NovelToon NovelToon
Ich Liebe Dich

Ich Liebe Dich

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:77.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Rani Giza

Kevin adalah pengembara yang tersesat di padang pasir. Sementara itu Sofi adalah gerimis yang turun dengan anggun ke bumi. Kevin tak pernah membayangkan akan dipertemukan dengan gadis itu. Dia juga tak pernah membayangkan akan jatuh cinta setengah gila pada si pemilik senyum indah tersebut. Tetapi takdir berkata lain. Persingunggan-persinggungan yang tak sengaja terjadi membuat dia terjerat semakin dalam akan keteduhan Sofi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Giza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Sinar matahari terasa begitu menyengat kulit Kevin ketika dia melangkahkan kaki keluar kelas. Tak ingin kulitnya gosong, dia mempercepat langkahnya ketika berjalan menyusuri lapangan. Dia berharap bisa segera sampai di parkiran dan segera bisa merasakan dinginnya AC di mobilnya.

Tubuh Kevin terasa lebih panas ketika dia masuk ke dalam mobil. Bahkan rasa panas itu merasuk ke jantungnya. AC yang dia nyalakan tak berhasil mendinginkan suhu tubuhnya. Betapa tidak, di depan sebuah ruangan kelas yang sudah mulai agak sepi dia melihat Edo berdiri di depan Sofi. Mereka berdiri sangat dekat. Yang membuat dada Kevin seperti akan meledak adalah posisi kepala Edo yang agak miring di depan Sofi. Dia mengumpat kesal sambil melayangkan tinjunya ke setir ketika melihat adegan itu. Bisa-bisanya Sofi secepat itu dekat dengan Edo! Mana pakai adegan ciuman bibir lagi! Saat Kevin dan Sofi berpacaran saja mereka tak pernah melakukannya. Edo benar-benar kurang ajar! Cowok itu sukses membuat Kevin merasa jadi seperti pecundang.

Rencana Edo yang satu ini benar-benar berada di luar pemikiran Kevin. Dia tak menyangka kalau cowok itu akan melibatkan cewek dalam permusuhan mereka.

Dengan tangan agak gemetar karena amarah yang sudah sampai ubun-ubun, Kevin mengabadikan gambar itu dengan ponsel kameranya. Gambar itu bisa dijadikan bukti kalau nanti Edo menyangkal apa yang telah cowok itu lakukan dengan Sofi saat Kevin melabraknya.

Sebenarnya Kevin ingin membuat perhitungan dan menghabisi Edo sekarang juga, tapi cowok itu tak mau Sofi berpikir bahwa dia cemburu. Tak ingin panas di kepala dan hatinya jadi lebih parah, akhirnya dia memutuskan untuk segera meninggalkan parkiran. Dia mengendarai mobil dengan ugal-ugalan ketika telah berada di jalan raya. Menyalip ke kiri dan kanan tanpa menyalakan sein, kebiasaan yang selalu dia lakukan saat amarahnya sedang meletup-letup tak terkendalikkan.

Dalam kekalutannya itu Kevin memutuskan untuk menghubungi salah satu sohibnya. Tangan kanannya memegang setir, sementara tangan kirinya menempelkan ponsel di telinga.

“Ketemuan di tempat biasa, yuk, Yon! Lo ajak Ferro sekalian,” sahut Kevin setelah Dion menanyakan apa maksud dia menelepon.

“Hah, ngapain? Kan, lo sendiri tadi yang bilang kalo lo mau pulang cepet dan mau istirahat?” tanya Dion heran.

Tadi ketika berada di kelas Kevin memang bilang kalau dia ingin cepat pulang. Dia ingin melakukan kebiasaannya mendengarkan lagu-lagu Maroon 5 sampai tertidur dan melupakan segala hal tentang Sofi. Namun pemandangan di depan sebuah kelas tadi berhasil mengubah pemikirannya. Setelah melihat adegan antara Edo dan Sofi tadi, menghabiskan waktu berteriak-teriak di tempat karaoke bersama dua sohibnya sambil merokok dan minum minuman beralkohol akan terasa lebih menyenangkan baginya daripada sekedar tidur di kamar.

“Gue berubah pikiran. Kayaknya lebih enak teriak-teriak sambil dengerin musik keras-keras bareng lo semua daripada tidur di rumah,” jawab Kevin.

Terdengar suara tawa renyah Dion di seberang. “Okelah! Kita ketemuan di TKP, ya!” kata cowok itu setelah tawanya reda.

“Oke!” sahut Kevin cepat.

Kevin kembali memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju tempat karaoke di mana dia dan dua temannya biasa menghabiskan waktu bersama setelah mematikan telepon. Baginya tak ada yang lebih membuatnya lega selain menghabiskan waktu bersama mereka berdua. Selama beberapa tahun belakangan ini, merekalah yang selalu menemani Kevin menghabiskan waktu-waktu kelam ketika cowok itu nyaris menyerah saat mengetahui fakta tentang kondisi keluarganya yang hancur berantakan. Mereka juga yang menemani Kevin saat cowok itu ada dalam kedaan terpuruk saat mengetahui fakta tentang penyakit yang diderita Alice.

Ada beberapa hal di dunia ini yang tak bisa dibeli dengan uang dan ditukar dengan harta. Salah satunya adalah persahabatan. Kevin tak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya seandainya Dion dan Ferro tak ada bersamanya ketika dia sedang ada dalam fase-fase terburuk dalam hidupnya.

Kevin sampai di tempat karaoke dalam waktu dua puluh menit. Dia melihat Ferro dan Dion sidah menunggunya di depan tempat parkir ketika akan memarkirkan mobilnya. Tempat karaoke itu memang lebih dekat dengan posisi rumah Ferro dan Dion, jadi wajar kalau mereka sampai lebih awal.

Kevin sempat melihat dompetnya sebelum turun dari mobil. Ada lima lembar seratus ribuan di dalam dompetnya. Dia yakin uang itu cukup untuk menghabiskan waktu selama dua jam sekaligus membeli beberapa botol bir untuknya dan dua temannya. Uang itu adalah tabungan yang berhasil dia simpan selama hampir sebulan tidak membeli rokok.

Kevin benar-benar mengeluarkan segala rasa penatnya ketika berada di dalam ruangan karaoke. Selama dua jam berada di dalam, hampir lima puluh persen waktu dia yang menghabiskan. Dia bernyanyi lepas bahkan sampai berteriak-teriak. Tak hanya lagu-lagu Maroon 5 yang dia nyanyikan, beberapa lagu rock juga dia coba nyanyikan sambil berjingkrak dan melompat-lompat. Dion dan Ferro sempat saling bertatapan bingung melihat ekspresi Kevin yang seperti itu. Mereka sadar ada yang Kevin coba untuk lampiaskan, tapi mereka tak ingin bertanya. Saat ini Kevin hanya butuh melakukan apa pun yang bisa membuat hatinya lega.

Ketika tiba giliran Dion dan Ferro bernyanyi, Kevin menghabiskan waktunya dengan merokok dan minum bir. Tak tanggung-tanggung dua botol bir sekaligus telah dia habiskan ketika satu botol bir milik Ferro masih tersisa setengah dan satu botol milik Dion masih tersisa seperempat. Padahal minuman yang Kevin pesan itu adalah bir yang kadar alkoholnya lumayan tinggi.

Dion dan Ferro bertambah bingung ketika melihat Kevin melakukan panggilan pada pegawai karaoke dan memesan satu botol bir lagi.

“Ro, gimana, dong? Jangan ngurusin poni lempar lo terus! Lo liat, tuh, si Kevin, bisa nggak kuat nyetir tuh anak kalau telernya parah.” Dion setengah berbisik pada Ferro, mendekatkan kepalanya lewat belakang punggung Kevin.

Ferro menghentikan aktifitasnya merapikan poni dengan bantuan layar ponsel untuk berkaca dan segera mengalihkan pandangannya pada Kevin yang sedang bernyanyi. Cowok itu sudah terlihat agak teler. “Gue mau ngelarang, tapi nggak enak, kan, ini juga Kevin yang traktir,” lanjut Dion setelah berpindah duduk di samping Ferro. Cowok itu tadinya duduk di samping Kevin, dan Kevin yang berada di tengah.

“Lo serahin sama gue aja, lah,” balas Ferro. Cowok itu lantas segera berdiri.

“Vin, gue ke toilet bentar, ya,” pamitnya pada Kevin.

Kevin yang sedang fokus bernyanyi sambil memandang layar di depannya hanya menanggapi dengan anggukan.

Setelah keluar dari ruangan karaoke, Ferro segera membatalkan permintaan bir Kevin. Cowok itu menjelaskan apa alasan dia membatalkan pesanan serta memberi si pelayan tip agar mau ikut dalam sandiwaranya untuk pura-pura lupa kalau nantinya Kevin marah. Ketika kembali ke dalam ruangan, Ferro hanya bisa menahan tawa. Ketika Kevin mengomel karena sampai akhir waktu karaoke mereka habis bir pesanannya tak juga diantarkan, dia pura-pura ikut marah. Saat mereka bertiga datang ke kasir untuk membayar semua, Ferro berdiri agak jauh di belakang Kevin sambil membungkam mulutnya agar suara tawanya tak terdengar. Dion yang masih belum tahu apa yang Ferro lakukan, menjitak cowok itu pelan lantas berjalan cepat mengikuti Kevin. Dia khawatir Kevin lepas kendali dan membuat keributan.

Usai Kevin dan Dion keluar, Ferro menyempatkan diri untuk berterima kasih pada pegawai karaoke yang dia ajak kompromi untuk membatalkan pesanan Kevin.

Setelah Kevin berpamitan dan mobil cowok itu keluar meninggalkan parkiran karaoke, Ferro segera menjelaskan pada Dion apa yang sudah dia lakukan. Dion ikut tertawa bersama Ferro ketika mengetahui akal bulus yang cowok itu lakukan. Kadang seseorang perlu melakukan kebohongan kecil demi kebaikan orang yang dia pedulikan.

1
Indah Nihayati
bagus thorr
Wati_esha
Akhirnya mencair juga hubungan Mona - Sofi.
Wati_esha
Satu per satu benang kusut terurai. Masih ada harapan bagi Kwvin - Sofi.
Ruby - Willy ke laut.
Wati_esha
Terima kasih update nya.
Next, ditunggu kelanjutannya.
Fawas Aficieanna
semangat thor
Wati_esha
Ruby ... memang menjebak Kevin. Untung Kevin minta tes DNA padanya setelah bayinya lahir. 😊
Wati_esha
Sofi .. akankah ia menemui Kevin untuk meminta maaf dan menjelaskan apa yang sudah ia ketahui?
Wati_esha
Terima kasih update nya.
Next, ditunggu kelanjutannya.
Wati_esha
Nah ... ternyata mrmang begitulah, Sofi dan Willy menjalin suatu hubungan mutualisme dari kaca mata mereka berdua.
Wati_esha
Jika memang tak dapat membuktikan bahwa Kevin tak bersalah, maka jalan satu-satunya ya, Kevin nikahi Ruby tapi jangan menyentuhnya sama sekali hingga lahir anaknya lalu tes DNA.
Wati_esha
Terima kasih update nya.
Next, ditunggu kelanjutannya.
Wati_esha
Belum ada tim sukses ya, yang ingin mencari tahu kebenaran cerita Ruby? Sayangnya Kevin tak sadarkan diri.
Laily Ilmiyatus
kapan ketahuannya kalo ruby gk hamil anaknya kevin?
Wati_esha
Terima kasih update nya.
Next, ditunggu kelanjutannya.
Wati_esha
Jadi ada unsur kesengajaan pada kecelakaan Mona.
Wati_esha
Kevin ... terluka karena berkelahi dengan Leo? Anak gembong narkotika itu.
Eka Suryati
mengapa sepi like, komen dan vote ya, padahal sepertinya cukup bagus
Gizza Ranny: kurang paham juga sama selera penghuni noveltoon, Kak. Aku gak tau juga gimana caranya author lain bisa dapet views berjuta-juta. 😂
total 1 replies
Eka Suryati
absen
Eka Suryati
mulai membaca
Gizza Ranny: wow, makasih. 🙏
total 1 replies
Wati_esha
Terima kasib update nya.
Next, ditunggu kelanjutannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!