NovelToon NovelToon
Ayahku Konglomerat

Ayahku Konglomerat

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Oyi_jy

Tiba-tiba ada yang mengaku sebagai ayah kandungku!


Dia masih muda, dan kaya raya. apa dia benar ayah kandungku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oyi_jy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Akhir pekan, Alan dan Indra akan pergi menemui Dhika di apartemen milik Arthur. Kali ini Arthur dan Alana tidak ikut bersama mereka, Arthur sudah janji akan mengajak Alana jalan-jalan, dan nantinya Alan dan Indra akan menyusul Arthur dan Alana nanti setelah urusan mereka selesai.

Di depan rumah Alana mengantar Alan yang akan pergi menemui Dhika.

"Kalo sudah selesai urusannya, langsung nyusul Alana sama ayah ya" ucap Alana, menggenggam tangan Alan.

"Iya, tenang saja. ya sudah aku pergi dulu" jawab Alan.

"Oke... hati-hati kakak alan yang ganteng" ucap Alana, tersenyum jahil.

Alan masuk ke dalam mobil, tak menghiraukan ucapan Alana.

"Haha... apa-apaan itu, kakak Alan yang ganteng" ledek Indra.

"Emang Alan ganteng kan" jawab Alan .

"Haha... iya kau memang ganteng, karena kau mirip kak Arthur" ucap Indra.

Indra melajukan mobilnya, keluar dari kompleks perumahan.

"Om, Alan penasaran, Apa rumah yang dekat gerbang kompleks itu punya ayah juga?" Tanya Alan.

"Hm.. bukan. itu milik teman kak Arthur, sekarang mereka tidak di sini. Mereka ada di luar negeri, karena bisnis mereka pusatnya di sana" jawab Indra

"Oh.. tapi kenapa mereka membangun rumah di sini?" tanya Alan.

"Dari yang om dengar sih, rumah itu buat mereka tinggal kalo mereka liburan ke sini" jawab Indra

"Oh begitu ya.." ucap Alan.

"Mereka juga punya anak seumuran kamu dan Alana, se ingat om sih" ucap Indra.

"Iya kah" jawab Alan. Indra hanya mengangguk dan fokus menyetir.

-------

Alan dan Indra akhirnya sampai di apartemen, mereka berdua langsung masuk dan menaiki lift apartemen.

Ting tong .... bunyi bel pintu

Dhika membuka pintunya.

"Ah.. selamat datang tuan muda dan sekretaris Indra" sapa Dhika sopan.

"Maaf ya kak, kita mengganggu kakak di akhir pekan" ucap Alan.

"Tidak apa-apa tuan muda, silahkan masuk" jawab Dhika, mempersilahkan Alan dan Indra masuk .

"Silahkan duduk tuan muda, sekretaris Indra. " Ucap Dhika.

"Terima kasih" sahut Alan.

"Saya tinggal sebentar mengambil minuman" ucap Dhika.

Alan dan Indra hanya mengangguk.

"Bukankah kak Dhika tinggal bersama ibunya?" Tanya Alan .

"Iya, karena lagi sakit mungkin sedang istirahat di kamarnya" jawab Indra .

"Begitu ya.. " jawab Alan.

Dhika datang membawa 3 minuman dingin.

"Silahkan tuan muda, sekretaris Indra. maafkan saya hanya ini yang ada di apartemen sekarang, saya belum sempat berbelanja" ucap Dhika

"Tidak apa-apa, seharusnya tidak usah. Merepotkan kamu saja Dhika" jawab Indra

"Sama sekali tidak merepotkan saya kok sekretaris Indra" ucap Dhika

"Baiklah, terima kasih. Sekarang kita mulai obrolan seriusnya" ucap Indra, menatap serius Dhika.

"Ba..baik" jawab Dhika.

"Kak Dhika, sebelumnya kau sudah mengabariku lewat pesan bahwa kau sudah berjanji akan membantuku bukan?" Tanya Alan.

"Iya.. benar tuan muda, lalu apa yang harus saya lakukan?" tanya Dhika

"Sederhana saja kok, kau tinggal menyebutkan kejahatan yang di lakukan Ceo Erik, aku akan merekamnya dan nanti itu akan menjadi salah satu bukti untuk menghukum Ceo Erik" ucap Alan.

Dhika diam tidak menjawab, raut mukanya terlihat ragu.

"Apa kau takut, aku sudah bilang kan, aku akan melindungimu dan membantumu. kau juga sudah berjanji kak Dhika. " ucap Alan

"Tuan muda benar Dhika, kau tidak usah takut, kita akan menjamin keamanan mu, bukan hanya keamanan mu saja, keamanan ibumu juga akan kami jamin semaksimal mungkin" sahut Indra.

Dhika menghela nafasnya.

"Baik tuan muda, saya akan melakukan apa yang di katakan tuan muda. Saya percaya pada tuan muda" jawab Dhika.

"Baiklah, sekarang kita mulai saja" ucap Indra, menyiapkan kamera video untuk merekam Dhika .

"Bibi, apa bibi tidak mau bergabung bersama kami?" Ucap tiba-tiba Alan, menoleh ke salah satu pintu kamar.

Indra dan Dhika, juga menoleh . Dhika berdiri dan mendekat ke pintu tersebut.

"Ibu, ada apa? Apa ada yang ibu butuhkan?" tanya Dhika

"Tidak ada, apa boleh ibu ikut duduk di sana" ucap Ibunya Dhika .

Dhika menoleh ke Alan dan Indra.

"Kemarilah bi, kita mengobrol di sini" ucap Alan.

Setelah mendapat jawaban dari Alan, Dhika menuntun ibunya untuk duduk di sofa.

"Bagaimana kabar bibi?" Tanya Alan.

"Saya sudah tidak apa-apa, terima kasih sudah menolong saya dan anak saya" jawab ibunya Dhika.

"Sama-sama bi, itu sudah tanggung jawab saya" jawab Alan.

"Silahkan lanjutkan pekerjaan kalian, saya tidak akan mengganggu" ucap ibunya Dhika, tersenyum.

Alan dan Indra mengangguk. Indra memposisikan kamera agar tepat di depan Dhika.

Setelah kamera menyala, Dhika mengambil nafas panjang dan menceritakan semua kejahatan Ceo Erik dan bawahannya, termasuk teman-temannya yang satu tim dengan nya.

-------

Setelah semuanya selesai, Alan dan Indra pamit untuk pulang, tepat nya menyusul Arthur dan Alana.

Alan dan Indra turun menggunakan lift apartemen dan menuju mobil yang terparkir di depan apartemen.

Indra melajukan mobilnya menuju tempat Arthur dan Alana.

"Om salut padamu Alan, kau bisa menghandle masalah seperti ini di usia yang masih sangat muda. Om yakin, saat besar nanti kau akan menjadi pemimpin yang hebat" ucap Indra .

"Itu terlalu berlebihan om Indra, Alan seperti ini bukankah karena turunan dari ayah dan ibu" jawab Alan.

"Iya, om percaya itu" jawab Indra.

"Tapi Alan, sebaiknya kau jangan memaksakan dirimu. di usiamu yang masih sangat muda seharusnya kau bermain dan belajar saja, bukan malah mengurus masalah orang-orang yang tidak penting" ucap Indra.

"Alan kan sering main game, main sama Alana, main sama ayah, main sama kakek juga. Alan juga belajar setiap hari di rumah, om Indra tidak pernah lihat ya?" Ucap Alan, menatap Indra dengan wajah polos.

"Bukan itu maksudku... Haaaahhh.. sudahlah tidak usah bahas lagi. Dan lagi apa-apaan wajah polos mu yang di buat-buat itu, itu tidak pas buat mu Alan!" jawab Indra

"Haha.. Alan paham kok om, tenang saja. Alan hanya ingin masalah ini cepat-cepat selesai. Dan lagi Alan kan tidak sendiri, ada Ayah, om Indra dan om Arfi yang juga membantu membereskan masalah ini" ucap Alan.

"Haaaahhh... ya sudah, kalo ada sesuatu ceritakan pada om ya. Jangan menyembunyikan sesuatu itu sendirian" ucap Indra

"Siap!!" Jawab Alan.

Bersambung.....

Hallo kakak-kakak kesayangan😘😘..

Jangan lupa klik like, favorit👍👍❤❤..

Coment dan rate-nya😍😍..

Maaf jika bab ini, ceritanya agak gimana gitu😫😫🙏🙏..

Terima kasih sudah mampir😘😘🤗🤗

Oyi-jy

1
Dewi Fitriani
Kecewa
Dewi Fitriani
Buruk
Andi Rahmawati
Di sambung ya cerita Alan dan alana thor
Aisyah Suyuti
seru
Azril Parmen
Luar biasa
Azril Parmen
Lumayan
The Lovely
Yg dtng siapa sih
The Lovely
Lelah knp ya Alan
The Lovely
Ngapain jg sih tuh 2 Bocil ganggu Alan aja
The Lovely
Penasaran siapa sih anak laki" itu
The Lovely
Gak pnya sopan santun bngt sih tuh Alan sama Alana manggil yg lebih tua nama udh gtu klau mau nyuruh orng gak ada kata tolong walaupun pekerjaan di bwh ayahnya tetap aja gak sopan gak ingat apa sblm ktmu ayahnya mrka itu orng miskin dan tinggal dipanti segala
The Lovely
Cpt kasih tau ayah kalian
The Lovely
Psti kerjaannya kakaknya Yulia deh
The Lovely
Kakaknya Yulia jahat bngt sih
The Lovely
Alan baik bngt ngasih beasiswa ke Harry
The Lovely
So sweet bngt sih Alan sma Alana adiknya
The Lovely
Dasar cwek murahan tuh udh ngaku2 lgi di dpn slh satunya Arthur malah didorong yg ada murka tuh
The Lovely
Kasihan jg Anggita
The Lovely
Sumpah ya Alana itu kekanak2an bngt pake segala ngambek lagi. Lgi jg gk masalah klau ayahnya nikah lagi kan msh muda butuh sosok pendamping jdi anak jngn pada egois
The Lovely
Lagi ngapain jg sih Anggita ikut segala bkin anak2nya Arthur salah paham aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!