpa mereka tahu, Arjuna masih mencoba menguatkan hatinya menatap mereka dari jarak yang tak begitu jauh. Dapat disimpulkan oleh Arjuna bahwa Sky saat ini tengah mengungkapkan perasaannya pada Claudya.
Claudya bingung apa yang harus ia jawab. Harus jujurkah dirinya saat ini? Andai ia sedang tak berada di tempat seramai ini, mungkin ia akan berlonjak kegirangan. Namun urung ia lakukan.
Benarkah pernyataan yang terlontar dari bibir Sky atau dirinya sedang bermimpi?
Claudya menatap wajah Sky sekali lagi sebelum menjawab pertanyaan lelaki itu.
Degg Degg Degg
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Hening, yang ada hanya suara detak jantung bertalu-talu yang menggema menggantikan alunan musik dalam ruangan besar itu.
"Ya, aku mau, tapi...."
🌺 🌺 🌺 🌺
Tapi kenapa?
Hayo..
Kalau suka dengan karya recehku ini, minta dukungannya ya kakak2 dengan like, komen, rate 5 dan monggo yang mau berbagi poin 🙏🙏🤭🤭
sini peluk (づ ̄ ³ ̄)づ
Salam dari Clarissa ❣️
Salam dari "CLARISSA"