Spin off If You Met Me First ...
Karina Ramadhan adalah petasan injak. Susah diatur, suka dugem, meskipun kuliah beres tapi tetap saja membuat Stefan dan Irina kesal karena putrinya sulit diatur. Teguran dari semua keluarga, diacuhkan oleh Karina. Hingga puncaknya, Karina hendak kawin lari dengan seorang DJ tapi ketahuan oleh Stefan. Demi membuat Karina anteng, Stefan dan Irina menjodohkan putrinya ke rekan kerja Irina yang bertugas sebagai atase kedutaan besar Inggris di Stockholm bernama Ravi Khan. Bagaimana kehidupan pernikahan perjodohan antara Karina yang meledak-ledak dengan Ravi yang dingin dan kaku ?
Generasi Ketujuh Klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecemasan Irina
Karina memeluk tubuh kekar Ravi usai acara goyang diatas selesai. Keduanya masih mengatur nafas masing-masing setelah percintaan panas sore menjelang malam. Bahkan tadi Ravi nyaris lupa memasang k*nd*m saling semangatnya dan untungnya Karina sempat mengingatkan.
Bisa-bisa ada bayi nongol disaat Karina masih kondisi pusing-pusing nya dengan tugas kuliah.
"Ya ampun, aku capek banget..." Karina mengelus perut kotak-kotak Ravi. "Bagaimana kamu tetap memiliki perut roti sobek begini?"
"Sehabis sholat subuh, biasanya aku workout dulu. Kamu kan langsung tidur lagi tapi aku workout di ruang tengah. Paling tidak satu jam sebelum aku tidur lagi." Ravi menatap Karina. "Perut ini hanya milik kamu, sayang. Tidak buat siapapun... Kecuali kalau ada agen GQ menawari aku jadi model... Addduuuhhh !"
Ravi mendesis karena Karina memukul perutnya.
"Berani jadi model GQ, kita pisah ranjang !" pendelik Karina.
"Ya tapi tidak mungkin kan aku jadi model. Bisa-bisa tidak hanya kamu yang marah, tapi mom juga ..."
"Nah tuh tahu !" ucap Karina sambil manyun.
Ravi menarik tubuh istrinya hingga wajah Karina dekat dengan dirinya dan menciumnya panas.
"Aku sangat mencintaimu, Karina." Mata hitam Ravi menatap dalam ke mata hijau kebiruan Karina.
"Aku juga sangat mencintaimu Ravi."
***
Kediaman Keluarga Ramadhan
"Aku rasa pegawai baru di kedutaan itu hendak mengusik Ravi dan Karina," ucap Irina ke Stefan.
"Apa maksudmu, sayang ?" tanya Stefan saat mereka makan malam.
"Tadi aku memperhatikan saat kita akan pulang, Lee menghampiri Karina dan Ravi. Entah apa yang dia bicarakan tapi akhirnya Karina mengeluarkan ponselnya."
"Mungkin hendak meminta nomor ponsel," gumam Stefan membuat Irina menatap gemas.
"Kamu tuh lho ! Ini serius ! Tampaknya bukan sekedar minta nomor ponsel !" hardik Irina.
"Sayangku, jika memang si Lee ini hendak mengganggu hubungan dua anak kita, aku yakin mereka bisa mengatasinya. Apalagi kamu tahu sendiri kan Karina sangat emosional dan keluar bar-barnya," jawab Stefan tenang. "Berikan kesempatan pada mereka untuk bisa mempertahankan rumah tangga mereka. Ini baru kerikil kecil."
"Stefan ! Bagaimana kamu bisa setenang ini ?" tanya Irina.
"Sayang, kamu terlalu emosional. Jika kamu seperti ini, kamu tidak membiarkan mereka menjadi dewasa."
Irina menatap sebal ke suaminya.
"Irina, jangan dikira Karina dan Ravi tidak tahu. Tapi mereka memilih untuk menyelesaikan sendiri." Stefan menepuk tangan istrinya.
Sangatlah wajar jika Irina merasa cemas dengan adanya gangguan di rumah tangga putrinya yang baru saja membaik dan bahagia. Wanita itu tahu Karina dan Ravi bisa menghandle tapi tetap saja, Irina cemas layaknya orang tua lainnya.
Semoga tidak ada huru hara mengingat Karina sangat panasan.
***
Hari Senin, Ravi datang ke kantor dengan wajah dingin. Pagi tadi dirinya ribut dengan Karina hanya masalah baju dalam. Karina sebal karena baju dalamnya dicampur dengan baju dalam Ravi. Sementara Ravi membuat analogi bahwa mereka sudah saling bertukar keringat harusnya lebih baik bertukar sabun cuci tapi tetap saja Karina tidak menerima alasan Ravi.
Meskipun hatinya dongkol, tapi Ravi ingin tertawa terbahak-bahak karena mereka ribut unfaedah dan tampak menggemaskan walaupun di mata Karina itu bukan masalah sepele.
"Pagi Mr Khan," sapa Brenda.
"Pagi," jawab Ravi dingin.
"Apakah anda baik-baik saja?" tanya Brenda.
"Fine." Ravi pun berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya.
Brenda hanya menatap datar ke punggung lebar Ravi. Apakah aku tidak terlihat?
"Lee, berkas visa dimana ?" tanya salah satu rekannya.
***
Ravi mulai bekerja seperti biasa namun airpodsnya tetap terpasang di telinganya. Pria itu lalu menghubungi Karina yang memilih kuliah online hari ini karena tidak ada quiz.
"Apa Ravi ?" sapa Karina judes.
"Sayangku masih marah?" rayu Ravi.
"Masih !"
"Karina... Please. Kamu jangan seperti ini dong ... "
"Kan aku sudah bilang, Ravi. Jangan dicampur ! Berapa kali aku ..."
"Sayang, kalau kamu marah-marah begitu, aku semakin rindu sama kamu. Apakah kamu tahu, wanita itu lebih baik berbicara 20,000 kata perhari daripada diam seharian..." goda Ravi.
"Apa maksud kamu ?"
"Wanita itu kalau sudah diam, berarti hatinya sedang terluka..."
"Ya sudah aku diam !" balas Karina.
"Tidak mungkin lah ..." kekeh Ravi.
"Ravi !"
Ravi tertawa terbahak-bahak. Dirinya sudah rindu ke istri cantiknya lagi.
***
Brenda mendengar suara tawa Ravi saat hendak mengetuk pintu ruangannya untuk meminta berkas. Renyah sekali tertawanya. Aku ingin dia bisa tertawa seperti itu saat bersamaku..
Brenda mengetuk pintu ruangan Ravi dan mendengar suara pria itu mengijinkan masuk. Brenda melihat wajah Ravi berubah dingin dan tampak tidak terjangkau.
Kemana tadi orang yang tertawa lepas?
"Ada apa Lee ?" tanya Ravi datar.
"Mr Thomas meminta berkas visa yang sudah disetujui."
Ravi memberikan berkas kepada Brenda yang sudah dia selesaikan. Meskipun semuanya sudah paperless, tapi untuk berkas kedutaan harus punya bukti tertulis karena berkas di komputer bisa hilang.
"Berikan pada Thomas." Ravi kembali konsentrasi bekerja.
"Mr Khan.."
"Apa Lee ?"
"Bagaimana jika kita makan siang bersama nanti ? Hanya berdua."
Ravi mengangkat wajahnya. "Aku beritahukan kamu ya. Aku tidak tertarik berhandai-handai dengan siapapun di kantor apalagi makan siang berdua. Jika kamu masih berusaha mengganggu aku, detik ini juga aku telpon Inggris untuk menarik kamu dari Stockholm !"
Brenda menganga.
"Kamu boleh keluar," ucap Ravi dingin.
***
Brenda tampak kesal dengan ancaman Ravi dan hendak membalas namun dirinya masih belum tahu apa yang akan dia lakukan karena Ravi sangat sulit dia gapai dan dekati.
Susah sekali mendekati kamu wahai Ravi Khan.
***
Ravi menghubungi departemen luar negeri Inggris tentang siapa Brenda Lee. Ravi tidak mengira dirinya akan mendapatkan cobaan seperti ini dan dia tidak mau mempertaruhkan pernikahannya. Paling utama, dia tidak mau Karina ditangkap karena penganiayaan.
Ravi sangat tahu bagaimana emosinya Karina. Sebisa mungkin dirinya menjauhkan istrinya dari kekerasan. Ravi tidak mau Karina masuk penjara meskipun tahu sepupunya akan membela dirinya dengan sekuat tenaga.
"Brenda Lee adalah putri mantan duta besar Inggris di Amerika Serikat. Dia memang dipindah ke Swedia karena membuat masalah di New York yang membuat malu."
"Apa yang dia perbuat, Ian ?" tanya Ravi ke rekannya yang di London. "Karena tidak ada catatan buruk yang aku terima."
"Tentu saja tidak ada karena semua ditutupi sebab ayahnya adalah salah satu kerabat Raja Henry."
"Ian, apa yang dia lakukan?" desak Ravi.
"Berpacaran dengan pria beristri hingga bercerai."
Dasar player !
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️