Raizor adalah seorang remaja yang tidak memiliki keluarga. meskipun begitu dia masih tetap semangat hidup karena ada pacar dan sahabatnya yang terus memberikan semangat.
namun suatu ketika, dia mempergoki pacarnya yang sedang selingkuh. dan akhirnya, Raizor pun memutuskan hubungan mereka.
setelah kejadian itu handphonenya kembali mati dan hidup, serta menampilkan sebuah iklan dari website asing.
karena merasa sedih, Raizor pun menerima tawaran dari website asing itu untuk membantunya.
setelah kejadian, Raizor pun akhirnya mendapatkan sebuah system yang akan membantunya mewujudkan keinginan dengan sedikit usaha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Anshari Abrar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman Terakhir.
Seminggu berlari dengan cepat.
[Selamat penghasilan tuan hari ini 224,000,000,000 Rp]
[Total Point emosi tuan hari ini 5,000]
[Total Point System tuan hari ini 400]
Selama satu minggu ini, Raizor selalu menginvestasikan pendapatan hariannya dari system, kepada system, hingga sekarang pendapatan hariannya dari system sebesar 224 M Rupiah.
Saat ini Raizor terlihat sedang mengetik sesuatu di ponselnya.
"Akhirnya!" Raizor berseru, menjatuhkan diri ke kasur. Lantas mengusap matanya yang sedikit memerah, karena bergadang, lalu menatap layar ponselnya lalu bergumam "Halaman terakhir."
Ia mencoba menarik nafas dalam-dalam, berusaha meredakan ketegangan yang menyelimuti tubuhnya selama tujuh hari terakhir. "Sekarang saatnya bersantai," ucapnya, kemudian bangun dan meregangkan otot-otot di tubuhnya.
Dua hari setelah kejadian di minimarket kemarin, Raizor banyak membaca buku novel bergenre fantasi yang di belinya beberapa waktu yang lalu.
Setelah menamatkan 12 buku dengan genre fantasi, Raizor akhirnya memutuskan untuk mulai menulis di sebuah platform penulis, dan dengan bantuan skill penulis dari system, dia langsung mengupload 15 bab di hari pertamanya menulis.
Lalu dua hari setelah dia mengupload cerita, Raizor mendapatkan telpon dari salah satu penerbit mayor.
Di telpon, mereka membahas banyak hal tentang kepenulisan novel, hingga akhirnya penerbit mayor itu menawarkan Raizor untuk menerbitkan bukunya di sana gratis, dengan syarat Raizor harusnya menyelesaikan buku itu dalam waktu dekat.
Hingga hari ini, Minggu 23 September 2040, Raizor telah menyelesaikannya.
"Halo kak, apa kabar?" Tanya Raizor pada seseorang di seberang telepon.
"Baik Rai, kamu sendiri gimana kabarnya? Ada apa nih nelpon?" Tanya seseorang di seberang telepon.
"Baik kok, Kak. Aku mau tanya, kak Tirta hari ini ada waktu senggang nggak, buat ketemuan?" Tanya Raizor.
"Ada sih, tapi kenapa emangnya?" Balas Tirta bertanya balik.
"Aku mau nunjukin naskah yang kemarin, kak. Udah aku selesain nih." Jawab Raizor.
"Beneran, Udah kamu selesain Rai?" Tanya Tirta tidak percaya.
"Beneran kak. Jadi kapan kita ketemuan nya?" Tanya Raizor.
"Ya udah Rai, nanti kita ketemuan di cafe dekat SD meteor garden ya, jam 10." Jawabnya dengan semangat.
"Oke, kak. Jam 10 di cafe dekat SD meteor garden. Aku tunggu ya kak." Ucapnya.
"Okay Rai, sampai ketemu nanti." Ucap Tirta, lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Kemudian Raizor menelpon Hendri " Hen, gimana kabarmu?" Tanya Raizor.
"Baik, ada apa bos?" Hendri balik bertanya.
"Baguslah, sekarang tolong kamu selesaikan bisnis kita yang tertunda beberapa waktu lalu, nanti aku transfer uangnya, 30 Miliar." Ucap Raizor dengan santainya.
"Ba-baik bos." Hendri terkejut ketika mendengar Raizor mengatakan uang dengan jumlah sebesar itu dengan santainya.
"Ya sudah, itu saja Hen." Raizor kemudian mematikan teleponnya, dan mentransfer uang yang sangat besar itu.
[Mengurangi 30 M]
[Sisa uang anda 194 M]
"Investasikan uang ku sebesar 76 M." Ujar Raizor.
[Menginvestasikan uang tuan sebesar 76 M]
[Total uang yang telah tuan investasi pada system sebesar 300 M]
[Sisa uang anda 118 M]
Raizor: Jaka, kamu dan Heron ke sini sekarang. Ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian berdua.
Jaka: Baik bos.
Raizor termenung setelah melihat jawaban Jaka. Dia termenung karena kebingungan bagaimana menggunakan uangnya yang tersisa. Hingga tiba tiba saja, matanya tertutup dan Raizor terlelap sebentar.
Lalu bangun, dan langsung mengucek matanya, mencoba mengusir rasa kantuknya.
"System, apakah ada cara, atau makanan, serta minuman yang bisa menghilangkan ngantuk ku?" Tanya Raizor.
[Tuan bisa, mengonsumsi minuman energi instan dari system, lalu tidur selama 1 jam, kemudian meminum secangkir kopi ketika bangun. Cara itu dapat membantu tuan mengoptimalkan kerja mata anda, dan membantu menghilangkan rasa ngantuk]
Mendengar itu, Raizor dengan cepat menyeduh kopi. Dia menuangkannya ke dalam tiga cangkir yang telah disiapkannya, lalu menutupnya dan meletakkan ketiga cangkir itu di atas meja.
Lalu membuka shop system, dan membeli minuman energi instan. Saat melihat icon minuman kesehatan yang bersebelahan dengan minum energi.
Raizor langsung mendapatkan ide "System tingkat fitur shop system ke level dua, dan ubah point emosi menjadi point system." Ujarnya.
[Memulai proses peningkatan... 1%... 2%... 3%... 4%... 5%...]
Raizor mengatur alarm di HP tepat pukul 8 hingga pukul 8:30 dan dia juga meminta Jaka untuk menemuinya pada jam setengah sembilan.
Glek.. Glek..
"Selamat tidur." Ucapnya setelah mengonsumsi minuman energi instan.
Dengan mata yang sayu, Raizor mencoba menjangkau ponselnya.
"Delapan Tiga belas." Gumamnya ketika melihat layar ponsel. Kemudian dia mengucek matanya sedikit.
Lalu bangun dan mematikan sisa alarm di ponselnya. Setelah itu dia menyeruput secangkir kopi hitam yang telah dia siapkan sedari tadi di atas meja.
Tok...Tok...Tok..
Suara ketukan pelan terdengar di pintu, diikuti bunyi derit engsel pintu.
Raizor meletakkan kopi di atas meja, lalu menoleh ke pintu "Jaka?" Tanya Raizor, suaranya masih berat karena baru bangun tidur.
"Iya bos, ini saya." Sahut Jaka.
"Masuklah!" Perintah Raizor.
Jaka melangkah masuk, dan matanya tertuju pada secangkir kopi di tangan Raizor.
"Kalau mau, tuh ambil di atas meja." Ucap Raizor yang memahami pandangan Jaka tertuju pada kopi di tangan.
"Makasih bos." Jaka tersenyum, mendekati meja, dan mengambil secangkir kopi yang sudah di sediakan Raizor untuknya.
"Makasih bos," katanya lalu menyeruput kopi itu.
"Dimana Heron?" Tanya Raizor setelah menghabiskan kopinya.
"Mungkin masih di jalan bos." Ucap Jaka sambil melirik jam dinding.
"Masih ingat tempat karaoke kemarin?" Tanya Raizor.
"Masih bos," sahut Jaka.
"Baguslah, jam sembilan nanti, antar aku ke sana, lalu jam setengah sepuluh antar aku ke SD meteor garden." Ucapnya sambil menatap layar ponsel.
"Baik bos," sahutnya sambil mengangguk, lalu menghabiskan sisa kopi di cangkir.
Tiga menit kemudian, terdengar suara ketukan pintu, "Mungkin Heron." Ujarnya pada Jaka.
Dengan cepat Jaka beranjak dari tempat duduknya, membuka pintu, dan benar yang dikatakan Raizor. Heron berdiri di ambang pintu.
"Masuklah!" Perintahnya.
Heron masuk dan duduk, di dekat Jaka.
"Kopi?" Tanya Raizor.
"Tidak, terimakasih bos. Saya tidak terlalu suka kopi." Heron menggeleng.
"Baiklah."
"Heron, apa kamu punya nomer rekening?" Tanya Raizor.
" Ada bos, memangnya kenapa?" Balasnya.
"Sini nomer rekening mu, aku akan membayar hutang ku di pelabuhan kemarin." Ujar Raizor.
[Peningkatan fitur Shop System selesai]
[Sisa Point System anda 100]
[Sisa uang anda setelah di kurangi 90 juta adalah 117,91 M]
Mata Heron terbelalak, ketika melihat jumlah uang yang masuk ke rekeningnya, namun dia segera tersadar dari keterkejutannya ketika mendengar ucapan Raizor.
"Jaka, nanti kumpulkan semua anggota kita, di kebun karet kemarin. Nanti siang aku akan memberikan kalian semua hadiah." Ucapnya.
"Tapi nanti bawa beberapa orang untuk menjemput dan mengawal ku kesana, karena aku membawa cukup banyak uang." Ucapnya lagi.
"Jam 1 siang." Kata Raizor.
"Kamu boleh pergi Heron, Sementara Jaka akan mengantarku ke suatu tempat. Jadi tunggu aku bersiap dulu." Ujar Raizor, yang tentu saja langsung di setujui kedua anak buahnya.
Terimakasih sudah mampir.