Menepati janji pada pria kaya raya. Harus menebus semuanya dengan menukar salah satu putrinya untuk menikah dengan CEO Terkenal seluruh dunia no 1.
Pria yang akan menjeratnya dengan pernikahan diatas kertas, melahirkan sang pewaris, selain itu ada rencana tersirat di balik pernikahan itu. Dan pastinya yang tidak diketahui oleh si wanita, ia dijadikan istri kedua.
Maaf jika ada sedikit Typo dan cerita nya kurang berkesan atau menarik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon utayi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30
Hotel Grandmax
Dinda meremas erat kertas yang telah di bacanya itu, darah nya seakan mendidih mendapat kenyataan.
"Ini tidak mungkin, Alister pasti bercanda kan . Aku harus bertemu dengan nya dan meminta penjelasan ."
"Kau mau ke mana sayang ." Wana merengkuh pinggang kekasih gelapnya itu sehingga mereka saling berhadapan .
"Honey aku ada pekerjaan, ini sangat penting ." Ujar Dinda beralasan agar ia tidak ketahuan akan bertemu dengan Alister.
"Apakah sepenting itukah pekerjaan mu hari ini ?"
Dinda mengalungkan kedua tangannya pada Wana dan melumat bibir kekasih gelapnya yang sudah candu untuknya itu lalu melepaskan pagutannya, menatap wajah kekasih gelapnya yang sangat begitu tampan, mampu membuat jantung nya berdegup sangat kencang .
"Aku berjanji setelah menyelesaikan ini, aku akan kembali ke sini untuk memuaskan mu ."
"Aku mau kau memuaskan ku sekarang juga.. setelah itu baru aku biarkan kau pergi ." Dengan serangan mendadak Dinda tidak mampu menjawab ucapan Wana yang telah dulu melumat habis bibir nya . Entah mengapa setiap ia mendapat sentuhan - sentuhan wana mampu membuat birahinya naik dan lupa akan hal yang ia lakukan .
Mereka pun melakukan adegan panas di atas ranjang kembali, tanpa tahu waktu .
Sampai Wana lupa dengan niatnya untuk menanyakan info tentang Alister dikarenakan ia mabuk dengan tubuh Dinda selalu membuat nya ingin melakukan nya .
...• •...
Keesokan harinya.
Nabilla yang masih terlihat tertidur lelap, bermimpi tengah memakan ayam panggang super besar tetapi aneh nya saat ia akan memakan ayam panggangnya terasa sangat begitu keras. Di pegangnya erat erat ayam itu, lalu ia menggigit nya begitu sangat keras .
Beberapa menit kemudian.
"Ahh sakittt!!!!!" Teriak Alister.
Nabilla membuka matanya tajam.
"Ahhh...." pekik Nabilla, melihat Alister memegang dadanya terasa perih . Ia begitu sangat panik . "Maaf aku tidak tahu, apa sakit sekali .?" Nabilla menyentuh lembut dada Alister yang terlihat bekas gigitan Nabilla perbuat .
"Kau gila! Mana ada orang tidak kesakitan! Kau pikir aku makanan!" Bentak Alister mendorong tubuh Nabilla agar menjauh padanya .
"Aku pikir tadi itu aku memang sedang memakan ayam panggang ." Ujar Nabilla membayangkan sedang memakan ayam panggang khayalan nya sampai ia mengeluarkan air liur nya .
"lap air liurmu itu, menjijikan !" Ujar Alister dengan ketus. Lalu ia beranjak dari tempat tidur dan berlalu menuju kamar mandi .
"Uhh dasar suami plin plan ." Umpat Nabilla dengan mengerucutkan bibirnya .
Sementara Alister dalam beberapa menit berendam dalam bahtup akhirnya keluar dari bahtup dan ingin beranjak untuk membuka kenop pintu tanpa menyadari akan sesuatu hal .
"Gadis bodoh ambilkan aku pakaian ." Nabilla yang sibuk main ponsel, menatap pada suaminya itu . Membuat mata Nabilla menyaksikan pemandangan yang sama sekali, belum pernah dilihatnya. Ada sesuatu yang besar dan menonjol di antara paha Alister .
"Ahh .... Ular .... !" Nabilla langsung menutup wajah dengan menggunakan kedua tangannya.
Alister seketika menyadari nya langsung menatap ke arah bawah dan membalikkan badannya sembari menutupi bagian bawahnya .
"Sial, aku lupa tidak memakai handuk." Umpat Alister berlari menuju kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi .
Disaat Alister sudah masuk ke dalam kamar mandi, Nabilla tertawa begitu sangat kencang dan ada ketakutan juga di hatinya .
"Ku pikir hanya aku saja yang ceroboh dia sendiri juga ceroboh .eh, tapi kenapa aku tidak videokan saja tadi ." Ujar Nabilla menepuk jidatnya, saking terkejutnya sampai lupa akan hal itu .
Sementara Alister yang ada dalam kamar mandi membentur- benturkan kepalanya ke dinding tembok, ia begitu sangat malu .
"Rasanya aku ingin mati saja dari dunia ini." gumam Alister membayangkan bagaimana dirinya tadi sampai bisa lupa memakai handuk dan ketahuan oleh istri nya sendiri .
*
Jangan lupa setelah membaca tekan tombol like༎ຶ‿༎ຶ
kok amelia nampar dinda?
mulai wkwkw
gemes aku