NovelToon NovelToon
Awakening Of The Dragon Armor

Awakening Of The Dragon Armor

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Balas Dendam / Barat / Tamat
Popularitas:347.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: The Nightmare

Judul: Awakening Of The Dragon Armor.

Dari sebuah peristiwa yang hampir merenggut nyawanya karena ulah semua anggota keluarganya yang membuang Arion ke Jurang Tanpa Dasar.

Tapi sebuah keajaiban merubah semua yang dia punya dan kini Arion bangkit kembali dengan kekuatan Seorang Legenda Penyelamat.

Tapi apakah kekuatan Sang Legenda Penyelamat ini akan dia gunakan untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan atau sebaliknya yang mengikuti semua kata Iblis Nafsu? Tidak ada yang tau.

Ini adalah kisah perjalanan Arion dari seorang sampah yang dibuang yang akan di daur ulang dan bangkit mengukir sejarah pada ingatan semua orang.

Genre: Action, Comedy, Romance.

Ini adalah karya pertama aku jadi tolong dimaklumi jika banyak kata - kata yang salah.

Jangan lupa beri Like, Komen, Vote dan beri ☆☆☆☆☆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Nightmare, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau Putus

Di dalak lautan spirit Arion, Ashura masih mengoceh tidak jelas karena kecerobohan Arion yang tidak waspada dengan sekitarnya. Sedangkan Arion hanya menundukkan kepala nya padahal tidak mendengarkan sama sekali semua ucapan Ashura.

Entah karena mulutnya lelah atau sedang lapar, Ashura berhenti bicara dan melihat Arion yang hanya berdiri dengan menundukkan kepala.

"Kau ini mendengarkan ku tidak?" Ashura sambil menarik telinga Arion yang dari tadi hanya menunduk.

"Aduh, aduh, saya mendengarkan perkataan anda tapi sekarang saya tak bisa karena telinga saya serasa mau putus"

"Kau tadi mendengarkan ku,ha. Tadi aku bilang apa padamu?" Sambil melepaskan tangannya dan Ashura bertanya dengan wajah sedikit marah.

"Emmm...anu, hehehe" Arion cengar cengir tanpa rasa bersalah.

Ashura merasa marah dan menggubakan kekuatannya untuk menarik tubuh Arion ke udara sebelum dia melempanya hingga terkapar tanpa bisa melawan.

Merasa marah karena selama hidupnya Ashura tak pernah sehina ini di depan orang lain, membuatnya ingin memotong tubuh Arion menjadi enam bagian.

Dengan wajah marah dan hawa membunuh yang kental selerti jus kurang air, Ashura berjalan mendekati Arion.

"Maaf, maafkan saya. saya akan lebih memperhatikan saat anda bicara" Ariob sambil bersujud karena takut akan ada kejadian pahit yang membekas di pikirannya.

"Jika kau mengulanginya lagi, aku tak bisa menjamin jika kau akan selamat" Arion sambil menunjuk Arion dengan semua kuku tajam yang ada di jari tangan kanannya itu.

Arion mengangguk dengan cepat beberapa kali karena takut akan ada energi yang datang menghantam dirinya dan bisa bisa membuat semua tulangnya patah. Tapi untungnya yang ada di sana hanya kesadaran milik Arion.

Tapi air yang berada di bawah mereka secara tiba tiba naik dan menurut Ashura itu adalah energi spirit dan sebuah sensasi hangat dari belakang mereka dimana asalnya dari bola atau jiwa milik Arion

Jiwa Arion yang terlihat seperti bola dan pada awalnya setengah dari bola itu tampak seperti akan lenyap. Tapi sekarang tampak berbentuk bulat sempurna.

Dan pedang yang awalnya tampak akan menghilang, sekarang tampak jelas jika pedang itu adalah pedang jiwa milik Arion yang memancarkan aura yang luar biasa kuat.

"Jadi pedang ini pedang jiwa milikku? Padahal sebelumnya aku merasakan ini sangat lemah" Arion takjub melihat pedang jiwa miliknya dan tak menyangka jika itu memancarkan aura yang kuat.

"Aku mulai meragukan kekuatan mu yang kuat tapi otakmu tak lebih besar dari sebuah kerikil"

Ashura bingung dengan apa yang Arion pikirkan. Padahal dari dulu dia sudah mengawasi Arion dan tau jika dia memiliki IQ yang cukup bagus.

"Dan juga kau sebaiknya cepat kembali karena keadaan di luar mulai tegang dan jika kau beruntung kau bisa mendapat informasi yang bagus"

"Apa maksud anda?"

Tanpa mempedulikan Arion yang bingung dengan ucapannya, Ashura langsung melayangkan sebuah tinju pada perut Arion hingga membuatnya pingsan.

"Good bye" Dengan wajah bahagia Ashura melihat Arion yang pingsan.

Kesadaran Arion yang saat ini ada di dalam lautan spiritnya mulai lenyap dan kembali pada tubuhnya yang pingsan.

Begitu juga dengan Ashura yang saat ini bicara dengan Arion tak lebig dari sebuah tubuh buatan yang di buat tubuh aslinya yang berada di dalam jiwa Arion menggunakan energi spirit.

Tapi Arion tak segera membuka matanya karena seperti kata raja iblis itu, jika beruntung dia bisa mendapat informasi yang bagus.

Juga keadaan di luar mulai tegang dengan adanya Thalia dengan seorang pria yang entah dari mana datangnya karena itu jelas terlihat dengan insting Arion yang tajam.

Dari suasananya Arion menyimpulkan jika pria ini menyelamatkan dirinya dan Thalia dari serangan seekor spirit beast kera jiwa beku kelas menengah yang sudah mati di belakang pria itu dengan darah di sekitarnya.

"Itu bukan apa apa. Tapi bagaimana kau bisa tahu jika aku seorang healler padqhal aku tadi menggunakan sihir tipe mage? "

Pria itu tampak kebingungan dengan apa yang Thalia tanyakan padanya.

Selain Thalia dan pria ini, Arion juga meraskan dua sosok lain yang bersembunyi di balik semak semak sambil makan dan minum dengan santainya.

Emmm...itu karena maksudku adalah menyembuhkan dia dengan sebuah potion dan aku tak tau jika kau seorang double type."

"Lhah, kenapa aku dijadikan kambing hitam orang ini, tapi aku juga tak tau jika Thalia seorang double type. Aku beruntung sekali" Pikir arion sambil terus menutup matanya.

"Aku bisa menerima alasan itu. Tapi kau bilang jika kau mendengar suara irang berteriak, padahal jarak diantara pohon pohon di sini sangat rapat.

Kau memang bisa mendengarnya jika kau punya pendengaran yang tajam. tapi bagaimana bisa kau kesini dengan cepat tanpa tertusuk satu duripun di tubuhmu"

"Ini cewek seram sekali . Sampai orang itu langsung kena skakmat padahal baru langkah pertama" Arion merasa ngeri jika dia ketahuan berbohong oleg Thalia pasti langsung kena semprot.

Griz tampak pasrah jika dirinya memang tak bisa berbohong di hadapan kecerdasan detektif milik Thalia.

"Sepertinya aku tak bisa berdalih jika kau lawan bicaraku" Dengan nada lemas dan mulai mengatakan kebenaran nya.

Arion yang masih menutup matanya dan mendengarkan obrolan mereka pun ikut setuju jika dia harus menyerah. Jika saja Arion yang ada di posisi pria itu, sudah bisa di pastikan jika arion jiga akan menyerah.

"Sebenarnya aku bukan kebetulan lewat sini tapi aku memang sengaja mengikutimu sejak aku melihatmu akan di bawa oleh tuan Grimer. Tapi aku mengikutimu kerena aku melihat bakat yang ada di dalam dirimu"

"Jadi apa yang kau inginkan dariku?" Thalia bertanya dengan mengilangkan tangannya di depan dada yang cukup berisi miliknya.

"Aku adalah Griz dari Dream Akademi, divisi menengah atas kelas dua yang bertugas mencari bakat bakat muda" Tanpa ragu Griz memperkenalkan dirinya lagi dengan penuh percaya diri, tapi kali ini full album.

"Mengundangmu untuk masuk ke akademi kami"

"Emmm...aku tidak bermaksud menolak tapi biar aku pikir pikir dulu"

"Tidak menjadi masalah. Jika kau tertarik datang saja dan bilang jika kau kemari atas keinginan ku"

Arion pernah mendengar tentanf Dream Academy dimana itu adalah temoat para kultivator belajar dan meningkatkan kekuatan mereka bahkan banyak kultivator jenius yang di didik di sana.

Griz memalingkan wajahnya dan melihat Arion yangvaudah dari tadi memang sudah sadar tapi tidak segera bangun dan mendengarkan percakapan mereka diam diam.

"Maaf jika kau sudah sadar bisakah kau segera bangun dan menyapa orang yang audah menyelamatkan nyawamu ini"

"Lumayan, kau bisa tau jika aku sudah sadar"

"Mana ada orang pingsan yang matanya terus bergerak gerak dari tadi"

Arion segera bangun dan menyadari jika dia sedang ada di pangkuan Thalia.

Tapi Arion bukan tipe orang yang peduli dengan semua hal hal sepele seperti itu dan segera bangun tanpa peduli dengan apa yang baru sanaj Thalia lakukan.

Setelah itu Arion menyuruh dua orang yang dari tadi mengawasi mereka untuk keluar. Dan yang keluar tidak lain adalah Kayzo dan Mip dengan membawa danging panggang di tangan mereka.

1
Moretti
baca novelku juga dong 😊
azizan zizan
sombong kali mcnya pantas lah mau d bunuh oleh keluarga sendiri..
arie thre wulan beatsinyo
perlu di refisi
Manyue 7
ulala
Dafid Lim
sorry saya quit ya,ceritanya bertele tele.....ngak menarik,pantes bab nya byk.
Dafid Lim
min,cerita nya tolong jgn bertele tele,bagian yg ngak penting ngak usah di ceritakan.
Udy Rahmat
ceritanya terlalu nyantai
Ami Utami
apakah ceritanya udah Damat thour
Moretti: bantu share dan support novelku dong 😊
total 1 replies
Ge-man
lama lama bosen ngikutin jalan cerita nya .
Ami Utami
lanjut thour
Ramly
mantul
Edi I
ceritanya bikin bingung!ini jaman apa ide ceritax🤔🤔🤔🤔🤔🤔
oke
bang ceritamu bisa rame itu kek gimana bg?
Muhammad Nur Arya Pandita
cerita nya agak membingungkan
Muhammad Nur Arya Pandita
bagus
Tanty Aulia
kayak kenal tu gambar ada di anime
Tanty Aulia
ini sebenarnya di zaman kultivator atau modern
Muhammad Nur Arya Pandita
bagus sekali cerita
Jay Flow
kenapa mc lemah sangat ia?
Sinjodit
dunia yg gak jelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!