NovelToon NovelToon
My Regret

My Regret

Status: tamat
Genre:Romantis / BTS / EXO / Tamat
Popularitas:14.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: aegiyaa

Genre: Romance, Angst.
Warning: Novel ini mengandung tema
dan muatan dewasa (21+). Juga
mengandung cerita yang
menyesakkan dada. Bagi
pembaca yang belum cukup umur
atau tidak nyaman dengan
konten tersebut,
dianjurkan tidak membacanya.

Follow ⬇️

ig : @aegiyaa5
wattp@d : @aegiyaa

***


"Bukankah ini yang kau inginkan, Yoon Ji? "

Sehun memiringkan kepala sambil menaikkan salah satu sudut bibirnya ke atas. Matanya sudah dipenuhi kabut gairah yang disertai emosi menggelora. Area sensitifnya sudah menegang hingga dia butuh pelampiasan dengan segera. Entakan keras menusuk dari daging tak bertulang yang sudah berdiri menantang sejak tadi, akhirnya menjadi wujud nyata dari semua ancaman Sehun yang tak pernah main-main pada istrinya yang kini sudah mulai kurang ajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aegiyaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIARY

Mata dan pipinya sudah berhias air mata. Selalu kejujuran yang berdatangan dalam hidupnya sekarang semakin melukai hatinya. Di buku ini semua tertera dengan jelas. Buku ini bahkan lebih jelas dan lebih jujur dibanding semua perkataan yang keluar dari bibir suaminya sendiri. Ia merasa tak sanggup untuk membaca torehan di kertas itu lagi. Tapi malah tangannya terus membuka lembar demi lembar yang membuat hatinya makin penuh sayatan.

Batin Yoon Ji menjerit. Dan untuk Sejeong... Sekarang Yoon Ji jadi tahu, mengapa dia bisa menjadi seegois itu. Mengapa Sejeong tidak pernah bisa melepaskan cintanya untuk Sehun, meski dia tahu Sehun sudah beristri dan hidupnya tak lama lagi.

Sebenarnya Yoon Ji salah. Ia tergoda mengambil buku diary milik Sejeong yang dengan ceroboh tertinggal di bangku taman belakang tempat biasa gadis itu menghabiskan waktunya, saat tak sengaja selembar foto yang mengusik hatinya jatuh dari sela buku tersebut. Foto antara Sejeong dan Sehun. Di masa lalu mereka dimana tidak ada Yoon Ji sama sekali. Rasa ingin tahunya terusik hingga ia putuskan untuk lebih tahu lagi.

Dan benar saja dia pun jadi tahu bahwa dulu, Sehun dan Sejeong tak sekedar mantan cinta monyet di masa lalu. Tapi lebih dari itu. Hubungan mereka lebih dekat dari apa yang pernah Sehun ceritakan. Bahkan Sang Hyun pun tak bercerita seperti apa yang ada di buku ini.

Di buku ini Sejeong menulis secara detail apa yang mereka lewati berdua. Seberapa dalam Sehun mencintainya. Seberapa dalam juga Sejeong membutuhkannya. Moment yang mereka habiskan berdua. Napas Yoon Ji mulai tersengal dan wajahnya merah padam. Sejeong tak hanya detail menuliskan masa indah milik mereka. Yang tak habis pikir adalah... Sejeong pun menuliskan bagaimana dulu dia dan Sehun menghabiskan malam dengan melakukan...

" Aarghh... "

Yoon Ji menggeram marah. Ia menangis dan menutupi wajahnya yang ayu dengan kedua tangannya. Tangan Yoon Ji mengepal erat. Dia marah pada suaminya. Dia cemburu. Walaupun itu masa lalu. Tetap saja kau akan terluka dan terbakar saat tahu bahwa suamimu dulu pernah menyentuh wanita seperti dia menyentuhmu, bukan? Tak sampai disitu, Sejeong pun memberi bonus foto intim mereka disela bukunya yang sedang Yoon Ji buka.

Tak ayal air mata Yoon Ji semakin deras kala yang terpampang di matanya adalah saat Sehun mencium mesra bibir Sejeong. Tak pernah dia sangka sebelumnya kalau Sehun mencintai Sejeong sedalam itu. Di detik ini pun akhirnya Yoon Ji ingat. Di malam-malam awal pernikahan mereka, Sehun sering sekali menyebut nama Sejeong dalam ketidaksadarannya.

Dan disitulah Yoon Ji mulai ragu. Apakah Sehun menikahi dirinya hanya untuk pelampiasan? Apa benar Sehun menikahi Sejeong hanya demi balas Budi semata?

 

...My Regret...  

 

Yang orang rumah tahu, saat ini dia sedang beristirahat di kamar pada jam-jam seperti ini. Itu bagus! Karena nyatanya dia malah jadi bisa bebas mengintai Yoon Ji dari ruang baca yang jendelanya persis menghadap taman belakang dimana Yoon Ji berada tanpa ada yang tahu. Dia sendiri tak tahu kenapa dirinya bisa punya ide seperti ini hanya untuk membuat Yoon Ji terbakar cemburu. Jadi tak hanya melulu dia yang merasa sakit dan cemburu saat melihat Sehun dan Yoon Ji berlovey dovey ria dihadapannya. Ia termotivasi kalau Yoon Ji harus merasakannya juga. Senyum miringnya tersungging di wajahnya.

" Kau harus tahu apa itu sakit, terbakar cemburu, dan... Tidak dianggap ada Yoon Ji. Tak harus selalu aku, bukan?? Dan kau pun harus sadar kalau aku pernah menempati posisimu yang sekarang di hati Sehun. Aku... Aku tak mau terus-terusan dianggap angin lalu oleh kalian berdua. "

Sejeong merasa ada angin segar yang berhembus di hatinya ketika dia bisa melihat ekspresi wajah yang terluka dari rivalnya di seberang sana. Dia tak sebodoh itu untuk meninggalkan catatan penting kenangannya bersama Sehun di sembarang tempat tanpa ada tujuan. Dan syukurlah targetnya tak meleset bahwa yang menemukan buku itu adalah Yoon Ji sendiri bukan tukang kebun atau pembantu rumah Sehun.

Dia ingin dicintai oleh Sehun. Dia ingin dianggap ada. Dia lelah akan sikap dingin Sehun. Dan dia sudah sangat muak melihat kemesraan mereka yang terang-terangan itu. Harusnya mereka tahu dan menjaga sikap dihadapannya. Karena Sejeong pun juga seorang istri di rumah ini. Yang satu diperlakukan begini sedangkan yang lainnya tidak, pasti akan menimbulkan masalah. Intinya dia iri. Dan sekarang dia yang menantang menciptakan masalah.

 

...My Regret... 

 

" Yoon Ji... Kau akan berangkat ke Seoul hari ini?"

Yoon Ji menoleh dan tersenyum seadanya pada Sejeong. Dia benar-benar sedang malas bertemu dengan madunya ini mengingat apa yang telah ia baca di buku diari sialan milik Sejeong itu. Jujur dia muak dan... Jijik. Tidak hanya pada Sejeong tapi juga pada Sehun, suaminya. Padahal... Yang tertulis disana tak persis benar dengan kenyataan yang terjadi. Sehun dan Sejeong memang pernah bercumbu. Tapi tidak sampai benar-benar menyatukan **** mereka seperti apa yang Sejeong tulis disana.

" Iya... Sejeong. Aku akan berangkat ke Seoul hari ini. "

Yoon Ji menghela napas panjang. Dia harus bisa mengendalikan amarahnya. Dan bukan amarahnya saja yang harus bisa ia kendalikan. Ekspresi wajahnya, rasa cemburunya pun harus ia tekan. Mengingat Yoon Ji tidak pernah bisa menyembunyikan isi hatinya lewat ekspresi wajah. Orang yang sangat mengenalnya pasti paham akan hal itu.

" Bersama Sehun? "

" Iya tentu saja. " Jawabnya singkat.

" Aku juga jadi ingin pulang ke Seoul. Aku sangat ingin mengunjungi namsan tower bersama Sehun seperti dulu. "

Mata Sejeong menerawang seolah tengah kembali ke masa romantisnya di namsan tower di masa lalu. Alis Yoon Ji hampir menyatu. Gerakan tangannya yang tengah menarik retsleting kopernya spontan berhenti.

" Apa-apaan ini?" batinnya bertanya.

Yoon Ji diam. Dia tak menanggapi perkataan Sejeong dan kembali meneruskan acara mengepak barangnya. Di hati Yoon Ji terus saja berbisik bahwa dia harus kuat, seolah itu adalah kalimat sakti yang dapat mengubah semuanya. Yoon Ji memejamkan matanya sambil mengatur napas.

" Sudah selesai. " Gumamnya. Ia pun melirik ke arah Sejeong dan melemparkan senyum setengah hatinya.

" Selain ke namsan tower, kemana lagi Sehun dan kau biasa pergi? "

Itu hanya pertanyaan basa-basi Yoon Ji saja. Padahal tanpa Sejeong jawab pun dia sudah tahu dari buku diari itu.

" Aku paling suka kalau Sehun mengajakku ke Myeongdong. "

Yoon Ji mengangguk-anggukan kepalanya seolah dia menyimak. Dia tengah berpikir, membaca diari milik Sejeong saja dia sudah seterbakar itu. Lalu bagaimana sekarang? Bagaimana dia menghadapi cinta masa lalu suaminya yang hadir lagi saat ini? Sekarang nyalinya sudah ciut. Dia tidak bisa berlindung lagi dengan embel-embel 'dia hanya masa lalu Sehun'. Di masa lalu saja sudah begitu. Apalagi sekarang? Sudah sah menjadi suami istri.

Dan tidak dipungkiri apa yang pernah mereka lakukan di masa lalu akan mereka lakukan lagi sekarang. Dan sialnya hal itu adalah suatu kewajaran. Memikirkannya membuat kepala Yoon Ji terasa pening. Ini benar-benar tidak mudah. Bahkan membuat Yoon Ji berkali-kali berpikir untuk menyerah. Sehun sekarang memang bersikap dingin dan acuh pada Sejeong. Tapi siapa yang tahu ke depannya bagaimana? Kalau Sehun kembali mencintai Sejeong seperti dulu, lalu bagaimana dengan dirinya? Faktanya dia memang hanya orang asing yang tak sengaja hadir dan terjebak bersama.

" Yoon Ji? "

Tanpa sadar Yoon Ji malah melamun. Sejeong tahu-tahu sudah duduk disampingnya sambil mengguncang pelan pundaknya.

" Ah... Ya? "

" Kau melamun? "

"Oh, maaf. Tadi tak sengaja aku jadi ingat belum menghubungi Jennie kalau aku akan berangkat kesana hari ini. "

"Oh... Aku kira kau sakit atau gimana. "

" Tidak. Aku sehat. Aku akan menghubungi Jennie dulu. "

" Baiklah... Aku juga mau ke dapur dulu. "

Sejeong pun pergi meninggalkan kamar Yoon Ji sembari menyunggingkan seringai sinis.

 

...My Regret...

 

" Kau sudah siap, sayang? "

" Sudah. "

Jawab Yoon Ji tak bergairah. Sehun mengamati wajah Yoon Ji yang terlihat tidak ceria dengan tatapan bingung. Sudah dua hari ini sikap Yoon Ji lumayan berbeda dari biasanya. Terkesan lebih dingin. Bahkan kepada dirinya. Yoon Ji hendak berjalan keluar sambil menggeret kopernya ketika tangan Sehun menahan lengannya. Yoon Ji pun terkesiap ketika Sehun membawanya ke dalam pelukan hangatnya.

" Ada masalah apa, sayang? "

Bukannya menjawab, Yoon Ji malah menatap mata Sehun dengan tatapan yang sulit diartikan setelah melepas pelukan mereka. Dan cara Yoon Ji menatap Sehun membuat lelaki itu semakin penuh dengan tanda tanya.

"Yoon Ji sayaaang? Jujur padaku, ada apa? Kau tampak berbeda dua hari belakangan. Tidak seperti biasanya. "

Pandangannya berubah cemas. Tangan Sehun membelai lembut wajah Yoon Ji. Berharap cintanya ini mau mengatakan dengan jujur apa yang membuat hatinya risau.

" Tidak ada apa-apa Sehun. "

" Sungguh? "

Yoon Ji mengangguk yakin. Tapi Sehun tak semudah itu percaya. Lelaki itu memicingkan matanya menelisik.

" Kau bohong. Kau menyembunyikan sesuatu. Iya, kan? "

Todongnya. Yang diajak bicara hanya diam dengan mata mengunci pandangan suaminya.

"Aku tak menyembunyikan sesuatu. Sungguh. Bahkan ketimbang diriku sendiri, kau lebih tahu aku, bukan? Lalu... Kau sendiri bagaimana? Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku? "

Deg

Sehun terkesiap. Bola matanya jadi bergerak tak beraturan mendengar pertanyaan dari Yoon Ji. Tentu saja Sehun menyembunyikan sesuatu dari istrinya. Bukan hanya satu melainkan banyak. Dan itu yang dijadikan ayahnya senjata agar Sehun mau menikahi Sejeong. Bukannya tak mau jujur, tapi membayangkan kalau Yoon Ji nantinya akan berbalik membencinya, Sehun tidak sanggup.

" Apa maksudmu? Kau tidak percaya padaku?"

Tangannya beralih memainkan dasi Sehun sambil tersenyum simpul.

" Barusan bukannya kau yang tidak percaya padaku? Kau menudingku berbohong tadi. "

" I... Itu... Ya sudahlah. Kalau tidak ada masalah apa-apa itu bagus. Sini sayang, biar aku yang bawa. "

Sehun mengambil alih koper yang dibawa oleh Yoon Ji. Tapi sekarang gantian Yoon Ji yang menahan tangan suaminya ketika lelaki itu baru jalan selangkah.

" Sehun... "

" Iya, sayang. " Sehun pun mendekat.

" Apa benar kau menikahi Sejeong hanya karena balas budi bukan cinta? "

Sehun mengangguk mantap.

" Jika... Jika suatu saat aku menyuruhmu memilihku atau dia, siapa yang akan kau pilih? "

" Tentu saja aku akan memilihmu, Yoon Ji. " Jawab Sehun tanpa pikir panjang.

" Benarkah? "

Ada sedikit sorot mata tak percaya dalam diri Yoon Ji atas perkataan suaminya barusan. Dan hal itu rupanya tertangkap mata Sehun.

" Percayalah padaku Yoon Ji. Aku sangat mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu. Yang Sejeong butuhkan hanya status. Dan itu sudah dia dapatkan. Tapi kau... Kau mendapatkan hati, jiwa, dan ragaku. "

Akhirnya Yoon Ji merasa terhibur dengan perkataan suaminya.

" Gombal. "

" Tidak. Buat apa? Aku hanya mengatakan yang sejujurnya. Kau ingin aku jujur, kan? " Yoon Ji mengangguk dengan cepat.

" Apa kau ada niatan untuk menyentuhnya? "

Tanya Yoon Ji lagi yang membuat kening Sehun berkerut dalam.

" Menyentuhnya di ranjang seperti kau menyentuhku Sehun..."

Sehun tersenyum hangat sembari menyelipkan anak rambut Yoon Ji ke telinga wanita itu.

" Aku sudah kecanduan dengan segala sesuatu yang ada dalam dirimu. Untuk apa aku menyentuh yang lain kalau kau sudah membuatku kecanduan akan rasa manismu?"

Yoon Ji menggenggam tangan Sehun lalu membawanya ke pipi. Kedua mata Yoon Ji terpejam. Dalam hati, perempuan itu terus berdoa kalau yang dikatakan Sehun tak hanya berakhir menjadi kata-kata tanpa nyata semata.

" Janji? "

" Janji sayang."

" Aku jadi tenang Sehun. Kalau begitu... Ayo kita pergi. "

Mereka berdua pun beranjak meninggalkan kamar.

" Tunggu... "

Suara Sejeong dari lantai dua membuat langkah dua sejoli itu terhenti.

" Hun~ah... Kalau boleh aku ingin minta tolong padamu. Kau masih ingat Hyun Jung songsaengnim, bukan? Aku ingin memberikan sesuatu padanya. Sebentar... "

Sejeong dengan agak tergesa berjalan menuruni tangga hendak menghampiri mereka berdua. Namun di tengah tangga, Sejeong tampak setengah limbung. Hingga di tiga anak tangga terakhir,  Sejeong benar-benar kehilangan keseimbangannya dan jatuh. Untung saja dengan sigap tangan kekar Sehun melingkari pinggang Sejeong hingga dia tak jadi jatuh begitu saja ke lantai.

" Kau tak apa-apa? "

Mata Sejeong mengerjap-ngerjap lalu menggeleng.

" Tidak apa-apa. Hanya sedikit pusing. "

Sejeong tadinya hendak berdiri tegak saat tak disadarinya hidungnya kembali mengeluarkan darah. Dan seketika dunianya terasa gelap. Wanita itu tak sadarkan diri dalam rengkuhan Sehun.

 

...My Regret...  

 

.

1
Athie Roesmana
tp kenyataan nya, loe malah ceraiin yon ji nyeet
Athie Roesmana
tp stelah ini sehun sm sejeong bakal jahat bgt ke yon ji 😭
Athie Roesmana
iya bnyk bgt bawang nya😍😍
Athie Roesmana
ini cerita pertama kali baca pas covid, mengandung bawang bgt
Bidney Sinaga
/Smile/
crymel asik sekali
.
Hana Nisa Nisa
😭😭😭😭😭
Hana Nisa Nisa
nyimak
Alfatia Desi
Rasain loh mampus tuh makan istri mudamu hmmm
Alfatia Desi
Karakter yoonji sangat bodoh
Alfatia Desi
Satukata najiis punya laki jaya gitu lebih baik cerai aja kamu masih cantik yoon ji masih banyak laki laki yg setia gk kaya si sehun
Ima'ul Azizah Mabruroh
thor pliss aku ngefans banget sama sejeong tapi gara gara baca novel mu ini aku jadi kesellll 😂 liat postingan sejeong aja langsung dihhh kesel 😂
Aegiyaa: hahaha... kebawa yaahh
total 1 replies
Imay Rahma
inovel pake koin bacanya 😭
Arin
favorit aku emng Korea,tpi namnya susah bngt...dan sy bacanya Ampe fokus bngt,akhiry udh mulai inget namanya...🤭
Devi triandani
knp visual yonji selalu berubah
hellonan.
kenapa foto oh yonji diganti Irene bukanya jisso yaa. lebih suka jissoo thoor kalemnya
Riyah Harun
upahnya mas jimin ya mbak selena? wkwkwk
Riyah Harun
oooh,jd selena juga lg mancing reaksi jimin to?oke oke,paham...
Nemsyar Frida Lumban Toruan
hemmm sempat sesak napasku
Nemsyar Frida Lumban Toruan
ADUH KOK GANTENG" KALI JADI SEMANGAT
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!